ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SIZE COMPOSITION OF JANKI TOMPEL FISH (Lutjanus russellii) CAUGHT IN MODIFIED POLY VINLY CHLORIDE (PVC) TRAPS IN BUNYU WATER, NORTH KALIMANTAN Abstract Bunyu Island fisherman use fishing in the form of traps for generation because they have high economic value catcher. This study aimed to determine the composition of the size Jangki Tompel fish (Lutjanus russellii) caught by modified traps and to examine the effect of the cath on the parameters of water quality, temperature, brightness, salinity, and dissolved oxygen. This research was conducted from September to October 2020 in the waters of Bunyu Island. The research results showed that the composition of the size of tompel jangki fish (Lutjanus russellii) formed 6 size classes in the size of total length (PT), standard length (PS) and total weight (BT) with one size group. The results of testing water quality parameters of the number of catches showed a significance value > 0.05 meaning that the water quality parameters that were measured did not have a positive effect on the number of catches. Keywords: Modified Bubu, Bunyu Waters, Janki Tompel Fish, Water Quality Parameters
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu kegiatan nelayan tangkap yang ada di Desa Ruhui Rahayu, Kabupaten Bulungan adalah menangkap kepiting bakau (Scylla sp.) sehingga dilakukan penelitian tentang efektivitas umpan yang berpengaruh terhadap hasil tangkapan kepiting bakau (Scylla sp.). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis umpan yang lebih efektiv dalam pengoperasian bubu lipat kepiting agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan sejak tanggal 25 Februari – 25 Maret 2020 di Desa Ruhui Rahayu, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan dengan metode purpose sampling. Penelitian ini menggunakan 3 jenis perlakuan dimana perlakuan 1 (Ikan Gulama Basah), perlakuan 2 (Ikan Gulama Kering), perlakuan 3 (Kelapa Busuk) dan kontrol (Tanpa Umpan). Berdasarkan hasil penelitian, bahwa perlakuan 2 (Ikan Kering) memiliki nilai efektivitas paling besar dengan angka 37,5 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang berpotensi dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah, salah satunya bubuk kakao. Salah satu faktor yang memengaruhi karakteristik bubuk kakao adalah lama fermentasi biji sebelum pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap karakteristik bubuk kakao serta menentukan lama fermentasi yang optimum. Penelitian dilaksanakan pada Maret-Mei 2026 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu lama fermentasi yang terdiri atas F0 (0 hari), F1 (2 hari), F2 (4 hari), F3 (6 hari), dan F4 (8 hari), dengan lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar lemak, pH, warna, aroma, dan rasa. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro-Wilk, dilanjutkan analisis ragam (ANOVA) pada taraf 5% dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada parameter yang berpengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar lemak, pH, warna, dan rasa, sedangkan aroma tidak berpengaruh nyata. Perlakuan F3 (6 hari) menghasilkan kadar air 4,62%, kadar lemak 11,25%, pH 4,60, serta karakteristik organoleptik warna, aroma, dan rasa yang baik. F3 dipilih sebagai perlakuan optimum karena memenuhi persyaratan mutu dan menghasilkan karakteristik yang masuk baik dengan waktu fermentasi lebih singkat dibandingkan F4. Dengan demikian, fermentasi selama 6 hari merupakan perlakuan optimum dalam menghasilkan bubuk kakao pada penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Muara sungai merupakan kawasan transisi yang vital bagi