Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Metode FMEA
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISA RISIKO KECELAKAN KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI PEMBANGUNAN IPA BENGAWAN KOTA TARAKAN.

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.Kecelakaan kerja menurut data BPJS Ketenagakerjaan Kota Tarakan pada akhir Desember 2020 di Kota Tarakan sebanyak 514 kasus. Kasus kecelakaan kerja meningkat dari tahun sebelumnya. Pada pelaksanaan K3 proyek konstruksi, tingkat pengetahuan, pemahaman, dan penerapan oleh pihak-pihak yang terkait untuk pencegahan kecelakaan kerja sangat rendah. Minimnya kesadaran keselamatan kerja maupun pernyataan yang tidak nyamannya dengan pakaian safety yang mengakibatkan seringnya terjadi kecelakaan kerja pada proyek konstruksi. Dalam penelitian ini dilakukan analisa risiko kecelakaan kerja pada proyek konstruksi Pembangunan IPA Bengawan di Kota Tarakan dengan Metode FMEA, untuk mendapatkan tingkat risiko kecelakaan kerja dan mengacu pada pedoman peraturan MENTERI PUPR nomor 10 tahun 2021. Kesimpulan pada penelitian ini terdapat 24 jenis kecelakaan kerja yang bisa saja terjadi di proyek konstruksi Pembangunan IPA Bengawan Kota Tarakan. Dengan tingkatan 23 jenis kecelakaan kerja dengan risiko sedang dan terdapat 1 jenis kecelakaan kerja bertingkat rendah

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Risiko Produksi Dan Harga Pisang Kepok (MusaParadisiaca L.) Di Kecamatan Sebatik Tengah Kabupaten Nunukan

2022•

Komoditas pisang merupakan komoditas tanaman hortikultura terbesar di Indonesia dengan persentase sebesar 34,65 persen jika dibandingkan dengan komoditas lainnya. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan karakteristik petani pisang kepok, Menganalisis tingkat risiko produksi pisang kepok, dan merekomendasikan strategi alternatif. Responden dalam penelitian ini sebanyak 30 orang petani yang ditentukan melalui metode sensus sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis risiko dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil dari karakteristik menunjukkan petani pisang kepok didominasi umur 42-52 tahun, tingkat pendidikan SD sebanyak 20 petani, lama berusahatani 29-35 tahun, dan luas lahan 2 hektar. Tingkat risiko produksi rata-rata tertinggi pada periode pertama sebesar 893.67 kg, varian (ragam) tertinggi pada periode kedua sebesar 41.739 kg, standar deviasi tertinggi pada periode kedua sebesar 204.30 kg, koefisien tertinggi terdapat pada periode kedua sebesar 0.24 kg dengan batas bawah produksi terendah pada periode kedua sebesar 454.33 kg. Tingkat risiko harga koefisien tertinggi pada periode ketiga sebesar Rp.0.08 dengan batas bawah terendah pada periode ketiga sebesar Rp.1.342,05. Berdasarkan hasil dari Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) terdapat strategi penanganan preventif dan mitigasi. Untuk preventif yaitu hama monyet ditangani dengan cara membersihkan lahan, waktu panen dengan cara memperbanyak mencari informasi, kesalahan sumber daya manusia dengan cara pemeliharaan lahan. Sedangkan untuk mitigasi yaitu hama ulat dan kepik ditangani dengan cara mekanis, kimiawi serta teknik kultur, penyakit layu fusarium dan bercak daun ditangani dengan cara membersihkan daun rusak dan membakarnya, untuk risiko harga penanganannya dengan cara melakukan sistem kontrak dan pengaturan pola tanam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis risiko budidaya tambak udang windu (Panaeus monodon) di tanah merah kecamatan tana lia kabupaten tana tidung

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Analisis Risiko Budidaya Tambak Udang Windu (Panaeus Monodon) Di Tanah Merah, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung ABSTRAK Usahatani udang windu adalah usaha yang sudah dilakukan secara turun temurun dan memiliki potensi yang besar karena harga jual yang cenderung stabil. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi sumber – sumber risiko, menganalisis tingkat risiko produksi, harga dan pendapatan serta merekomendasi alternatif upaya dalam mengatasi risiko yang dihadapi. Responden dalam penelitian ini berjumlah 39 petambak yang ditentukan melalui metode sensus. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis risiko dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Analisis deskriptif yaitu mendeskriptifkan sumber-sumber risiko, analisis risiko produksi menunjukkan bahwa koefisien variasi produksi sebesar 0.53 kg dengan batas bawah sebesar -32.24 kg dari hasil tersebut menunjukkan bahwa petambak udang windu mengalami peluang kerugian risiko produksi. Analisis risiko harga menunjukkan bahwa koefisien variasi harga sebesar Rp 0.2 dengan batas bawah sebesar Rp 69.510 dari hasil tersebut menunjukkan bahwa petambak udang windu tidak mengalami risiko harga. Analisis risiko pendapatan menunjukkan bahwa koefisien variasi pendapatan sebesar Rp 0.77 dengan batas bawah sebesar Rp -1.866.016 dari hasil tersebut menunjukkan bahwa petambak udang windu mengalami risiko pendapatan. Tingkat sumber risiko dari tertinggi sampai terendah adalah penyakit, curah hujan tinggi, kualitas benur, kualitas air, serangan hama, pecah tanggul, harga jual menurun, harga pupuk meningkat, permintaan menurun, harga saponin meningkat, harga benur meningkat dan harga dolomit meningkat. Alternatif upaya penanganan risiko yang dihadapi adalah penerapan prinsip Best Management Practice (BMP) dan konsep biosecurity, sistem pembuangan atas, waktu tebar benur, pemasukan/pergantian air di tambak, penggunaan saringan di pintu air masuk, pembenihan benur bersertifikat, penangkapan hama dan perbaikan tanggul.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail