ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Provinsi Kalimantan Utara sebagai provinsi termuda di Indonesia masih menghadapi tantangan besar di bidang ketenagakerjaan. Meskipun pembangunan infrastruktur dan sosial terus meningkat, namun angka pengangguran di beberapa daerah masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengeluaran konsumsi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan jumlah penduduk miskin terhadap angka pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel, yaitu menggabungkan data time series dan cross-section terdiri dari Kab Malinau, Kab Bulungan, Kab Tana Tidung, Kab Nunukan, dan Kota Tarakan selama kurun waktu 2017–2024. Sampel dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang terkait dengan variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial hanya IPM yang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap angka pengangguran. Sementara itu, pengeluaran konsumsi dan jumlah penduduk miskin tidak berpengaruh. Namun, secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap angka pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai langkah strategis dalam menekan angka pengangguran di daerah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sektor industri memiliki peran penting strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah terutama melalui penciptaan lapangan kerja. Namun, di Provinsi Kalimantan utara, kontribusi sektor industri ini terhadap penyerapan tenaga kerja masih tergolong rendah, meskipun terdapat peningkatan nilai investasi secara signifikan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan sektor industri belum diikuti oleh pemanfaatan tenaga kerja secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan analisis terhadap sejumlah faktor ekonomi yang dapat memengaruhi tingkat penyerapan tenaga kerja di sektor industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari variabel Investasi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Upah Minimum, dan Pengeluaran Perkapita terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor industri Kalimantan Utara. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel yang menggabungkan data time series dan cross section selama periode 2017-2023. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta Dinas Penanaman Modal, meliputi lima kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara: Malinau, Bulungan, Tana Tidung, Nunukan, dan Tarakan. Hasil analisis secara parsial menunjukkan bahwa hanya Pengeluaran Konsumsi Perkapita yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Sementara itu, variabel Investasi, IPM, dan Upah Minimum tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Secara simultan, seluruh variabel independen dalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor industri Provinsi Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Utara. Konsumsi rumah tangga merupakan salah satu komponen utama dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), yang terdiri dari pengeluaran untuk makanan dan non-makanan. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi data panel dengan pendekatan OLS, berdasarkan data sekunder yang di peroleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara selama periode 2018-2023. Berdasarkan hasil perhitungan regresi data panel menggunakan software Eviews 12 maka hasil yang di peroleh secara parsial variabel Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (Makanan) tidak memiliki pengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Utara dilihat dengan nilai thitung lebih kecil dibandingkan dengan ttabel (-1.520278 2.052), Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (Non Makanan) tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Utara dengan melihat nilai thitung lebih kecil dari nilai ttabel (0.987291 2.052). Adapun secara simultan dari variabel Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (Makanan) dan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (Non Makanan) tidak memiliki pengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Utara dengan melihat dari nilai Fhitung lebih kecil dari Ftabel (1.160293 3.35). Selanjutnya diperoleh hasil dari koefisien determinasi atau (R2) sebesar 1.0934 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Transaksi Non Tunai (APMK) dan Uang Elektronik (E-Money) Terhadap Produk Domestik Bruto Berdasarkan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder tahun 2012-2021 yang diambil dari Bank Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan dari laporan data yang terkait dan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik teknik sampling. teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji asumsi klasik, analisis linier berganda dan uji hipotesis dengan menggunakan program Eviews. Hasil estimasi data yang menggunakan analisis linier berganda menunjukan bahwa secara parsial variabel Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Bruto Berdasarkan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga, dan Uang Elektronik (E-Money) berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Bruto Berdasarkan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga, dan secara simultan sama-sama berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Bruto berdasarkan pengeluaran konsumsi rumah tangga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh serta keterkaitan antara Tingkat Transaksi Pembayaran E-Money, Jumlah Uang Beredar (M1) terhadap Pengeluaran Konsumsi Masyarakat di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS). Penelitian di lakukan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Data pada penelitian ini menggunakan data sekunder (time series) dari tahun 2012-2019 secara triwulanan. Dalam penelitian ini metode analisis yang digunakan yaitu Analisis Regresi Linier Berganda. Dalam hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel tingkat nilai transaksi pembayaran e-money memiliki pengaruh secara signifikan terhadap pengeluaran konsumsi masyarakat Indonesia dilihat dengan nilai thitung hitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (2.919 > 1.69913), jumlah uang beredar (M1) berpengaruh secara signifikan terhadap pengeluaran konsumsi masyarakat Indonesia dengan melihat nilai dari thitung lebih besar dari ttabel (12.035 > 1.69913). Adapun secara simultan dari variabel tingkat nilai transaksi pembayaran e-money dan jumlah uang beredar (M1) memiliki pengaruh signifikan terhadap pengeluaran konsumsi masyarakat Indonesia dengan melihat dari nilai Fhitung lebih besar dibandingkan dengan Ftabel (688.564 > 3.33). Selanjutnya, diperoleh hasil dari koefisien determinasi atau (R2) sebesar 0,979 atau sebesar 97,9%