ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran napas yang ditandai oleh penyempitan jalan napas yang bersifat reversibel, sehingga menimbulkan gejala seperti sesak napas, mengi, batuk, dan rasa berat pada dada. Sesak napas merupakan keluhan yang paling sering dialami pasien dan dapat menghambat aktivitas sehari-hari serta menurunkan kualitas hidup. Selain terapi farmakologis, diperlukan terapi komplementer berupa intervensi nonfarmakologis untuk membantu mengendalikan gejala asma. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah teknik pernapasan Buteyko, yaitu latihan pernapasan yang bertujuan mengurangi hiperventilasi, meningkatkan efisiensi ventilasi paru, dan memperbaiki pola pernapasan.Tujuan: Menganalisis penerapan teknik pernapasan Buteyko dalam menurunkan tingkat sesak napas pada pasien asma di RT 04 Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan komunitas dan keluarga terhadap dua pasien yang didiagnosis menderita asma. Pelaksanaan asuhan keperawatan meliputi tahap pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Teknik pernapasan Buteyko diberikan sebagai intervensi utama dalam proses keperawatan. Evaluasi: Keberhasilan intervensi dievaluasi dengan membandingkan kondisi pasien sebelum dan sesudah pemberian teknik pernapasan Buteyko berdasarkan tingkat sesak napas, frekuensi pernapasan, saturasi oksigen (SpO₂), serta kenyamanan pasien saat bernapas. Hasil: Penerapan teknik pernapasan Buteyko menunjukkan adanya penurunan keluhan sesak napas pada kedua pasien, disertai perbaikan frekuensi pernapasan, peningkatan nilai saturasi oksigen, dan meningkatnya kenyamanan saat bernapas. Selain itu, pasien dan keluarga mengalami peningkatan pengetahuan mengenai pengelolaan penyakit asma serta penerapan latihan pernapasan sebagai terapi pendukung. Temuan tersebut menunjukkan bahwa teknik pernapasan Buteyko dapat digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif dalam membantu mengurangi sesak napas pada pasien asma.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Latar Belakang: Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran napas yang ditandai oleh penyempitan jalan napas yang bersifat reversibel, sehingga menimbulkan gejala seperti sesak napas, mengi, batuk, dan rasa berat pada dada. Sesak napas merupakan keluhan yang paling sering dialami pasien dan dapat menghambat aktivitas sehari-hari serta menurunkan kualitas hidup. Selain terapi farmakologis, diperlukan terapi komplementer berupa intervensi nonfarmakologis untuk membantu mengendalikan gejala asma. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah teknik pernapasan Buteyko, yaitu latihan pernapasan yang bertujuan mengurangi hiperventilasi, meningkatkan efisiensi ventilasi paru, dan memperbaiki pola pernapasan.Tujuan: Menganalisis penerapan teknik pernapasan Buteyko dalam menurunkan tingkat sesak napas pada pasien asma di RT 04 Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan komunitas dan keluarga terhadap dua pasien yang didiagnosis menderita asma. Pelaksanaan asuhan keperawatan meliputi tahap pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Teknik pernapasan Buteyko diberikan sebagai intervensi utama dalam proses keperawatan. Evaluasi: Keberhasilan intervensi dievaluasi dengan membandingkan kondisi pasien sebelum dan sesudah pemberian teknik pernapasan Buteyko berdasarkan tingkat sesak napas, frekuensi pernapasan, saturasi oksigen (SpO₂), serta kenyamanan pasien saat bernapas. Hasil: Penerapan teknik pernapasan Buteyko menunjukkan adanya penurunan keluhan sesak napas pada kedua pasien, disertai perbaikan frekuensi pernapasan, peningkatan nilai saturasi oksigen, dan meningkatnya kenyamanan saat bernapas. Selain itu, pasien dan keluarga mengalami peningkatan pengetahuan mengenai pengelolaan penyakit asma serta penerapan latihan pernapasan sebagai terapi pendukung. Temuan tersebut menunjukkan bahwa teknik pernapasan Buteyko dapat digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif dalam membantu mengurangi sesak napas pada pasien asma.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis cerpen dengan menggunakan metode pembelajaran quantum writing pada di kelas XI MA Al – Anshari Nunukan periode 2020/2023. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada April 2023. Jenis penelitian yang diterapakan yakni penelitian Tindakan Kelas (PK), yaitu mengarahkan peneliti untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis cerpen dengan menggunakan metode quantum writing. Subjek penelitian yaitu siswa kelas XI MA Al-Anshari Nunukan dan waktu pelaksanaan penelitian pada tanggal 21-28 Februari 2023, data hasil penelitian diperoleh melalui hasil tes menulis cerita pendek siswa. Berdasarkan analisis data, dapat dikatakan bahwa penerapan metode pembelajaran quantum writing terhadap pembelajaran menulis cerita pendek terbilang cukup baik karena menunjukkan rata-rata nilai dalam menulis cerpen berada pada kategori B (baik) dengan perolehan nilai 75 dengan ketuntasan klasikal sebanyak 11 siswa tuntas dengan persentase 61% karena telah mencapai nilai 75 sedangkan belum tuntas sebanyak 7 siswa dengan persentase 39% karena tidak mencapai angka 75. Kata kunci: Cerpen, Metode Quantum Writing, Hasil Belajar
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis cerpen dengan menggunakan metode pembelajaran quantum writing pada di kelas XI MA Al – Anshari Nunukan periode 2020/2023. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada April 2023. Jenis penelitian yang diterapakan yakni penelitian Tindakan Kelas (PK), yaitu mengarahkan peneliti untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis cerpen dengan menggunakan metode quantum writing. Subjek penelitian yaitu siswa kelas XI MA Al-Anshari Nunukan dan waktu pelaksanaan penelitian pada tanggal 21-28 Februari 2023, data hasil penelitian diperoleh melalui hasil tes menulis cerita pendek siswa. Berdasarkan analisis data, dapat dikatakan bahwa penerapan metode pembelajaran quantum writing terhadap pembelajaran menulis cerita pendek terbilang cukup baik karena menunjukkan rata-rata nilai dalam menulis cerpen berada pada kategori B (baik) dengan perolehan nilai 75 dengan ketuntasan klasikal sebanyak 11 siswa tuntas dengan persentase 61% karena telah mencapai nilai 75 sedangkan belum tuntas sebanyak 7 siswa dengan persentase 39% karena tidak mencapai angka 75. Kata kunci: Cerpen, Metode Quantum Writing, Hasil Belajar
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN LUKA TUSUK JRUM DI RSUD DR. H. JUSUF SK PROVINSI KALIMANTAN UTARA Kecelakaan yang paling umum terjadi di pelayanan kesehatan adalah tertusuk jarum suntik, yaitu jarum suntik yang dipakai pada pasien menusuk kulit seseorang petugas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap perawat terhadap perilaku pencegahan luka tusuk jarum di RSUD dr.H. Jusuf SK. Desain penelitian ini adalah cross sectional yang melibatkan 82 perawat di ruang perawatan RSUD H. Jusuf SK yang telah dilaksanaan pada bulan September 2022, yang dipilih secara simple random sampling. Analisis data menggunakan chi square test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki perilaku pencegahan tertusuk jarum sebanyak 64 orang (78%), menyusul kategori tidak melakukan perilaku pencegahan tertusuk jarum sebanyak 12 orang (14,6%). Mayoritas responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 60 orang (73,2%), menyusul kategori kurang sebanyak 22 orang (26,8%). Mayoritas responden memiliki sikap positif sebanyak 70 orang (85,4%), menyusul kategori negatif sebanyak 12 orang (14,6%). Perilaku pencegahan tertusuk jarum berhubungan dengan pengetahuan (p-value 0,05 dan phi (0,477)), dan sikap (p-value 0,05 dan phi (0,697)). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa dalam rangka meningkatkan perilaku perawat dalam mencegah kejadian tertusuk jarum dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan perawat melalui pelatihan dan memotivasi perawat melalui supervisi keperawatan sehingga muncul sikap positif terhadap pencegahan kejadian tertusuk jarum. Kata kunci: Perawat, Kejadian Tertusuk Jarum, Perilaku, Pengetahuan, Sikap