Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Ikan Kerapu
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Model dan sifat pertumbuhan ikan kerapu lumpur (Epinephelus sp.) Hasil tangkapan bubu dasar (Bottom fish pots) Di Perairan Bunyu Kabupaten Bulungan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pulau Bunyu mempunyai luas 192.32 km2 memiliki potensi hasil perikanan tangkap berlimpah di wilayah lautnya, salah satunya yaitu sumberdaya ikan kerapu lumpur (Epinepheluss sp.). Epinephelus sp. merupakan ikan dikenal dengan “groupers” memiliki sifat hidup soliter, memangsa ikan dan krustase serta komoditas perikanan mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi. Penelitian bertujuan tentang model dan sifat pertumbuhan Epinephelus sp. Metode penelitian secara deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel purposive sampling yang dilakukan di pos penjualan ikan pulau Bunyu selama 2 bulan (Febuari-Maret 2023) dengan 8 kali sampling, menghasilkan total sampel sebanyak 240 ekor. Analisis model pertumbuhan menghasilkan parameter pertumbuhan yaitu nilai koefisien pertumbuhan (K), panjang infinitif, (L∞) dan dugaan umur pada panjang null (t0) pendekatan von Bertalanffy. Hasil penelitian menghasilkan struktur umur dengan persamaan y = 0.0142x + 2.85353 dan nilai R2 = 0.5826. Model pertumbuhan persamaan model Von Bertalanffy adalah Lt = 131.608 {1 - 2.71828-0.0194(t - 0.801835)}. Parameter pertumbuhan panjang infinitive mencapai (L∞) = 131,608 cm diperkirakan terjadi ketika ikan kerapu (Epinephelus sp.) mencapai umur 918 hari. Koefisien pertumbuhan (K) 0,0194 cm/hari dan estimasi umur pada panjang teoritis null (to) = -0,801 hari. Sifat pertumbuhan diekspresikan dalam hubungan panjang berat Epinephelus sp. menunjukkan pola pertumbuhan allometrik positif dalam total sampling. Hal ini berarti pertambahan berat lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan panjang atau kondisi tubuh ikan kerapu cenderung gemuk atau montok.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI MORFOLOGI DAN ASPEK BIO-REPRODUKSI IKAN HASIL TANGKAPAN BUBU (Bottom Fish Pots) DI PERAIRAN PULAU BUNYU

2021•

ABSTRAK Bubu dasar (bottom fish pots) merupakan alat tangkap yang dominan terdapat di pulau Bunyu Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara, termasuk kelompok “trap fishing gear” atau alat tangkap perangkap. Ikan kerapu dan ikan kakap merah adalah hasil tangkapan utama bubu dasar, merupakan ikan demersal yang hidup di area atas dasar perairan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui karakter morfologi (panjang dan berat) dan aspek bio-reproduksi (Tingkat Kematangan Gonad / TKG, Indeks Kematangan Gonad / IKG, dan fekunditas) ikan hasil tangkapan utama bubu dasar. Metode riset menggunakan pendekatan observasi, selama 3 bulan dengan pengambilan sampel 12 kali trip. Hasil riset periode Mei - Juli menunjukkan kisaran ukuran panjang 27.0 – 56.0 cm (kakap jantan); 24.9 – 55.0 (kakap betina); 33.0 – 55.5 cm (kerapu jantan); 29.0 – 57.5 cm (kerapu betina). Kisaran berat sampel 340.5 – 2392.0 gram (kakap jantan); 416.8 – 3121.1 gram (kakap betina); 497.8 – 2580.1 gram (kerapu jantan; 300.0 – 3494.0 gram (kerapu betina). Jumlah individu terbanyak sampel kakap dan kerapu pada TKG I. Kematangan gonad tertinggi pada TKG III (kakap dan kerapu jantan) dan TKG IV (kakap dan kerapu betina). Nilai fekunditas pada sampel menunjukkan jumlah terkecil 650 butir (kakap) dan 600 butir (kerapu). Nilai fekunditas terbesar 6.903 butir (kakap) dan 13.813 butir (kerapu).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS MAKANAN DAN KEBIASAAN MAKAN IKAN KERAPU (EPINEPHALUSMALABARICUS) HASIL TANGKAPAN BUBU DASAR (BOTTOM FISH POTS)DI PERAIRAN BUNYU

