ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perikanan tangakap bubu kubah yang berada di Perairan Desa Salimbatu merupakan perikanan tangkap yang banyak dioperasikan masyarakat Desa Salimbatu. Alat tangkap bubu merupakan alat tangkap yang banyak dikenal oleh nelayan, alat tangkap ini bersifat pasif dan termasuk dalam alat jenis perangkap. Hasil tangkapan utama alat adalah berbagai macam kepiting salah satunya kepiting bakau (Scylla sp). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keramahan lingkungan alat tangkap bubu kubah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2021 di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjnug Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Alat tangkap yang digunakan sebanyak 15 buah dan dilakukan 8 kali penangkapan. Hasil tangkapan sebanyak 70 ekor kepiting bakau (Scylla sp.) sebagai target utama penangkapan merupakan 100% tangkapan. Ukuran layak tangkap sebesar 94%. Nilai indeks 88% pada tingkat keramahan lingkungan alat tangkap bubu kubah maka kriteria yang di peroleh termasuk dalam kategori 28-36 (sangat ramah lingkungan).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepiting bakau (Scylla sp.) merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Bubu kubah merupakan alat tangkap yang biasanya digunakan oleh nelayan Desa Salimbatu untuk menangkap kepiting bakau. Penangkapan kepiting bakau menggunakan umpan yang berbeda, tetapi belum diketahui jenis umpan yang terbaik. Penelitian ini dilakukan di Desa Salimbatu pada bulan Februari-Maret 2021. Umpan yang digunakan ikan Gabus (Channa striata), ikan Otek (Arius thalassinus) dan ikan Sumpit (Toxotes). Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 8 kali menggunakan alat tangkap bubu kubah dengan metode eksperimental fishing. Hasil tangkapan dianalisa dengan analisa sidik ragam (Anova) berdasarkan jenis umpan. Hasil tangkapan dengan umpan ikan Gabus, ikan Otek dan ikan Sumpit berturut-turut 3 ± 0,8; 2,3 ± 0,7 dan 1,5 ± 0,5. Hasil tangkapan terbanyak dengan menggunakan umpan ikan Gabus. Nilai signifikansi antar umpan adalah 0,001 yang berarti hasil tangkapan berbeda nyata antar umpan. Uji LSD antara umpan ikan Gabus dan ikan Otek, ikan Gabus dan ikan Sumpit, serta ikan Otek dan ikan Sumpit berturut-turut menunjukkan signifikansi 0,037; 0,00 dan 0,037.