kelangsungan berbagai jenis ikan, terutama sebagai tempat berkembang biak, membesarkan anak, dan mencari makan. Namun, intervensi manusia dan perubahan kondisi lingkungan dapat menurunkan tingkat keanekaragaman hayati perairan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji perbandingan keanekaragaman jenis ikan yang tertangkap menggunakan alat tangkap bubu payung di dua lokasi berbeda, yakni Muara Sungai Sesayap Pulau Tibi dan Muara Sungai Mamburungan di Kalimantan Utara. Penelitian berlangsung dari bulan Agustus hingga November 2024 dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengumpulan sampel dilakukan dengan menggunakan alat tangkap Bubu Payung, Identifikasi secara morfolohi dengan menggunakan panduan buku identifikasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tingkat keanekaragaman ikan di Muara Sesayap Pulau Tibi lebih tinggi dibandingkan dengan Muara Mamburungan, yang dipengaruhi oleh perbedaan kualitas habitat serta intensitas aktivitas manusia. Tercatat sebanyak 16 jenis ikan dan beberapa jenis krustasea, dengan spesies dominan antara lain Mugil cephalus, Scatophagus argus, dan Plotosus canius. Temuan ini menunjukkan bahwa perlindungan habitat alami, seperti hutan mangrove, serta pengelolaan aktivitas di kawasan muara menjadi faktor kunci dalam mempertahankan keseimbangan ekosistem perairan pesisir.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berfokus pada perlakuan umpan alat tangkap Bubu (Bottom fish pots) terhadap Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) di perairan Sungai Kayan Kabupaten Bulungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas hasil tangkap dalam memodifikasi perlakuan umpan dari alat tangkap Bubu Dasar Udang Galah serta mengetahui pengaruh modifikasi perlakuan Umpan pada alat Tangkap Bubu Dasar udang galah. Pengambilan sampel dilakukan selama 2 bulan, mulai dari bulan Februari sampai dengan Maret 2023 dengan jumlah hasil tangkapan 134 ekor. Hasil Analisis One Way Analysis of Variance (ANOVA) yang berarti adanya perbedaan hasil tangkapan. Perlakuan umpan pada bubu udang galah lebih tinggi terjadi pada umpan kelapa dengan total hasil tangkapan selama sampling 4 kali dengan pengulangan persekali sampling 3 kali memiliki jumlah 90 ekor atau rata-rata 25.5 ekor udang galah dibandingkan dengan umpan ubi memiliki rata-rata 7.5 ekor, udang memilki rata-rata 2 ekor dan ikan memiliki rata-rata 1.5 ekor. Berdasarkan hasil uji Normality umpan pada perlakuan Kepala berpengaruh nyata terhadap hasil Tangkap udang galah menggunakan alat tangkap bubu udang galah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
PENGARUH BENTUK INSEKTISIDA BERBAHAN SERAI DAN JENIS WADAH PENYIMPANAN TERHADAP HAMA KUMBANG BERAS (Sitophilus oryzae) Abstrak Hama gudang kumbang beras merupakan hama pasca panen yang mampu menurunkan kualitas dan kuantitas beras. Pemanfaatan bahan alami sebagai insektisida dan jenis wadah penyimpanan yang tepat merupakan upaya alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk insektisida berbahan serai dan jenis wadah penyimpanan terhadap hama kumbang beras dan mengetahui perbedaan pengaruh bentuk insektisida berbahan serai dan jenis wadah penyimpanan terhadap hama kumbang beras. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan perlakuan bentuk insektisida (tanaman serai) yang terdiri dari kontrol/tanpa tanaman serai (P1), serai berbentuk bubuk (P2), serai berbentuk padatan (P3), dan serai berbentuk batang (P1). Sedangkan, faktor kedua yaitu wadah penyimpanan yang terdiri wadah plastik (W1), wadah karung (W2), dan wadah kaleng (W3). Masing-masing perlakuan di ulang sebanyak 5 (lima) kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk insektisida serai dan jenis wadah penyimpanan berpengaruh terhadap mortalitas serangga, kerusakan bulir, dan kehilangan berat beras pada 7 dan 14 hari setelah perlakuan. Insektisida bentuk batang (P4) dan bubuk (P2) memberikan efek terbaik dalam meningkatkan mortalitas dan menekan kerusakan serta kehilangan berat. Wadah kaleng (W3) menjadi jenis wadah penyimpanan paling efektif dibanding plastik dan karung, Kombinasi perlakuan P4 W3 secara konsisten menunjukkan hasil terbaik, dengan mortalitas tertinggi (28% pada 7 HSP dan 36% pada 14 HSP), kerusakan bulir terendah (1,08% dan 2,23%), serta kehilangan berat paling rendah. Dengan demikian, kombinasi bentuk batang dengan wadah kaleng direkomendasikan sebagai formulasi optimal insektisida nabati dalam pengendalian Sitophilus oryzae pada penyimpanan beras. Kata Kunci: Bubuk, Mortalitas, Kaleng, Kerusakan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanah lempung mempunyai sifat plastisitas yang tinggi, permeabilitas rendah, daya dukung rendah serta perubahan volume kembang-susut yang cukup besar. Hal ini tidak menguntungkan bila tanah lempung digunakan sebagai tanah dasar untuk menopang suatu bangunan konstruksi, maka untuk mengatasi permasalahan ini dibutuhkan metode perbaikan pada tanah yang berpengaruh pada sifat fisis dan mekanik pada tanah. Stabilisasi tanah adalah salah satu metode yang bisa digunakan pada perbaikan tanah yang dilakukan dengan menambahkan bahan kimia atau bahan lainnya yang bertujuan untuk memperbaiki parameter sifat tanah sehingga menghasilkan material baru yang memiliki sifat teknis lebih baik. Pada penelitian ini menggunakan bubuk arang tempurung kelapa sebagai bahan stabilisasi pada tanah. Pencampuran bahan stabilisasi menggunakan beberapa variasi persentase, yaitu penambahan sebanyak 4%, 6% dan 8% dengan masa peram selama 7 hari, 14 hari dan 21 hari. Pengujian sifat fisis dan mekanis dilakukan pada tanah lempung asli dan tanah lempung yang telah distabilisasi dengan stabilizer. Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa penambahan stabilizer 8% dan masa peram selama 21 hari memberikan hasil yang maksimum pada penelitian ini, dengan beberapa parameter diantaranya adalah kadar air (w) dari 63,75% menjadi 39,15%, specific gravity (Gs) dari 2,68 menjadi 2,81, analisa saringan dari 59,16% menjadi 30,75%, batas cair (LL) dari 52,79% menjadi 45,57%, batas plastis (PL) dari 21,45% menjadi 25,53%, indeks plastis (IP) dari 31,34% menjadi 20,04% dan pada pengujian CBR mengalami peningkatan dari kondisi awal 0,72% menjadi 4,30%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Bubu yang dioperasikan di dasar perairan, dengan tangkapan udang galah (Macrobanchium rosenbergii). Untuk meningkatkan hasil tangkap secara optimal maka perlu adanya penelitian tentang waktu pengoperasian bubu dasar. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan data efektifitas hasil tangkap serta mengetahui perihal pengaruh lama rendaman (Immersing time) terhadap hasil tangkap bubu dasar di Perairan Kelurahan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Hasil penelitian lama perendaman 1 hari memperoleh hasil tangkap tertinggi di dapatkan dengan jumlah total udang 37 ekor udang galah yang tertangkap selama 8 kali pengulangan, perlakuan penelitian 1 hari lebih efektif dan memberikan pengaruh nyata terhadap hasil tangkap. Dengan uji nilai kruskal walls adalah 4204,770 lebih besar dari nilai X_a^2 yaitu 5,991 yang dapat dari tabel Chi-kuadrat, sehingga keputusan yang di ambil adalah Tolak H0, Terima H1, jika Asymp Sig , dan/atau H X_a^2, berarti ada perbedaan atau ada pengaruh lama perendaman bubu terhadap hasil tangkap.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Alat tangkap jala (cash net), rawai (longline) dan bubu (fish trap) di perairan Salim Batu merupakan alat tangkap ikan bersifat aktif. Alat tangkap jala memiliki ukuran tinggi 3 m dan diameter tebar 1,5 m. Alat tangkap rawai memiliki ukuran panjang 80 m. Alat tangkap bubu (fish trap) memiliki ukuran panjang 2,5 m, diameter atas 45 cm dan diameter bawah 90 cm. Tujuan penelitian adalah mengetahui Kategori hasil tangkapan Utama (main catch) / HTU, Sampingan (bycatch) / HTS, Buangan (discard) / HTB) dengan menggunakan alat tangkap jala, rawai dan bubu di perairan salimbatu kabupaten Bulungan. Metode penelitian deskriptif kuantitaf. Penelitian ini dilakukan pada selama Maret – Mei 2023, dengan purposive sampling selama 12 kali sampling. Hasil penelitian menunjukkan hasil tangkapan jala diperoleh udang galah, ikan puput, gulama, bulu ayam, kakap putih, buntal, serinding dan otek. Pengoperasian alat tangkap rawai didapatkan ikan putih, kakap putih, kerapu macan, rebanu, pari dan kerapu muara. Pengoperasian alat tangkap bubu terdapat ikan putih, sembilang, mujair kiper, bawal, kerapu macan, jenahan, belanak, gulama, sumpit, lele, sidat kembang, udang galah, udang, kepiting bakau, buntal, remang bias, sidat dan otek. Kategori hasil tangkapan jala yang dominan adalah tangkapan utama (main catch) sebesar 11,9 kg (75,80%), tangkapan sampingan (bycatch) sebesar 2,2 kg (14,01%) dan hasil tangkapan buangan (discard) sebesar 1,6 kg (10,19%), Kategori hasil tangkapan rawai yang dominan adalah tangkapan utama (main catch) sebesar 32,3 kg (100%), Kategori hasil tangkapan bubu yang dominan adalah tangkapan utama (main catch) sebesar 18,7 kg (71,10%), tangkapan sampingan (bycatch) sebesar 5,5 kg (20,91%) dan hasil tangkapan buangan (discard) sebesar 2,1 kg (7.98%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Roti merupakan produk pangan berbahan dasar tepung terigu yang di fermentasi dengan ragi atau bahan pengembang lainnya yang diolah dengan cara dipanggang. Roti memiliki umur simpan yang relatif singkat sehingga mudah mengalami kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bubuk kayu manis sebagai bahan pengawet alami terhadap umur simpan roti. Tahap pertama dalam penelitian ini adalah pembuatan bubuk kayu manis. Setelah itu dilakukan penelitian pendahuluan meliputi penentuan konsentrasi bubuk kayu manis yang dan penentuan formula roti yang digunakan. Di dalam penelitian utama, diketahui konsentrasi bubuk kayu manis yang digunakan yaitu 1%, 2% dan 3%. Sebagai perbandingan, peneliti menambahkan bahan pengawet buatan jenis asam sorbat dan tanpa penambahan konsentrasi bubuk kayu manis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor yaitu penambahan bahan pengawet (0%, 1%, 2%, 3% bubuk kayu manis dan penambahan pengawet buatan jenis asam sorbat) dan lama penyimpanan (5 hari, 10 hari dan 15 hari). Parameter yang diamati adalah Kadar Air, Kadar Abu, Kadar Protein, Uji Mikroba dan pengujian Organoleptik. Berdasarkan hasil perhitungan kadar air roti manis berkisar antara 29,73% hingga 31,66% pada awal penyimpanan, sedangkan pada akhir penyimpanan berkisar antara 27,69% hingga 29,12%. kadar abu roti manis berkisar antara 1,16% hingga 1,53% pada awal penyimpanan, sedangkan pada akhir penyimpanan berkisar antara 0,97% hingga 1,28%. kadar protein roti manis berkisar antara 5,71% hingga 6,05% pada awal penyimpanan, sedangkan pada akhir penyimpanan berkisar antara 5,23% hingga 5,60%. Pada parameter uji mikroba, total kapang terbanyak selama penyimpanan ditemukan pada perlakuan K0 pada masa penyimpanan 15 hari dengan jumlah coloni 2,54 x 107 coloni/g. Hasil pengujian organoleptik paling banyak disukai oleh panelis pada semua perlakuan (K0, K1, K2, K3, dan K4) yaitu pada masa penyimpanan 5 hari dengan kriteria cukup baik sampai sangat baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Tanah adalah salah satu komponen penting dalam dunia konstruksi karena hampir semua bangunan konstruksi didirikan di atas tanah. Namun tidak semua tanah dapat langsung digunakan dikarenakan daya dukung tanah yang buruk. Penelitian ini membahas tentang stabilisasi tanah lempung lunak dengan menggunakan stabilizer (kapur, oksida besi dan bubuk damar). Tujuan penelitian (1) Menilai pengaruh penambahan stabilizer serta masa peram terhadap sifat fisis dan sifat teknis (2) Menetapkan persentase bahan stabilizer yang harus dicampurkan agar diperoleh hasil yang maksimum terhadap parameter sifat fisis dan sifat teknis (3) Menetapkan lama masa peram tanah lempung lunak yang distabilisasi menggunakan stabilizer agar diperoleh hasil yang maksimum terhadap parameter sifat fisis dan sifat teknis. Adapun metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dan dilakukan dalam skala laboratorium. Sifat fisis dan teknis tanah dari Kelurahan Kampung Empat, Kota Tarakan Kalimantan Utara diperoleh w =88,74%, Gs =2,23, =1,09gr/cm³, tanah lolos saringan No.200 =84,58%, LL =73,72%, PL =21,05%, IP =52,67%, wopt =26,15% dan dry =1,3 gr/cm³ serta nilai qu =0,21kg/cm². Adapun hasil penelitian tanah stabilisasi diperoleh bahwa pada stabilisasi tanah lempung lunak dengan stabilizer dapat mempengaruhi sifat fisis dan sifat teknis tanah, namun pada sifat teknis tanah untuk variasi stabilizer 25% dan 30% tidak dapat dilakukan pengujian UCT karena benda uji mengalami perubahan sifat fisis sehingga tidak dapat dicetak dan dilakukan pengujian. Pengaruh stabilisasi tanah dengan stabilizer menurunkan persentase tanah yang lolos saringan No.200, meningkatkan nilai Gs, , qu serta menurunkan w, LL dan IP.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KOMPOSISI JENIS DAN UKURAN SERTA HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN HASIL TANGKAPAN BUBU DASAR DI PERAIRAN BUNYU ABSTRAK Kecamatan Bunyu di Kabupaten Bulungan memiliki karakter pulau kecil memiliki potensi sumberdaya ikan yang berlimpah. Penelitian ini menerangkan serta menguraikan pengenalan jenis, ukuran panjang dan berat persentase komposisi jenis dan kategori jenis tangkapan bubu dasar di perairan Bunyu. Penelitian menggunakan metode survey dan deskriptif pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Komposisi dan kategori tangkapan pada alat tangkap bubu dasar dengan tangkapan utama (main catch) yaitu Kerapu (Epinephelus coioides), Kakap Tompel (Lutjanus johnii), Kakap Merah (Lutjanus bohar), dan Kakap Merah Bambangan (Lutjanus erythropterus) dengan persentase 92.5 %. Hasil tangkapan sampingan (Bycatch) 7.5% dan hasil tangkapan buangan (discard) 0%. Total sampling 8 kali menggunakan alat tangkap bubu dasar. Hasil tangkapan utama yang tertangkap alat tangkap bubu dasar memiliki pola / sifat pertumbuhan isometrik pada jenis ikan kerapu (Epinephelus coioides) dan ikan kakap tompel (Lutjanus johnii). Sifat pertumbuhan allometrik negative pada ikan kakap merah (Lutjanus Bohar) dan kakap merah bambangan (Lutjanus erythropterus).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Macrobrachium. spp atau biasa disebut dengan udang galah memiliki nilai harga ekonomis yang tinggi dibandingkan dengan jenis udang tawar lainnya. Keberadaan spesies ini menjadi sesuatu yang harus dipertahankan sehingga upaya konservasi terhadap lingkungan biologi menjadi faktor penting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komposisi ukuran dan hubungan panjang berat udang galah (Macrobrachium. spp) yang tertangkap oleh alat tangkap bubu di sungai Kayan Kabupaten Bulungan. Metode penelitian secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan survei dan observasi. Metode pengambilan sampel berdasarkan purposive sampling dilakukan di sungai Kayan dan pos penjualan udang galah daerah Tanjung Palas selama 2 bulan (februari – Maret 2023) dengan total sampel sebanyak 360 ekor. Pengamatan dan pengukuran sampel menghasilkan data berupa Panjang Total (PT), Berat (B), Panjang Karapas (PKr), dan Panjang Abdomen (PAb). Hasil analisa data komposisi ukuran diketahui terbentuk 9 kelas dengan kisaran kelas, ukuran panjang total 8,4 – 26,3 cm, panjang karapas 2,9 – 10,0 cm, panjang abdomen 5,4 – 14,3 dan komposisi berat 25,4 – 254,8 gram. Pertumbuhan udang galah sampel total, jantan dan betina bersifat allometrik positif. Sifat pertumbuhan pada udang galah jantan maupun betina yaitu pertambahan berat lebih cepat dibandingkan dengan panjang atau ekspresi bentuk tubuh udang galah selama penelitian cenderung gemuk atau montok.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pulau Bunyu merupakan potensi perikanan yang terindikasi sangat potensial. Potensi perikanannya dari sektor perikanan tangkap. Masyarakat pulau Bunyu dominan berprofesi sebagai nelayan dengan menggunakan alat tangkap bubu. Alat tangkap pada bubu merupakan jenis alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan karena alat tangkap bubu tersebut ramah lingkungan dengan bahan yang digunakan terbuat dari bambu teranyam dan menghasilkan tangkapan beragam jenis ikan yang masuk kategori ikan – ikan ekonomis tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan dan menjelaskan nilai efektifitas hasil tangkapan pada pengoperasian bubu dengan perlakuan umpan dan dapat menguraikan pengaruh perlakuan umpan terhadap hasil tangkapan. Penelitian ini menggunakan metode experimental fishing dengan perlakuan terkait umpan yaitu perlakuan A (tanpa umpan), perlakuan B (umpan ikan rucah) dan perlakuan C (umpan kelapa bakar). Hasil dari penelitian menunjukan bahwa jenis ikan yang tertangkap iala ikan demersal meliputi: Baronang (Siganus sp.), Depak (Lutjanus sp.), Nupin (Lethrinus sp.), Rebanu (Lutjanus sp.), dan Kerapu (Epinephalus sp.). Kesimpulan hasil nilai efektifitas terbesar pada perlakuan umpan ikan rucah (100%) dan efektifitas terendah pada perlakuan umpan kelapa bakar (23%). Hasil uji analisa varian (ANOVA) data perlakuan umpan terhadap hasil tangkapan pada alat tangkap bubu, menghasilkan bahwa perlakuan umpan berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan baik pada satuan berat dan individu ekor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Desa Tepian merupakan desa yang paling hilir sebagai penampuk desa sekecamatan Sembakung, masyarakat Desa Tepian pada umumnya berprofesi sebagai nelayan bubu dasar dengan target tangkapan utama udang galah (Macrobrachium rosenbergii). Bubu adalah alat tangkap yang didesain sedemikian rupa untuk menjebak ikan yang di dalamnya dipasangi umpan untuk memikat ikan masuk sehingga tidak bisa keluar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan umpan yang berbeda terhadap jumlah hasil tangkapan udang galah pada bubu dasar dan mengetahui jenis umpan yang efektif pada penangkapan udang galah. Manfaat yang dapat diperoleh adalah memberikan informasi kepada nelayan bubu dasar mengenai umpan yang paling disukai udang galah sehingga dapat meningkatkan hasil tangkapan nelayan. Penelitian ini menggunakan metode exsperimental fishing dengan 3 perlakuan umpan yaitujagung sebagai perlakuan A; kelapa sebagai perlakuan B; singkong sebagai perlakuan C sebanyak 8 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata dari ketiga jenis umpan yang berbeda terhadap hasil tangkapan udang galah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Alat tangkap Bubu dasar merupakan alat tangkap yang dioperasikan secara pasif di dasar perairan yang memiliki hasil tangkapan dengan ukuran yang bervariasi serta beragam jenis. Hasil tangkapan yang berukuran kecil atau tidak layak tangkap pada pengoprasian alat tangkap dapat berpengaruh dalam perikanan yang berkelanjutan, oleh karena itu dilakukan penelitian ini dengan tujuan menganalisis komposisi hasil tangkapan dan struktur ukuran ikan kakap merah. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan di perairan Pulau Bunyu, sampel di kumpulkan berasal dari alat tangkap bubu dasar. Data yang di kumpulkan dianalisis dengan membandingkan HTU, HTS dan HTB serta selang ukuran ditentukan dalam selang kelas dengan menggunakan rumus distribusi frekuensi. Keanekaragaman ikan yang didapat yaitu terdiri dari 5 jenis ikan yaitu ikan merah (L. argentimaculatus), ikan kerapu (E. malabaricus), ikan tompel (L. ruselli), ikan kipar (Scatophagus argus), ikan buntal (Tetraodon sp.). ikan-ikan yang tertangkap itu didominasi oleh ikan dengan kategori hasil tangkapan utama (HTU) dengan presentase 80%. Proporsi ukuran ikan kakap merah yang didapat yaitu 30,2-61,83 cm dengan nilai selang kelas paling tinggi yaitu 30,2-53,92 cm jika dilihat dari penentuan ikan pertama kali matang gonad, ikan merah yang tertangkap merupakan ikan yang sudah masuk pada fase dewasa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Secara umum permasalahan dalam usaha penangkapan yang beranggapan bahwa daerah penangkapan ikan potensial adalah perairan yang memiliki ikan yang melimpah, sehingga hasil tangkapan lebih banyak. Namun anggapan tersebut tidak selamanya dapat dibenarkan. Penggunaan alat penangkapan ikan yang tidak selektif berpengaruh terhadap komposisi hasil tangkapan yang bervariasi jenis dan ukurannya. Selain itu, pengamatan mengenai aspek biologi ikan kiper (Scatophagus argus) pada Perairan Bunyu belum pernah dilakukan, maka perlu dilakukan penelitian yang berkaitan dengan aspek biologi mengenai kelimpahan dan struktur ukuran ikan kiper (Scatophagus argus). Tujuan penelitian untuk mengetahui kelimpahan dan struktur ukuran ikan kiper (Scatophagus argus) yang tertangkap pada alat tangkap bubu di Perairan Bunyu. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahapan yaitu total pengambilan sampel sebanyak 4 trip selama 2 bulan di tempat pendaratan ikan. Kemudian tahap kedua yaitu melakukan identifikasi dan pengukuran sampel yang dilakukan di Laboratorium Biologi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan mulai dari bulan Juni – Juli 2021, bertempat di Perairan Bunyu. Kelimpahan hasil tangkapan alat tangkapan bubu terdapat 5 spesies ikan yaitu kakap merah (Lutjanus argentimaculatus), Kerapu (Epinephelus malabaricus), Jangki Tompel (Lutjanus russelli), kiper (Scatophagus argus), dan buntal (Tetraodon sp.) Jenis ikan yang paling dominan yaitu ikan kiper (Scatophagus argus) dengan jumlah 39,71 %, hal ini diduga karena ikan kiper melakukan ruaya atau migrasi dan terdapat karang sebagai tempat persembunyian setelah selesai mencari makan. Struktur ukuran kiper (Scatophagus argus) rata- rata panjang dominan yaitu berada pada kisaran 21,5 – 23,9 jika dibandingkan dengan ukuran panjang pertama kali matang gonad Lm = 14 cm dapat dinyatakan bahwa semua hasil tangkapan termasuk dewasa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perikanan tangakap bubu kubah yang berada di Perairan Desa Salimbatu merupakan perikanan tangkap yang banyak dioperasikan masyarakat Desa Salimbatu. Alat tangkap bubu merupakan alat tangkap yang banyak dikenal oleh nelayan, alat tangkap ini bersifat pasif dan termasuk dalam alat jenis perangkap. Hasil tangkapan utama alat adalah berbagai macam kepiting salah satunya kepiting bakau (Scylla sp). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keramahan lingkungan alat tangkap bubu kubah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2021 di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjnug Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Alat tangkap yang digunakan sebanyak 15 buah dan dilakukan 8 kali penangkapan. Hasil tangkapan sebanyak 70 ekor kepiting bakau (Scylla sp.) sebagai target utama penangkapan merupakan 100% tangkapan. Ukuran layak tangkap sebesar 94%. Nilai indeks 88% pada tingkat keramahan lingkungan alat tangkap bubu kubah maka kriteria yang di peroleh termasuk dalam kategori 28-36 (sangat ramah lingkungan).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepiting bakau (Scylla sp.) merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Bubu kubah merupakan alat tangkap yang biasanya digunakan oleh nelayan Desa Salimbatu untuk menangkap kepiting bakau. Penangkapan kepiting bakau menggunakan umpan yang berbeda, tetapi belum diketahui jenis umpan yang terbaik. Penelitian ini dilakukan di Desa Salimbatu pada bulan Februari-Maret 2021. Umpan yang digunakan ikan Gabus (Channa striata), ikan Otek (Arius thalassinus) dan ikan Sumpit (Toxotes). Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 8 kali menggunakan alat tangkap bubu kubah dengan metode eksperimental fishing. Hasil tangkapan dianalisa dengan analisa sidik ragam (Anova) berdasarkan jenis umpan. Hasil tangkapan dengan umpan ikan Gabus, ikan Otek dan ikan Sumpit berturut-turut 3 ± 0,8; 2,3 ± 0,7 dan 1,5 ± 0,5. Hasil tangkapan terbanyak dengan menggunakan umpan ikan Gabus. Nilai signifikansi antar umpan adalah 0,001 yang berarti hasil tangkapan berbeda nyata antar umpan. Uji LSD antara umpan ikan Gabus dan ikan Otek, ikan Gabus dan ikan Sumpit, serta ikan Otek dan ikan Sumpit berturut-turut menunjukkan signifikansi 0,037; 0,00 dan 0,037.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
ABSTRAK Bubu dasar (bottom fish pots) merupakan alat tangkap yang dominan terdapat di pulau Bunyu Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara, termasuk kelompok “trap fishing gear” atau alat tangkap perangkap. Ikan kerapu dan ikan kakap merah adalah hasil tangkapan utama bubu dasar, merupakan ikan demersal yang hidup di area atas dasar perairan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui karakter morfologi (panjang dan berat) dan aspek bio-reproduksi (Tingkat Kematangan Gonad / TKG, Indeks Kematangan Gonad / IKG, dan fekunditas) ikan hasil tangkapan utama bubu dasar. Metode riset menggunakan pendekatan observasi, selama 3 bulan dengan pengambilan sampel 12 kali trip. Hasil riset periode Mei - Juli menunjukkan kisaran ukuran panjang 27.0 – 56.0 cm (kakap jantan); 24.9 – 55.0 (kakap betina); 33.0 – 55.5 cm (kerapu jantan); 29.0 – 57.5 cm (kerapu betina). Kisaran berat sampel 340.5 – 2392.0 gram (kakap jantan); 416.8 – 3121.1 gram (kakap betina); 497.8 – 2580.1 gram (kerapu jantan; 300.0 – 3494.0 gram (kerapu betina). Jumlah individu terbanyak sampel kakap dan kerapu pada TKG I. Kematangan gonad tertinggi pada TKG III (kakap dan kerapu jantan) dan TKG IV (kakap dan kerapu betina). Nilai fekunditas pada sampel menunjukkan jumlah terkecil 650 butir (kakap) dan 600 butir (kerapu). Nilai fekunditas terbesar 6.903 butir (kakap) dan 13.813 butir (kerapu).