ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Continuity of Care (COC) merupakan pelayanan kebidanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan maternal dan neonatal serta mendukung penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Tujuan studi kasus ini adalah memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S melalui pendekatan Continuity of Care sejak kehamilan hingga pelayanan keluarga berencana. Metode yang digunakan adalah Literature Review Based Case dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi menggunakan Buku KIA dan rekam medis, serta telaah literatur. Pendokumentasian asuhan menggunakan metode SOAP. Berdasarkan hasil asuhan diperoleh Ny. S usia 42 tahun G3P2A0 dengan kehamilan risiko tinggi. Selama kehamilan ditemukan ketidaknyamanan fisiologis berupa edema ekstremitas bawah, pusing, gangguan tidur, dan peningkatan frekuensi berkemih yang dapat ditangani sesuai kebutuhan. Persalinan dilakukan melalui sectio caesarea atas indikasi kala 1 fase aktif memanjang yang mengakibatkan henti kemajuan persalinan. Masa nifas berlangsung fisiologis dengan involusi uterus dan penyembuhan luka operasi yang baik. Bayi lahir sehat tanpa komplikasi selama masa neonatal, dan ibu memilih Metode Operasi Wanita (MOW) sebagai kontrasepsi pascapersalinan. Penerapan asuhan kebidanan secara komprehensif dan berkesinambungan memberikan luaran maternal dan neonatal yang baik serta mendukung deteksi dini dan penatalaksanaan faktor risiko secara tepat. Penerapan pelayanan Continuity of Care secara konsisten pada ibu dengan kehamilan risiko tinggi diperlukan untuk mengoptimalkan kesehatan ibu dan bayi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kehamilan pada wanita dengan usia ≥35 tahun yang disertai interval kehamilan yang panjang merupakan salah satu kondisi yang tergolong berisiko tinggi karena berpotensi meningkatkan terjadinya komplikasi pada masa kehamilan, persalinan, nifas, maupun periode neonatal. Kondisi tersebut memerlukan pelayanan kebidanan yang menyeluruh, berkesinambungan, dan berorientasi pada kebutuhan ibu serta bayi agar setiap faktor risiko dapat dikenali dan ditangani sedini mungkin. Salah satu upaya yang dapat diterapkan adalah pendekatan Continuity of Care (CoC), yaitu pemberian asuhan secara berkesinambungan sejak masa kehamilan hingga pelayanan keluarga berencana. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S usia 40 tahun dengan status obstetri G3P2A0 di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah pendekatan deskriptif melalui pemberian asuhan kebidanan secara berkesinambungan. Asuhan dilaksanakan mulai dari masa kehamilan trimester III, proses persalinan, perawatan bayi baru lahir, masa nifas, hingga pelayanan kontrasepsi. Seluruh proses asuhan mengacu pada tujuh langkah manajemen kebidanan Varney dan didokumentasikan menggunakan format Subjective, Objective, Assessment, dan Plan (SOAP). Data diperoleh melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, serta telaah dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan membandingkan hasil praktik terhadap teori dan standar pelayanan kebidanan yang berlaku. Hasil studi menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung dalam kondisi fisiologis walaupun ibu memiliki faktor risiko berupa usia maternal lanjut dan jarak kehamilan yang cukup panjang. Selama kehamilan tidak ditemukan penyulit yang memerlukan tindakan rujukan. Persalinan berlangsung spontan pada kehamilan aterm dengan kondisi ibu stabil. Bayi lahir hidup, segera menangis, memiliki berat badan lahir 2.500 gram, mendapatkan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), serta memperoleh pelayanan esensial bayi baru lahir sesuai standar. Masa nifas berlangsung normal yang ditandai dengan involusi uterus yang baik, pengeluaran lokia sesuai tahapan, produksi ASI yang lancar, serta tidak ditemukan tanda infeksi maupun perdarahan. Setelah mendapatkan konseling, ibu memilih menggunakan kontrasepsi suntik tiga bulan sebagai metode keluarga berencana pasca persalinan. Penerapan asuhan kebidanan komprehensif melalui pendekatan Continuity of Care memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas pemantauan kondisi ibu dan bayi, mempercepat identifikasi faktor risiko maupun komplikasi, serta peningkatan derajat kesehatan ibu dan bayi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pada ibu maupun janin sehingga memerlukan pemantauan dan asuhan kebidanan secara berkelanjutan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi adalah melalui penerapan Continuity of Care (CoC). Laporan ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. H usia 39 tahun mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana di Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP. Asuhan dilakukan secara berkesinambungan melalui pengkajian, pemeriksaan fisik, penegakan diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi asuhan pada setiap tahap pelayanan. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan Ny. H termasuk dalam kelompok kehamilan risiko tinggi berdasarkan usia ≥35 tahun dan status grande multipara, namun tidak ditemukan komplikasi yang mengganggu kesehatan ibu dan janin. Persalinan berlangsung spontan pervaginam, bayi lahir cukup bulan dengan kondisi baik, masa nifas berjalan fisiologis tanpa komplikasi, serta bayi baru lahir mengalami adaptasi normal. Pada akhir masa pemantauan, ibu memperoleh pelayanan keluarga berencana sesuai kebutuhan dan kondisinya. Asuhan kebidanan komprehensif yang diberikan secara berkelanjutan terbukti membantu deteksi dini faktor risiko, mencegah terjadinya komplikasi, serta mendukung kesehatan ibu dan bayi secara optimal. Oleh karena itu, penerapan Continuity of Care perlu terus ditingkatkan sebagai salah satu upaya dalam mendukung penurunan angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi.