Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SULAIMAN

8 karya publik ditemukan.

2025: 22024: 42020: 1

PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA) TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) PADA KONSENTRASI YANG BERBEDA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pakan ikan yang sesuai dengan tingkat kebutuhan nutrisi, memiliki nilai kecernaan yang tinggi dapat mendukung pertumbuhan optimum ikan. Daun pepaya yang mampu meningkatkan daya cerna dan penyerapan protein oleh ikan terhadap pakan buatan yang dikonsumsi, sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan nila dengan penambahan tepung daun pepaya dengan konsentrasi yang berbeda. Parameter yang di kaji meliputi Panjang mutlak, Berat mutlak, Survival rate, Spesifik Grouth Rate, Feed Convertion Rate, dan Kualitas Air. Penekitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 ulangan yaitu K 0%, P1 1%, P2 2%, P3 3%, P4 4% gr/kg daun pepaya. Hasil penelitian menunjukkan pakan buatan yang ditambahkan tepung daun pepaya pada perlakuan 3% gr/kg pakan buatan yang mampu menghasilkan 2,24 gr berat spesifik, 1,85 cm panjang mutlak, Feed Convertion Rate (FCR) berada di titik 1,63 (≥1), tingkat kelangsungan hidup ikan nila dengan nilai 93,33% tingkat kelangsungan hidup diatas dari 50% tergolong baik. Namun demikian hasil uji sidik ragam dari keempat perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dari keseluruhan yang diamati. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan peningkatan pertumbuhan ikan nila dengan penambahan tepung daun pepaya sebanyak 3% gr/kg pakan buatan yang mampu meningkatkan pertumbuhan panjang dan berat ikan nila. Di mana pertumbuhan terbaik dari semua perlakuan yaitu pada perlakuan P3 dengan pemberian pakan 5%.

PENGARUH MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI KABUPATEN MALINAU

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen sumber daya manusia dan budaya organisasi terhadap kualitas pelayanan di Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada 117 responden. Variabel independen dalam penelitian ini manajemen sumber daya manusia, dan budaya organisasi, sedangkan variabel dependen adalah kualitas pelayanan. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, analisis regresi linier berganda, dan pengujian hipotesis secara parsial. Hasil penelitian menunjukkan manajemen sumber daya manusia, dan budaya organisasi secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan. Secara parsial, masing-masing variabel manajemen sumber daya manusia, dan budaya organisasi juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan. Temuan ini menegaskan bahwa sumber daya manusia yang terpenuhi, serta budaya organisasi yang tinggi merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan yang baik. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pengembangan sumber daya manusia yang tepat dapat meningkatkan efesiensi organisasi dan budaya organisasi yang baik dapat meningkatkan kualitas pelayanan.

PENGARUH MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI KABUPATEN MALINAU

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen sumber daya manusia dan budaya organisasi terhadap kualitas pelayanan di Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada 117 responden. Variabel independen dalam penelitian ini manajemen sumber daya manusia, dan budaya organisasi, sedangkan variabel dependen adalah kualitas pelayanan. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, analisis regresi linier berganda, dan pengujian hipotesis secara parsial. Hasil penelitian menunjukkan manajemen sumber daya manusia, dan budaya organisasi secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan. Secara parsial, masing-masing variabel manajemen sumber daya manusia, dan budaya organisasi juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan. Temuan ini menegaskan bahwa sumber daya manusia yang terpenuhi, serta budaya organisasi yang tinggi merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan yang baik. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pengembangan sumber daya manusia yang tepat dapat meningkatkan efesiensi organisasi dan budaya organisasi yang baik dapat meningkatkan kualitas pelayanan.

KATEGORI HASIL TANGKAPAN MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP JALA (CAST NET), RAWAI (LONGLINE), BUBU (FISH TRAP) DI PERAIRAN SALIMBATU KABUPATEN BULUNGAN.

