Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Penulis: MARLINCE ISAN
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DENGAN PEMBERIAN REBUSAN DAUN KATUK TERHADAP PRODUKSI ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS

2025•

Air Susu Ibu (ASI) mempunyai banyak manfaat untuk melindungi bayi dari infeksi karena mudah dicerna dan diserap yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan optimal bagi bayi. World Health Organization merekomendasikan pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan tanpa diberi pamakanan lain kemudian dilanjutkan pemberian ASI sampai dua tahun pertama kehidupan bayi. Namun, berbagai faktor internal seperti rendahnya pengetahuan dan sikap serta faktor ekternal seperti kurangnya dukungan keluarga dan gencarnya promosi susu formula menjadi penyebab rendahnya pemberian ASI eklusif. Untuk mengatasi masalah produksi ASI yang rendah yaitu dengan menggunakan pengobatan secara farmakologi dan non-farmakologi. Salah satu pengobatan non-farmakologi yaitu dengfan mengkonumsi daun katuk (Saropus Androgynus) yang mengandung senyawa aktif seperti alkaloid dan sterol yang berperan dalam pembentukan ASI. Tujuan dari studi kasus dibedakan menjadi tujuan umum yaitu untuk mengetahui asuhan kebidanan kehamilan dengan pemberian rebusan daun katuk terhadap kelancaran ASI pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Gunung Lingkas serta tujuan khusus yaitu mengidentifikasi tingkat produksi ASI sebelum dan setelah diberikan rebusan daun katuk di wilayah kerja Puskesmas Gunung Lingkas, menganalisis perbedaan produksi ASI sebelum dan setelah diberikan rebusan daun katuk di wilayah kerja Puskesmas Gunung Lingkas dan mengetahui apakah terdapat pengaruh sifgnifikan dari pemberian rebusan daun dari pemberian rebusan daun katuk terhadap pemberian rebusan daun katuk terhadap peningkatan produksi ASI. Metode penelitian yang digunakan adalah pengumpulan data dengan wawancara dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian air rebusan daun katuk Skala Likert menunjukkan skor 12 kategori tidak lancar dan seteleh pemberian air rebusan daun kelor menunjukkan skor 29 kategori lancar. Hal ini menunjukkan pemberian air rebusan daun katuk memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan ASI.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DENGAN PEMBERIAN REBUSAN DAUN KATUK TERHADAP PRODUKSI ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Air Susu Ibu (ASI) mempunyai banyak manfaat untuk melindungi bayi dari infeksi karena mudah dicerna dan diserap yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan optimal bagi bayi. World Health Organization merekomendasikan pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan tanpa diberi pamakanan lain kemudian dilanjutkan pemberian ASI sampai dua tahun pertama kehidupan bayi. Namun, berbagai faktor internal seperti rendahnya pengetahuan dan sikap serta faktor ekternal seperti kurangnya dukungan keluarga dan gencarnya promosi susu formula menjadi penyebab rendahnya pemberian ASI eklusif. Untuk mengatasi masalah produksi ASI yang rendah yaitu dengan menggunakan pengobatan secara farmakologi dan non-farmakologi. Salah satu pengobatan non-farmakologi yaitu dengfan mengkonumsi daun katuk (Saropus Androgynus) yang mengandung senyawa aktif seperti alkaloid dan sterol yang berperan dalam pembentukan ASI. Tujuan dari studi kasus dibedakan menjadi tujuan umum yaitu untuk mengetahui asuhan kebidanan kehamilan dengan pemberian rebusan daun katuk terhadap kelancaran ASI pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Gunung Lingkas serta tujuan khusus yaitu mengidentifikasi tingkat produksi ASI sebelum dan setelah diberikan rebusan daun katuk di wilayah kerja Puskesmas Gunung Lingkas, menganalisis perbedaan produksi ASI sebelum dan setelah diberikan rebusan daun katuk di wilayah kerja Puskesmas Gunung Lingkas dan mengetahui apakah terdapat pengaruh sifgnifikan dari pemberian rebusan daun dari pemberian rebusan daun katuk terhadap pemberian rebusan daun katuk terhadap peningkatan produksi ASI. Metode penelitian yang digunakan adalah pengumpulan data dengan wawancara dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian air rebusan daun katuk Skala Likert menunjukkan skor 12 kategori tidak lancar dan seteleh pemberian air rebusan daun kelor menunjukkan skor 29 kategori lancar. Hal ini menunjukkan pemberian air rebusan daun katuk memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan ASI.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Informasi Melalui Media Video Tentang Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) Terhadap Pengetahuan dan Sikap Wanita Usia Subur (WUS) di Puskesmas Pantai Amal

2024•Koleksi Perpustakaan

Perkembangan teknologi dan informasi mempengaruhi berbagai sektor kehidupan, luasnya cakupan permasalahan dan mengenai pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) terhadap penggunaan alat kontrasepsi, hal ini membutuhkan sebuah media promosi kesehatan yang mampu merangkum edukasi yang berkesinambungan antara satu permasalahan mengenai KB atau dengan permasalahan lain. Media video dapat menyampaikan berbagai berita atau informasi. Tujuan penelitian ini Untuk mengidentifikasi pengetahuan dan sikap WUS sebelum dan sesudah diberikan informasi melalui media video tentang Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di Puskesmas Pantai Amal dan menganalisis pengaruh pemberian informasi melalui media video terhadap pengetahuan dan sikap WUS di Puskesmas Pantai Amal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Eksperiment (pre-post test design one group). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap WUS di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal sebelum pemberian informasi tentang KB IUD melalui media video menunjukkan bahwa rata-rata responden masih berpengetahuan kurang dan bersikap negatif. Tingkat pengetahuan dan sikap WUS di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal setelah pemberian informasi tentang KB IUD melalui media video menunjukkan adanya peningkatan yaitu rata-rata responden sudah berpengetahuan baik dan memiliki sikap yang positif. Pemberian informasi dengan media video efektif terhadap peningkatan pengetahuan WUS dan perubahan sikap WUS tentang KB IUD. Pada hasil penelitian ini juga terdapat beberapa responden atau WUS yang tidak langsung mengalami peningkatan pengetahuan atau perubahan sikap tentang KB IUD, disebabkan karena sebagian responden masih belum menyerap informasi dengan baik pada saat penyampaian informasi tentang KB IUD menggunakan media video.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Informasi Melalui Media Video Tentang Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) Terhadap Pengetahuan dan Sikap Wanita Usia Subur (WUS) di Puskesmas Pantai Amal

2024•

Perkembangan teknologi dan informasi mempengaruhi berbagai sektor kehidupan, luasnya cakupan permasalahan dan mengenai pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) terhadap penggunaan alat kontrasepsi, hal ini membutuhkan sebuah media promosi kesehatan yang mampu merangkum edukasi yang berkesinambungan antara satu permasalahan mengenai KB atau dengan permasalahan lain. Media video dapat menyampaikan berbagai berita atau informasi. Tujuan penelitian ini Untuk mengidentifikasi pengetahuan dan sikap WUS sebelum dan sesudah diberikan informasi melalui media video tentang Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di Puskesmas Pantai Amal dan menganalisis pengaruh pemberian informasi melalui media video terhadap pengetahuan dan sikap WUS di Puskesmas Pantai Amal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Eksperiment (pre-post test design one group). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap WUS di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal sebelum pemberian informasi tentang KB IUD melalui media video menunjukkan bahwa rata-rata responden masih berpengetahuan kurang dan bersikap negatif. Tingkat pengetahuan dan sikap WUS di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal setelah pemberian informasi tentang KB IUD melalui media video menunjukkan adanya peningkatan yaitu rata-rata responden sudah berpengetahuan baik dan memiliki sikap yang positif. Pemberian informasi dengan media video efektif terhadap peningkatan pengetahuan WUS dan perubahan sikap WUS tentang KB IUD. Pada hasil penelitian ini juga terdapat beberapa responden atau WUS yang tidak langsung mengalami peningkatan pengetahuan atau perubahan sikap tentang KB IUD, disebabkan karena sebagian responden masih belum menyerap informasi dengan baik pada saat penyampaian informasi tentang KB IUD menggunakan media video.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail