ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Lereng pada Jalan Gunung Amal, Kota Tarakan, menunjukkan retakan yang berpotensi mengganggu lalu lintas serta membahayakan masyarakat sekitar. Kondisi topografi curam dan tanah lempung meningkatkan risiko longsor sehingga diperlukan analisis stabilitas dan perkuatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi nilai faktor keamanan (Safety Factor/SF) kondisi eksisting serta merencanakan perkuatan menggunakan minipile. Analisis dilakukan dengan metode Fellenius menggunakan GeoStudio Slope/W 2024, dengan parameter tanah dari hasil Cone Penetration Test (CPT). Kebutuhan perkuatan ditentukan berdasarkan teori cerucuk Mochtar yang memperhitungkan kapasitas tiang terhadap beban lateral. Hasil penelitian lereng menunjukkan nilai SF eksisting sebesar 1,468 yang dikategorikan belum stabil. Perhitungan manual merekomendasikan 15 buah minipile berukuran 20 × 20 cm untuk mencapai SF rencana 2,0. Sedangkan, analisis dengan GeoStudio memperlihatkan nilai SF meningkat menjadi 2,531, yang menunjukkan perkuatan minipile efektif meningkatkan stabilitas lereng. Perbedaan hasil manual dan perangkat lunak menegaskan bahwa analisis manual memberikan nilai minimum, sedangkan perangkat lunak menghasilkan estimasi lebih rinci dan lebih aman. penggunaan minipile dapat menjadi solusi teknis dalam meningkatkan kestabilan lereng pada tanah lempung serta dapat dijadikan acuan dalam perencanaan di daerah rawan longsor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Lereng merupakan bentuk permukaan tanah yang miring dan memiliki risiko kelongsoran, terutama di daerah dengan tanah lunak dan beban tambahan seperti kendaraan. Penelitian ini dilakukan pada ruas Jalan Gunung Amal, Kota Tarakan, yang menunjukkan gejala retakan dan longsoran. Tujuan dari studi ini adalah menganalisis kestabilan lereng sebelum dan sesudah diberi perkuatan geotekstil woven dari PT. Prima Geotex Indo menggunakan perangkat lunak Plaxis 2D versi 22 dengan pendekatan Finite Element Method (FEM). Data parameter tanah diperoleh dari uji sondir (CPT) dan dianalisis dengan model Mohr-Coulomb. Geotekstil berfungsi sebagai elemen perkuatan yang mampu menahan gaya tarik dan mencegah deformasi berlebih pada lereng. Selain itu, geotekstil juga berperan sebagai separator dan media drainase. Hasil analisis menunjukkan bahwa lereng tanpa perkuatan memiliki faktor keamanan (FK) sebesar 1,299 pada kombinasi beban sendiri dan beban kendaraan. Nilai ini berada di bawah standar minimum SNI 8460:2017 yang mensyaratkan FK ≥ 1,5, sehingga dikategorikan tidak aman. Setelah dilakukan perkuatan menggunakan geotekstil woven, nilai FK meningkat menjadi 1,705. Selain itu, pada kondisi hanya beban timbunan, nilai FK meningkat dari 1,419 menjadi 2,055 setelah diberi perkuatan. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan geotekstil secara signifikan meningkatkan kestabilan lereng. Berdasarkan hasil tersebut, perkuatan dengan geotekstil woven terbukti efektif dan efisien sebagai solusi teknik untuk meningkatkan keamanan lereng, serta layak diterapkan pada proyek infrastruktur serupa di wilayah rawan longsor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
.Kabupaten Bulungan merupakan salah satu kabupaten yang berada di Kalimantan Utara, Di Kabupaten Bulungan terdapat sebuah daerah aliran Sungai yang secara geografis terletak pada 116°04'41" - 117°57'56" bujur timur (BT) 2°09'19" - 3°34'49" lintang utara (LT) dimana aliran sungainya melewati desa Sabanar Baru Kecamatan Tanjung Selor yakni Sungai Lungun. Tujuan penelitian adalah untuk menghindari longsor sekaligus dapat menormalisasi sungai sehingga bisa memiliki multifungsi. Metode yang digunakan pada perencanaan dinding penahan tanah ini adalah metode perhitungan dinding penahan tanah yang didasarkan pada teori tekanan Rankine. Berdasarkan hasil pembahasan dengan metode Fellenius kondisi lereng eksisting didapatkan nilai FK 1,222 dan program bantu Geostudio Slope/W didapatkan nilai FK 1,090, pembuatan dinding penahan tanah dengan pondasi minipile. Untuk stuktur tanah pada kedalaman 0,00 m hingga 6,00 m berupa lempung dan tanah pasir pada kedalaman 6,00 m - 11,00 m. Dimensi dinding penahan tanah yang digunakan memiliki lebar atas 0,30 m, lebar bawah 0,40 m, tinggi dinding 4,00 m dan lebar kaki 2,00 m. Pada dinding menggunakan tulangan utama D19 – 500, dan D19 – 350, tulangan kaki D19 – 350, dan tulangn susut D10 – 100 dengan perkuatan pondasi minipile ukuran 20x20 cm dengan panjang 2,00 m sehingga didapatkan kontrol stabilitas guling 1,63, kontrol stabilitas geser 4,0, dan kontrol stabilitas daya dukung tanah 5,1. Hasil perbandingan setelah dilakukan permodelan perencenaan dinding penahan tanah pada Geostudio Slope/W didapatkan nilai faktor keamanan lereng/tebing sungai sebesar 3,894