ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANC : Merupakan kehamilan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental pada ibu hamil secara optimal, hingga mampu menghadapi masa persalinan, nifas, menghadapi persiapan pemberian ASI secara eksklusif, serta kembalinya kesehatan alat reproduksi dengan wajar.
Fertilisasi: sebuah proses penyatuan kedua sel gamet yang terdiri dari sel telur wanita dengan sel sperma dari laki-laki. Proses fertilisasi sendiri juga sering disebut dengan proses pembuahan Hasil dari fertilisasi sel tuggal atau bernama zigot.
Skrining: Pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui apakah seseorang berisiko lebih tinggi mengalami suatu masalah kesehatan. Bagi wanita, ada beberapa skrining kesehatan yang perlu dilakukan untuk mengetahui kemungkinan risiko terhadap penyakit tertentu.
Kolostrum: Susu yang dihasilkan oleh kelenjar susu dalam tahap ahkir kehamilan dan beberapa hari setelah kelahiran bayi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. N di RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny.M di puskesmas sebengkok
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.A Di Wilayah Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. R Di Puskesmas Gunung Lingkas
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan kebidanan komprehensif atau Continuity of Care (CoC) memberikan asuhan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, hingga perawatan bayi baru lahir untuk memantau kesehatan serta mendeteksi dini komplikasi. Asuhan pada Ny. R ini dilaksanakan sejak 5 Mei hingga 26 Mei 2026 di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal, Tarakan, melalui serangkaian kunjungan rumah dan layanan faskes. Pada 5 Mei 2026, asuhan ANC Trimester III (UK 38 minggu 2 hari) menunjukkan kondisi ibu normal. Proses persalinan berlangsung di rumah Ny. R sesuai standar 60 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN). Kala I berlangsung 5 jam 30 menit dan Kala II selama 20 menit. Bayi lahir bugar, berjenis kelamin perempuan (BB 2.700 gram, PB 48 cm, LK 31 cm, LD 32 cm, LP 30 cm). Kala III berlangsung 5 menit hingga plasenta lahir lengkap, diikuti Kala IV selama 2 jam tanpa laserasi perineum dan perdarahan ±100 cc. Telah dilakukan asuhan komprehensif pada Ny. R selama masa kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir dengan didapatkan bahwa ketidak sesuaian teori dan praktek yaitu Ny. R tidak melahirkan di layanan kesehatan namun hal itu Asuhan kebidanan yang berkelanjutan jika diberikan secara aktif dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator utama derajat kesehatan masyarakat dan mutu pelayanan kesehatan maternal-neonatal. Di wilayah kerja Puskesmas Sebengkok tahun 2025, meskipun tidak ditemukan kasus kematian ibu, masih terdapat 7 kasus kematian bayi yang disebabkan oleh prematuritas, BBLR, dan kelainan jantung kongenital. Kondisi ini menunjukkan perlunya pelayanan kebidanan yang komprehensif dan berkesinambungan melalui pendekatan Continuity of Care (CoC), khususnya pada ibu dengan faktor risiko usia muda, paritas tinggi, jarak kehamilan terlalu dekat, dan anemia dalam kehamilan. Laporan ini bertujuan untuk melaksanakan dan mendokumentasikan asuhan kebidanan komprehensif secara berkesinambungan pada Ny. S usia 21 tahun G₃P₂A₀ mulai dari masa kehamilan trimester III, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus, hingga pelayanan kontrasepsi di Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan. Jenis laporan ini adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan Literature Review Based Case, pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, observasi, dan studi kepustakaan. Asuhan kehamilan dilaksanakan sebanyak 3 kali kunjungan dengan temuan anemia ringan (Hb 10.8 g/dL) yang ditangani dengan tablet tambah darah dan konseling gizi. Persalinan berlangsung spontan per vaginam pada usia kehamilan 38 minggu 5 hari, bayi lahir perempuan dengan berat badan 2.700 gram, panjang badan 47 cm, dan nilai Apgar 8/9. Masa nifas berjalan fisiologis dengan involusi uterus normal dan laktasi lancar, dipantau melalui 4 kali kunjungan nifas (KF1-KF4). Asuhan bayi baru lahir dan neonatus dilaksanakan sesuai standar dan berlangsung fisiologis. Pada hari ke-29 pascasalin, Ny. S memilih menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan (DMPA). Seluruh asuhan terdokumentasikan dalam bentuk SOAP dan tidak ditemukan komplikasi maupun kesenjangan yang bermakna antara teori dan praktik. Penerapan asuhan kebidanan komprehensif dengan pendekatan Continuity of Care terbukti berperan dalam deteksi dini faktor risiko, pencegahan komplikasi, peningkatan pengetahuan ibu, serta mendukung tercapainya kesehatan ibu dan bayi secara optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat serta kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Meskipun cakupan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal di wilayah kerja Puskesmas Sebengkok telah menunjukkan hasil yang baik, kasus kematian bayi masih ditemukan sehingga diperlukan upaya pelayanan yang berkesinambungan melalui pendekatan Continuity of Care (CoC). Memberikan asuhan kebidanan komprehensif secara berkesinambungan (Continuity of Care) pada ibu mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus, hingga pelayanan keluarga berencana sebagai upaya mendukung peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak. Studi kasus dengan pendekatan deskriptif menggunakan manajemen asuhan kebidanan yang dilaksanakan secara komprehensif dan berkesinambungan. Subjek penelitian adalah satu orang ibu yang mendapatkan asuhan mulai masa kehamilan trimester III, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus, hingga pelayanan keluarga berencana. Data diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Asuhan kebidanan komprehensif dilaksanakan sesuai standar pelayanan pada setiap periode, meliputi antenatal care, pertolongan persalinan, perawatan nifas, pelayanan neonatus, serta konseling dan pelayanan keluarga berencana. Selama pelaksanaan asuhan tidak ditemukan komplikasi yang bermakna. Kondisi ibu dan bayi tetap dalam keadaan fisiologis, kebutuhan dasar terpenuhi, serta ibu mampu memahami edukasi yang diberikan mengenai perawatan diri, perawatan bayi, pemberian ASI eksklusif, tanda bahaya, dan pemilihan metode kontrasepsi. Penerapan asuhan kebidanan komprehensif dengan pendekatan Continuity of Care dapat dilaksanakan secara optimal sesuai standar pelayanan serta berperan dalam deteksi dini faktor risiko, pencegahan komplikasi, dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kehamilan pada wanita dengan usia ≥35 tahun yang disertai interval kehamilan yang panjang merupakan salah satu kondisi yang tergolong berisiko tinggi karena berpotensi meningkatkan terjadinya komplikasi pada masa kehamilan, persalinan, nifas, maupun periode neonatal. Kondisi tersebut memerlukan pelayanan kebidanan yang menyeluruh, berkesinambungan, dan berorientasi pada kebutuhan ibu serta bayi agar setiap faktor risiko dapat dikenali dan ditangani sedini mungkin. Salah satu upaya yang dapat diterapkan adalah pendekatan Continuity of Care (CoC), yaitu pemberian asuhan secara berkesinambungan sejak masa kehamilan hingga pelayanan keluarga berencana. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S usia 40 tahun dengan status obstetri G3P2A0 di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah pendekatan deskriptif melalui pemberian asuhan kebidanan secara berkesinambungan. Asuhan dilaksanakan mulai dari masa kehamilan trimester III, proses persalinan, perawatan bayi baru lahir, masa nifas, hingga pelayanan kontrasepsi. Seluruh proses asuhan mengacu pada tujuh langkah manajemen kebidanan Varney dan didokumentasikan menggunakan format Subjective, Objective, Assessment, dan Plan (SOAP). Data diperoleh melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, serta telaah dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan membandingkan hasil praktik terhadap teori dan standar pelayanan kebidanan yang berlaku. Hasil studi menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung dalam kondisi fisiologis walaupun ibu memiliki faktor risiko berupa usia maternal lanjut dan jarak kehamilan yang cukup panjang. Selama kehamilan tidak ditemukan penyulit yang memerlukan tindakan rujukan. Persalinan berlangsung spontan pada kehamilan aterm dengan kondisi ibu stabil. Bayi lahir hidup, segera menangis, memiliki berat badan lahir 2.500 gram, mendapatkan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), serta memperoleh pelayanan esensial bayi baru lahir sesuai standar. Masa nifas berlangsung normal yang ditandai dengan involusi uterus yang baik, pengeluaran lokia sesuai tahapan, produksi ASI yang lancar, serta tidak ditemukan tanda infeksi maupun perdarahan. Setelah mendapatkan konseling, ibu memilih menggunakan kontrasepsi suntik tiga bulan sebagai metode keluarga berencana pasca persalinan. Penerapan asuhan kebidanan komprehensif melalui pendekatan Continuity of Care memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas pemantauan kondisi ibu dan bayi, mempercepat identifikasi faktor risiko maupun komplikasi, serta peningkatan derajat kesehatan ibu dan bayi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Continuity of Care (COC) merupakan pelayanan kebidanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana. Pelayanan ini bertujuan untuk memantau kondisi ibu dan bayi secara menyeluruh sehingga komplikasi dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin. Tujuan studi kasus ini adalah memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S usia 43 tahun G4P3A0 di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan Continuity of Care (COC). Subjek dalam studi kasus ini adalah Ny. S usia 43 tahun G4P3A0 yang mendapatkan asuhan sejak usia kehamilan 34 minggu 6 hari hingga pelayanan keluarga berencana. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, observasi, pemeriksaan penunjang, dan dokumentasi menggunakan format SOAP. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik meskipun terdapat faktor risiko usia ≥35 tahun. Persalinan berlangsung spontan pada usia kehamilan 38 minggu dengan keadaan ibu dan bayi baik. Bayi lahir segera menangis kuat, tonus otot aktif, dan tidak ditemukan komplikasi. Masa nifas berlangsung normal dengan involusi uterus sesuai, pengeluaran lokia normal, serta produksi ASI lancar. Pada masa neonatal, bayi menunjukkan adaptasi fisiologis yang baik tanpa adanya tanda bahaya. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu memilih menggunakan kondom sebagai kontrasepsi sementara sambil merencanakan Metode Operasi Wanita (MOW) sebagai kontrasepsi jangka panjang. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S telah dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan dan tidak ditemukan komplikasi selama masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, maupun pelayanan keluarga berencana.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator penting derajat kesehatan masyarakat. Salah satu upaya penurunannya adalah melalui pelayanan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care). Pada kasus ini, Ny. N usia 25 tahun G3P2A0 usia kehamilan 38 minggu 2 hari memiliki LILA 23,5 cm yang berada pada ambang batas risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK), sehingga memerlukan pemantauan dan asuhan komprehensif. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan Continuity of Care dan manajemen kebidanan Varney yang didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Data diperoleh melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan studi dokumentasi di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan tahun 2026. Hasil menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung baik meskipun LILA ibu berada pada ambang batas risiko KEK. Asuhan meliputi edukasi gizi, konsumsi tablet tambah darah, vitamin C, kalsium, serta pemantauan rutin. Persalinan berlangsung spontan tanpa komplikasi. Masa nifas berjalan fisiologis dengan involusi uterus normal dan produksi ASI lancar. Bayi lahir sehat, memperoleh pelayanan neonatal esensial, imunisasi HB-0, serta pemantauan tumbuh kembang sesuai standar. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu memilih kondom sebagai kontrasepsi sementara. Analisis menunjukkan asuhan yang diberikan telah sesuai dengan teori dan standar pelayanan kebidanan. Kesimpulannya, asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. N dapat dilaksanakan secara berkesinambungan mulai dari kehamilan hingga keluarga berencana. Pendekatan Continuity of Care membantu deteksi dini faktor risiko, pencegahan komplikasi, serta peningkatan kesehatan ibu dan bayi. Oleh karena itu, ibu diharapkan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan kontrol rutin, sedangkan tenaga kesehatan perlu terus meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan komprehensif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pada ibu maupun janin sehingga memerlukan pemantauan dan asuhan kebidanan secara berkelanjutan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi adalah melalui penerapan Continuity of Care (CoC). Laporan ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. H usia 39 tahun mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana di Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP. Asuhan dilakukan secara berkesinambungan melalui pengkajian, pemeriksaan fisik, penegakan diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi asuhan pada setiap tahap pelayanan. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan Ny. H termasuk dalam kelompok kehamilan risiko tinggi berdasarkan usia ≥35 tahun dan status grande multipara, namun tidak ditemukan komplikasi yang mengganggu kesehatan ibu dan janin. Persalinan berlangsung spontan pervaginam, bayi lahir cukup bulan dengan kondisi baik, masa nifas berjalan fisiologis tanpa komplikasi, serta bayi baru lahir mengalami adaptasi normal. Pada akhir masa pemantauan, ibu memperoleh pelayanan keluarga berencana sesuai kebutuhan dan kondisinya. Asuhan kebidanan komprehensif yang diberikan secara berkelanjutan terbukti membantu deteksi dini faktor risiko, mencegah terjadinya komplikasi, serta mendukung kesehatan ibu dan bayi secara optimal. Oleh karena itu, penerapan Continuity of Care perlu terus ditingkatkan sebagai salah satu upaya dalam mendukung penurunan angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asuhan kebidanan komprehensif Continuity of Care (CoC) merupakan pelayanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana untuk memantau kesehatan ibu dan bayi, mendeteksi dini komplikasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan. Laporan ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. “I” usia 25 tahun di Puskesmas Karang Rejo menggunakan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP dengan metode studi kasus deskriptif. Asuhan dilakukan sejak usia kehamilan 34 minggu 2 hari hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung fisiologis dengan keluhan kontraksi palsu dan nyeri pinggang pada trimester III sebagai perubahan normal menjelang persalinan. Persalinan berlangsung spontan pada usia kehamilan 39 minggu 5 hari tanpa komplikasi. Bayi lahir spontan berjenis kelamin perempuan dengan berat badan 2800 gram, panjang badan 50 cm, segera menangis kuat, bergerak aktif, dan dalam keadaan sehat. Masa nifas berlangsung normal dengan involusi uterus baik, lochea normal, serta proses menyusui yang lancar. Pada masa neonatal tidak ditemukan tanda bahaya dan pertumbuhan bayi sesuai usia. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu memilih kontrasepsi pil progestin yang sesuai untuk ibu menyusui. Kesimpulannya, seluruh rangkaian asuhan mulai dari kehamilan hingga keluarga berencana dapat dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan tanpa komplikasi bermakna, sehingga penerapan Continuity of Care mendukung kesehatan ibu dan bayi secara optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator yang menggambarkan derajat kesehatan suatu negara sehingga diperlukan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang optimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta menurunkan AKI dan AKB adalah melalui penerapan asuhan kebidanan komprehensif dengan pendekatan Continuity of Care. Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. A usia 25 tahun di Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan dilaksanakan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan Ny. A memiliki faktor risiko obesitas dengan IMT 35,7 kg/m², namun tidak ditemukan komplikasi seperti hipertensi dalam kehamilan, diabetes melitus gestasional, maupun gangguan pertumbuhan janin. Selama kehamilan, tekanan darah, LILA, tinggi fundus uteri, denyut jantung janin, serta hasil pemeriksaan laboratorium berada dalam batas normal. Persalinan berlangsung normal dengan kondisi ibu dan bayi baik. Pada masa nifas, proses involusi uterus berlangsung fisiologis, tidak ditemukan tanda infeksi maupun perdarahan, serta produksi ASI berjalan lancar. Bayi baru lahir dalam kondisi sehat, mampu menyusu dengan baik, mengalami peningkatan berat badan, dan tidak ditemukan tanda bahaya selama masa neonatus. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) telah dilakukan segera setelah bayi lahir, meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya sesuai standar karena dilakukan selama kurang lebih 30 menit. Ibu juga telah mendapatkan konseling keluarga berencana dan memilih metode kontrasepsi suntik 3 bulan sesuai kebutuhannya. Pembahasan menunjukkan bahwa penerapan asuhan kebidanan komprehensif sesuai standar pelayanan mampu mendukung deteksi dini faktor risiko, mencegah terjadinya komplikasi, serta mempertahankan kesehatan ibu dan bayi. Dengan demikian, pendekatan Continuity of Care memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan dan mendukung upaya penurunan AKI dan AKB.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. H di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan dilaksanakan menggunakan pendekatan Continuity Of Care mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung fisiologis meskipun ibu memiliki riwayat abortus, riwayat ketuban pecah dini, dan kenaikan berat badan selama kehamilan hanya 6 kg. Selama kehamilan tidak ditemukan komplikasi, tekanan darah, LILA, tinggi fundus uteri, denyut jantung janin, serta hasil pemeriksaan laboratorium berada dalam batas normal. Persalinan berlangsung normal dengan kondisi ibu dan bayi baik. Pada masa nifas, proses involusi uterus berlangsung sesuai fisiologis, tidak ditemukan tanda infeksi maupun perdarahan, serta produksi ASI berjalan lancar. Bayi baru lahir dalam kondisi sehat, mampu menyusu dengan baik, mengalami peningkatan berat badan, memperoleh imunisasi sesuai jadwal, dan tidak ditemukan tanda bahaya selama masa neonatus. Ibu juga telah mendapatkan konseling keluarga berencana dan memilih metode kontrasepsi sesuai kebutuhannya. Pembahasan menunjukkan bahwa penerapan asuhan kebidanan komprehensif sesuai standar pelayanan mampu mendukung deteksi dini faktor risiko, mencegah terjadinya komplikasi, serta mempertahankan kesehatan ibu dan bayi. Meskipun terdapat kesenjangan berupa kenaikan berat badan ibu yang belum sesuai rekomendasi, kondisi ibu dan janin tetap baik berdasarkan penilaian klinis dan pemeriksaan penunjang. Dengan demikian, pendekatan Continuity of Care terbukti memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan dan menghasilkan luaran maternal serta neonatal yang optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Salah satu faktor yang meningkatkan risiko komplikasi adalah kehamilan pada usia lebih dari 35 tahun dan jarak kehamilan yang terlalu jauh (>10 tahun). Pelayanan kebidanan secara berkesinambungan Continuity of Care (COC) diperlukan untuk mendeteksi faktor risiko sejak dini serta memberikan asuhan yang komprehensif mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana. Tujuan penyusunan laporan ini adalah memberikan asuhan kebidanan komprehensif kepada Ny. K usia 37 tahun di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan yang meliputi asuhan kebidanan pada masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana (KB) yang didokumentasikan dalam bentuk SOAP dan membandingkan kesenjangan antara teori dan praktik. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pemberian asuhan secara berkesinambungan mulai kehamilan trimester III, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan kontrasepsi. Hasil asuhan menunjukkan bahwa Ny. K merupakan ibu hamil usia 37 tahun dengan status obstetri G3P2A0 dan jarak kehamilan 10 tahun sehingga termasuk kehamilan risiko tinggi. Selama kehamilan tidak ditemukan komplikasi, pertumbuhan dan perkembangan janin berlangsung normal, serta ibu mendapatkan edukasi mengenai tanda bahaya kehamilan dan persiapan persalinan. Persalinan berlangsung spontan pervaginam pada usia kehamilan aterm dengan kondisi ibu dan bayi baik. Masa nifas berjalan fisiologis tanpa komplikasi, proses involusi uterus dan laktasi berlangsung normal, bayi baru lahir dalam kondisi sehat dengan adaptasi neonatal yang baik, serta ibu memilih menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan setelah mendapatkan konseling keluarga berencana. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah asuhan kebidanan komprehensif melalui pendekatan Continuity of Care dapat dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan. Meskipun Ny. K memiliki faktor risiko usia lebih dari 35 tahun dan jarak kehamilan 10 tahun, melalui pemantauan yang berkesinambungan, deteksi dini, edukasi, dan penatalaksanaan yang tepat, kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, dan pelayanan keluarga berencana dapat berlangsung secara fisiologis tanpa komplikasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan Kebidanan Komprehensif merupakan pelayanan asuhan kebidanan yang dilaksanakan secara menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas hingga bayi baru lahir dengan tujuan mendeteksi kondisi yang terjadi pada wanita selama masa tersebut serta memberikan asuhan sesuai standar kebidanan. Asuhan kebidanan komprehensif atau Continuity of Care yang dilakukan pada Ny. U dimulai sejak kehamilan trimester III, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir secara berkelanjutan menggunakan standar asuhan kebidanan. Asuhan diberikan mulai tanggal 11 Maret 2026 sampai 26 Maret 2026 di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan dengan total enam kali kunjungan, meliputi dua kali kunjungan kehamilan, satu kali persalinan, satu kali nifas, dan dua kali kunjungan bayi baru lahir. Kunjungan kehamilan dilakukan pada usia kehamilan 38 minggu 4 hari dan 39 minggu 3 hari dengan hasil pemeriksaan dalam kondisi normal tanpa komplikasi. Asuhan persalinan diberikan pada usia kehamilan 39 minggu 4 hari sesuai standar 60 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN). Kala I berlangsung 30 menit dari pembukaan 7 cm sampai 10 cm, kala II berlangsung 8 menit dengan bayi lahir spontan, cukup bulan, segera menangis, warna kulit kemerahan, dan tonus otot baik. Kala III berlangsung 8 menit dengan plasenta lahir lengkap tanpa kelainan dan tanpa robekan, sedangkan kala IV berlangsung 2 jam dengan hasil tanda-tanda vital dalam batas normal, perdarahan ±50 cc, dan tidak terdapat laserasi. Kunjungan nifas dan bayi baru lahir menunjukkan kondisi ibu dan bayi dalam batas normal, TFU 3 jari di atas simfisis, lochea serosa, tanpa tanda infeksi, serta bayi laki-laki dengan berat badan 3.200 gram dan panjang badan 49 cm. Asuhan komprehensif yang diberikan menunjukkan bahwa kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir berlangsung fisiologis tanpa penyulit serta dapat mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Neonatal (AKN) di Indonesia, khususnya Kalimantan Utara dan Kota Tarakan, menunjukkan urgensi peningkatan upaya kesehatan yang tidak hanya kuratif tetapi juga promotif dan preventif. Berlatar belakang tantangan ini, dilakukan asuhan kebidanan komprehensif kepada Ny. D di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Bertujuan mengidentifikasi, mencegah risiko, serta memberikan edukasi kesehatan yang berkelanjutan dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga bayi baru lahir, sejalan dengan landasan teori dan standar asuhan kebidanan yang berlaku. Pengkajian pada Ny. D G4P3A0, dimulai pada usia kehamilan 35 minggu 4 hari, dilakukannya pemeriksaan kehamilan dengan total lima kali, satu kali pada trimester I, dua kali pada trimester II, dan tiga kai pada trimester III. menunjukkan kondisi kehamilan fisiologis, namun teridentifikasi adanya keluhan nyeri pinggang atas dan bawah yang memerlukan asuhan kebidanan yang berkesinambungan. Seluruh tahapan asuhan antenatal telah dilakukan sesuai standar 10T. Proses persalinan Ny. D berlangsung fisiologis pada 29 Maret 2026. Kemajuan persalinan kala I berjalan optimal dengan durasi singkat sekitar 45 menit, diikuti kelahiran bayi perempuan spontan dalam 10 menit di kala II dengan kondisi baik. Kala III dan IV juga berlangsung lancar tanpa komplikasi serius. Asuhan masa nifas 6 jam postpartum serta asuhan pada bayi baru lahir 6 jam menunjukkan kondisi ibu dan bayi dalam batas normal, dengan adaptasi yang baik tanpa keluhan. Pembahasan dalam laporan ini mengidentifikasi kesenjangan antara asuhan dilapangan dengan standar teori yang berlaku. Asuhan persalinan, nifas, dan bayi baru lahir secara keseluruhan telah terlaksana sesuai standar asuhan kebidanan, tanpa ditemukan masalah atau komplikasi yang mengindikasikan faktor risiko. Asuhan kebidanan komprehensif yang diberikan telah efektif dalam mendukung proses fisiologis Ny. D dan bayinya. Saran yang diberikan mencakup pentingnya Komunikasi, Informasi dan edukasi berkelanjutan bagi klien demi tercapainya kesehatan ibu dan anak yang optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Asuhan kebidanan komprehensif atau Continuity of Care yang dilakukan penulis dimulai pada kehamilan trimester III, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir secara berkelanjutan dengan menggunakan standar asuhan kebidanan. Asuhan yang diberikan mulai dari tanggal 25 April 2026 – 12 Mei 2026. Kunjungan asuhan kebidanan dilakukan di puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Kunjungan hamil dilakukan sebanyak satu kali, kunjungan bersalin satu kali, kunjungan nifas dan bayi baru lahir satu kali. Sehengga penulis melakukan kunjungan komprehensif sebanyak empat kali. Asuhan kebidanan menyeluruh pertama kali dilaksanakan pada kunjungan kehamilan trimester III tanggal 25 April 2026, dengan usia kehamilan 38 minggu 3 hari, setelah dilakukan pengkajian pada kehamilan yang berada dalam kondisi normal tanpa ditemukan komplikasi. Persalinan ditangani pada 5 Mei 2026 dengan usia kehamilan 39 minggu 6 hari di Praktik Mandiri Bidan (PMB). Penanganan mengikuti standar 60 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN), kala I memakan waktu 7 jam 40 menit, kala II 15 menit, dengan penilaian singkat menunjukkan bayi lahir cukup bulan, segera menangis, kulit kemerahan, serta tonus otot baik. kala III berlangsung 5 menit setelah bayi lahir setelah dipastikan tidak ada bayi kedua, lalu pemberian oksitosin secara intramuskular bagian paha lateral kanan, plasenta lahir lengkap. Pada kala IV, asuhan kebidanan berlangsung selama 2 jam dengan pemantauan tandatanda vital (TTV) ibu, yang berada dalam batas normal, perdarahan sekitar 100 cc, tanpa laserasi. Kunjungan nifas dan pemeriksaan bayi baru lahir dilakukan pada 12 Mei 2026 hasil pemeriksaan fisik dan TTV ibu serta perdarahan nifas berada dalam batas normal, tinggi fundus uteri (TFU) ½ simpisis, terdapat keluarnya lochea serosa tanpa tanda infeksi. Asuhan terhadap bayi meliputi pengukuran antropometri, menghasilkan data pada bayi jenis kelamin lakilaki dengan berat 2.460 gram, panjang 48 cm, lingkar kepala 31 cm, dan lingkar dada 32 cm, tidak terdapat kelainan kongenital. Telah dilakukan asuhan komprehensif pada Ny. K selama masa kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir dengan didapatkan bahwa tidak terdapat penyulit dan berlangsung fisiologis. Asuhan kebidanan yang berkelanjutan jika diberikan secara aktif dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kecerdasan emosional secara teoritis dipandang berperan penting dalam kemampuan remaja mengelola emosi dan menjalin hubungan sosial yang sehat. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan Kecerdasan Emosional dengan Perkembangan Sosial-Emosional siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan jurusan Akuntansi, Perhotelan, Perkantoran, Bisnis Digital, Pemasaran, dan Pariwisata. Metode penelitian kuantitatif korelasional dengan teknik simple random sampling terhadap 177 responden. Instrumen berupa angket Kecerdasan Emosional dan Perkembangan Sosial-Emosional yang disebarkan secara online. Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga analisis menggunakan Spearman’s rho. Uji linearitas dengan Deviation from Linearity memperoleh signifikansi 0,915 > 0,05, yang berarti hubungan kedua variabel linear dan layak diuji korelasi. Hasil korelasi Spearman’s rho menunjukkan koefisien r = -0,002 dengan signifikansi p = 0,981 > 0,05. Berdasarkan kriteria Guilford (1956), nilai tersebut termasuk kategori sangat lemah atau tidak ada hubungan. Dengan demikian H₀ diterima dan H₁ ditolak. Secara deskriptif, tingkat Kecerdasan Emosional siswa berada pada kategori cukup-baik dan Perkembangan Sosial-Emosional pada kategori tinggi. Ketidaksignifikanan hubungan disebabkan faktor eksternal lebih dominan memengaruhi Perkembangan Sosial-Emosional, seperti sistem teaching factory, Praktik Kerja Lapangan, budaya layanan 5S, Standar Operasional Pelayanan, serta lingkungan sosial sekolah. Temuan ini konsisten dengan penelitian Pratiwi (2021) dan Sari (2022) pada konteks SMK. Implikasi penelitian menekankan bahwa peningkatan Perkembangan Sosial-Emosional siswa SMK tidak cukup hanya melalui penguatan Kecerdasan Emosional internal, tetapi perlu dioptimalkan melalui ekosistem sekolah, pengalaman praktik, dan lingkungan sosial yang kondusif. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman bahwa Perkembangan Sosial-Emosional bersifat kompleks dan dipengaruhi interaksi faktor internal dan eksternal.