Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Perilaku Merokok
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH TEKNIK CINEMA THERAPY TERHADAP PERILAKU MEROKOK SISWA DI SMPN 4 TARAKAN

2026•

ABSTRAK Nurwulan Aprilia, 2026. Pengaruh Teknik Cinema Therapy Terhadap Perilaku Merokok Siswa di SMP Negeri 4 Tarakan. Pembimbing Utama Siti Rahmi, S.Sos.,I.,M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik cinema therapy terhadap perilaku merokok siswa di SMPN 4 Tarakan. Perilaku Merokok merupakan suatu aktivitas yang dilakukan seseorang dalam membakar gulungan tembakau dan menghirup kemudian mengeluarkan asap dari mulut dan hidung yang membuat perokok menjadi ketagihan akibat kandungan yang ada dalam rokok.Teknik Cinema therapy adalah teknik terapi melalu film dimana dengan memperlihatkan film-film yang postif dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan kepercayaan diri setiap individu dimana dengan menggunakan terapi film ini individu dapat mengatahui bahaya merokok bagi kesehatan seperti yang dilihat dalam film tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pra-eksperimen(One Group Pretest-Postest Design). Subjek penelitian ini berjumlah 10 siswa kelas VIII-10 SMPN 4 Tarakan. Instrumen yang digunakan berupa skala perilaku merokok. Berdasarkan hasil uji hipotesis Wilcoxon Ranks menunjukkan bahwa seluruh responden (N=10) berada pada kategori Negative Ranks, dengan nilai Mean Rank sebesar 5,50 dan Sum of Ranks sebesar 55,00. Sedangkan pada kategori Positive Ranks dan Ties diperoleh nilai 0,00, yang berarti tidak terdapat siswa yang mengalami peningkatan perilaku merokok maupun yang memiliki skor tetap. Berdasarkan hasil uji hipotesis, diketahui bahwa nilai posttest lebih rendah dibandingkan pretest, yang menandakan adanya penurunan perilaku merokok yang signifikan. Hal ini membuktikan bahwa Hipotesis Alternatif (Ha) diterima dan Hipotesis Nol (H0) ditolak.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh teknik cinema therapy terhadap perilaku merokok siswa di SMPN 4 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN BAHAYA MEROKOK DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA PUTRA DI SMA NEGERI TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Merokok menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena merupakan faktor risiko utama untuk beberapa penyakit kronis yang dapat menyebabkan kematian. Merokok adalah perilaku yang sangat merugikan kesehatan, namun masih sulit untuk dihilangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan bahaya merokok dengan perilaku merokok pada remaja putra. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis cross-sectional. Populasi pada penelitian ini sebesar 2.082 siswa dan didapatkan sampel dalam penelitian ini sejumlah 336 siswa putra yang bersekolah di SMA Negeri Tarakan. Untuk penentuan jumlah sampel setiap sekolahnya menggunakan teknik proporsional sampling dan teknik yang digunakan untuk pengambilan yang sampel yaitu purposive sampling. Hasil penelitian yang didapatkan dalam penlitian ini yaitu adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan bahaya merokok pada perilaku remaja. Analisis menggunakan fisher’s exact test yang menunjukkan nilai p 0,05 (p = 0,014) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan bahaya merokok dengan perilaku merokok. Mayoritas responden menunjukkan tingkat pengetahuan tinggi serta memiliki perilaku merokok yang rendah, sehingga penelitian ini dapat dijadikan referensi ilmu keperawatan komunitas untuk menambah wawasan informasi mengenai bahaya merokok. Peneliti berharap agar peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan memperhatikan keterbatasan yang ada pada penelitian ini sehingga penelitian ini dapat berkembang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH TEKNIK COGNITIVE RESTRUCTURING UNTUK MENGURANGI PERILAKU MEROKOK PADA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 1 NUNUKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh teknik Cognitive Restructuring dalam mengurangi perilaku merokok pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Nunukan. Perilaku merokok di kalangan remaja merupakan masalah serius dengan dampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental, serta prestasi akademik. Teknik Cognitive Restructuring, sebagai bagian dari pendekatan kognitif-behavioral, berfokus pada identifikasi dan modifikasi pola pikir yang mendukung perilaku merokok. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pre-test-post-test design. Subjek penelitian adalah siswa kelas X di SMA Negeri 1 Nunukan yang memiliki perilaku merokok, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui skala perilaku merokok yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya dengan metode Cronbach's Alpha sebesar 0.941, menunjukkan instrumen yang sangat reliabel. Intervensi Cognitive Restructuring diberikan kepada subjek selama 6 sesi. Hasil analisis data menggunakan Paired Sample T-Test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil (pre-test) dan (post-test). Hal tersebut terdapat pada nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) yang diperoleh adalah 0.001 (p 0.05), dan terdapat nilai thitung sebesar 13,986 > dari ttabel sebesar 0,304 yang berarti hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Ini menunjukkan bahwa ada pengaruh teknik cognitive restructuring untuk mengurangi perilaku merokok pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Nunukan. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa teknik cognitive restructuring dapat menjadi strategi yang efektif dalam program pencegahan dan penanganan perilaku merokok di sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PERILAKU MEROKOK ORANGTUA PADA BALITA YANG TERKENA PNEUMONIA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak, terutama pada usia balita. Salah satu faktor risiko yang signifikan namun sering diabaikan adalah paparan asap rokok di lingkungan rumah tangga. Orangtua yang merokok dapat meningkatkan risiko anak terkena pneumonia, baik melalui paparan langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku merokok orangtua pada anak yang terkena pneumonia di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo, Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 163 responden yang merupakan orangtua dari anak usia 1–5 tahun yang mengalami pneumonia. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan instrumen berupa kuesioner yang mencakup aspek durasi, frekuensi, dan intensitas merokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orangtua (89,0%) berada dalam kategori perilaku merokok sedang, 7,4% rendah, dan 3,6% tinggi. Mayoritas anak yang terkena pneumonia berusia 1–4 tahun (84,0%) dan sedikit lebih banyak berjenis kelamin laki-laki (50,3%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perilaku merokok orangtua di rumah memiliki potensi besar sebagai faktor risiko pneumonia pada anak, terutama di usia balita. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis edukasi kesehatan kepada orangtua untuk menurunkan paparan asap rokok di lingkungan rumah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Perilaku Merokok Pada Remaja Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

GAMBARAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI DI KOTA TARAKAN ABSTRAK Merokok pada remaja merupakan masalah kesehatan global dengan dampak serius, termasuk di Indonesia yang menempati peringkat ke-4 negara dengan perokok aktif tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku merokok pada siswa Sekolah Menegah Pertama Negeri di Kota Tarakan, dengan fokus pada karakteristik usia, jenis kelamin, frekuensi merokok, serta faktor sosial yang memengaruhinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan sampel 355 responden yang dipilih secara random sampling. Berdasarkan hasil penelitihan ini menunjukkan kurangnya pemahaman tentang bahaya merokok . Upaya preventif yang ada masih kurang efektif karena terbatas kesadaran individu secara mendalam. Gambaran perilaku merokok pada remaja berada dalam katagori kurang dalam perilaku merokok.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail