Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Survey
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

A DESCRIPTIVE SURVEY OF READING DIFFICULTIES AND SUPPORT NEEDS OF NINTH GRADE STUDENT IN READING TEXTS AT SMP N 3 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan membaca yang dialami siswa serta kebutuhan dukungan yang diperlukan dalam memahami teks bacaan bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Subjek penelitian adalah 61 siswa kelas IX.6 dan IX.7 di SMPN 3 Tarakan yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru Bahasa Inggris sebagai kelas yang merepresentasikan kemampuan membaca siswa. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari beberapa bagian, yaitu persepsi kemampuan membaca siswa, kesulitan membaca teks bahasa Inggris, serta kebutuhan dukungan pembelajaran membaca. Data dikumpulkan melalui Google Form dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi, persentase, mean, dan standar deviasi menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami beberapa kesulitan dalam membaca teks bahasa Inggris, terutama dalam memahami kosakata baru, memahami kalimat yang panjang dan kompleks, mengingat detail informasi, serta menemukan makna tersirat dalam teks. Nilai rata-rata pada item kesulitan membaca berada pada kategori sedang, yang menunjukkan bahwa kesulitan membaca masih cukup sering dialami oleh siswa. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa siswa membutuhkan berbagai bentuk dukungan pembelajaran. Dukungan digital menjadi kebutuhan tertinggi, diikuti oleh dukungan kosakata, dukungan visual, dan dukungan guru, sedangkan kerja kelompok berada pada tingkat kebutuhan yang lebih rendah. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kesulitan membaca siswa tidak hanya berkaitan dengan aspek linguistik, tetapi juga dengan strategi pembelajaran dan bentuk dukungan yang diberikan selama proses membaca. Oleh karena itu, guru disarankan untuk mengintegrasikan penggunaan teknologi digital, pengajaran kosakata sebelum membaca, serta penggunaan media visual guna membantu meningkatkan pemahaman membaca siswa. This study aimed to describe the reading difficulties experienced by students and the support needs required to understand English reading texts. The research employed a descriptive quantitative method using a survey approach. The participants were 61 ninth-grade students from classes IX.6 and IX.7 at SMPN 3 Tarakan, selected based on the English teacher’s recommendation as representative classes of students’ reading ability levels. The research instrument was a questionnaire consisting of several sections, including students’ perceptions of reading ability, reading difficulties in English texts, and learning support needs for reading comprehension. Data were collected through a Google Form questionnaire and analyzed using descriptive statistics, including frequency, percentage, mean, and standard deviation with SPSS. The findings indicated that students still experienced several difficulties in reading English texts, particularly in understanding unfamiliar vocabulary, comprehending long and complex sentences, remembering detailed information, and identifying implied meanings in texts. The mean scores of reading difficulty items were categorized at a moderate level, indicating that reading difficulties were still frequently experienced by students. Furthermore, the results revealed that students required various forms of learning support. Digital support was identified as the most needed support, followed by vocabulary support, visual support, and teacher support, while group work support was categorized at a lower level of need. Based on these findings, it can be concluded that students’ reading difficulties are not only related to linguistic aspects but also to instructional strategies and the types of support provided during the reading process. Therefore, teachers are recommended to integrate digital technology, vocabulary pre-teaching activities, and visual media to help improve students’ reading comprehension.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Survey Perilaku Seksual Remaja Di Selumit pantai

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nurhayana, 2026. Survey Perilaku Seksual Remaja Di Selumit Pantai. Pembimbing Utama Nisa Ariantini, M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku seksual remaja di Selumit Pantai. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perilaku seksual remaja yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, pergaulan bebas,lingkungan sosial, serta kurangnya pengawasan orang tua dan pendidikan kesehatan reproduksi. Perilaku seksual remaja dapat berdampak negative terhadap kondisi psikologis, sosial, dan Kesehatan reproduksi remaja. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengetahui gambaran perilaku seksual remaja di wilayah Selumit Pantai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Populasi penelitian berjumlah 90 remaja di RT 09, RT 18, dan RT 27 kelurahan Selumit Pantai. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket perilaku seksual berdasarkan indikator kissing, necking, petting, dan sexual intercourse. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja berada pada kategori perilaku seksual cukup sebanyak 49 responden (54,4%), kategori baik sebanyak 24 responden (26,7%), dan katogeri buruk sebanyak 17 responden (18,9%). Remaja cenderung menunjukkan perilaku seksual ringan seperti berpegangan tangan, berpelukan, dan berciuman. Faktor yang mempengaruhi meliputi lingkungan pergaulan, media sosial, teman sebaya, kurangnya pemahaman kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, diperlukan peran orang tua, sekolah, dan Masyarakat dalam memberikan edukasi dan pengawasan terhadap remaja.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Survei Kematangan Emosi Calon Pengantin Periode Bulan Mei 2024 di Kantor Kementrian Agama Kota Tarakan

2024•

Emotional maturity is an individual condition that reaches a level of maturity in their emotional development, characterized by the ability to control emotions, think realistically, understand oneself, and express emotions at the right time and place. This study aims to describe the level of emotional maturity of prospective brides and grooms through a survey conducted in May 2024 at the Ministry of Religious Affairs Office in Tarakan. This research uses a survey method with a quantitative approach. Data collection using a saturated sample of 126 prospective couples, representing the entire population. The data collection technique employed a 5-category Likert scale on emotional maturity. The data analysis technique used descriptive analysis. The results of this study are unique; out of the five categories of emotional maturity examined, the prospective couples only occupied two intermediate categories. The "good" category accounted for 53%, making it the most frequent category in this study, and the "moderate" category accounted for 47%, making it the second most frequent category. These results indicated that the emotional maturity levels of the prospective brides and grooms are good level, concluding that they are ready to embark on the journey of marriage.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH METODE SURVEY, QUESTION, READ, REFLECT, RECITE, AND REVIEW (SQ4R) DALAM PEMAHAMAN KEMAMPUAN MEMBACA TEKS HASIL OBSERVASI (LHO) PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode SQ4R (Survey, Question, Reading, Reflect, Recite, and Review) dalam pemahaman kemampuan membaca teks hasil observasi (LHO) pada siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2020 di SMP Negeri 6 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan desain Pretest-Posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII. Sampel di tentukan dengan menggunakan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-G SMP Negeri 6 Tarakan sebanyak 32 siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VII-F sebanyak 29 siswa sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes dengan bentuk tes objektif pilihan ganda biasa. Data yang di peroleh dianalisis menggunakan independent sample t-test pada software SPSS versi 16.0 for windows. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil analisis statistik inferensial menggunakan uji independent sample t-test diperoleh thitung 3,064 sedangkan taraf signifikan a = 0,05 dengan df=59 diperoleh nilai ttabel 1,671 berarti thitung ≥ ttabel (3,064 ≥ 1,671) artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode SQ4R membuat siswa lebih antusias dan lebih berperan dalam proses pembelajaran berbeda dengan siswa yang belajar menerapkan metode konvensional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail