ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan status kesehatan dan pertumbuhan bayi. Namun, cakupan ASI eksklusif masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya pengetahuan ibu dan dukungan suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Setabu tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 30 responden ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 20–35 tahun sebanyak 35 orang (87,5%), berpendidikan SMA sebanyak 21 orang (52,5%), dan merupakan ibu rumah tangga sebanyak 21 orang (52,5%). Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang ASI eksklusif sebanyak 23 orang (57,5%) dan mendapatkan dukungan suami yang baik sebanyak 22 orang (55%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p=0,012 serta terdapat hubungan signifikan antara dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p=0,026. Perlunya peningkatan edukasi kesehatan serta keterlibatan suami dalam mendukung ibu selama proses menyusui untuk meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Merokok menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena merupakan faktor risiko utama untuk beberapa penyakit kronis yang dapat menyebabkan kematian. Merokok adalah perilaku yang sangat merugikan kesehatan, namun masih sulit untuk dihilangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan bahaya merokok dengan perilaku merokok pada remaja putra. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis cross-sectional. Populasi pada penelitian ini sebesar 2.082 siswa dan didapatkan sampel dalam penelitian ini sejumlah 336 siswa putra yang bersekolah di SMA Negeri Tarakan. Untuk penentuan jumlah sampel setiap sekolahnya menggunakan teknik proporsional sampling dan teknik yang digunakan untuk pengambilan yang sampel yaitu purposive sampling. Hasil penelitian yang didapatkan dalam penlitian ini yaitu adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan bahaya merokok pada perilaku remaja. Analisis menggunakan fisher’s exact test yang menunjukkan nilai p 0,05 (p = 0,014) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan bahaya merokok dengan perilaku merokok. Mayoritas responden menunjukkan tingkat pengetahuan tinggi serta memiliki perilaku merokok yang rendah, sehingga penelitian ini dapat dijadikan referensi ilmu keperawatan komunitas untuk menambah wawasan informasi mengenai bahaya merokok. Peneliti berharap agar peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan memperhatikan keterbatasan yang ada pada penelitian ini sehingga penelitian ini dapat berkembang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran kemampuan berwirausaha sebagai moderator dalam hubungan pengetahuan keuangan dan akses permodalan terhadap kinerja keuangan UMKM di Kota Tarakan. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling yang diperoleh sebanyak 95 responden. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan SEM-PLS dengan aplikasi WrapPLS versi 8.0. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan dan akses permodalan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan, kemampuan berwirausaha tidak memoderasi interaksi pengaruh pengetahuan keuangan terhadap kinerja keuangan, kemampuan berwirausaha tidak memoderasi interaksi pengaruh akses permodalan terhadap kinerja keuangan. Implikasi teoritis penelitian ini mendukung financial behavior theory dalam menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kejadian skabies telah menyebar ke seluruh dunia, mempengaruhi hampir semua kelompok umur, ras, dan status sosial ekonomi. Skabies sering endemi di daerah pasifik yang tropis dan subtropis. Faktor lingkungan tempat tinggal yang disebabkan kondisi kebersihan yang kurang terjaga, kebersihan diri, jarang mandi, sering berbagi atau jarang mengganti handuk dan jarang mengganti pakaian. Banyaknya santri yang tinggal bersama di pesantren membuat mereka cenderung mengabaikan masalah kesehatan sehingga menyebabkan penderita skabies mayoritas santri. Seseorang yang menderita skabies, mengalami rasa gatal yang parah ketika akan tidur. Berbagai faktor dapat menyebabkan terjadinya skabies, termasuk lingkungan tempat tinggal yang disebabkan kondisi kebersihan yang kurang terjaga, kebersihan diri, sanitasi yang buruk seperti jarang mandi, sering berbagi atau jarang mengganti handuk dan jarang mengganti pakaian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran pengetahuan dan persepsi santri tentang perilaku pencegahan skabies di Pesantren kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode statistik deskriptif. Jumlah sampel penelitian ini adalah 204 santri remaja di pesantren kota Tarakan. Sampel ditentukan dengan teknik total sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa santri rentan remaja di Pesantren Kota Tarakan dengan pengetahuan baik sebanyak 33,8%, pengetahuan Sedang atau cukup 47,1%, pengetahuan kurang 19,1%. Persepsi santri tentang perilaku pencegahan skabies di Pesantren Kota Tarakan dengan persepsi sangat baik 29,9%, persepsi baik 39,2%, persepsi cukup baik 20,1, persepsi kurang baik 10,8%. Mayoritas santri menunjukkan pengetahuan yang cukup serta memiliki persepsi yang baik, sehingga perlu adanya peningkatan kesadaran santri untuk meningkatkan pengetahuan dan persepsi santri tentang perilaku pencegahan skabies di Pesantren Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: IUD merupakan salah satu MKJP yang memiliki tingkat efektivitasnya lebih tinggi dibandingkan non MKJP dalam hal pencegahan kehamilan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) di Provinsi Kalimantan Utara Pada tahun 2022 pengguna IUD hanya sebanyak 3,008% pengguna, 2020 juga tercatat pengguna kontrasepsi hormonal jenis IUD yang aktif sebanyak 3,825% lalu mengalami penurunan pada tahun 2021 yaitu sebesar 2,801%. Hal ini menujukkan bahwa penggunaan alat kontrasepsi IUD masih lebih rendah dibandingkan dengan pemakaian alat kontrasepsi KB hormonal seperti suntik dan pil. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan suami terhadap penggunaan alat kontrasepsi IUD di Puskesmas gunung lingkas Kota Tarakan tahun 2024. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunaka desain penelitian cross sectional dengan teknik purposive sampling yang dilakukan pada tanggal 30 September – 08 Oktober 2024 secara door to door menggunakan kuesioner. Jumlah sampel adalah 81 responden. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji chi-square dengan derajat kemaknaan= 0,05. Hasil Penelitian: Menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang baik 52 (64,19%) dan baik 29 (35,80%) responden, dengan Uji chi-square diperoleh p-value = 0,084. Hasil analisa dukungan suami yang tidak mendapatkan dukungan dari suami 28 (34,56%) dan mendapatkan dukungan suami 53 (65,43%) responden, dengan uji chi-square diperoleh p-value = 0,045. Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan penggunaan kontrasepsi IUD. Ada hubungan yang bermakna antara dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi IUD.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Kebakaran yakni nyala api baik kecil maupun besar pada tempat, situasi dan waktu yang tidak dikehendaki dan sukar untuk dikendalikan. Kejadian kebakaran merupakan peristiwa yang sering terjadi di Kota Tarakan terutama di kawasan padat penduduk. Penyebab paling banyak terjadinya kebakaran di kawasan penduduk kota Tarakan yakni karna kebiasaan masyarakat. Hal ini menunjukkan kawasan pemukiman padat pesisir Kota Tarakan memiliki risiko kebakaran yang tinggi, maka dari itu perlunya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran. Tujuan: Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana kebakaran di kawasan padat penduduk wilayah pesisir kota Tarakan. Metode: Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan tipe pendakatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan populasi sebanyak 144 orang dan sampel yang digunakan adalah 106 orang. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 73 orang (68,9%), dan mayoritas responden memiliki sikap yang positif sebanyak 78 orang (73,6%) serta mayoritas kesiapsiagaan responden berada pada kategori siap sebanyak 64 orang (60,4%). Hasil uji menggunakan gamma menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan kesiapsiagan dalam menghadapi kebakaran (p=0.0000). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dalam menghadapi kebakaran di kawasan padat penduduk kota Tarakan, sehingga pentingnya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana kebakaran menjadi kategori sangat siap.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analisis Tingkat Pengetahuan Pasien Hipertensi Terhadapa Kepatuhan Kontrol Di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan Abstrak Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena gejalanya tidak terlihat dan baru terlihat saat masalah muncul. Semakin tinggi tekanan darah, maka semakin besar risiko terjadi komplikasi, juga dapat menimbulkan komplikasi bila tidak dideteksi secara dini dan mendapatkan pengobatan yang memadai. Mengurangi angka hipertensi dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan sehingga pasien hipertensi patuh dalam melakukan pengobatan dan kontrol secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan pasien hipertensi terhadap kepatuhan kontrol. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain quasy experiment pre test-post test control group desain. Jumlah sampel 36 responden,18 responden kelompok intervensi dan 18 responden kelompok kontrol dengan teknik sistematis sampling. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Pada kelompok intervensi diperoleh hasil p=0.005 yang artinya ada hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan kontrol pasien hipertensi. Sedangkan pada kelompok kontrol mendapatkan nilai p=0.549 yang artinya tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan kontrol pasien hipertensi di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan. Hasil pengukuran tingkat pengetahuan pretes dan posttes pada responden kelompok intervensi mengalami peningkatan yang signifikan dan kelompok kontrol tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Tingkat kepatuhan pasien hipertensi sebagian besar adalah patuh baik dari kelompok intervensi maupun kelompok kontrol. Hasil penelitian pada kelompok intervensi menyatakan ada hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan kontrol pasien hipertensi. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan kontrol pasien hipertensi di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Survei pengetahuan mahasiswa angkatan 2020 pada mata kuliah dasar-dasar bimbingan dan konseling selama pembelajaran online bimbingan dan konseling fakultas keguruan dan ilmu pendidikan ABSTRAK Masni Muh Saleh. 2021. Analisis pengetahuan mahasiswa angkatan 2020 pada mata kuliah dasar-dasar bimbingan dan konseling selama pembelajaran online bimbingan dan konseling fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Penelitian ini menggunakan jenis survei dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dimana pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan mahasiswa terhadap mata kuliah dasar-dasar bimbingan dan konseling selama pembelajaran online angkatan 2020. pengetahuan merupakan informasi atau maklumat yang diketahui dan disadari oleh sesuatu yang dilihat, dikenal, dimengerti terhadap suatu objek tertentu yang ditangkap melalui pancaindera yakni, indera pendengaran, penglihatan, penciuman, perasaan dan perabaan. Hasil penelitian menemukan bahwa 82 sample penelitian, mahasiswa yang memiliki pengetahuan dengan katerori tinggi pada mata kuliah dasar-dasar bimbingan dan konseling jurusan bimbingan dan konseling, FKIP Universitas Borneo Tarakan, sebanyak 1 orang dengan persentase 1,2%, kemudian, mahasiswa yang memiliki pengetahuan dengan kategori sedang sebanyak 53 orang dengan presentase 64.6%, sisanya sebanyak 28 orang dengan presentase 43,1% memiliki pengetahuan rendah. Artinya mahasiswa telah mampu untuk beradaptasi dengan penerapan pembelajaran yang dilakukan secara daring, mahasiswa tersebut juga memiliki managemen waktu yang baik sehingga mampu menyelesaikan tugas akademik dengan teknologi yang sudah menujang pembelajaran daring selain itu Mahasiswa mampu berdiskusi dengan baik, mampu dalam presentasi kelompok, mampu dalam tanya jawab dan mampu melaksanakan tes tertulis. Kata Kunci: Pengetahuan, Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling