ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rafika. 15201020081. 2020. “Hubungan Motivasi dengan Produktivitas Kerja Penyuluh Pertanian Lapangan di Kota Tarakan”. Dibimbing oleh Nia Kurniasih Suryana. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Motivasi penyuluh mempengaruhi produktivitas kerja penyuluh. Kinerja penyuluh akan meningkat apabila tidak sering terjadi kendala yang datang saat akan melakukan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui tingkat motivasi kerja penyuluh pertanian di Kantor Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tarakan, (2) Untuk mengetahui tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kantor Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tarakan, (3) Untuk mengetahui hubungan antara motivasi dan produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kantor Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tarakan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis skala likert dan analisis deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat motivasi dan tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kota Tarakan menunjukkan hasil yang baik dapat dilihat dari hasil penelitian bahwa tingkat motivasi kerja Penyuluh Pertanian di Kota Tarakan termasuk pada kategori tinggi, karena dilihat dari skor indikator kebutuhan untuk berprestasi yaitu 8, kemudian skor kebutuhan memperluas pergaulan yaitu 6 dan skor kebutuhan untuk menguasai suatu pekerjaan yaitu 3, Sehingga jumlah yang didapat dari keseluruhan parameter motivasi yaitu 17 dan termasuk kategori tinggi dan tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kota Tarakan termasuk pada kategori tinggi, karena dilihat dari indikator skor kuantitas kerja yaitu 6, kemudian skor kualitas kerja kerja yaitu 9 dan skor ketepatan waktu yaitu 5. Sehingga jumlah yang didapat dari keseluruhan parameter produktivitas kerja yaitu 20 dan termasuk kategori tinggi. Maka dapat di simpulkan bahwa tingkat motivasi kerja penyuluh pertanian lapangan di Kota Tarakan termasuk dalam golongan tinggi dan tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian lapangan di Kota Tarakan termasuk dalam kategori tinggi. hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara tingkat motivasi kerja dengan produktivitas kerja. Dengan motivasi yang tinggi dapat meningkatkan produktivitas kerja yang tinggi juga. Hal ini dapat dilihat dari skor motivasi yaitu 17 termasuk kategori tinggi dan skor produktivitas yaitu 20 termasuk kategori tinggi. Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah dalam pengembangan dan peningkatan kualitas SDM serta mempersiapkan perencanaan dana untuk peningkatan penghasilan pegawai dan Kepada pemerintah daerah agar dapat merancang dan menetapkan standar mutu pekerjaan, agar seluruh pegawai dapat meningkatkan kualitas pekerjaannya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor intrinsik dan ekstrinsik yang memengaruhi motivasi belajar siswa di SD Negeri 015 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 015 Tarakan dengan subjek penelitian siswa kelas V-B. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi mengenai motivasi belajar siswa serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. 1). Faktor intrinsik meliputi aktivitas belajar yang tinggi, ketekunan dalam mengerjakan tugas, dan keuletan dalam menghadapi kesulitan. Sebagian besar siswa telah menunjukkan aktivitas belajar yang cukup baik, seperti memperhatikan penjelasan guru, mengikuti kegiatan pembelajaran, mengerjakan tugas, serta berusaha menyelesaikan kesulitan secara mandiri. Namun, masih terdapat beberapa siswa yang kurang berkonsentrasi, kurang percaya diri dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan, serta masih memerlukan bimbingan dalam menyelesaikan tugas. 2). Faktor ekstrinsik meliputi adanya informasi dari guru, pemberian motivasi dari guru, dan penguatan. Informasi dan arahan yang diberikan guru membantu siswa mengikuti kegiatan pembelajaran, sedangkan pemberian motivasi dan penguatan berupa pujian, penghargaan, serta kata-kata positif dapat meningkatkan semangat, kepercayaan diri, dan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Meskipun demikian, beberapa siswa masih memerlukan motivasi dan penguatan secara berkelanjutan agar motivasi belajar tetap terjaga. Dengan demikian, faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik sama-sama berperan dalam membentuk motivasi belajar siswa di SD Negeri 015 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi belajar pada salah satu siswa kelas V-B di SDN 032 Tarakan berdasarkan indikator motivasi belajar. Penelitian di latarbelakangi oleh kondisi siswa yang menunjukkan kurangnya perhatian selama pembelajaran, kurang aktif dalam kegiatan kelas, belum menyelesaikan tugas dengan baik, serta belum memiliki gambaran yang jelas mengenai cita-cita masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan penelitian terdiri dari satu siswa kelas V-B sebagai informan primer dan wali kelas, orang tua sebagai informan sekunder yang dipilih berdasarkan kriteria penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan memalui wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data didukung melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian pada informan utama menunjukkan bahwa motivasi belajar telah terlihat melalui lima indikator, tetapi belum muncul secara konsisten pada setiap situasi. Siswa masih memerlukan dorongan dan arahan dari guru dan orang tua dalam belajar. Siswa telah memiliki cita-cita