2020•

Telah dilakukan penelitian Analisis Makanan Dan Kebiasaan Makan Ikan Kerapu (Epinephalus Malabaricus) Hasil Tangkpan Bubu Dasar (Bottom Fish Pots) Di Perairan Bunyu..Berdasarkan hasil penelitian di Perairan Pulau Bunyu menggunakan variabel isi lambung ikan kerapu jantan yang didapatkan berasal dari lambung dan usus terdapat tiga kelas dari biota laut yaitu kelas pisces / ikan, kelas crustacea (udang dan kepiting) dan kelas cepalopoda (cumi-cumi). Tiap-tiap kelas tersebut, terdapat empat jenis makanan yang berada dalam lambung ikan kerapu jantan yaitu ikan, udang, cumi dan kepiting. Hasil penelitian yang di olah didapatkan jenis spesies yang berasal dari lambung ikan kerapu jantan yang paling banyak di temukan adalah jenis kepiting dengan persentase sebesar 30,92%, kemudian jenis spesies udang sebesar 30,88% dan jenis spesies ikan sebesar 20,39% serta jenis cepalopoda/ cumi-cumi sebesar 17,81%. Hasil penelitian di olah menggunakan kriteria indeks preponderance.Hasil penelitian mengenai indeks proporderance ikan kerapu betina dengan menganalisis isi lambung dan usus ikan kerapu betina yang banyak di temukan adalah jenis ikan dengan persentase sebesar 42,7%, kemudian jenis spesies udang sebesar 32,2%, jenis spesies cumi sebesar 17,6% dan jenis kepiting sebesar 4% serta jenis kerangka sebesar 1,36%.Berdasarkan hasil penelitian mengenai isi lambung ikan kerapu betina, dimana jenis ikan paling banyak di temukan dalam usus dan lambung sebesar 42,7%,dari hasil penelitian menjelaskan bahwa apabila IP lebih dari 40% maka jenis makanan tersebut kategori jenis makanan utama..

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KEMUNDURAN MUTU IKAN KAKAP MERAH DAN KERAPU LUMPUR HASIL TANGKAPAN BUBU DASAR DI PERAIRAN PULAU BUNYU KABUPATEN BULUNGAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT This research is purpose to know the variety of main catch fish basic bubu and comparison of main catch fish basic bubu with seatback process after die method. This research was implemented for two months that on April until Mei 2019 in Bunyu Island Kabupaten Bulungan. This research method was use survey method and descriptive method and descriptive with case study approach. The sample decision was are purposive sampling. The seatback of fish quality was influenced of some factors, that was the temperature of the habitat where the fish live, types of the fish, way to catch the fish and way to handled the fish. Rate of fish freshress dedured was variety and very depend on fish condition when the fish was catched. Fish freshress dedined is prevalent to occur because of enzymatic work reduced ATP. Based on the comparized result of fish quality of Red Snapper Fish (Lutjanus sp) and Grouper Lumpur Fish (Epinephelus malabaricus) that Red Snapper Fish (Lutjanus sp) has longer quality decline then Grouper Lumpur fish (E. malabaricus). Based on the result comparized of organoleptic test of Red Snapper Fish (Lutjanus sp) and Grouper Lumpur Fish (E. malabaricus) that changes in eye organs, gills and body surface mucus is longer than Red Snapper Fish (Lutjanus sp) quality decline compare then Grouper Lumpur Fish (E. malabaricus) that has quality descline faster then it. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan dari penelitian ini mengetahui jenis ikan hasil tangkapan utama bubu dasar dan perbandingan hasil tangkapan utama bubu dasar dengan metode proses kemunduran mutu ikan setelah mati. Penelitian ini dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan yaitu pada bulan April sampai Mei 2019 di perairan pulau Bunyu Kabupaten Bulungan. Metode penelitian ini menggunakan metode survey dan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Kemunduran mutu ikan sangat dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain suhu habitat mana ikan itu hidup, jenis ikan, cara penangkapan dan cara penanganan. Laju penurunan kesegaran ikan sangat bervariasi dan sangat tergantung pada kondisi ikan pada saat itu tertangkap. Penurunan tingkat kesegaran ikan lazim terjadi karena kerja enzimatik mengurai ATP. Berdasarkan hasil perbandingan laju kemunduran mutu ikan antara ikan Kakap merah (Lutjanus sp) dan ikan Kerapu lumpur (Epinephelus malabaricus) bahwa ikan Kakap merah (Lutjanus sp) lebih lama kemunduran mutunya dibandingkan ikan Kerapu lumpur (E. malabaricus). Berdasarkan hasil perbandingan uji organoleptic antara ikan Kakap merah (Lutjanus sp) dan ikan Kerapu lumpur (E. malabaricus) bahwa perubahan organ mata, insang dan lendir permukaan badan lebih lama ikan Kakap merah (Lutjanus sp) kemunduran mutunya dibandingkan dengan ikan Kerapu lumpur (E. malabaricus) yang lebih cepat mengalami kemunduran mutu.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail