ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Continuity of Care (COC) merupakan pelayanan kebidanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana. Pelayanan ini bertujuan untuk memantau kondisi ibu dan bayi secara menyeluruh sehingga komplikasi dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin. Tujuan studi kasus ini adalah memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S usia 43 tahun G4P3A0 di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan Continuity of Care (COC). Subjek dalam studi kasus ini adalah Ny. S usia 43 tahun G4P3A0 yang mendapatkan asuhan sejak usia kehamilan 34 minggu 6 hari hingga pelayanan keluarga berencana. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, observasi, pemeriksaan penunjang, dan dokumentasi menggunakan format SOAP. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik meskipun terdapat faktor risiko usia ≥35 tahun. Persalinan berlangsung spontan pada usia kehamilan 38 minggu dengan keadaan ibu dan bayi baik. Bayi lahir segera menangis kuat, tonus otot aktif, dan tidak ditemukan komplikasi. Masa nifas berlangsung normal dengan involusi uterus sesuai, pengeluaran lokia normal, serta produksi ASI lancar. Pada masa neonatal, bayi menunjukkan adaptasi fisiologis yang baik tanpa adanya tanda bahaya. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu memilih menggunakan kondom sebagai kontrasepsi sementara sambil merencanakan Metode Operasi Wanita (MOW) sebagai kontrasepsi jangka panjang. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S telah dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan dan tidak ditemukan komplikasi selama masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, maupun pelayanan keluarga berencana.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kontrasepsi Pil Kombinasi hormonal merupakan metode yang banyak diminati di Puskesmas Long Layu. Namun, paparan hormone sintetik dalam jangka panjang berisiko menyebabkan efek samping vaskular, terutama peningkatan tekanan darah atau hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan kontrasepsi Pil Kombinasi terhadap kejadian hipertensi pada akseptor di Puskesmas Long Layu tahun 2025. Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observasional ini menggunakan data sekunder dari 262 akseptor KB Pil Kombinasi yang diambil secara total sampling. Data dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi karakteristik usia, durasi penggunaan, dan status hipertensi. Mayoritas akseptor berada pada kategori usia berisiko (52.3%), pendidikan akseptor KB Pil Kombinasi didominasi oleh Tingkat Sekolah Dasar (59.7%), pekerjaan akseptor KB yang dominan adalah IRT sebesar (55.7%), jumlah paritas terbanyak adalah multipara sebesar (73.3%) dan menggunakan kontrasepsi Pil Kombinasi dalam jangka panjang (>2 tahun) sebesar 89.9%. Prevalensi kejadian hipertensi didominasi oleh Prehipertensi (77.3%). Sebagian besar akseptor KB Pil Kombinasi di Puskesmas Long Layu mengalami peningkatan tekanan darah di atas batas normal. Temuan ini mengindikasikan pentingnya skrining tekanan darah secara rutin dan evaluasi berkala bagi akseptor KB hormonal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (IUD), atau yang dikenal sebagai Intra Uterine Device, merupakan salah satu metode kontrasepsi yang efektif untuk digunakan oleh wanita usia subur. Kecemasan merupakan salah satu respons psikologis yang umum terjadi pada wanita sebelum prosedur pemasangan alat kontrasepsi intrauterine device (IUD). Tingkat kecemasan yang tinggi dapat berdampak negatif terhadap pengalaman dan kenyamanan klien selama prosedur. Salah satu teknik non-farmakologis yang efektif untuk mengurangi kecemasan adalah slow deep breathing. Asuhan Kebidanan ini bertujuan untuk memberikan melalui penerapan teknik slow deep breathing guna menurunkan tingkat kecemasan pada akseptor IUD di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan tahun 2025. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada satu orang akseptor IUD yang menunjukkan tanda-tanda kecemasan sebelum tindakan pemasangan. Intervensi slow deep breathing dilakukan selama 10–15 menit sebelum prosedur. Pengukuran tingkat kecemasan dilakukan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan dari kategori kecemasan ringan menjadi tidak cemas setelah intervensi. Klien juga melaporkan merasa lebih tenang dan siap menjalani prosedur. Penerapan teknik slow deep breathing terbukti sederhana, murah, dan efektif dalam mendukung kenyamanan klien. Kesimpulannya, slow deep breathing dapat menjadi alternatif intervensi non-farmakologis yang dapat diterapkan oleh bidan untuk mengurangi kecemasan pada klien sebelum pemasangan IUD. Diharapkan metode ini dapat diintegrasikan dalam pelayanan kontrasepsi di fasilitas pelayanan kesehatan dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Latar Belakang : Kontrasepsi Implant merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif, namun