Abstrak
Kontrasepsi merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dengan menunda dan mencegah kehamilan. Salah satu metode kontrasepsi yang bisa digunakan untuk mencegah kehamilan dalam jangka panjang yaitu IUD/AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim). Rendahnya pengguna IUD/AKDR disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya yaitu kecemasan. Penanganan yang tepat diperlukan untuk mengurangi kecemasan tersebut agar pengguna kontrasepsi IUD dapat meningkat. Salah satu intervensi non-farmakologi yang efektif untuk mengurangi kecemasan pada akseptor KB IUD adalah dengan pemberian aromaterapi lavender. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan penatalaksanaan asuhan kebidanan keluarga berencana dengan pemberian aromaterapi lavender untuk mengurangi kecemasan pada akseptor IUD di puskesmas gunung lingkas. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan metode studi kasus. Studi kasus ini menjelaskan tentang asuhan kebidanan pada akseptor KB IUD sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi lavender untuk mengurangi kecemasan. Hasil menunjukkan kecemasan yang dirasakan oleh akseptor IUD berkurang dari kategori kecemasan sedang menjadi tidak ada kecemasan. Penerapan aromaterapi lavender terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan pada akseptor IUD dan dapat digunakan sebagai alternatif intervensi non-farmakologis.