Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: Mulsa
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGELOLAAN IKLIM MIKRO MENGGUNAKAN MULSA BERBAHAN LIMBAH KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengelolaan iklim mikro dengan pemberian mulsa organik limbah kelapa sawit terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Penelitian berlokasi di PT Pipit Citra Perdana salah satu perusahaan kelapa sawit Estate Menjelutung, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan satu (1) faktor perlakuan dan enam (6) ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah : M0 = kontrol, M1 = tandan kosong, M2 = cangkang kelapa sawit, M3 = daun kelapa sawit. Data hasil yang diperoleh di analisis menggunakan sidik ragam (ANOVA), jika berpengaruh nyata maka diuji lanjut dengan menggunakan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mulsa organik berbahan limbah kelapa sawit mampu meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit. Perlakuan yang memberikan hasil terbaik adalah perlakuan mulsa tandan kosong dengan parameter tinggi tanaman 49,45 cm, panjang daun 40,63 cm, diameter batang 30,22 mm, warna daun kehijauan, suhu tanah 25,43 °C dan kelembaban tanah yang lembab.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Waktu pemasangan mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (cucumis sativus L.)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak di butuhkan pada masyarakat sehingga perlu ditingkatkan cara budidaya nya, dalam buah mentimun terdapat kandungan gizi yang sangat melimpah. Tingkat produktivitas mentimun di Kota Tarakan hingga tahun 2020 tergolong rendah yaitu sebesar 39,416 kuintal. Peningkatan pertumbuhan dan produski mentimun dapat dilakukan dengan pemanfaatan mulsa alang-alang dengan waktu pemberian yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu : M0 = kontrol(tanpa mulsa), M1 = pemasangan mulsa saat tanam bersamaan, M2 = pemasangan mulsa 1 MST dan M3 = pemasangan mulsa 2 MST. Parameter yang di amati meliputi : Tinggi tanaman, Diameter batang, Jumlah daun, Jumlah buah, Panjang buah, Diameter buah dan Berat buah. Data dianalisis dengan sidik ragam dan di uji lanjut menggunakan DMRT. Berdasarkan hasil penelitian waktu pemasangan mulsa saat tanam bersamaan (M1) berpengaruh nyata terhadap peningkatan tinggi tanaman 2 MST (8,25 cm), 3 MST (74,39 cm) dan 4 MST (112,37 cm). Peningkatan diameter batang diameter batang 2 MST (0,38 mm), 3 MST (0,68 mm) dan 4 MST (0,88 mm). Peningkatan jumlah daun 2 MST (4,00 helai), 3 MST (11,54 helai) dan 4 MST (17,83 helai). Pertambahan jumlah buah sebanyak 4,58. Peningkatan panjang buah sebanyak 28,88 cm. Peningkatan diameter buah sebesar 4,69 cm dan Peningkatan bobot buah sebesar 471,68 gram. Kata kunci: Waktu pemasangan mulsa,pertumbuhan dan produksi organik dan nonorganik, mentimun

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PUPUK KANDANG DAN MULSA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN (Cucumis sativus L.)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemulsaan dan pemupukan organik menjadi alternatif pengelolaan tanaman mentimun pada lahan dengan suhu dan curah hujan tinggi. Pemulsaan berperan dalam mengendalikan erosi dan pertumbuhan gulma, sedang bahan organik sebagi sumber unsur hara bagi mentimum. Mulsa dan pupuk organik memiliki banyak macam dan ragam, yang tentunya memberikan pengaruh yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pupuk kandang dan mulsa organik terhadap pertumbuhan, dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian menggunakan RAK 1 faktor yaitu aplikasi pupuk kandang ayam dan mulsa organik (mulsa rumput toraja, sekam padi dan daun bambu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang dan mulsa organik dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Perlakuan kombinasi pupuk kandang ayam dan mulsa daun bambu, yang memberikan hasil optimal pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, berat buah, panjang buah, diameter buah, berat akar, dan berat trubus. Penelitian ini menyarankan penggunaan mulsa daun bambu dan pupuk kandang ayam 6 kg per bedengan untuk meningkatkan produksi tanaman mentimun.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

APLIKASI JARAK TANAM DENGAN PEMBERIAN MULSA ALANG-ALANG PADA TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

APLIKASI JARAK TANAM DENGAN PEMBERIAN MULSA ALANG-ALANG PADA TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) Abstrak Tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) termasuk suku polong-polongan (fabaceae) memiliki manfaat sebagai sumber bahan pangan berprotein tinggi. Salah satu teknik budidaya yang perlu diketahui ialah jarak tanam atau kerapatan tanam yang tepat. Tujuan pengaturan kerapatan tanaman atau jarak tanam pada dasarnya adalah memberikan kemungkinan tanaman untuk tumbuh dengan baik tanpa mengalami persaingan dalam hal pengambilan air, unsur hara, cahaya matahari dan memudahkan pemeliharaan tanaman. Penggunaan jarak tanam yang kurang tepat dapat merangsang pertumbuhan gulma, sehingga dapat menurunkan hasil. Secara umum hasil tanaman per satuan luas tertinggi diperoleh pada kerapatan tanaman tinggi, akan tetapi bobot masing-masing polong secara individu menurun karena terjadinya persaingan antar tanaman, sementara mulsa mempunyai keuntungan menekan fluktuasi suhu tanah dan menjaga kelembapan tanah, selain itu mulsa yang dihamparkan di atas permukaan tanah secara langsung akan menekan laju penguapan secara langsung akan menekan laju penguapan dan secara tidak langsung akan mempertahankan agregasi dan porositas yang akan mempertahankan kapasitas tanah menahan air. Mulsa organik yang digunakan dapat berasal dari sisa tanaman alang alang yang mudah didapatkan di sekitar area budidaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu :Faktor Jarak tanam dengan notasi ( J ) terdiri 3 taraf yaitu :J0 = Jarak tanam 20 cm × 20 cm J1 = jarak tanam 25 cm × 20 cm J2 = jarak tanam 30 cm × 20 cm Faktor berat mulsa ( M ) terdiri 2 taraf yaitu :M1 = 2 kg mulsa alang-alang M2 = 4 kg mulsa alang-alang Berdasarkan rancangan tersebut di peroleh 6 kombinasi perlakuan dengan Setiap perlakuan di ulang sebanyak 6 kali masing-masing 4 tanaman sampel sehingga di peroleh 36 satuan percoban setiap bedengan percobaan terdiri dari dari 144 tanaman yang dijadikan sebagai tanaman sempel di setiap ulangan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perlakuan Pengaruh jarak tanam dan pemberian mulsa alang alang pada pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah polong namun tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, lebar daun, dan jumlah 100 biji /plot . Pada perlakuan J2M2 (jarak tanam 20 cm x 30 cm + bobot mulsa 4 kg/bedeng) lebih mendominasi di banding parameter lainya. Kata kunci: kacang hijau ,jarak tanam, mulsa alang alang

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh penggunaan sekam bakar padi dan mulsa plastik terhadap tanaman kacang panjang (vigna sinesis L.)