sering menimbulkan kecemasan sebelum pemasangan bagi akseptor. Kurangnya minat pengguna implant disebabkan berbagai macam faktor salah satunya efek samping, pemasangan implant adanya pembedahan minor, dan adanya perubahan hormon yang dapat menimbulkan kecemasan. Terapi non farmakologi untuk mengatasi kecemasan dapat dilakukan dengan pendekatan seperti Teknik Slow deep breathing dan aromaterapi lavender yang dapat membantu mengurangi kecemasan pada akseptor. Tujuan : untuk mengetahui bagaimana efektifitas penerapan Teknik Slow deep breathing dan aromaterapi lavender untuk mengurangi kecemasan pada akseptor KB Implant. Metode : Penelitian ini menggunakan desain Sudi kasus (case study) dengan pendekatan asuhan kebidanan komprehensif dengan satu subjek penelitian menggunakan alat ukur Hamilton Rating Scale (HARS) untuk mengukur kecemasannya. Hasil : setelah diberikan penerapan kombinasi Teknik Slow deep breathing dan Aromaterapi lavender terjadi penurunan skor kecemasan dari kategori kecemasan sedang menjadi kecemasan ringan. Klien menunjukan respon positif berupa perasaan tenang, rileks, menerima pemasangan Implant dengan lebbih percaya diri. Kesimpulan : Penerapan Teknik Slow deep breathing dan Aromaterapi lavender efektif dalam menurunkan kecemasan pada akseptor Kontrasepsi Implant, intervensi ini dapat menjadi bagian dari pelayanan kebidanan komplementer yang aman dan sederhana.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: IUD merupakan salah satu MKJP yang memiliki tingkat efektivitasnya lebih tinggi dibandingkan non MKJP dalam hal pencegahan kehamilan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) di Provinsi Kalimantan Utara Pada tahun 2022 pengguna IUD hanya sebanyak 3,008% pengguna, 2020 juga tercatat pengguna kontrasepsi hormonal jenis IUD yang aktif sebanyak 3,825% lalu mengalami penurunan pada tahun 2021 yaitu sebesar 2,801%. Hal ini menujukkan bahwa penggunaan alat kontrasepsi IUD masih lebih rendah dibandingkan dengan pemakaian alat kontrasepsi KB hormonal seperti suntik dan pil. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan suami terhadap penggunaan alat kontrasepsi IUD di Puskesmas gunung lingkas Kota Tarakan tahun 2024. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunaka desain penelitian cross sectional dengan teknik purposive sampling yang dilakukan pada tanggal 30 September – 08 Oktober 2024 secara door to door menggunakan kuesioner. Jumlah sampel adalah 81 responden. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji chi-square dengan derajat kemaknaan= 0,05. Hasil Penelitian: Menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang baik 52 (64,19%) dan baik 29 (35,80%) responden, dengan Uji chi-square diperoleh p-value = 0,084. Hasil analisa dukungan suami yang tidak mendapatkan dukungan dari suami 28 (34,56%) dan mendapatkan dukungan suami 53 (65,43%) responden, dengan uji chi-square diperoleh p-value = 0,045. Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan penggunaan kontrasepsi IUD. Ada hubungan yang bermakna antara dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi IUD.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kontrasepsi merupakan upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan dapat bersifat sementara maupun permanen, masalah yang terjadi pada saat pemilihan alat kontrasepsi pada ibu ialah dukungan suami, dimana seberapa peduli suami dalam mendukung pemilihan alat kontrasepsi. Pemilihan alat kontrasepsi harus sesuai dengan kondisi usia, jumlah anak, dan tujuan penggunaan. Diketahui pemilihan non MKJP di Indonesia pada Wanita Usia Subur (WUS) ≥35 tahun masih tinggi, padahal pada usia tersebut dianjurkan untuk menggunakan MKJP. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan membuktikan hubungan pengetahuan suami terhadap pemilihan alat kontrasepsi. Studi ini menggunakan desain studi Cross Sectional dengan populasi yaitu akseptor KB di puskesmas pulau sapi sejumlah 369 akseptor KB. Sampel penelitian ini diambil dari data menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 79 responden, Data diperoleh dari data kuesioner. Hasil penelitian selanjutnya di analisa menggunakan uji statistik Chi Square dengan bantuan SPSS V.26 menunjukkan hasil PUS yang memilih KB MJKP memiliki pengetahuan baik (15,2%) sedangkan PUS yang memili KB NON MJKP sebagian besar pengetahuan suami cukup (40,5%) dengan hasil ρ = 0.008 α = 0.05 yang artinya ada hubungan dukungan suami dengan pemilihan alat kontrasepsi . Kesimpulan seorang wanita mengalami perubahan dalam dirinya setelah mempunyai anak, sehingga perlu beradaptasi dengan keadaan baru, disini dibutuhkan dukungan suami dalam memberikan motivasi, pengambilan keputusan, penyediaan sarana dan prasarana kesehatan, sehingga dengan adanya dukungan suami sehingga dengan keinginan dari kedua belah pihak yang sudah disepakati bersama dukungan suami juga perlu ditingkatkan dengan cara meningkatkan pengetahuan suami tentang alat kontrasepsi dan mendorong suami agar memiliki sikap menghargai pilihan istri dalam memilih alat kontrasepsi yang mereka ketahui sesuai dengan kondisi kesehatan tubuh istri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang yang masih rendah memiliki faktor yang memepengaruhi yaitu masih kurangnya pengetahuan terkait kontrasepsi jangka panjang. Pengetahuan merupakan suatu informasi yang diketahui oleh seseorang, dengan memberikan pengetahuan melalui penyuluhan adalah untuk memberikan informasi terkait berbagai jenis alat kontrasepsi, tingkat efektifitas, manfaat dan kerugian dari setiap jenis alat kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh penyuluhan menggunakan lembar balik terhadap pengetahuan tentang metode kontrasepsi jangka panjang. Metode penelitian: quasi eksperimental (pre-posttest design one group). Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 65 Akseptor KB di wilayah puskesmas karang rejo dengan Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Instrument yang digunakan kuesioner pengetahuan tentang metode kontrasepsi jangka panjang. Data analisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: ada peningkatan yang signifikan setelah diberikan penyuluhan p- Value= 0,000 (p- Value 0,05) maka pemberian penyuluhan menggunakan lembar balik memiliki pengaruh pada tingkat pengetahuan. Kesimpulan ada pengaruh dari penelitian pada tingkat pengetahuan dalam pemberian penyuluhan menggunakan lembar balik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Latar belakang: Di Indonesia terdapat berbagai macam alat kontrasepsi salah satu diantaranya yaitu implan. Dalam memilih kontrasepsi, Wanita Usia Subur (WUS) sangat dipengaruhi oleh banyak hal salah satunya adalah pengetahuan terhadap kondisi tubuh, indikasi serta kontraindikasi dari masing-masing metode kontrasepsi yang akan digunakan. Kurangnya pengetahuan merupakan salah satu penyebab rendahnya pengetahuan WUS tentang metode kontrasepsi hormonal yang sebenarnya dapat menjadi alternatif yang lebih aman bagi kesehatan dan lebih ekonomis bagi perekonomian keluarga. Tujuan: Mengetahui pengaruh media video terhadap pengetahuan tentang kontrasepsi implan pada wanita usia subur di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian pra-eksperimental rancangan one-group pre-post test design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 33 orang. Analisis Bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji T-test. Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa pengetahuan WUS sebelum diberikan intervensi media video terdapat 29 orang responden (87,8%) memiliki pengetahuan kurang dan 4 orang responden (12,2%) memiliki pengetahuan cukup dengan rata-rata 14,69. Sedangkan pengetahuan WUS tentang kontrasepsi implan setelah diberikan intervensi media video terdapat 32 orang responden (96,9%) memiliki pengetahuan baik dan 1 orang responden (3,1%) memiliki pengetahuan cukup dengan rata-rata 27,3. Ada pengaruh media video terhadap pengetahuan wanita usia subur tentang kontrasepsi implan dengan nilai p-value = 0,001, p 0,05.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Family planning is a program that helps families plan the number and spacing of children they have, and is a form of strategy that supports the acceleration of reducing the maternal mortality rate (MMR). The contraceptive method most popular with WUS in Indonesia is the hormonal method, namely injectable contraception. One of the obstacles often experienced by Aksepto Kb injections is anxiety that arises before the injection is carried out. One way to reduce anxiety before an injection is with the Slow Deep Breathing Technique. Slow Deep Breathing is a non-pharmacological action in the form of breathing exercises that are done slowly and deeply. The aim of this research is to determine the effect of giving the Slow Deep Breathing Technique to reduce the anxiety of KB injection acceptors at the Karang Rejo Community Health Center in 2024. This research method is quantitative research with a research design using a quasi-experimental method (quasi experiment) without pre-test and post-test control (self-control) with a sample of 67 respondents. The anxiety measuring tool uses the HARS scale. Data analysis was carried out using the Wilcoxon test. Results: anxiety before the Slow Deep Breathing intervention was at an anxiety score of 14-20, as many as 67 (100%) respondents were in the mild anxiety category. After the intervention, the average anxiety score was in the not anxious category, namely 14 with 59 (88.1%) and 8 (11.9%) mildly anxious. There is a significant effect of Slow Deep Breathing on reducing the anxiety of injectable Kb acceptors (p value 0.001) where the value is smaller than the specified significance level, namely α = 0.05, this shows that Ho is rejected. So there is an influence of giving the Slow Deep Breathing Technique on the Anxiety Level of KB Injection Acceptors at the Karang Rejo Community Health Center in 2024
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kesadaran gizi ibu dan hubungannya dengan bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah yang mengindikasikan malnutrisi disana berhubungan dengan asupan gizi yang diterima anak dari mereka, dan hal ini berdampak pada prevalensi stunting. Pasangan dapat mencegah stunting dengan mengikuti program keluarga berencana (di bawah dua tahun). KB Pasca Persalinan (KBPP) merupakan salah satu KB yang sangat penting karena kembalinya kesuburan pada seorang ibu setelah melahirkan tidak dapat diprediksi dan dapat terjadi sebelum datangnya siklus haid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi KB pasca persalinan terhadap tingkat pengetahuan dan kesiapan ibu hamil sebagai upaya pencegahan stunting. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi experimental dengan pendekatan one group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berkunjung di Posyandu Sumber Kasih pada saat edukasi diberikan sebanyak 20 orang. Jumlah sampel sebanyak 20 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling dengan uji statistik menggunakan uji Nonparametric Wilcoxon Test. Hasil penelitian ini dengan mengunakan uji wilcoxon rank test diperoleh masing-masing nilai tingkat pengetahuan dan kesiapan ibu hamil dengan nilai p-value 0,05. Berdasarkan hasil yang didapatkan maka dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi KB pasca persalinan berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan dan kesiapan ibu hamil sebagai upaya pencegahan stunting serta mengacu pada hasil yang didapatkan dalam penelitian ini merekomendasikan peneliti selanjutnya untuk meneliti tentang Peningkatan keikutsertaan ibu hamil dalam menggunakan KB Pasca Persalinan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kontrasepsi suntik adalah alat kontrasepsi yang disuntikkan kedalam tubuh dalam jangka waktu tertentu, kemudian masuk kedalam pembuluh darah diserap sedikit demi sedikit oleh tubuh berguna untuk mencegah timbulnya kehamilan. Ada dua jenis kontrasepsi suntik, yaitu kb suntik kombinasi 1 bulan dan kb suntik berisi hormon progestin 3 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) tentang pemilihan alat kontrasepsi kb suntik di Praktik Mandiri Bidan Putri. Desain penelitian ini merupakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 600 akseptor kb suntik pada bulan Januari-April di Praktik Mandiri Bidan Putri. Sampel penelitian sebanyak 60 responden dengan metode accidental sampling serta pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini yaitu sebagian besar berumur 20-35 tahun sebanyak 40 orang (66,7%), sebagian besar paritas multipara yaitu sebanyak 35 orang (58,3%), sebagian besar pendidikan SMA yaitu sebanyak 25 orang (41,7%), sebagian besar pekerjaan yaitu tidak bekerja sebanyak 47 orang (78,3%), sebagian besar pemilihan alat kontrasepsi yaitu kb suntik 3 bulan sebanyak 41 orang (68,3%). Kesimpulan gambaran pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) tentang pemilihan alat kontrasepsi kb suntik menunjukkan sebagian besar berpengetahuan baik yaitu sebanyak 40 orang (66,7%), berpengetahuan cukup 15 orang (25,0%), berpengetahuan kurang 5 orang (8,3%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan kontrasepsi merupakan salah satu upaya dalam keluarga berencana untuk pengendalian fertilitas dan menekan pertumbuhan penduduk secara efektif. Akseptor KB terbanyak di Indonesia didominasi akseptor KB suntik sebesar 72,94%. Salah satu efek samping KB suntik 3 bulan adalah peningkatan berat badan. Hasil survey akseptor KB suntik 3 bulan yang berkunjung di Poli KIAKB Puskesmas Gunung Lingkas sebagian mengalami peningkatan berat badan. Pertambahan berat badan tidak terlalu besar, bervariasi antara kurang dari 1 kg-5 kg dalam tahun pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama penggunaan KB suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan di Wilayah Puskesmas Gunung Lingkas Tahun 2022. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2023 di Wilayah Puskesmas Gunung Lingkas. Penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah akseptor KB suntik 3 bulan di Wilayah Puskesmas Gunung Lingkas tahun 2022 berjumlah 174 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Hasil penelitian dengan lama penggunaan KB suntik 3 bulan dalam 1 tahun sebanyak (40,2%) yang mengalami kenaikan berat badan sebanyak (36,2%) dan tidak mengalami kenaikan berat badan (4,0%). Hasil nilai p =0,000 α= 0,05 kesimpulan ada hubungan lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan peningkatan berat badan akseptor KB suntik 3 bulan di Wilayah Puskesmas Gunung Lingkas. Disarankan bagi ibu yang ingin menjadi akseptor KB agar lebih bijak dalam menentukan jenis kontrasepsi yang akan digunakan. Perhatikan manfaat, kelebihan dan efek samping kontrasepsi yang akan digunakan.