Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: ARIS FADILLAH
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

STUDI BIOLOGI REPRODUKSI IKAN NEMO BETINA (Amphiprion ocellaris) DI PULAU MARATUA

2025•

Ikan Nemo (Amphiprion ocellaris) ini merupakan spesies yang paling populer dalam perdagangan akuarium laut sehingga permintaan pasar meningkat menjadi populasi ikan Nemo (Amphiprion ocellaris) mengalami penurunan dengan cepat karena eksploitasi di alam yang terjadi secara terus menerus dan menyebabkan kerusakan habitat karang khususnya di pulau maratua. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya pengembangan budidaya ikan nemo untuk mengimbangi tingginya permintaan pasar. Kajian terkait reproduksi ikan Nemo betina di wilayah perairan pulau maratua sebagai awalan untuk melakukan kegiatan budidaya Ikan Nemo. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari biologi reproduksi ikan Nemo betina yaitu panjang berat ikan dan tingkat kematangan gonad ikan. Penelitian ini dilakukan di pulau Maratua Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Pengambilan sampel sebanyak 4 kali selama sebulan dengan setiap pengambilan sampel sebanyak 17 ekor ikan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian menggunakan metode pendekatan dengan cara menghitung dan mengukur panjang, berat dan Tingkat Kematangan Gonad (TKG) ikan Nemo betina kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian bahwa hubungan panjang-berat yaitu nilai b = 1.048232 menunjukkan hubungan panjang, berat bersifat allometrik negatif. Tingkat kematang gonad didapatkan dari TKG I hingga TKG IV dengan Persentase Indeks Kematangan Gonad (IKG) yaitu IKG I 1,7 %, IKG II 2,8 %, IKG III 3,3 % dan IKG IV 13,1%, Penentuan indeks kematangan gonad (IKG) ini ditentukan dengan cara terpilih kepada jenis kelamin ikan nemo betina, bahwa nilai IKG dapat digunakan untuk menentukan nilai TKG ikan nemo betina, dari hasil penangkapan selama satu bulan yang terdapat matang gonad ikan betina hanya 14 ekor dari 68 sampel. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar bagi kebijakan pengelolaan perikanan ikan Nemo yang berfokus pada konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI BIOLOGI REPRODUKSI IKAN NEMO BETINA (Amphiprion ocellaris) DI PULAU MARATUA

2025•

Ikan Nemo (Amphiprion ocellaris) ini merupakan spesies yang paling populer dalam perdagangan akuarium laut sehingga permintaan pasar meningkat menjadi populasi ikan Nemo (Amphiprion ocellaris) mengalami penurunan dengan cepat karena eksploitasi di alam yang terjadi secara terus menerus dan menyebabkan kerusakan habitat karang khususnya di pulau maratua. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya pengembangan budidaya ikan nemo untuk mengimbangi tingginya permintaan pasar. Kajian terkait reproduksi ikan Nemo betina di wilayah perairan pulau maratua sebagai awalan untuk melakukan kegiatan budidaya Ikan Nemo. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari biologi reproduksi ikan Nemo betina yaitu panjang berat ikan dan tingkat kematangan gonad ikan. Penelitian ini dilakukan di pulau Maratua Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Pengambilan sampel sebanyak 4 kali selama sebulan dengan setiap pengambilan sampel sebanyak 17 ekor ikan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian menggunakan metode pendekatan dengan cara menghitung dan mengukur panjang, berat dan Tingkat Kematangan Gonad (TKG) ikan Nemo betina kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian bahwa hubungan panjang-berat yaitu nilai b = 1.048232 menunjukkan hubungan panjang, berat bersifat allometrik negatif. Tingkat kematang gonad didapatkan dari TKG I hingga TKG IV dengan Persentase Indeks Kematangan Gonad (IKG) yaitu IKG I 1,7 %, IKG II 2,8 %, IKG III 3,3 % dan IKG IV 13,1%, Penentuan indeks kematangan gonad (IKG) ini ditentukan dengan cara terpilih kepada jenis kelamin ikan nemo betina, bahwa nilai IKG dapat digunakan untuk menentukan nilai TKG ikan nemo betina, dari hasil penangkapan selama satu bulan yang terdapat matang gonad ikan betina hanya 14 ekor dari 68 sampel. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar bagi kebijakan pengelolaan perikanan ikan Nemo yang berfokus pada konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail