ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perilaku seks bebas di kalangan remaja usia sekolah, khususnya siswa SMP, merupakan persoalan yang terus meningkat di Kota Tarakan. Data DP3AP2KB Kota Tarakan tahun 2021–2025 mencatat sekitar 45 anak yang telah mendapat penanganan terkait perilaku ini, di luar kasus yang belum tercatat secara resmi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor eksternal penyebab perilaku seks bebas pada siswa SMP Negeri di Kota Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi terstruktur dan dokumentasi terhadap dua siswa SMP (satu laki-laki, satu perempuan) yang direkomendasikan oleh guru BK berdasarkan buku jurnal kasus sekolah. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan empat faktor eksternal utama yang saling berkaitan sebagai penyebab perilaku seks bebas, yaitu: (1) tekanan dan normalisasi dari lingkungan pertemanan membentuk pandangan bahwa perilaku seksual tertentu adalah hal yang wajar; (2) pacaran, yang berkembang dari kedekatan emosional menjadi kedekatan fisik akibat minimnya pemenuhan kasih sayang di rumah, intensitas pertemuan yang tidak terbatas, tekanan pasangan atas nama pembuktian cinta, serta kemudahan akses check-in hotel; (3) pornografi, yang diperkenalkan melalui lingkungan pertemanan sejak masa pubertas dan berkembang menjadi kecanduan yang mendorong keinginan mencoba perilaku seksual bersama pasangan; dan (4) pola asuh orang tua yang permisif, ditandai dengan sikap toleran, minimnya komunikasi emosional, dan kontrol yang hanya berfokus pada batasan waktu pulang. Keempat faktor tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling berinteraksi dan diperparah oleh lemahnya kontrol diri remaja. Penelitian ini merekomendasikan penguatan edukasi seksual di sekolah, optimalisasi peran guru BK, penguatan literasi digital, serta transformasi pola asuh orang tua ke arah yang lebih otoritatif dan komunikatif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesehatan remaja harus diperhatikan dan ditingkatkan agar dapat melahirkan generasi yang berkualitas. Penelitian menunjukkan bahwa remaja menghadapi masalah serius selama masa peralihan, terutama dalam hal kesehatan reproduksi seperti perilaku seks bebas. Menurut studi pendahuluan di SMA Negeri 3 Malinau pada tahun 2023 sebanyak 13 siswi yang harus berhenti mencapai cita-cita karena hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku terhadap seks bebas di SMA 3 Kabupaten Malinau Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui Tingkat pengetahuan remaja SMA tentang Kesehatan Reproduksi dan perilaku terhadap Seks Bebas. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2024. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 60 orang. Lokasi penelitian di SMAN 3 Malinau. Instrument yang digunakan adalah kuesioner yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis statistic yang digunakan adalah chi square. Berdasarkan hasil analisis chi square diketahui hasil p value adalah 0.260 > 0.05. hasil ini memberikan interpretasi bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap kesehatan reproduksi dengan perilaku seks bebas. Hasil odds ratio menunjukan nilai 0.53 yang artinya pengetahuan yang baik (diatas rerata) dapat menurunkan risiko terjadinya perilaku seks bebas hingga 0.5 kali dibanding pengetahuan yang dibawah rerata, namun hasil ini tidak signifika secara statistic.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Putri Nadya Rusman (NPM. 1740501063) dengan judul skripsi “Analisis Putusan Hakim Terhadap Tindak Pidana Pelaku Aborsi (Studi Kasus Putusan Nomor 208/Pid.Sus/2018/PN.Tar) Banyaknya kasus yang terjadi di Indonesia salah satunya kasus aborsi yang dapat menyebabkan pendarahan, kerusakan pada rahim bahkan dapat menyebabkan kematian bagi pelakunya. Selain itu aborsi ilegal juga melanggar undang-undang , norma-norma sosial dan agama, diatur juga dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan hukum terhadap tindak pidana pelaku aborsi dalam Putusan Nomor 208/Pid.Sus/2018/PN.Tar, dan untuk mengetahui rasio decidendi hakim dalam Putusan Nomor 208/Pid.Sus/2018/PN.Tar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Hasil yang dicapai dari penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan hukum pidana materil atas Tindakan yang dilakukan oleh terdakwa dalam perkara nomor 208/Pid.Sus/2018/PN.Tar tidak sesuai hukumannya dengan pasal 77A Ayat (1) Jo, Pasal 45A Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo, Pasal 55 Ayat 1 (satu) ke-1 KUHPidana. Hal ini terlihat karena terpenuhinya unsur-unsur sesuai dengan pasal yang dikenakan pada terdakwa tersebut. Rasio decidendi atau dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap perkara sebagaimna yang dimaksud dalam putusan hakim Nomor 208/Pid.Sus/2018/PN.Tar, yaitu bersifat yuridis yaitu dari dakwaan penuntut umum, keterangan saksi, keterangan terdakwa, barang bukti, dan pasal-pasal peraturan hukum pidana kemudian bersifat non yuridis yaitu alasan perbuatan terdakwa dan akibat dari perbuatan terdakwa serta hal-hal yang meringankan dan memberatkan. Oleh sebab pertimbangan diatas maka hakim memutuskan terdakwa di nyatakan bersalah sehingga terdakwa harus menjalani pidana penjara selama 1 tahun 4 bulan dan membayar denda sebesar Rp 1.000.000 (satu juta rupiah) akan tetapi putusan yang diberikan oleh hakim tidak setimpal dengan perbuatan si terdakwa. Kata Kunci : Tindak Pidana, Aborsi, Seks Bebas