tetapi belum sepenuhnya menghubungkannya dengan usaha belajar. Penghargaan berupa pujian, hadiah, permainan, dan kuis mendapat respon positif dari siswa. Lingkungan belajar yang nyaman dan metode pembelajaran yang bervariasi juga membantu siswa lebih fokus dan antusias dalam belajar. Temuan ini menunjukkan perlunya pendampingan,dorongan positif, penghargaan terhadap usaha belajar, serta suasana belajar yang nyaman dan menarik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilaksanakan guna mengkaji sejauh mana disiplin kerja, motivasi kerja, juga budaya kerja memengaruhi kinerja guru di SMA Negeri 3 Malinau. Pendekatan yang dipakai pada penelitian ini merupakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian terdapat dari 32 guru yang berstatuskan pegawai negeri sipil (PNS). Sampel ditentukan menggunakan teknik pengambilan sampel jenuh, yang mana semua populasi dimasukkan selaku sampel penelitian. Proses pengumpulan data dilaksanakan lewat penyebarluasan kuesioner berbasis skala Likert, yang berikutnya dianalisis dengan teknik regresi linear berganda memakai aplikasi SPSS versi 25. Berdasarkan temuan analisis yang diperoleh, ditemukan bahwasanya variabel disiplin kerja, motivasi kerja, serta budaya kerja masing-masing memberikan pengaruh yang positif serta signifikan terhadap kinerja guru.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Tarakan. Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena menurunnya tingkat kehadiran pegawai serta meningkatnya absensi tanpa keterangan yang mengindikasikan belum optimalnya kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Disbudporapar Kota Tarakan. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh dengan jumlah responden sebanyak 57 orang. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 25. Variabel independen dalam penelitian ini adalah gaya kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja, sedangkan variabel dependen adalah kinerja pegawai. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris mengenai pengaruh kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai serta menjadi bahan pertimbangan bagi Disbudporapar Kota Tarakan dalam menyusun kebijakan pengelolaan sumber daya manusia guna meningkatkan kualitas kinerja pegawai dan pelayanan publik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin, motivasi, dan lingkungan kerja terhadap kinerja Guru PNS pada SMA Negeri Terpadu Unggulan | Tana Tidung Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada 30 responden. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dan uji t didukung dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Disiplin, Motivaasi dan Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru PNS Pada SMA Negeri Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung, semakin tinggi Tingkat kedisiplin guru dalam mematuhi peraturan sekolah, maka semakin baik pula kinerja yang dihasilkan, semakin baik Motivasi yang diberikan maka semakin baik pula kinerja yang dihasilkan, Lingkungan Kerja yang aman, nyaman, kondusif serta didukung fasilitas yang memadai mampu meningkatkan Kinerja guru PNS Pada SMA Negeri Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pelaksanaan penyuluhan pertanian yang ditandai dengan rendahnya intensitas kunjungan penyuluh, kurangnya komunikasi, dan materi penyuluhan yang belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan petani. Kondisi tersebut diduga memengaruhi tingkat kepuasan petani terhadap layanan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui penyuluhan pertanian di Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur (2) Menganalisis tingkat kepuasan petani serta (3) Menganalisis pengaruh motivasi penyuluh, kompetensi penyuluh, kinerja penyuluh, dan dukungan kelembagaan terhadap tingkat kepuasan petani. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 63 petani yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penyuluhan pertanian dilaksanakan oleh BPP Sebatik dengan 10 orang PPL, menggunakan metode demplot dan sekolah lapang. Kelembagaan berupa Gapoktan dan poktan (2) Tingkat kepuasan petani terhadap penyuluhan pertanian berada pada kategori cukup puas, dengan 65,08% (3)Secara simultan, motivasi penyuluh, kompetensi penyuluh, kinerja penyuluh, dan dukungan kelembagaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petani dengan nilai Fhitung sebesar 13,805 > Ftabel 2,530 dan nilai signifikansi 0,000 0,05. Secara parsial, kompetensi penyuluh (sig. = 0,000), kinerja penyuluh (sig. = 0,005), dan dukungan kelembagaan (sig. = 0,019) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petani, sedangkan motivasi penyuluh tidak berpengaruh signifikan (sig. = 0,519). Variabel yang paling dominan memengaruhi kepuasan petani adalah kompetensi penyuluh dengan nilai sig 0,000.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH SIKAP MOTIVASI DAN GAYA HIDUP KONSUEMEN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN MINUMAN KOPI (STUDI KASUS :KEDAI SIKOPI KAMPUNG SATU KOTA TARAKAN) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Sikap, Motivasi, dan Gaya Hidup secara parsial maupun simultan terhadap Keputusan Pembelian konsumen Kedai Sikopi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Kedai Sikopi, dengan sampel sebanyak 40 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, data diuji terlebih dahulu menggunakan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas, dan tidak terjadi heteroskedastisitas, sehingga model regresi layak digunakan. Hasil uji t menunjukkan bahwa Sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian dengan nilai t-hitung 3,249 > t-tabel 1,688 dan signifikansi 0,003 0,05. Motivasi juga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t-hitung 2,532 > 1,688 dan signifikansi 0,016 0,05. Sedangkan Gaya Hidup tidak berpengaruh signifikan dengan nilai t-hitung 1,356 1,688 dan signifikansi 0,184 > 0,05. Hasil uji F menunjukkan bahwa Sikap, Motivasi, dan Gaya Hidup secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian dengan nilai F-hitung 22,711 > F-tabel 3,162 dan signifikansi 0,000 0,05. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,625 menunjukkan bahwa 62,5% variabel Keputusan Pembelian dapat dijelaskan oleh variabel Sikap, Motivasi, dan Gaya Hidup, sedangkan 37,5% dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian ini. Variabel yang paling dominan mempengaruhi Keputusan Pembelian adalah Sikap dengan nilai Beta 0,425.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH SIKAP MOTIVASI DAN GAYA HIDUP KONSUEMEN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN MINUMAN KOPI (STUDI KASUS :KEDAI SIKOPI KAMPUNG SATU KOTA TARAKAN) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Sikap, Motivasi, dan Gaya Hidup secara parsial maupun simultan terhadap Keputusan Pembelian konsumen Kedai Sikopi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Kedai Sikopi, dengan sampel sebanyak 40 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, data diuji terlebih dahulu menggunakan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas, dan tidak terjadi heteroskedastisitas, sehingga model regresi layak digunakan. Hasil uji t menunjukkan bahwa Sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian dengan nilai t-hitung 3,249 > t-tabel 1,688 dan signifikansi 0,003 0,05. Motivasi juga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t-hitung 2,532 > 1,688 dan signifikansi 0,016 0,05. Sedangkan Gaya Hidup tidak berpengaruh signifikan dengan nilai t-hitung 1,356 1,688 dan signifikansi 0,184 > 0,05. Hasil uji F menunjukkan bahwa Sikap, Motivasi, dan Gaya Hidup secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian dengan nilai F-hitung 22,711 > F-tabel 3,162 dan signifikansi 0,000 0,05. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,625 menunjukkan bahwa 62,5% variabel Keputusan Pembelian dapat dijelaskan oleh variabel Sikap, Motivasi, dan Gaya Hidup, sedangkan 37,5% dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian ini. Variabel yang paling dominan mempengaruhi Keputusan Pembelian adalah Sikap dengan nilai Beta 0,425.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Demotivasi kerap kali menjadi sebuah tantangan yang dialami oleh siswa dalam belajar bahasa inggris di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami demotivasi dalam belajar bahasa Inggris serta menyelidiki tantangan yang memengaruhi motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode mixed-methods dengan desain Explanatory Sequential Design. Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada siswa kelas VIII, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap enam siswa yang dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan nilai akhir bahasa Inggris terendah. Teknik pengumpulan data meliputi kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan SPSS 25, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa demotivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang saling berkaitan. Faktor internal meliputi kesulitan dalam mempelajari bahasa Inggris, kurangnya minat belajar, dan rasa bosan, sedangkan faktor eksternal mencakup pengaruh lingkungan belajar, metode pengajaran, serta dukungan sosial yang terbatas. Selain itu, siswa menghadapi tantangan linguistik, afektif, instruksional, dan sosiokultural, dengan tantangan sosiokultural sebagai faktor yang paling dominan. Temuan penelitian juga menunjukkan adanya hubungan yang erat antara demotivasi dan tantangan belajar, di mana berbagai kesulitan yang dialami siswa berkontribusi terhadap menurunnya kepercayaan diri dan partisipasi mereka dalam pembelajaran bahasa Inggris. Demotivation is often a challenge faced by students when learning English at school. This study aimed to identify the factors causing students to experience demotivation in learning English and to investigate the challenges affecting students' motivation in learning English among eighth-grade students at SMP Negeri 11 Tarakan. This study employed a mixed-methods approach using an explanatory sequential design. Quantitative data were collected through a questionnaire distributed to eighth-grade students, while qualitative data were obtained through in-depth interviews with six students selected using purposive sampling. Data collection techniques included questionnaires, interviews, and documentation. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, while qualitative data were analyzed using an interactive model comprising data reduction, data presentation, and concluding. The results of the study indicated that students' demotivation in learning English was influenced by interrelated internal and external factors. Internal factors included difficulties in learning English, a lack of interest in learning, and boredom, while external factors included the influence of the learning environment, teaching methods, and limited social support. In addition, students faced linguistic, affective, instructional, and sociocultural challenges, with sociocultural challenges being the most dominant factor. The research findings also revealed a strong correlation between demotivation and learning challenges, wherein the various difficulties experienced by students contributed to a decline in their self-confidence and participation in English language learning.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Komunitas Wahana Pendidikan Perbatasan (WPP) terhadap motivasi belajar anak di Kelurahan Selumit Pantai. Penelitian ini didasarkan pada kondisi anak-anak di Kelurahan Selumit Pantai yang menghadapi berbagai permasalahan seperti rendahnya semangat belajar, kurangnya perhatian dan dukungan keluarga, serta pengaruh tempat tinggal yang kurang kondusif. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Penentuan subjek pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah subjek sebanyak empat orang yang terdiri dari dua relawan dan dua anak binaan komunitas WPP. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara semistruktur. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan aplikasi Nvivo. Hasil penelitian menujukkan bahwa komunitas Wahana Pendidikan Perbatasan (WPP) memiliki peran penting terhadap motivasi belajar anak di Kelurahan Selumit Pantai. Peran komunitas terlihat sebagai tempat coming out dan tempat saling menguatkan bagi anak-anak. Melalui kegiatan pendampingan belajar, bermain sambil belajar, pemberian motivasi, serta suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan, anak-anak menjadi lebih berani mengekpresikan diri, lebih percaya diri, dan lebih semangat mengikuti kegiatan belajar. Peran tersebut juga berdampak terhadap pelajaran, semangat dalam mengerjakan tugas, rasa tanggung jawab, keaktifan dalam belajar, serta muncul rasa senang dan puas selama mengikuti kegiatan pembelajaran di komunitas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi diadik antara orang tua dan anak dalam meningkatkan motivasi belajar anak di Kelurahan Pantai Amal Baru. Penelitian dilatarbelakangi oleh kondisi anak yang membantu pekerjaan orang tua sebagai pengikat rumput laut sepulang sekolah sehingga berpotensi memengaruhi motivasi belajar mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari orang tua dan anak usia Sekolah Dasar (SD) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi diadik antara orang tua dan anak berlangsung melalui komunikasi interpersonal yang ditandai dengan pemberian nasihat, motivasi, perhatian, dan pengawasan terhadap kegiatan belajar anak. Orang tua berupaya memberikan dukungan belajar meskipun memiliki keterbatasan waktu dan pendidikan. Namun, keterlibatan anak dalam membantu pekerjaan orang tua menyebabkan waktu belajar menjadi terbatas dan memengaruhi konsentrasi belajar anak. Selain itu, faktor ekonomi keluarga dan tingkat pendidikan orang tua juga memengaruhi efektivitas komunikasi dalam memotivasi belajar anak. Secara umum, komunikasi diadik yang terjalin antara orang tua dan anak cukup baik dan berperan penting dalam membangun motivasi belajar anak di lingkungan keluarga
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kepuasan kerja karyawan dalam mendukung efektivitas pelayanan publik pada Perumda Air Minum Apa’ Mening Kabupaten Malinau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, disiplin kerja, dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Sampel penelitian berjumlah 93 responden, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji instrumen, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, koefisien determinasi, dan uji t dengan bantuan IBM SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai t hitung 3,156 dan signifikansi 0,002. Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai t hitung 4,958 dan signifikansi 0,000. Motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai t hitung 3,799 dan signifikansi 0,000. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,522 menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional, disiplin kerja, dan motivasi kerja mampu menjelaskan kepuasan kerja sebesar 52,2 persen, sedangkan 47,8 persen dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja karyawan dapat ditingkatkan melalui kepemimpinan yang konsisten, disiplin kerja yang jelas dan adil, serta motivasi kerja melalui apresiasi dan peluang pengembangan diri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik gamifikasi dalam layanan bimbingan klasikal terhadap motivasi belajar siswa di SDN 005 Tarakan. Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan siswa. Namun, pada siswa kelas V SDN 005 Tarakan motivasi belajar belum berkembang secara optimal, yang ditunjukkan dengan rendahnya partisipasi, kurangnya perhatian, dan ketidakaktifan dalam proses pembelajaran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui teknik gamifikasi, yaitu pendekatan yang memanfaatkan elemen permainan untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental, one group pretest-posttest design. Adapun uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji non-paramentrik, karena data tidak berdistribusi normal. Sehingga uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test, untuk membandingkan skor sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest, dengan nilai signifikansi (Asymp. Sig.) sebesar 0,017 (p 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, teknik gamifikasi dalam layanan bimbingan klasikal terbukti berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V C SDN 005 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan investasi, modal, dan motivasi terhadap minat investasi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis, khususnya program studi manajemen di universitas Borneo Tarakan yang telah menempuh mata kuliah pasar modal pada angkatan 2022 dan 2023. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 180 responden yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner melalui Google form. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi SPSS versi 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan investasi, modal, dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan. Selain itu secara simultan pengetahuan investasi modal, dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi mahasiswa
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work life balance dan flexible work arrangement terhadap kinerja pegawai dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi pada pegawai lapangan non-ASN di Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 200 orang. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flexible work arrangement berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dan motivasi kerja. Work life balance juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai serta memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap motivasi kerja. Namun demikian, motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, hasil pengujian efek tidak langsung menunjukkan bahwa motivasi kerja tidak mampu memediasi hubungan antara flexible work arrangement maupun work life balance terhadap kinerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Pelatihan Berbasis Artificial Intelligence (AI) terhadap Kepuasan Kerja yang di mediasi oleh Motivasi pada Guru di SMK Negeri 2 Kota Tarakan. SMK Negeri 2 Kota Tarakan merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan unggulan di Kota Tarakan yang berfokus pada pengembangan pendidikan vokasi berbasis teknologi dan industri, serta memiliki beberapa program keahlian seperti Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan sampel sebanyak 98 guru. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berbasis AI berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kepuasan kerja dan motivasi kerja. Motivasi kerja juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dan tidak mampu memediasi hubungan tersebut. Nilai R² yang rendah menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan penjelasan yang terbatas. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian Pelatihan Berbasis AI dalam konteks pendidikan vokasi dengan hasil yang menunjukkan bahwa teknologi tidak secara langsung meningkatkan Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja tanpa dukungan organisasi dan kesiapan individu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
PENGARUH MOTIVASI DAN FASILITAS KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI TIDAK TETAP (PTT) PADA UPTD. SAMSAT KOTA TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh motivasi dan fasilitas kerja terhadap kinerja pegawai PTT pada UPTD. SAMSAT Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode sampling jenuh, dengan jumlah responden sebanyak 43 kinerja pegawai PTT pada UPTD. SAMSAT Kota Tarakan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS Versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja yang artinya semakin baik motivasi yang di berikan atasan maka akan baik pula kinerja pegawai, fasilitas kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja yang berarti semakin baik fasilitas kerja yang di berikan maka akan baik pula kinerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh guru SD Negeri di wilayah tersebut, dengan jumlah sampel sebanyak 109 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Kecerdasan emosional memberikan kontribusi terbesar dalam meningkatkan kinerja guru, diikuti oleh motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi. Secara simultan, keempat variabel independen tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan yang cukup dalam menjelaskan variasi kinerja guru, meskipun masih terdapat faktor lain di luar model yang turut memengaruhi. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja guru tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis, tetapi juga oleh faktor psikologis dan lingkungan organisasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya terpadu dari pihak sekolah dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kecerdasan emosional, motivasi kerja, serta menciptakan lingkungan kerja dan budaya organisasi yang kondusif guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh guru SD Negeri di wilayah tersebut, dengan jumlah sampel sebanyak 109 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Kecerdasan emosional memberikan kontribusi terbesar dalam meningkatkan kinerja guru, diikuti oleh motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi. Secara simultan, keempat variabel independen tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan yang cukup dalam menjelaskan variasi kinerja guru, meskipun masih terdapat faktor lain di luar model yang turut memengaruhi. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja guru tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis, tetapi juga oleh faktor psikologis dan lingkungan organisasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya terpadu dari pihak sekolah dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kecerdasan emosional, motivasi kerja, serta menciptakan lingkungan kerja dan budaya organisasi yang kondusif guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan.