ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Maharika Putri (NIM: 2240402105) ”PENGARUH BELANJA MODAL, TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP KEMISKINAN DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA”. Skripsi, Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Borneo Tarakan, 2026. Pembimbing Dr. Zakaria Basran, S.E., M.Si Kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara masih menjadi persoalan penting meskipun daerah ini memiliki potensi sumber daya alam yang besar, sehingga perlu dikaji faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh belanja modal, tingkat pengangguran terbuka, dan pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan Kabupaten/Kota di Kalimantan Utara baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder tahun 2019-2025 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Provinsi Kalimantan Utara, dianalisis menggunakan regresi data panel dengan program E-views 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial belanja modal dan tingkat pengangguran terbuka berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemerintah daerah perlu mengoptimalkan belanja modal yang tepat sasaran dan menekan tingkat pengangguran guna mendukung penurunan kemiskinan secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keberhasilan pembangunan SDM suatu negara diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang didukung oleh belanja pemerintah sektor kesehatan dan pendidikan, serta penyerapan tenaga kerja untuk menekan kemiskinan. Namun, belum meratanya fasilitas di Provinsi Kalimantan Utara memicu kesenjangan kualitas SDM, di samping masih terbatasnya penelitian mengenai dampak faktor-faktor tersebut di provinsi baru ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja pemerintah sektor kesehatan, sektor pendidikan, dan penyerapan tenaga kerja terhadap IPM serta tingkat kemiskinan di Kalimantan Utara periode 2018-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa data panel dari lima kabupaten/kota, yang dianalisis menggunakan regresi data panel melalui software Eviews. Hasil analisis menunjukkan bahwa belanja kesehatan, belanja pendidikan, dan penyerapan tenaga kerja masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, baik secara parsial maupun simultan, dengan Fixed Effect Model yang mampu menjelaskan variasi IPM sebesar 99,25%. Namun, ketiga variabel tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan, dengan Random Effect Model yang hanya menjelaskan variasi sebesar 12,85%. Temuan ini mengindikasikan bahwa alokasi belanja pemerintah masih bersifat input-oriented dan belum sepenuhnya menyasar kelompok miskin secara langsung. Hasil ini mengimplikasikan agar pemerintah daerah tetap mempertahankan dan mengoptimalkan alokasi anggaran kesehatan dan pendidikan, sekaligus mengevaluasi ketepatan sasaran belanja agar bersifat pro-poor. Selain itu, peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga kerja diperlukan guna memutus rantai kemiskinan struktural di Provinsi Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pengembangan ekonomi wilayah yang mendorong penyerapan tenaga kerja dan menurunkan kemiskinan. Pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa PDRB, tenaga kerja, dan kemiskinan pada 34 provinsi (periode 2015, 2018, 2021, dan 2024). Teknik analisis meliputi LQ, GEE, serta GEP, diperkuat dengan pemetaan empat kuadran dan pola spasial antarwilayah. Hasil analisis LQ menunjukkan pola persebaran sektor basis yang tidak merata antarkawasan. Hampir semua kawasan, terutama timur, tengah, dan barat, didominasi sektor primer sebagai sektor basis, kecuali Jawa. Sektor sekunder hanya menunjukkan nilai basis pada sebagian kawasan dan terkonsentrasi di kawasan Jawa. Sementara itu, sektor tersier hampir merata ditemukan sebagai sektor basis di seluruh kawasan Indonesia, mencerminkan berkembangnya aktivitas perdagangan dan jasa di berbagai daerah. Hasil GEE dan GEP memperlihatkan dinamika pola persebaran penyerapan tenaga kerja dan kemiskinan antar periode. Pada tahun 2015, seluruh kawasan didominasi penyerapan tenaga kerja tinggi disertai kemiskinan tinggi pada 17 provinsi, mencerminkan belum optimalnya pertumbuhan ekonomi dalam mengentaskan kemiskinan. Tahun 2018 menunjukkan perbaikan, dengan dominasi penyerapan tenaga kerja tinggi disertai kemiskinan rendah pada 21 provinsi. Namun tahun 2021 terjadi kemunduran akibat pandemi COVID-19, di mana kondisi penyerapan tenaga kerja tinggi dibarengi kemiskinan tinggi kembali mendominasi pada 22 provinsi. Tahun 2024 kembali membaik, dengan penyerapan tenaga kerja tinggi disertai kemiskinan rendah mendominasi sebanyak 24 provinsi. Temuan ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi wilayah sangat dipengaruhi struktur sektor unggulan dan karakteristik spasial masing-masing daerah, sehingga diperlukan kebijakan terarah agar penyerapan tenaga kerja dan penurunan kemiskinan berlangsung berkelanjutan dan merata di seluruh kawasan Indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara secara persial dan simultan. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder meliputi data Tingkat Kemiskinan, Pengangguran, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Sedangkan metode analisis menggunakan analisis regresi data panel dengan bantuan aplikasi E-Views 10. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengangguran berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja tidak berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara, Indeks Pembangunan Manusia tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara, serta terdapat hubungan secara simultan antara variabel Pengangguran, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh signifikan terhadapa Tingkat Kemiskinan di Provinsi kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TERHADAP PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN DI KALIMANTAN UTARA Dessi Natasari Dr. Witri Yuliawati, S.E., M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh anggaran pendapatan dan belanja daerah terhadap pengangguran dan kemiskinan di Kalimantan Utara. Periode yang digunakan dalam penelitian ini adalah lima tahun, mulai dari tahun 2018-2022. Jenis data yang digunakan data sekunder yang dipublikasi oleh Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan, Badan Pusat Statistik (BPS) dan dari sumber lainnya. Pengolahan data dengan menggunakan program Excel. Teknik analisis yang digunakan adalah Regresi Linier Sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara anggaran pendapatan dan belanja daerah terhadap Tingkat pengangguran dan kemiskinan di Kalimantan utara Meskipun ada sedikit kecenderungan penurunan ketika anggaran naik, namun pengaruh ini tidak terlalu signifikan, artinya, faktor lain yang tidak terkait langsung dengan anggaran mungkin lebih berpengaruh terhadap tingkat pengangguran dan kemiskinan di Kalimantan Utara. Hasil ini menunjukan bahwa sekadar meningkatkan anggaran saja belum cukup untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Mungkin ada faktor lain yang lebih penting, seperti kualitas penggunaan anggaran, kondisi ekonomi secara keseluruhan, atau program-program yang di jalankan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterbatasan belanja pemerintah, pendidikan dan pengangguran secara parsial dan simultan terhadap kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang merupakan gabungan data time series dari tahun 2014-2022 dan cross section menggunakan 5 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis regresi data panel berupa data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan secara parsial tidak terdapat pengaruh belanja pemerintah terhadap kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara dan terdapat pengaruh signifikan pendidikan dan pengangguran terhadap kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara. Hasil lainnya dengan pengujian simultan terdapat pengaruh keterbatasan belanja pemerintah, pendidikan dan pengangguran terhadap kemiskinan. Saran yang dilakukan adalah sebaiknya pemerintah fokus pada kebijakan untuk meningkatkan efisiensi belanja pemerintah dan meningkatkan kualitas pendidikan serta menciptakan tenaga kerja yang berkualitas untuk mengimplementasikan program pelatihan untuk mengurangi tingkat pengangguran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aims to determine and analyze the effect of government spending, the Human Development Index (IPM), and the unemployment rate on the level of poverty in the districts/cities of North Kalimantan province. This research approach uses quantitative research. The source of this research data is secondary data with data collection techniques using library research. Data analysis in this study used the panel data regression method, classic assumption test, and hypothesis testing (T test and F test) using the Eviews-10 software tool. The results of the study show that partially the variables of Government Expenditure, Human Development Index (IPM), and Unemployment Rate have no effect on Poverty Levels in the Regencies/Cities of North Kalimantan Province. Simultaneously Government Expenditure, Human Development Index (IPM) and Unemployment Rate have an influence on the Poverty Level in the Districts/Cities of North Kalimantan Province. With an R-Square value of 0.710168, it means that the variable Government Expenditure, Human Development Index (IPM) and Unemployment Rate affect the Regency/City Poverty Rate of North Kalimantan Province by 71.0%. While the rest is 29%. Described by variables outside the equation of this model.