BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi belajar pada salah satu siswa kelas V-B di SDN 032 Tarakan berdasarkan indikator motivasi belajar. Penelitian di latarbelakangi oleh kondisi siswa yang menunjukkan kurangnya perhatian selama pembelajaran, kurang aktif dalam kegiatan kelas, belum menyelesaikan tugas dengan baik, serta belum memiliki gambaran yang jelas mengenai cita-cita masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan penelitian terdiri dari satu siswa kelas V-B sebagai informan primer dan wali kelas, orang tua sebagai informan sekunder yang dipilih berdasarkan kriteria penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan memalui wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data didukung melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian pada informan utama menunjukkan bahwa motivasi belajar telah terlihat melalui lima indikator, tetapi belum muncul secara konsisten pada setiap situasi. Siswa masih memerlukan dorongan dan arahan dari guru dan orang tua dalam belajar. Siswa telah memiliki cita-cita tetapi belum sepenuhnya menghubungkannya dengan usaha belajar. Penghargaan berupa pujian, hadiah, permainan, dan kuis mendapat respon positif dari siswa. Lingkungan belajar yang nyaman dan metode pembelajaran yang bervariasi juga membantu siswa lebih fokus dan antusias dalam belajar. Temuan ini menunjukkan perlunya pendampingan,dorongan positif, penghargaan terhadap usaha belajar, serta suasana belajar yang nyaman dan menarik.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi belajar pada salah satu siswa kelas V-B di SDN 032 Tarakan berdasarkan indikator motivasi belajar. Penelitian di latarbelakangi oleh kondisi siswa yang menunjukkan kurangnya perhatian selama pembelajaran, kurang aktif dalam kegiatan kelas, belum menyelesaikan tugas dengan baik, serta belum memiliki gambaran yang jelas mengenai cita-cita masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan penelitian terdiri dari satu siswa kelas V-B sebagai informan primer dan wali kelas, orang tua sebagai informan sekunder yang dipilih berdasarkan kriteria penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan memalui wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data didukung melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian pada informan utama menunjukkan bahwa motivasi belajar telah terlihat melalui lima indikator, tetapi belum muncul secara konsisten pada setiap situasi. Siswa masih memerlukan dorongan dan arahan dari guru dan orang tua dalam belajar. Siswa telah memiliki cita-cita tetapi belum sepenuhnya menghubungkannya dengan usaha belajar. Penghargaan berupa pujian, hadiah, permainan, dan kuis mendapat respon positif dari siswa. Lingkungan belajar yang nyaman dan metode pembelajaran yang bervariasi juga membantu siswa lebih fokus dan antusias dalam belajar. Temuan ini menunjukkan perlunya pendampingan,dorongan positif, penghargaan terhadap usaha belajar, serta suasana belajar yang nyaman dan menarik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke dalam sistem tenaga listrik menyebabkan perubahan profil net load akibat karakteristik daya keluaran PLTS yang fluktuatif dan intermiten. Kondisi tersebut meningkatkan kebutuhan fleksibilitas dalam penjadwalan pembangkit, khususnya pada proses unit commitment. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan unit commitment dengan mengintegrasikan demand side flexibility (DSF) untuk mengelola fluktuasi net load akibat penetrasi PLTS. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan simulasi kuantitatif pada sistem IEEE 30 Bus selama periode operasi 24 jam. Model optimasi diformulasikan menggunakan metode Mixed Integer Linear Programming dan diimplementasikan pada perangkat lunak GAMS dengan mempertimbangkan biaya bahan bakar, biaya startup dan shutdown, batas minimum dan maksimum pembangkitan, serta ramp rate. Simulasi dilakukan pada kondisi dasar serta skenario penetrasi PLTS sebesar 10%, 20%, dan 50%, baik tanpa maupun dengan penerapan DSF. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan penetrasi PLTS tanpa DSF dari 10% hingga 50% menurunkan biaya operasi dari 12.615,312 $/24 jam menjadi 11013,55 $/24 jam. Penerapan PLTS 50% yang dikombinasikan dengan DSF memberikan hasil paling terendah. Kondisi tersebut menghasilkan penurunan biaya operasi sebesar 10.097,80 $/24 jam dan memberikan penurunan biaya operasi sebesar 2.517,512 $/24 jam atau 19,95% dibandingkan kondisi awal Unit Commitment tanpa DSF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan DSF mampu meningkatkan fleksibilitas operasi sistem, mengurangi kebutuhan pembangkitan konvensional, serta membantu mengelola perubahan net load akibat fluktuasi keluaran PLTS. Dengan demikian, integrasi DSF dalam optimasi Unit Commitment dapat menjadi strategi yang efektif untuk mendukung penetrasi energi surya secara lebih ekonomis dan andal.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
ABSTRAK PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP LANJUT USIA YANG TERLANTAR DI KOTA TARAKAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap lanjut usia terlantar di Kota Tarakan berdasarkan ketentuan hukum positif di Indonesia serta mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pelaksanaannya. Perlindungan hukum terhadap lanjut usia merupakan tanggung jawab negara dalam menjamin terpenuhinya hak-hak lanjut usia, khususnya bagi lanjut usia terlantar yang rentan terhadap permasalahan sosial, ekonomi, dan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap lanjut usia terlantar secara normatif telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia yang menjamin hak lanjut usia untuk memperoleh pelayanan kesehatan, bantuan sosial, perlindungan sosial, serta kemudahan dalam penggunaan fasilitas umum. Sebagai implementasinya, Pemerintah Kota Tarakan melalui Dinas Sosial telah melaksanakan pendataan lanjut usia terlantar, pemberian bantuan sosial, pendampingan sosial, dan fasilitasi pelayanan kesehatan. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena masih terdapat hak-hak lanjut usia yang belum terpenuhi secara menyeluruh, terutama dalam aspek pemberdayaan, penyediaan fasilitas yang ramah lanjut usia, dan perlindungan sosial yang komprehensif. Belum optimalnya perlindungan hukum dipengaruhi oleh keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, koordinasi antarinstansi, kebijakan daerah, validitas data, kemiskinan, perubahan struktur keluarga, rendahnya partisipasi masyarakat, serta kondisi sosial ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan melalui pembentukan peraturan daerah, peningkatan kapasitas pemerintah daerah, penguatan layanan sosial dan kesehatan yang terintegrasi, serta peningkatan peran keluarga dan masyarakat guna mewujudkan perlindungan hukum yang efektif, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi lanjut usia terlantar di Kota Tarakan. Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Lanjut Usia, Kesejahteraan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT RS PRATAMA DI PERBATASAN NEGARA INDONESIA-MALAYSIA PROVINSI KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Rumah Sakit Pratama di wilayah perbatasan menghadapi berbagai keterbatasan yang dapat memengaruhi lingkungan kerja dan kepuasan kerja perawat. Lingkungan kerja yang kurang kondusif berpotensi menurunkan kepuasan kerja serta berdampak pada mutu pelayanan keperawatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan kerja dengan kepuasan kerja perawat di RS Pratama Perbatasan Indonesia–Malaysia Provinsi Kalimantan Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan hubungan faktor lingkungan kerja dengan kepuasan kerja perawat RS Pratama di Perbatasan Indonesia-Malaysia Provinsi Kalimantan Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan total responden sebanyak 70 orang. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antaraactoror lingkungan dengan kepuasan kerja perawat dengan nilai orelasi sedang dan positif, yang artinya yang berarti semakin baik faktor lingkungan, maka kepuasan kerja cenderung semakin tinggi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi manajemen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas lingkungan kerja guna meningkatkan kepuasan kerja perawat dan mutu pelayanan keperawatan.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT RS PRATAMA DI PERBATASAN NEGARA INDONESIA-MALAYSIA PROVINSI KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Rumah Sakit Pratama di wilayah perbatasan menghadapi berbagai keterbatasan yang dapat memengaruhi lingkungan kerja dan kepuasan kerja perawat. Lingkungan kerja yang kurang kondusif berpotensi menurunkan kepuasan kerja serta berdampak pada mutu pelayanan keperawatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan kerja dengan kepuasan kerja perawat di RS Pratama Perbatasan Indonesia–Malaysia Provinsi Kalimantan Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan hubungan faktor lingkungan kerja dengan kepuasan kerja perawat RS Pratama di Perbatasan Indonesia-Malaysia Provinsi Kalimantan Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan total responden sebanyak 70 orang. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antaraactoror lingkungan dengan kepuasan kerja perawat dengan nilai orelasi sedang dan positif, yang artinya yang berarti semakin baik faktor lingkungan, maka kepuasan kerja cenderung semakin tinggi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi manajemen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas lingkungan kerja guna meningkatkan kepuasan kerja perawat dan mutu pelayanan keperawatan.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP LANJUT USIA YANG TERLANTAR DI KOTA TARAKAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap lanjut usia terlantar di Kota Tarakan berdasarkan ketentuan hukum positif di Indonesia serta mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pelaksanaannya. Perlindungan hukum terhadap lanjut usia merupakan tanggung jawab negara dalam menjamin terpenuhinya hak-hak lanjut usia, khususnya bagi lanjut usia terlantar yang rentan terhadap permasalahan sosial, ekonomi, dan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap lanjut usia terlantar secara normatif telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia yang menjamin hak lanjut usia untuk memperoleh pelayanan kesehatan, bantuan sosial, perlindungan sosial, serta kemudahan dalam penggunaan fasilitas umum. Sebagai implementasinya, Pemerintah Kota Tarakan melalui Dinas Sosial telah melaksanakan pendataan lanjut usia terlantar, pemberian bantuan sosial, pendampingan sosial, dan fasilitasi pelayanan kesehatan. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena masih terdapat hak-hak lanjut usia yang belum terpenuhi secara menyeluruh, terutama dalam aspek pemberdayaan, penyediaan fasilitas yang ramah lanjut usia, dan perlindungan sosial yang komprehensif. Belum optimalnya perlindungan hukum dipengaruhi oleh keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, koordinasi antarinstansi, kebijakan daerah, validitas data, kemiskinan, perubahan struktur keluarga, rendahnya partisipasi masyarakat, serta kondisi sosial ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan melalui pembentukan peraturan daerah, peningkatan kapasitas pemerintah daerah, penguatan layanan sosial dan kesehatan yang terintegrasi, serta peningkatan peran keluarga dan masyarakat guna mewujudkan perlindungan hukum yang efektif, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi lanjut usia terlantar di Kota Tarakan. Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Lanjut Usia, Kesejahteraan
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan akuntansi pertanggungjawaban serta efisiensi pengendalian biaya pada PT. Trinusa Gemilang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Sumber data terdiri atas data primer dan data sekunder, dengan informan penelitian yaitu bagian keuangan dan manajer perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akuntansi pertanggungjawaban pada PT. Trinusa Gemilang belum berjalan optimal. Perusahaan telah memiliki struktur organisasi, menyusun anggaran, melakukan pencatatan biaya, dan menyusun laporan pertanggungjawaban sederhana. Namun, perusahaan belum menerapkan pemisahan biaya terkendali dan tidak terkendali, penetapan pusat pertanggungjawaban secara formal, serta kode rekening yang terstruktur. Pengendalian biaya dilakukan melalui penyesuaian anggaran dengan biaya, tetapi belum didukung laporan perbandingan anggaran dan realisasi secara terstruktur sehingga pengawasan dan evaluasi biaya belum berjalan efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Ketersediaan air bersih yang memenuhi standar kualitas merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kota Tarakan air sumur bor masih menjadi sumber utama bagi masyarakat yang belum terlayani oleh saluran air perpipaan. Namun, kualitas air sumur bor belum dipantau secara rutin, sehingga berpotensi mengalami kontaminasi yang dapat membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem pemantau kualitas air dari sumur bor berbasis internet of things untuk mendukung deteksi dini kontaminasi Lingkungan. Sistem dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pengendali utama yang terintegrasi dengan empat sensor, yaitu sensor pH (4502c), sensor kekeruhan (SEN0189) , sensor TDS (Total Dissolved Solids), dan sensor warna (TCS3200). Data hasil pengukuran dikirim ke Firebase Realtime Database dan ditampilkan melalui dashboard berbasis website untuk memudahkan pemantauan jarak jauh. Pengujian sistem meliputi kalibrasi sensor, pengujian performa komunikasi data, serta implementasi metode rule-based system yang mengacu pada standar baku mutu kualitas air bersih sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2023. Hasil kalibrasi sensor menunjukkan bahwa sensor pH memiliki nilai rata-rata error sebesar 1,13%, TDS memiliki rata-rata error sebesar 2,02%, sensor kekeruhan dan warna (TCS3200) memiliki rata-rata error sebesar 0%. Berdasarkan 30 data hasil pengujian pada dua sumur bor, sistem mengidentifikasi bahwa kualitas air tidak memenuhi kriteria kelayakan sehingga diklasifikasikan sebagai “Tidak Layak” dikarenakan salah satu parameter pengukuran melebihi ambang batas yang ditetapkan pada rule-based system yaitu, pada nilai kekeruhan sebesar 147 NTU dan TDS sebesar 507 ppm. Pengujian performa komunikasi data menunjukkan nilai packet loss sebesar 0% dan rata-rata latency sebesar 2,078 ms, yang menujukkan bahwa seluruh data berhasil dikirim dan diterima tanpa kehilangan paket selama proses pengujian. Dengan demikian, sistem pemantau kualitas air dari sumur bor berbasis IoT yang dikembangkan mampu melakukan pengukuran secara akurat, mendukung proses pemantauan kualitas air secara real-time, serta membantu deteksi dini terhadap potensi kontaminasi lingkungan.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Pencemaran makrodebris di sungai menjadi permasalahan lingkungan yang dapat menurunkan kualitas perairan serta berkontribusi terhadap pencemaran wilayah pesisir dan laut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis dan menganalisis kepadatan makrodebris pada lima sungai di Kota Tarakan, yaitu Sungai Bandara, Sungai Karang Anyar, Sungai Selumit, Sungai Sebengkok, dan Sungai Pamusian. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel menggunakan jaring berukuran 10m2 yang dipasang melintang aliran sungai. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan pada setiap lokasi dengan interval 24 jam. Parameter yang diamati meliputi jenis, jumlah, komposisi, serta kepadatan makrodebris berdasarkan jumlah dan berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 21 jenis makrodebris yang dikelompokkan ke dalam tujuh kategori, yaitu plastik, logam, kaca, kayu, kain, karet, dan kertas/kardus. Plastik merupakan kategori yang paling dominan dengan persentase sebesar 87%. Kepadatan jumlah tertinggi ditemukan di Sungai Bandara sebesar 13 item/m², sedangkan kepadatan berat tertinggi ditemukan di Sungai Pamusian sebesar 320,8 gram/m². Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat di sekitar bantaran sungai berkontribusi terhadap keberadaan makrodebris sehingga diperlukan pengelolaan sampah yang lebih efektif untuk mengurangi pencemaran perairan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Pencemaran makrodebris di sungai menjadi permasalahan lingkungan yang dapat menurunkan kualitas perairan serta berkontribusi terhadap pencemaran wilayah pesisir dan laut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis dan menganalisis kepadatan makrodebris pada lima sungai di Kota Tarakan, yaitu Sungai Bandara, Sungai Karang Anyar, Sungai Selumit, Sungai Sebengkok, dan Sungai Pamusian. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel menggunakan jaring berukuran 10m2 yang dipasang melintang aliran sungai. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan pada setiap lokasi dengan interval 24 jam. Parameter yang diamati meliputi jenis, jumlah, komposisi, serta kepadatan makrodebris berdasarkan jumlah dan berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 21 jenis makrodebris yang dikelompokkan ke dalam tujuh kategori, yaitu plastik, logam, kaca, kayu, kain, karet, dan kertas/kardus. Plastik merupakan kategori yang paling dominan dengan persentase sebesar 87%. Kepadatan jumlah tertinggi ditemukan di Sungai Bandara sebesar 13 item/m², sedangkan kepadatan berat tertinggi ditemukan di Sungai Pamusian sebesar 320,8 gram/m². Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat di sekitar bantaran sungai berkontribusi terhadap keberadaan makrodebris sehingga diperlukan pengelolaan sampah yang lebih efektif untuk mengurangi pencemaran perairan.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik gamifikasi dalam layanan bimbingan klasikal terhadap motivasi belajar siswa di SDN 005 Tarakan. Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan siswa. Namun, pada siswa kelas V SDN 005 Tarakan motivasi belajar belum berkembang secara optimal, yang ditunjukkan dengan rendahnya partisipasi, kurangnya perhatian, dan ketidakaktifan dalam proses pembelajaran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui teknik gamifikasi, yaitu pendekatan yang memanfaatkan elemen permainan untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental, one group pretest-posttest design. Adapun uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji non-paramentrik, karena data tidak berdistribusi normal. Sehingga uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test, untuk membandingkan skor sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest, dengan nilai signifikansi (Asymp. Sig.) sebesar 0,017 (p 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, teknik gamifikasi dalam layanan bimbingan klasikal terbukti berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V C SDN 005 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan akuntansi pertanggungjawaban serta efisiensi pengendalian biaya pada PT. Trinusa Gemilang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Sumber data terdiri atas data primer dan data sekunder, dengan informan penelitian yaitu bagian keuangan dan manajer perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akuntansi pertanggungjawaban pada PT. Trinusa Gemilang belum berjalan optimal. Perusahaan telah memiliki struktur organisasi, menyusun anggaran, melakukan pencatatan biaya, dan menyusun laporan pertanggungjawaban sederhana. Namun, perusahaan belum menerapkan pemisahan biaya terkendali dan tidak terkendali, penetapan pusat pertanggungjawaban secara formal, serta kode rekening yang terstruktur. Pengendalian biaya dilakukan melalui penyesuaian anggaran dengan biaya, tetapi belum didukung laporan perbandingan anggaran dan realisasi secara terstruktur sehingga pengawasan dan evaluasi biaya belum berjalan efektif.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PELANGGARAN HAK PRIVASI DALAM KEGIATAN FOTOGRAFI DI RUANG PUBLIK DALAM RANGKA KOMERSIALISASI VIDEO JOGING Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum di Indonesia terhadap pelanggaran hak privasi individu yang direkam tanpa izin di ruang publik serta untuk merumuskan bentuk perlindungan hukum yang seharusnya diberikan terhadap individu yang citra dirinya digunakan dalam praktik komersialisasi video joging Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konspetual, dan pendekatan kasus bila diperlukan. Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan non hukum yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan studi dokumen, kemudian secara kualitatif-preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan terhadap hak privasi dalam sistem hukum Indonesia pada dasarnya telah memiliki landasan normatif dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi, Undang-Undang Hak Cipta, dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Namun demikian, pengaturan tersebut masih tersebar dalam beberapa rezim hukum dan belum secara khusus mengatur komersialisasi video orang lain di ruang publik melalui platform digital. Oleh jarena itu, perlindungan hukum yang ideal harus diberikan secara berbasis melalui persetujuan yang sah. Pembatasan penggunaan komersial potret, mekanisme penghapusan konten, tanggung jawab platform digital, gugatan perdata, serta kemungkinan penerapan sanksi pidana secara proporsional.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PELANGGARAN HAK PRIVASI DALAM KEGIATAN FOTOGRAFI DI RUANG PUBLIK DALAM RANGKA KOMERSIALISASI VIDEO JOGING Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum di Indonesia terhadap pelanggaran hak privasi individu yang direkam tanpa izin di ruang publik serta untuk merumuskan bentuk perlindungan hukum yang seharusnya diberikan terhadap individu yang citra dirinya digunakan dalam praktik komersialisasi video joging Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konspetual, dan pendekatan kasus bila diperlukan. Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan non hukum yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan studi dokumen, kemudian secara kualitatif-preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan terhadap hak privasi dalam sistem hukum Indonesia pada dasarnya telah memiliki landasan normatif dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi, Undang-Undang Hak Cipta, dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Namun demikian, pengaturan tersebut masih tersebar dalam beberapa rezim hukum dan belum secara khusus mengatur komersialisasi video orang lain di ruang publik melalui platform digital. Oleh jarena itu, perlindungan hukum yang ideal harus diberikan secara berbasis melalui persetujuan yang sah. Pembatasan penggunaan komersial potret, mekanisme penghapusan konten, tanggung jawab platform digital, gugatan perdata, serta kemungkinan penerapan sanksi pidana secara proporsional.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik gamifikasi dalam layanan bimbingan klasikal terhadap motivasi belajar siswa di SDN 005 Tarakan. Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan siswa. Namun, pada siswa kelas V SDN 005 Tarakan motivasi belajar belum berkembang secara optimal, yang ditunjukkan dengan rendahnya partisipasi, kurangnya perhatian, dan ketidakaktifan dalam proses pembelajaran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui teknik gamifikasi, yaitu pendekatan yang memanfaatkan elemen permainan untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental, one group pretest-posttest design. Adapun uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji non-paramentrik, karena data tidak berdistribusi normal. Sehingga uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test, untuk membandingkan skor sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest, dengan nilai signifikansi (Asymp. Sig.) sebesar 0,017 (p 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, teknik gamifikasi dalam layanan bimbingan klasikal terbukti berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V C SDN 005 Tarakan.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak profitabilitas, reputasi underwriter terhadap fenomena underpricing dengan kondisi pasar sebagai variabel moderasi pada perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2022-2025. Dengan sampel 162 perusahaan sebagai unit analisis yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Square SEM-PLS dengan aplikasi WarpPLS 8.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap underpricing dengan arah negatif, sementara reputasi underwriter berpengaruh negatif signifikan namun lemah terhadap underpricing. Selain itu, hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa kondisi pasar mampu memoderasi korelasi antarvariabel, yaitu memperkuat secara positif dan signifikan namun lemah pengaruh profitabilitas terhadap underpricing, serta memperkuat secara negatif dan signifikan pengaruh reputasi underwriter terhadap underpricing. Secara teoritis, temuan ini memberikan dukungan teori sinyal (signaling theory) dan teori asimetri informasi dalam menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya underpricing.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak profitabilitas, reputasi underwriter terhadap fenomena underpricing dengan kondisi pasar sebagai variabel moderasi pada perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2022-2025. Dengan sampel 162 perusahaan sebagai unit analisis yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Square SEM-PLS dengan aplikasi WarpPLS 8.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap underpricing dengan arah negatif, sementara reputasi underwriter berpengaruh negatif signifikan namun lemah terhadap underpricing. Selain itu, hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa kondisi pasar mampu memoderasi korelasi antarvariabel, yaitu memperkuat secara positif dan signifikan namun lemah pengaruh profitabilitas terhadap underpricing, serta memperkuat secara negatif dan signifikan pengaruh reputasi underwriter terhadap underpricing. Secara teoritis, temuan ini memberikan dukungan teori sinyal (signaling theory) dan teori asimetri informasi dalam menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya underpricing.