ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kontrasepsi merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dengan menunda dan mencegah kehamilan. Salah satu metode kontrasepsi yang bisa digunakan untuk mencegah kehamilan dalam jangka panjang yaitu IUD/AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim). Rendahnya pengguna IUD/AKDR disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya yaitu kecemasan. Penanganan yang tepat diperlukan untuk mengurangi kecemasan tersebut agar pengguna kontrasepsi IUD dapat meningkat. Salah satu intervensi non-farmakologi yang efektif untuk mengurangi kecemasan pada akseptor KB IUD adalah dengan pemberian aromaterapi lavender. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan penatalaksanaan asuhan kebidanan keluarga berencana dengan pemberian aromaterapi lavender untuk mengurangi kecemasan pada akseptor IUD di puskesmas gunung lingkas. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan metode studi kasus. Studi kasus ini menjelaskan tentang asuhan kebidanan pada akseptor KB IUD sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi lavender untuk mengurangi kecemasan. Hasil menunjukkan kecemasan yang dirasakan oleh akseptor IUD berkurang dari kategori kecemasan sedang menjadi tidak ada kecemasan. Penerapan aromaterapi lavender terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan pada akseptor IUD dan dapat digunakan sebagai alternatif intervensi non-farmakologis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (IUD), atau yang dikenal sebagai Intra Uterine Device, merupakan salah satu metode kontrasepsi yang efektif untuk digunakan oleh wanita usia subur. Kecemasan merupakan salah satu respons psikologis yang umum terjadi pada wanita sebelum prosedur pemasangan alat kontrasepsi intrauterine device (IUD). Tingkat kecemasan yang tinggi dapat berdampak negatif terhadap pengalaman dan kenyamanan klien selama prosedur. Salah satu teknik non-farmakologis yang efektif untuk mengurangi kecemasan adalah slow deep breathing. Asuhan Kebidanan ini bertujuan untuk memberikan melalui penerapan teknik slow deep breathing guna menurunkan tingkat kecemasan pada akseptor IUD di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan tahun 2025. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada satu orang akseptor IUD yang menunjukkan tanda-tanda kecemasan sebelum tindakan pemasangan. Intervensi slow deep breathing dilakukan selama 10–15 menit sebelum prosedur. Pengukuran tingkat kecemasan dilakukan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan dari kategori kecemasan ringan menjadi tidak cemas setelah intervensi. Klien juga melaporkan merasa lebih tenang dan siap menjalani prosedur. Penerapan teknik slow deep breathing terbukti sederhana, murah, dan efektif dalam mendukung kenyamanan klien. Kesimpulannya, slow deep breathing dapat menjadi alternatif intervensi non-farmakologis yang dapat diterapkan oleh bidan untuk mengurangi kecemasan pada klien sebelum pemasangan IUD. Diharapkan metode ini dapat diintegrasikan dalam pelayanan kontrasepsi di fasilitas pelayanan kesehatan dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: IUD merupakan salah satu MKJP yang memiliki tingkat efektivitasnya lebih tinggi dibandingkan non MKJP dalam hal pencegahan kehamilan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) di Provinsi Kalimantan Utara Pada tahun 2022 pengguna IUD hanya sebanyak 3,008% pengguna, 2020 juga tercatat pengguna kontrasepsi hormonal jenis IUD yang aktif sebanyak 3,825% lalu mengalami penurunan pada tahun 2021 yaitu sebesar 2,801%. Hal ini menujukkan bahwa penggunaan alat kontrasepsi IUD masih lebih rendah dibandingkan dengan pemakaian alat kontrasepsi KB hormonal seperti suntik dan pil. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan suami terhadap penggunaan alat kontrasepsi IUD di Puskesmas gunung lingkas Kota Tarakan tahun 2024. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunaka desain penelitian cross sectional dengan teknik purposive sampling yang dilakukan pada tanggal 30 September – 08 Oktober 2024 secara door to door menggunakan kuesioner. Jumlah sampel adalah 81 responden. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji chi-square dengan derajat kemaknaan= 0,05. Hasil Penelitian: Menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang baik 52 (64,19%) dan baik 29 (35,80%) responden, dengan Uji chi-square diperoleh p-value = 0,084. Hasil analisa dukungan suami yang tidak mendapatkan dukungan dari suami 28 (34,56%) dan mendapatkan dukungan suami 53 (65,43%) responden, dengan uji chi-square diperoleh p-value = 0,045. Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan penggunaan kontrasepsi IUD. Ada hubungan yang bermakna antara dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi IUD.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Perkembangan teknologi dan informasi mempengaruhi berbagai sektor kehidupan, luasnya cakupan permasalahan dan mengenai pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) terhadap penggunaan alat kontrasepsi, hal ini membutuhkan sebuah media promosi kesehatan yang mampu merangkum edukasi yang berkesinambungan antara satu permasalahan mengenai KB atau dengan permasalahan lain. Media video dapat menyampaikan berbagai berita atau informasi. Tujuan penelitian ini Untuk mengidentifikasi pengetahuan dan sikap WUS sebelum dan sesudah diberikan informasi melalui media video tentang Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di Puskesmas Pantai Amal dan menganalisis pengaruh pemberian informasi melalui media video terhadap pengetahuan dan sikap WUS di Puskesmas Pantai Amal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Eksperiment (pre-post test design one group). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap WUS di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal sebelum pemberian informasi tentang KB IUD melalui media video menunjukkan bahwa rata-rata responden masih berpengetahuan kurang dan bersikap negatif. Tingkat pengetahuan dan sikap WUS di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal setelah pemberian informasi tentang KB IUD melalui media video menunjukkan adanya peningkatan yaitu rata-rata responden sudah berpengetahuan baik dan memiliki sikap yang positif. Pemberian informasi dengan media video efektif terhadap peningkatan pengetahuan WUS dan perubahan sikap WUS tentang KB IUD. Pada hasil penelitian ini juga terdapat beberapa responden atau WUS yang tidak langsung mengalami peningkatan pengetahuan atau perubahan sikap tentang KB IUD, disebabkan karena sebagian responden masih belum menyerap informasi dengan baik pada saat penyampaian informasi tentang KB IUD menggunakan media video.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Alat Kontrasepsi Dalam Rahim atau Intra Uterine Device (IUD) merupakan salah satu alat kontrasepsi yang sangat efektif digunakan karena memiliki jangka waktu yang panjang. Akseptor KB IUD mengalami penurunan, tahun 2019 sebesar 2461 jiwa, tahun 2020 sebesar 3 889 jiwa dan pada tahun 2021 sebesar 729 jiwa (BPS, 2021). Salah satu alasannya adalah karena akseptor cemas dan takut untuk memasang KB IUD. Pemberian aroamterapi lavender merupakan alternatif non farmakologi yang dapat diterapkan untuk mengurangi kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aromaterapi lavender terhadap Tingkat kecemasan akseptor KB. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini semua akseptor KB IUD di Puskesmas Aertembaga Kota Bitung pada bulan Maret 2024 berjumlah 38 orang. Sampel berjumlah 38 responden dengan 19 orang kelompok perlakuan, dan 19 orang kelompok kontrol. Sampel diambil secara accidental sampling. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Aertembaga Kota Bitung pada bulan Maret 2024. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, dan analisis manggunakan uji T-Test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan pada akseptor KB IUD di Puskesmas Aertembaga Kota Bitung Tahun 2024 dengan p-value = 0,000 (0,05). Saran diharapkan tenaga kesehatan khususnya untuk memberikan asuhan komplementer dalam mengatasi kecemasan dengan aromaterapi lavender sehingga meningkatkan mutu pelayanan Kesehatan.