2024 · Book ·

Alat tangkap jala (cash net), rawai (longline) dan bubu (fish trap) di perairan Salim Batu merupakan alat tangkap ikan bersifat aktif. Alat tangkap jala memiliki ukuran tinggi 3 m dan diameter tebar 1,5 m. Alat tangkap rawai memiliki ukuran panjang 80 m. Alat tangkap bubu (fish trap) memiliki ukuran panjang 2,5 m, diameter atas 45 cm dan diameter bawah 90 cm. Tujuan penelitian adalah mengetahui Kategori hasil tangkapan Utama (main catch) / HTU, Sampingan (bycatch) / HTS, Buangan (discard) / HTB) dengan menggunakan alat tangkap jala, rawai dan bubu di perairan salimbatu kabupaten Bulungan. Metode penelitian deskriptif kuantitaf. Penelitian ini dilakukan pada selama Maret – Mei 2023, dengan purposive sampling selama 12 kali sampling. Hasil penelitian menunjukkan hasil tangkapan jala diperoleh udang galah, ikan puput, gulama, bulu ayam, kakap putih, buntal, serinding dan otek. Pengoperasian alat tangkap rawai didapatkan ikan putih, kakap putih, kerapu macan, rebanu, pari dan kerapu muara. Pengoperasian alat tangkap bubu terdapat ikan putih, sembilang, mujair kiper, bawal, kerapu macan, jenahan, belanak, gulama, sumpit, lele, sidat kembang, udang galah, udang, kepiting bakau, buntal, remang bias, sidat dan otek. Kategori hasil tangkapan jala yang dominan adalah tangkapan utama (main catch) sebesar 11,9 kg (75,80%), tangkapan sampingan (bycatch) sebesar 2,2 kg (14,01%) dan hasil tangkapan buangan (discard) sebesar 1,6 kg (10,19%), Kategori hasil tangkapan rawai yang dominan adalah tangkapan utama (main catch) sebesar 32,3 kg (100%), Kategori hasil tangkapan bubu yang dominan adalah tangkapan utama (main catch) sebesar 18,7 kg (71,10%), tangkapan sampingan (bycatch) sebesar 5,5 kg (20,91%) dan hasil tangkapan buangan (discard) sebesar 2,1 kg (7.98%).

Kebisaan makan ikan selangat (Anodontostama chacunda) di perairan Juata Laut Kota Tarakan Kalimantan Utara

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

KEBIASAAN MAKAN IKAN SELANGAT (Anodontostoma chacunda) DI PERAIRAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN PROVENSI KALIMANTAN UTARA Abstrak Perairan Juata Laut yang berada di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Perairan Juata Laut terindikasi memiliki ragam perikanan tangkap yang potensial. Ragam sumberdaya ikan tersebut salah satu adalah ikan selangat (Anodontostama chacunda). Pola pemanfaatan sumberdaya ikan secara terus menerus karena potensial ekonomi sumberdaya tersebut, tanpa adanya pola penangkapan yang lestari akan berdampak pada penurunan potensial sumberdaya ikan tersebut. Tujuan riset ini menjelaskan aspek makanan dan kebiasaan makan yang meliputi analisa Persentase Ikan dengan Lambung Berisi (PILB), Indeks Kepenuhan Lambung (IKL) dan Indeks Relatif Penting (IRP). Riset ini telah dilakukan dalam 2 bulan (Oktober 2023-November 2023), dengan lokasi asal sampel dari perairan Juata Laut Kota Tarakan, hasil tangkapan nelayan yang menggunakan pukan hela (trawl). Metode riset menggunakan pendekatan deskripsi kuantitatif dalam kegiatan observasi dan purpose sampling dalam mengumpul sampel. Hasil penelitian menunjukkan dari total 40 sampel, nilai PILB yang didapatkan 100% dengan rata-rata nilai IKL sebesar 3,04% dari bobot tubuhnya. Ikan Selangat (Anodontostama chacunda) merupakan ikan omnivora dengan jenis makanan utamanya Fitoplankton dari kelas Bacillariophyceae yang teridiri dari 5 Genus yaitu (Coscindiscus, melosira, pleursigma, Naviculla, dan tricatium) berdasarkan nilai analisa IRP yaitu sebesar 93,27%, makanan pelengkap Fitoplankton dari kelas Dinophyceae (Genus Ciratium) sebesar 4,93%, serta makanan tambahan adalah Larva moluska (Larva gastropoda) 1,74%, dan makanan yang lumat (Tidak teridentifikasi) 0,16%.

Kebisaan makan ikan selangat (Anodontostama chacunda) di perairan Juata Laut Kota Tarakan Kalimantan Utara

2024 · Thesis ·

KEBIASAAN MAKAN IKAN SELANGAT (Anodontostoma chacunda) DI PERAIRAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN PROVENSI KALIMANTAN UTARA Abstrak Perairan Juata Laut yang berada di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Perairan Juata Laut terindikasi memiliki ragam perikanan tangkap yang potensial. Ragam sumberdaya ikan tersebut salah satu adalah ikan selangat (Anodontostama chacunda). Pola pemanfaatan sumberdaya ikan secara terus menerus karena potensial ekonomi sumberdaya tersebut, tanpa adanya pola penangkapan yang lestari akan berdampak pada penurunan potensial sumberdaya ikan tersebut. Tujuan riset ini menjelaskan aspek makanan dan kebiasaan makan yang meliputi analisa Persentase Ikan dengan Lambung Berisi (PILB), Indeks Kepenuhan Lambung (IKL) dan Indeks Relatif Penting (IRP). Riset ini telah dilakukan dalam 2 bulan (Oktober 2023-November 2023), dengan lokasi asal sampel dari perairan Juata Laut Kota Tarakan, hasil tangkapan nelayan yang menggunakan pukan hela (trawl). Metode riset menggunakan pendekatan deskripsi kuantitatif dalam kegiatan observasi dan purpose sampling dalam mengumpul sampel. Hasil penelitian menunjukkan dari total 40 sampel, nilai PILB yang didapatkan 100% dengan rata-rata nilai IKL sebesar 3,04% dari bobot tubuhnya. Ikan Selangat (Anodontostama chacunda) merupakan ikan omnivora dengan jenis makanan utamanya Fitoplankton dari kelas Bacillariophyceae yang teridiri dari 5 Genus yaitu (Coscindiscus, melosira, pleursigma, Naviculla, dan tricatium) berdasarkan nilai analisa IRP yaitu sebesar 93,27%, makanan pelengkap Fitoplankton dari kelas Dinophyceae (Genus Ciratium) sebesar 4,93%, serta makanan tambahan adalah Larva moluska (Larva gastropoda) 1,74%, dan makanan yang lumat (Tidak teridentifikasi) 0,16%.

KATEGORI HASIL TANGKAPAN MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP JALA (CAST NET), RAWAI (LONGLINE), BUBU (FISH TRAP) DI PERAIRAN SALIMBATU KABUPATEN BULUNGAN.

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Alat tangkap jala (cash net), rawai (longline) dan bubu (fish trap) di perairan Salim Batu merupakan alat tangkap ikan bersifat aktif. Alat tangkap jala memiliki ukuran tinggi 3 m dan diameter tebar 1,5 m. Alat tangkap rawai memiliki ukuran panjang 80 m. Alat tangkap bubu (fish trap) memiliki ukuran panjang 2,5 m, diameter atas 45 cm dan diameter bawah 90 cm. Tujuan penelitian adalah mengetahui Kategori hasil tangkapan Utama (main catch) / HTU, Sampingan (bycatch) / HTS, Buangan (discard) / HTB) dengan menggunakan alat tangkap jala, rawai dan bubu di perairan salimbatu kabupaten Bulungan. Metode penelitian deskriptif kuantitaf. Penelitian ini dilakukan pada selama Maret – Mei 2023, dengan purposive sampling selama 12 kali sampling. Hasil penelitian menunjukkan hasil tangkapan jala diperoleh udang galah, ikan puput, gulama, bulu ayam, kakap putih, buntal, serinding dan otek. Pengoperasian alat tangkap rawai didapatkan ikan putih, kakap putih, kerapu macan, rebanu, pari dan kerapu muara. Pengoperasian alat tangkap bubu terdapat ikan putih, sembilang, mujair kiper, bawal, kerapu macan, jenahan, belanak, gulama, sumpit, lele, sidat kembang, udang galah, udang, kepiting bakau, buntal, remang bias, sidat dan otek. Kategori hasil tangkapan jala yang dominan adalah tangkapan utama (main catch) sebesar 11,9 kg (75,80%), tangkapan sampingan (bycatch) sebesar 2,2 kg (14,01%) dan hasil tangkapan buangan (discard) sebesar 1,6 kg (10,19%), Kategori hasil tangkapan rawai yang dominan adalah tangkapan utama (main catch) sebesar 32,3 kg (100%), Kategori hasil tangkapan bubu yang dominan adalah tangkapan utama (main catch) sebesar 18,7 kg (71,10%), tangkapan sampingan (bycatch) sebesar 5,5 kg (20,91%) dan hasil tangkapan buangan (discard) sebesar 2,1 kg (7.98%).

Tinjauan Hukum Perjanjian Modal Ventura Sebagai Salah Satu Sumber Pendanaan Dalam Pengembangan Perusahaan Pasangan Usaha

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Sulaiman, NPM.15.501010.055, dengan judul skripsi “Tinjauan Hukum Perjanjian Modal Ventura Sebagai Salah Satu Sumber Pendanaan Dalam Pengembangan Perusahaan Pasangan Usaha”. Dibawah bimbingan Wiwin Dwi Ratna, S.H.,M.Hum dan Zulvia Makka, S.H.,M.H. Permasalahan yang dihadapi oleh usaha kecil dan menengah adalah keterbatasan modal. Disamping itu, juga terdapat kelemahan-kelemahan yang melekat pada sebagian besar Usaha kecil dan menengah ini seperti keterbatasan manajemen. Program pemerintah dalam rangka memberdayakan usaha kecil adalah dengan perusahaan modal ventura, karena perusahan modal ventura memberikan bantuan kepada usaha kecil tidak berupa modal melainkan juga bantuan berupa manajemen. Keterlibatan ini menjadi karakteristik khas yang dapat menjadi solusi dalam mengatasi kelemahan yang umumnya dihadapi oleh usaha kecil menengah, yaitu kemampuan dalam pengelolaan manajemen perusahaan. Berdasarkan latar belakang di atas ditemukan permasalahan yaitu prosedur lembaga modal ventura dalam memberikan bantuan bagi perusahaan pasangan usaha dan tanggungjawab perusahaan modal ventura terhadap perusahaan pasangan usaha atas kegagalan penyertaan modal. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif, menggunakan pendekatan undang-undang dan pendekatan konseptual, dengan mengkaji dan menganalisis semua peraturan undang-undang yang terkait dengan isu hukum yang ditangani serta mempelajari pandangan-pandangan dan doktrin didalam ilmu hukum. Prosedur lembaga modal ventura dalam memberikan bantuan kepada perusahaan pasangan usaha terbagi atas bantuan modal dan manajemen, prosedur ini melalui beberapa tahapan berupa pengajuan proposal, kunjungan lapangan, uji tuntas, pengajuan permohonan pembiayaan kepada Komite Investasi, keputusan menerima atau menolak permohonan pembiayaan, pembuatan surat pernyataan penerimaan fasilitas pembiayaan, penandatanganan kontrak, dan fasilitas pembiayaan. Tanggungjawab Perusahaan Modal Ventura terhadap perusahaan pasangan usaha atas kegagalan penyertaan modal atau pailit tidak diatur secara jelas dalam peraturan perundang-undangan, mengenai hal tersebut dapat mengacu pada perjanjian yang telah dibuat oleh perusahaan mdoal ventura dan perusahaan pasangan usaha serta dapat dilihat pada hak dan kewajiban para pihak yang telah disepakati bersama sebagaimana diatur dalam perjanjian terkait. Kata Kunci : ABSTRAK Sulaiman, NPM.15.501010.055, dengan judul skripsi “Tinjauan Hukum Perjanjian Modal Ventura Sebagai Salah Satu Sumber Pendanaan Dalam Pengembangan Perusahaan Pasangan Usaha”. Dibawah bimbingan Wiwin Dwi Ratna, S.H.,M.Hum dan Zulvia Makka, S.H.,M.H. Permasalahan yang dihadapi oleh usaha kecil dan menengah adalah keterbatasan modal. Disamping itu, juga terdapat kelemahan-kelemahan yang melekat pada sebagian besar Usaha kecil dan menengah ini seperti keterbatasan manajemen. Program pemerintah dalam rangka memberdayakan usaha kecil adalah dengan perusahaan modal ventura, karena perusahan modal ventura memberikan bantuan kepada usaha kecil tidak berupa modal melainkan juga bantuan berupa manajemen. Keterlibatan ini menjadi karakteristik khas yang dapat menjadi solusi dalam mengatasi kelemahan yang umumnya dihadapi oleh usaha kecil menengah, yaitu kemampuan dalam pengelolaan manajemen perusahaan. Berdasarkan latar belakang di atas ditemukan permasalahan yaitu prosedur lembaga modal ventura dalam memberikan bantuan bagi perusahaan pasangan usaha dan tanggungjawab perusahaan modal ventura terhadap perusahaan pasangan usaha atas kegagalan penyertaan modal. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif, menggunakan pendekatan undang-undang dan pendekatan konseptual, dengan mengkaji dan menganalisis semua peraturan undang-undang yang terkait dengan isu hukum yang ditangani serta mempelajari pandangan-pandangan dan doktrin didalam ilmu hukum. Prosedur lembaga modal ventura dalam memberikan bantuan kepada perusahaan pasangan usaha terbagi atas bantuan modal dan manajemen, prosedur ini melalui beberapa tahapan berupa pengajuan proposal, kunjungan lapangan, uji tuntas, pengajuan permohonan pembiayaan kepada Komite Investasi, keputusan menerima atau menolak permohonan pembiayaan, pembuatan surat pernyataan penerimaan fasilitas pembiayaan, penandatanganan kontrak, dan fasilitas pembiayaan. Tanggungjawab Perusahaan Modal Ventura terhadap perusahaan pasangan usaha atas kegagalan penyertaan modal atau pailit tidak diatur secara jelas dalam peraturan perundang-undangan, mengenai hal tersebut dapat mengacu pada perjanjian yang telah dibuat oleh perusahaan mdoal ventura dan perusahaan pasangan usaha serta dapat dilihat pada hak dan kewajiban para pihak yang telah disepakati bersama sebagaimana diatur dalam perjanjian terkait. Kata Kunci : Lembaga Pembiayaan, Modal ventura, Perusahaan Pasangan Usaha.