2026 · Book ·
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN DENGAN MASSAGE EFFLEURAGE TERHADAP INTENSITAS NYERI PUNGGUNG PADA PERSALINAN KALA I ABSTRAK Nyeri punggung pada persalinan timbul akibat kotraksi otot rahim yang menyebabkan peregangan segmen bawah rahim dan leher rahim, membukanya mulut Rahim serta peregangan otot-otot serta jaringan dasar panggul yang membentuk jalan lahir. Massage effleurage yang dilakukan dengan memberikan sentuhan halus pada bagian kulit abdomen dengan teknik. Teknik massage effleurage bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah, menghangatkan otot abdomen dan meningkatkan relaksasi fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh massage effleurage terhadap intensitas nyeri persalinan Kala I. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan rancangan studi kasus pada ibu bersalin kala I di RSUD Malinau, Kalimantan Utara. Teknik massage effleurage dilakukan selama ibu bersalin kala I. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan dengan skala Numerik Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan skala nyeri dari angka 6 (nyeri sedang) menjadi angka 4 (nyeri sedang), menunjukkan efektivitas intervensi tersebut. Teknik massage effleurage terbukti aman, mudah dilakukan, dan mampu meningkatkan kenyamanan ibu bersalin secara fisik dan psikologis. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan kebidanan komplementer dalam pelayanan ibu bersalin Kata kunci: Asuhan Kebidanan, massage effleurage , nyeri bersalin kala I, Malinau
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN DENGAN MASSAGE EFFLEURAGE TERHADAP INTENSITAS NYERI PUNGGUNG PADA PERSALINAN KALA I ABSTRAK Nyeri punggung pada persalinan timbul akibat kotraksi otot rahim yang menyebabkan peregangan segmen bawah rahim dan leher rahim, membukanya mulut Rahim serta peregangan otot-otot serta jaringan dasar panggul yang membentuk jalan lahir. Massage effleurage yang dilakukan dengan memberikan sentuhan halus pada bagian kulit abdomen dengan teknik. Teknik massage effleurage bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah, menghangatkan otot abdomen dan meningkatkan relaksasi fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh massage effleurage terhadap intensitas nyeri persalinan Kala I. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan rancangan studi kasus pada ibu bersalin kala I di RSUD Malinau, Kalimantan Utara. Teknik massage effleurage dilakukan selama ibu bersalin kala I. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan dengan skala Numerik Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan skala nyeri dari angka 6 (nyeri sedang) menjadi angka 4 (nyeri sedang), menunjukkan efektivitas intervensi tersebut. Teknik massage effleurage terbukti aman, mudah dilakukan, dan mampu meningkatkan kenyamanan ibu bersalin secara fisik dan psikologis. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan kebidanan komplementer dalam pelayanan ibu bersalin Kata kunci: Asuhan Kebidanan, massage effleurage , nyeri bersalin kala I, Malinau
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesehatan remaja harus diperhatikan dan ditingkatkan agar dapat melahirkan generasi yang berkualitas. Penelitian menunjukkan bahwa remaja menghadapi masalah serius selama masa peralihan, terutama dalam hal kesehatan reproduksi seperti perilaku seks bebas. Menurut studi pendahuluan di SMA Negeri 3 Malinau pada tahun 2023 sebanyak 13 siswi yang harus berhenti mencapai cita-cita karena hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku terhadap seks bebas di SMA 3 Kabupaten Malinau Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui Tingkat pengetahuan remaja SMA tentang Kesehatan Reproduksi dan perilaku terhadap Seks Bebas. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2024. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 60 orang. Lokasi penelitian di SMAN 3 Malinau. Instrument yang digunakan adalah kuesioner yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis statistic yang digunakan adalah chi square. Berdasarkan hasil analisis chi square diketahui hasil p value adalah 0.260 > 0.05. hasil ini memberikan interpretasi bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap kesehatan reproduksi dengan perilaku seks bebas. Hasil odds ratio menunjukan nilai 0.53 yang artinya pengetahuan yang baik (diatas rerata) dapat menurunkan risiko terjadinya perilaku seks bebas hingga 0.5 kali dibanding pengetahuan yang dibawah rerata, namun hasil ini tidak signifika secara statistic.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kesehatan remaja harus diperhatikan dan ditingkatkan agar dapat melahirkan generasi yang berkualitas. Penelitian menunjukkan bahwa remaja menghadapi masalah serius selama masa peralihan, terutama dalam hal kesehatan reproduksi seperti perilaku seks bebas. Menurut studi pendahuluan di SMA Negeri 3 Malinau pada tahun 2023 sebanyak 13 siswi yang harus berhenti mencapai cita-cita karena hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku terhadap seks bebas di SMA 3 Kabupaten Malinau Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui Tingkat pengetahuan remaja SMA tentang Kesehatan Reproduksi dan perilaku terhadap Seks Bebas. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2024. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 60 orang. Lokasi penelitian di SMAN 3 Malinau. Instrument yang digunakan adalah kuesioner yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis statistic yang digunakan adalah chi square. Berdasarkan hasil analisis chi square diketahui hasil p value adalah 0.260 > 0.05. hasil ini memberikan interpretasi bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap kesehatan reproduksi dengan perilaku seks bebas. Hasil odds ratio menunjukan nilai 0.53 yang artinya pengetahuan yang baik (diatas rerata) dapat menurunkan risiko terjadinya perilaku seks bebas hingga 0.5 kali dibanding pengetahuan yang dibawah rerata, namun hasil ini tidak signifika secara statistic.