ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Penelitian ini bertujuan menilai kondisi perkerasan jalan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) dan Bina Marga dan mengetahui tebal lapis tambah (overlay) serta rencana anggaran biaya yang diperlukan untuk biaya pemeliharaan. Untuk menganalisis kebutuhan tebal lapis tambah (overlay) menggunakan Metode Analisa Komponen 1987 (SKBI – 2.3.26. 1987. Hasil penilaian secara rata-rata menunjukan jalan dalam kondisi buruk (very poor) dengan nilai PCI = 39,8 untuk metode PCI dan metode Bina Marga menghasilkan nilai 10 untuk sisi kanan dan nilai 11 untuk sisi kiri yang menyatakan bahwa ruas jalan tersebut perlu dilakukan perbaikan-perbaikan yang berarti pada komponen sistim drainase dengan memasukan kedalam program pemeliharaan berkala. Pada pehitungan overlay dengan menggunakan Metode Analisa Komponen 1987 didapatkan hasil tebal perkerasan sebesar 4,6 cm ≈ 5 cm Maka untuk tebal lapis tambah (overlay) digunakan tebal sebesar 5 cm untuk tebal HRS. Adapun Rencana Anggaran Biaya yang dibutuhktan dalam pelaksanaan tebal lapis tambahan (overlay) pada ruas jalan Kenanga Kota Tarakan adalah sebesar Rp. Rp1,498,822,000.00
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Penelitian ini bertujuan menilai kondisi perkerasan jalan dengan metode Pavement Condition Index (PCI) dan Bina Marga dan mengetahui tebal lapis tambah (overlay) serta rencana anggaran biaya yang diperlukan untuk biaya pemeliharaan. Untuk menganalisis kebutuhan tebal lapis tambah (overlay) menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 (Bina Marga 2017), Metode Analisa Komponen 1987 (SKBI – 2.3.26. 1987), dan Bina Marga 2002 (Pt. T-01-2002-B). Hasil penilaian secara rata-rata menunjukan jalan dalam kondisi cukup (fair) dengan nilai PCI = 45 untuk metode PCI dan metode Bina Marga menghasilkan nilai 5 untuk sisi kanan dan kiri yang menyatakan bahwa ruas jalan tersebut perlu mendapatkan penanganan pemeliharaan berkala. Karena pada perhitungan tebal overlay menggunakan metode Bina Marga 2017 diperlukan data lendutan dan data tersebut tidak ada, maka dilakukan perhitungan dengan metode lain yaitu Metode Analisa Komponen 1987 (SKBI – 2.3.26. 1987), dan Bina Marga 2002 (Pt. T-01-2002-B). Pada pehitungan overlay dengan menggunakan Metode Analisa Komponen 1987 didapatkan hasil tebal perkerasan sebesar 4,9 cm ≈ 5 cm dan jika menggunakan metode Bina Marga 2002 tidak diperoleh kebutuhan tebal lapis tambah (overlay) karena nilai SNol yang diperoleh bernilai negatif. Maka untuk tebal lapis tambah (overlay) digunakan tebal sebesar 5 cm untuk tebal HRS. Adapun Rencana Anggaran Biaya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tebal lapis tambahan (overlay) pada Jl.Bhayangkara Kota Tarakan adalah sebesar Rp. 3.434.342.000,00. This study aimed to assess road pavement conditions using the Pavement Condition Index (PCI) and Bina Marga methods and to determine the thickness of the overlay as well as the budget plan required for maintenance costs. To analyze the need for overlay thickness, the Road Pavement Design Manual Method 2017 (Bina Marga 2017), Component Analysis Method 1987 (SKBI - 2.3.26. 1987), and Bina Marga 2002 (Pt. T-01-2002-B ) were used. The results showed that the road was in fair condition with a PCI value of 45 for the PCI method and the Bina Marga method resulted in a value of 5 for the right and left sides, which stated that these roads needed to be subject to periodic maintenance. Because in calculating the thickness of the overlay using the 2017 Bina Marga method, deflection data was needed and the data was not available, calculations were then carried out using other methods, namely the 1987 Component Analysis Method (SKBI - 2.3.26. 1987), and Bina Marga 2002 (Pt. T-01 -2002-B). In the calculation of the overlay using the 1987 Component Analysis Method, it was obtained that the pavement thickness was 4.9 cm = 5 cm and in using the Bina Marga 2002 method the need for overlay thickness was not obtained because the SNol value was negativ, so for the added layer thickness (overlay) was 5 cm for the HRS. The budget plan required in the implementation of the additional layer thickness (overlay) on the Jalan Bhayangkara, Tarakan City, was Rp. 3,434,342,000.00.