2023•

Tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang sangat pontensial untuk dikembangkan, selain bergizi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Salah satu faktor penunjang pada keberhasilan budidaya kacang panjang adalah ketersediaan unsur hara yang cukup serta lingkungan tumbuh yang optimal bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan hasil budidaya tanaman kacang panjang adalah dengan penggunaan mulsa untuk dapat melindungi tanaman dari butir hujan, meningkatkan penyerapan air oleh tanah, mengurangi volume dan kecepatan aliran permukaan (mengurangi erosi), menjaga suhu dan kelembapan tanah, dan menghambat pertumbuhan gulma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan sekam bakar padi dan mulsa plastik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.). Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Amal Lama, Kota Tarakan pada bulan Juli - Oktober 2022. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan, sehingga diperoleh 25 unit percobaan. Faktor perlakuan terdiri dari P0 (kontrol/tanpa mulsa), P1 (100 g sekam bakar), P2 (200 g sekam bakar), P3 (400 g sekam bakar), dan P4 (mulsa plastik). Hasil menunjukkan bahwa penggunaan sekam bakar padi dan mulsa plastik mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman khususnya pada pengamatan umur 28 HST. Penggunaan sekam bakar padi dengan dosis 400 gram (P3) mampu memberikan hasil berbeda tidak nyata dengan penggunaan mulsa plastik hitam (P4) yaitu pada parameter tinggi tanaman (P3:98,06, P4:102,52 cm), jumlah daun (P3:29 helai, P4:30 helai), panjang polong (P3:57,82 cm, P4:62,30 cm, dan berat polong (P3:1643 g, P4:1826 g). jumlah polong terbanyak dihasilkan oleh P4 yaitu 32 polong kacang panjang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEMAMPUAN NEMATODA ENTOMOPATOGEN MENGINFEKSI INANG PADA TANAH TERTUTUP MULSA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nematoda entomopatogen merupakan agens hayati pengendali hama yang umumnya beraktivitas didalam tanah. Penggunaan mulsa penutup tanah dapat mempengaruhi iklim mikro tanah dan dapat mempengaruhi aktivitas biota tanah termasuk nematoda entomopatogen. Tujuan penelitian yakni menguji dan membandingkan kemampuan nematoda entomopatogen (NEP) dalam menginfeksi inang di dalam tanah yang tertutup mulsa. Penelitian menggunakan metode percobaan dengan perlakuan penggunaan mulsa jerami, mulsa plastik hitam, dan mulsa plastik silver, serta tanpa mulsa. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 (enam) kali. Percobaan dilakukan dengan dua tahapan yakni pra-tanam dan tanam (fase vegetatif). Percobaan dilakukan dengan memasukkan 10 larva pada masing-masing petak perlakuan yang menggunakan mulsa selama 14 hari. Parameter kemampuan NEP menginfeksi inang berdasarkan mortalitas larva dan jumlah infective juvenile (IJ). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan tingkat mortalitas dan jumlah IJ pada penggunaan beberapa jenis mulsa. Kemampuan NEP dalam menginfeksi inang pada fase pra tanam berdasarkan tingkat kematian atau mortalitas mencapai 25–29.2%, dan jumlah IJ mencapai 665.6–894.0 IJ. Sedangkan pada fase tanam, tingkat mortalitas dan jumlah IJ mencapai 34.2- 38.3% dan 757.3-985.7 IJ. Kisaran suhu dan kelembapan pada penggunaan mulsa dan tanpa mulsa masih berada pada kisaran normal, sehingga mempengaruhi kemampuan NEP dalam menginfeksi inang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh beberapa jenis mulsa terhadap insidensi dan intensitas serangan hama pada tanaman semangka (Citrullus vullgaris)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan mulsa atau penutup tanah dapat mempengaruhi iklim mikro tanah dan dapat mempengaruhi aktivitas biota tanah termasuk mengendalikan intensitas serangan hama. Tujuan penelitian yakni menguraikan insidensi hama, dan membandingkan pengaruh jenis mulsa terhadap intensitas serangan hama pada budidaya tanaman semangka. Penelitian menggunakan metode percobaan dengan perlakuan penggunaan mulsa jerami, mulsa plastik hitam, dan mulsa plastik silver, serta tanpa mulsa. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 (enam) kali dan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK). Parameter penelitian yakni insidensi hama atau jenis hama yang ditemukan, dan intensitas kerusakan hama. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam (Anova) dan Uji Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan hama yang ditemukan pada budidaya semangka menggunakan mulsa terdiri dari belalang, jangkrik, kutu daun, lalat buah, penggorok daun, siput, ulat grayak, dan tikus. Insidensi atau perjumpaan hama terendah pada penggunaan mulsa plastik silver (286 perjumpaan), dan tertinggi pada perlakuan tanpa mulsa dan mulsa jerami (594 dan 494 perjumpaan). Intensitas serangan atau kerusakan daun hama tertinggi terjadi pada perlakuan tanpa mulsa dan mulsa jerami, mencapai 26.67% pada 2 MST, dan terendah pada mulsa plastik silver yang mencapai 8.89% pada 4 MST. Kerusakan pada buah mencapai 40.83%. Sedangkan, penggunaan mulsa plastik silver kerusakan hanya mencapai 21.11%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN POC LIMBAH CAIR TAHU DAN MULSA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA L.)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau dengan memodifikasi dosis pupuk organik cair dan pemberian mulsa organik. Penggunaan bahan organik sebagai pupuk organik cair (POC) dimaksudkan untuk menambah unsur hara bagi tanaman. Limbah tahu dapat memberikan nilai tambah bagi kesuburan tanah karena limbah tahu mengandung N, P, K Ca, Mg dan C organik yang berpotensi meningkatkan kesuburan tanah. Pemakaian mulsa organik merupakan salah satu pemanfaatan bahan organik yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Mulsa dapat berperan dalam mengubah keadaan iklim mikro yang dapat mempengaruhi sifat tanah, menguntungkan untuk pertumbuhan, perkembangan dan peningkatan hasil tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan menggunakan rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu faktor 1 dosis pupuk organik cair (POC) dengan 4 taraf dan faktor 2 mulsa organik dengan 3 taraf diulang sebanyak 3 kali. Parameter Pengamatan yaitu tinggi tanaman, lebar daun, diameter batang, jumlah daun, berat biji, berat polong, bjumlah cabang jumlah polong. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan diuji lanjut dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis pupuk organik cair (POC) berpengaruh nyata pada pertumbuhan tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun, diameter batang, jumlah cabang, berat polong, berat biji dan jumlah polong, dengan dosis terbaik pada perlakuan 90 ml/tanaman (L1), dan pada Mulsa organik berpengaruh nyata pada parameter lebar daun dengan perlakuan terbaik mulsa jerami (M1). Interaksi perlakuan terbaik pada mulsa organik + POC 90 ml/tanaman (M1L1) yang diaplikasikan memberikan pengaruh nyata pada parameter jumlah daun.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH JENIS MULSA DAN WAKTU PENGAPLIKASIAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L.) DENGAN TEKNOLOGI TERASERING

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH JENIS MULSA DAN WAKTU PENGAPLIKASIAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) DENGAN TEKNOLOGI TERASERING Revian Melki Ganda, Amarullah Email: [email protected] Seiring dengan kebutuhan yang semakin meningkat diperlukan teknik budidaya yang tepat untuk memperoleh kualitas hasil kedelai yang baik. Salah satunya ialah penggunaan bahan penutup tanah atau mulsa telah lama dikenal pada bidang pertanian. Tujuan penelitian ini ialah mempelajari pengaruh kombinasi pemberian berbagai jenis mulsa dan waktu pengaplikasian terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Rancangan percobaan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 12 macam perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapatkan 36 petak percobaan. Penelitian ini dilaksanakan dilahan pertanian juata laut kota Tarakan pada bulan April-Agustus 2020. Pemberian berbagai jenis mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai menunjukkan pengaruh nyata dan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman terdapat pada parameter tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun, dan berat biji kedelai pertanaman maka didapatkan hasil terbaik pada perlakuan J3 dan J2. Pada perlakuan waktu aplikasi berpengaruh nyata dan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil terhadap tanaman kedelai pada parameter jumlah polong, jumlah biji, dan bobot 100 biji maka didapatkan hasil terbaik pada perlakuan W1 dan W3. Serta pada kombinasi antara jenis mulsa dan waktu aplikasi menunjukkan pengaruh nyata dan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil terhadap tanaman kedelai terdapat pada mulsa plastik dengan aplikasi setelah tanam (J3W1).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BOBOT DAN WAKTU APLIKASI MULSA JERAMI PADI TERHADAP TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jerami merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai mulsa, pemberian mulsa jerami dapat menekan pertumbuhan gulma, mempertahankan agregat tanah dari terpaan air hujan, terjadinya penguapan air, melindungi tanah dari paparan sinar matahari. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan kacang hijau dengan memodifikasi bobot mulsa dan mengatur waktu aplikasi mulsa jerami padi. Penelitian ini dilaksanakan di kelurahan Pantai Amal kecamatan Tarakan Timur. Penelitian ini merupakan penelitian faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor 1 mulsa jerami padi dengan 5 taraf dan faktor 2 waktu aplikasi mulsa jerami padi dengan 3 taraf diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan diuji lanjut dengan uji jarak berganda (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan mulsa jerami padi dengan berbagai bobot berpengaruh nyata pada semua parameter pertumbuhan tanaman kacang hijau, tetapi tidak berpengaruh nyata dengan aplikasi yang berbeda. Mulsa jerami dengan bobot 1 kg menghasilkan pertumbuhan lebih tinggi dan berbeda dengan bobot lainnya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail