BookOpen AccessMetadata saja
2026•
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6 - 23 BULAN DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TANJUNG SELOR Abstrak Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 menunjukkan prevalensi stunting sebesar 19,8%, yang masih berada di atas target nasional sebesar 14,2%. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Selor, prevalensi stunting masih bervariasi antar desa/kelurahan sehingga menunjukkan stunting masih menjadi masalah kesehatan di tingkat lokal. Berbagai faktor diduga berhubungan dengan kejadian stunting, antara lain kualitas pelayanan antenatal care (ANC), berat badan lahir, pemberian ASI eksklusif, dan tingkat pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 6–23 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Selor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 93 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas ANC yang baik 67,7%, bayi lahir dengan berat badan normal 69,9%, tidak mendapatkan ASI eksklusif 69,9%, dan ibu memiliki tingkat pengetahuan rendah 44,1%. Mayoritas balita mengalami stunting 51,6%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara kualitas ANC p=0,049, berat badan lahir p=0,004, pemberian ASI eksklusif p=0,044, dan tingkat pengetahuan ibu p=0,001 dengan kejadian stunting pada balita usia 6–23 bulan. Kesimpulan dari penelitian ini kualitas ANC, berat badan lahir, pemberian ASI eksklusif, dan tingkat pengetahuan ibu berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 6–23 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Selor. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas pelayanan ANC melalui skrining kesehatan ibu hamil secara komprehensif, pemantauan status gizi ibu dan janin, konseling gizi, promosi ASI eksklusif, serta peningkatan pengetahuan ibu sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6 - 23 BULAN DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TANJUNG SELOR Abstrak Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 menunjukkan prevalensi stunting sebesar 19,8%, yang masih berada di atas target nasional sebesar 14,2%. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Selor, prevalensi stunting masih bervariasi antar desa/kelurahan sehingga menunjukkan stunting masih menjadi masalah kesehatan di tingkat lokal. Berbagai faktor diduga berhubungan dengan kejadian stunting, antara lain kualitas pelayanan antenatal care (ANC), berat badan lahir, pemberian ASI eksklusif, dan tingkat pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 6–23 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Selor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 93 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas ANC yang baik 67,7%, bayi lahir dengan berat badan normal 69,9%, tidak mendapatkan ASI eksklusif 69,9%, dan ibu memiliki tingkat pengetahuan rendah 44,1%. Mayoritas balita mengalami stunting 51,6%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara kualitas ANC p=0,049, berat badan lahir p=0,004, pemberian ASI eksklusif p=0,044, dan tingkat pengetahuan ibu p=0,001 dengan kejadian stunting pada balita usia 6–23 bulan. Kesimpulan dari penelitian ini kualitas ANC, berat badan lahir, pemberian ASI eksklusif, dan tingkat pengetahuan ibu berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 6–23 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Selor. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas pelayanan ANC melalui skrining kesehatan ibu hamil secara komprehensif, pemantauan status gizi ibu dan janin, konseling gizi, promosi ASI eksklusif, serta peningkatan pengetahuan ibu sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Pneumonia masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan dan berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar pasien. Kondisi ini sering menimbulkan keluhan sesak napas, batuk berdahak, peningkatan frekuensi napas, serta penurunan toleransi aktivitas sehingga memerlukan penanganan dan asuhan keperawatan yang tepat. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada dua pasien dengan diagnosis medis Pneumonia di ruang rawat inap Anggrek A RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penegakan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi berdasarkan standar SDKI, SIKI, dan SLKI. Hasil pengkajian menunjukkan perbedaan keluhan utama pada kedua pasien, yaitu pasien 1 mengeluh batuk berdahak disertai sesak napas, sedangkan pasien 2 mengeluh sesak napas. Kesamaan data yang ditemukan pada kedua pasien meliputi takipnea, peningkatan kadar leukosit dan neutrofil, penurunan hemoglobin, serta kadar natrium rendah. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, intoleransi aktivitas, nyeri akut, risiko defisit nutrisi, gangguan integritas kulit, gangguan mobilitas fisik, defisit perawatan diri, dan gangguan pola tidur. Intervensi keperawatan yang diberikan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien, meliputi manajemen jalan napas, manajemen nyeri, manajemen energi, pemantauan nutrisi, perawatan luka, dukungan mobilisasi, dukungan perawatan diri, dan dukungan tidur. Hasil evaluasi menunjukkan pada pasien 1 diagnosis risiko defisit nutrisi tidak terjadi selama masa perawatan, sedangkan diagnosis bersihan jalan napas tidak efektif, intoleransi aktivitas, dan nyeri akut belum teratasi. Pada pasien 2, diagnosis pola napas tidak efektif, defisit perawatan diri dan gangguan pola tidur berhasil teratasi, sedangkan diagnosis yang belum teratasi yaitu gangguan mobilitas fisik dan gangguan integritas kulit. Penerapan asuhan keperawatan secara komprehensif dan terstruktur sesuai standar keperawatan diperlukan untuk membantu meningkatkan kondisi kesehatan pasien pneumonia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pneumonia masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan dan berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar pasien. Kondisi ini sering menimbulkan keluhan sesak napas, batuk berdahak, peningkatan frekuensi napas, serta penurunan toleransi aktivitas sehingga memerlukan penanganan dan asuhan keperawatan yang tepat. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada dua pasien dengan diagnosis medis Pneumonia di ruang rawat inap Anggrek A RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penegakan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi berdasarkan standar SDKI, SIKI, dan SLKI. Hasil pengkajian menunjukkan perbedaan keluhan utama pada kedua pasien, yaitu pasien 1 mengeluh batuk berdahak disertai sesak napas, sedangkan pasien 2 mengeluh sesak napas. Kesamaan data yang ditemukan pada kedua pasien meliputi takipnea, peningkatan kadar leukosit dan neutrofil, penurunan hemoglobin, serta kadar natrium rendah. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, intoleransi aktivitas, nyeri akut, risiko defisit nutrisi, gangguan integritas kulit, gangguan mobilitas fisik, defisit perawatan diri, dan gangguan pola tidur. Intervensi keperawatan yang diberikan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien, meliputi manajemen jalan napas, manajemen nyeri, manajemen energi, pemantauan nutrisi, perawatan luka, dukungan mobilisasi, dukungan perawatan diri, dan dukungan tidur. Hasil evaluasi menunjukkan pada pasien 1 diagnosis risiko defisit nutrisi tidak terjadi selama masa perawatan, sedangkan diagnosis bersihan jalan napas tidak efektif, intoleransi aktivitas, dan nyeri akut belum teratasi. Pada pasien 2, diagnosis pola napas tidak efektif, defisit perawatan diri dan gangguan pola tidur berhasil teratasi, sedangkan diagnosis yang belum teratasi yaitu gangguan mobilitas fisik dan gangguan integritas kulit. Penerapan asuhan keperawatan secara komprehensif dan terstruktur sesuai standar keperawatan diperlukan untuk membantu meningkatkan kondisi kesehatan pasien pneumonia.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan meningkatkan keaktifan serta hasil belajar siswa kelas VIII SMP Katolik Frater Don Bosco Tarakan dengan menerapkan model pembelajaran Jigsaw. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi yang dilaksanakan dalam dua siklus, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan; jika pada siklus I persentase keberhasilan hanya mencapai 16% dengan berbagai kendala, pada siklus II angka tersebut meningkat menjadi 29,6% dan telah memenuhi kriteria ketuntasan yang ditetapkan. his Classroom Action Research (CAR) aims to improve the activeness and learning outcomes of eighth-grade students of Frater Don Bosco Catholic Middle School Tarakan by implementing the Jigsaw learning model. Data were collected through observation, testing, and documentation carried out in two cycles, including the planning, implementation, observation, and reflection stages. The results showed a significant increase; if in cycle I the percentage of success only reached 16% due to various obstacles, in cycle II the figure increased to 29.6% and has met the established completion criteria.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan meningkatkan keaktifan serta hasil belajar siswa kelas VIII SMP Katolik Frater Don Bosco Tarakan dengan menerapkan model pembelajaran Jigsaw. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi yang dilaksanakan dalam dua siklus, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan; jika pada siklus I persentase keberhasilan hanya mencapai 16% dengan berbagai kendala, pada siklus II angka tersebut meningkat menjadi 29,6% dan telah memenuhi kriteria ketuntasan yang ditetapkan. his Classroom Action Research (CAR) aims to improve the activeness and learning outcomes of eighth-grade students of Frater Don Bosco Catholic Middle School Tarakan by implementing the Jigsaw learning model. Data were collected through observation, testing, and documentation carried out in two cycles, including the planning, implementation, observation, and reflection stages. The results showed a significant increase; if in cycle I the percentage of success only reached 16% due to various obstacles, in cycle II the figure increased to 29.6% and has met the established completion criteria.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Nur Okta Herlina 2040606027 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi terhadap kemampuan mengelola waktu belajar siswa putri kelas IX MTs Hurrasul Aqidah, Program Studi Bimbingan Dan Konseling Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan, pembimbing utama Tri Cahyono, M.Pd dan Siti Rahmi, S. Sos. I., M. Pd selaku dosen pembimbing anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh teknik diskusi dalam mengelola waktu belajar siswa putri MTs Hurrasul Aqidah. Teknik diskusi yaitu teknik yang berguna untuk membantu siswa untuk mengatur waktu belajar melalui penetapan tujuan, monitoring diri, serta pemberian penguatan. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperiment dan one-group pretest posttest design. Subjek penelitian adalah siswa putri kelas IX MTs Hurrasul Aqidah yang mengalami permasalahan mengelola waktu belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pretest dan posttest, dimana setelah diberikan perlakuan, kemampuan mengelola waktu belajar meningkatkan secara signifikan. Instrumen yang digunakan berupa angket mengelola waktu belajar siswa. Berdasarkan hasil kategorisasi sedang dimana siswa sudah mampu mengatur jadwal, mengalokasikan waktu belajar,mengalami peningkatan ke kategori tinggi dimana siswa memiliki kemampuan mengontrol diri dan prioritas tigas, hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan mengelola waktu belajar setelah siswa mengikuti layanan bimbingan kelompok efektif membantu siswa memahami masalah pengelolaan waktu, menemukan solusi bersama, serta memotivasi mereka menerapkan strategi yang disepakati dalam kegiatan kelompok. Selain itu, interaksi antar anggota kelompok mampu memperkuat kesadaran dan tanggung jawab belajar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi berpengaruh positif terhadap kemampuan mengelola waktu belajar siswa putri kelas IX MTs Hurrasul Aqidah. Layanan ini direkomendasikan sebagai salah satu alternatif intervensi dalam meningkatkan keterampilan manajemen waktu dilingkungan madrasah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nur Okta Herlina 2040606027 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi terhadap kemampuan mengelola waktu belajar siswa putri kelas IX MTs Hurrasul Aqidah, Program Studi Bimbingan Dan Konseling Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan, pembimbing utama Tri Cahyono, M.Pd dan Siti Rahmi, S. Sos. I., M. Pd selaku dosen pembimbing anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh teknik diskusi dalam mengelola waktu belajar siswa putri MTs Hurrasul Aqidah. Teknik diskusi yaitu teknik yang berguna untuk membantu siswa untuk mengatur waktu belajar melalui penetapan tujuan, monitoring diri, serta pemberian penguatan. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperiment dan one-group pretest posttest design. Subjek penelitian adalah siswa putri kelas IX MTs Hurrasul Aqidah yang mengalami permasalahan mengelola waktu belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pretest dan posttest, dimana setelah diberikan perlakuan, kemampuan mengelola waktu belajar meningkatkan secara signifikan. Instrumen yang digunakan berupa angket mengelola waktu belajar siswa. Berdasarkan hasil kategorisasi sedang dimana siswa sudah mampu mengatur jadwal, mengalokasikan waktu belajar,mengalami peningkatan ke kategori tinggi dimana siswa memiliki kemampuan mengontrol diri dan prioritas tigas, hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan mengelola waktu belajar setelah siswa mengikuti layanan bimbingan kelompok efektif membantu siswa memahami masalah pengelolaan waktu, menemukan solusi bersama, serta memotivasi mereka menerapkan strategi yang disepakati dalam kegiatan kelompok. Selain itu, interaksi antar anggota kelompok mampu memperkuat kesadaran dan tanggung jawab belajar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi berpengaruh positif terhadap kemampuan mengelola waktu belajar siswa putri kelas IX MTs Hurrasul Aqidah. Layanan ini direkomendasikan sebagai salah satu alternatif intervensi dalam meningkatkan keterampilan manajemen waktu dilingkungan madrasah.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk melihat Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap Loyalitas Pelanggan Pada Kedai Lupa Ngopi Di Kota Tarakan Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner pada 280 responden menggunakan Teknik purposive sampling. Metode Analisa yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan bantuan program SPSS Versi 25.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel harga, proses, dan bukti fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Sementara itu, variabel produk berpengaruh positif tetapi tidak signifikan. Adapun variabel tempat, promosi, dan orang berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak semua elemen bauran pemasaran memiliki kekuatan yang sama dalam membentuk loyalitas, dan loyalitas pelanggan lebih banyak dipengaruhi oleh nilai manfaat, pengalaman pelayanan, serta kondisi fisik yang dirasakan konsumen.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Kecemasan mengajar matematika sering kali dialami oleh mahasiswa calon guru, khususnya dalam Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecemasan mahasiswa PLP PGSD UBT angkatan 2021 dalam mengajar matematika di Sekolah Dasar. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian kuantitatif deskriptif ini melibatkan 104 mahasiswa PLP PGSD UBT angkatan 2021 sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui angket dan wawancara, kemudian dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66% (68 mahasiswa) mengalami kecemasan mengajar matematika pada kategori sedang, diikuti 19% (20 mahasiswa) kategori tinggi, dan 15% (16 mahasiswa) kategori rendah. Wawancara mendalam dengan tiga sampel kunci menunjukkan mahasiswa mengalami kecemasan meliputi keterbatasan penguasaan materi, kurangnya pengalaman mengajar matematika yang berdampak pada rendahnya kepercayaan diri dan self efficacy, serta kurangnya kesiapan dan keterampilan manajemen kelas. Temuan ini mengindikasikan perlunya dukungan lebih lanjut bagi mahasiswa PLP PGSD untuk mengatasi kecemasan dalam pengajaran matematika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk melihat Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap Loyalitas Pelanggan Pada Kedai Lupa Ngopi Di Kota Tarakan Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner pada 280 responden menggunakan Teknik purposive sampling. Metode Analisa yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan bantuan program SPSS Versi 25.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel harga, proses, dan bukti fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Sementara itu, variabel produk berpengaruh positif tetapi tidak signifikan. Adapun variabel tempat, promosi, dan orang berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak semua elemen bauran pemasaran memiliki kekuatan yang sama dalam membentuk loyalitas, dan loyalitas pelanggan lebih banyak dipengaruhi oleh nilai manfaat, pengalaman pelayanan, serta kondisi fisik yang dirasakan konsumen.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kecemasan mengajar matematika sering kali dialami oleh mahasiswa calon guru, khususnya dalam Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecemasan mahasiswa PLP PGSD UBT angkatan 2021 dalam mengajar matematika di Sekolah Dasar. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian kuantitatif deskriptif ini melibatkan 104 mahasiswa PLP PGSD UBT angkatan 2021 sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui angket dan wawancara, kemudian dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66% (68 mahasiswa) mengalami kecemasan mengajar matematika pada kategori sedang, diikuti 19% (20 mahasiswa) kategori tinggi, dan 15% (16 mahasiswa) kategori rendah. Wawancara mendalam dengan tiga sampel kunci menunjukkan mahasiswa mengalami kecemasan meliputi keterbatasan penguasaan materi, kurangnya pengalaman mengajar matematika yang berdampak pada rendahnya kepercayaan diri dan self efficacy, serta kurangnya kesiapan dan keterampilan manajemen kelas. Temuan ini mengindikasikan perlunya dukungan lebih lanjut bagi mahasiswa PLP PGSD untuk mengatasi kecemasan dalam pengajaran matematika.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
media pembelajaran merupakan sarana penyampaian isi pembelajaran kepada siswa. Penggunaan media dapat menarik minat siswa dalam pembelajaran. meningkatkan motivasi dan mempermudahkan pemahaman materi. penelitin ini bertujuan untuk mengembangkan media video pembelajaran dengan pendekatan kontekstual yang layak dan menarik. kelayakan ditinjau dari hasil validasi ahli materi, hasil ahli media dan hasil ahli bahasa. kemenarikan ditinjau dari hasil respon siswa. penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development)dengan alur model ADDIE. Model addie terdiri 5 tahapan yakni analysis, design,development,implementation,dan evaluation. instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar validasi dan angket respon siswa. penelitian ini dilakukan dikelas IV SDN 006 Tarakan. hasil validasi ahli materi diperoleh sebesar 80%, termasuk kategori layak, ahli media diperoleh sebesar 88,33%, termasuk kategori sangat layak, ahli bahsa diperoleh sebesar 83,13% termasuk kategori sangat layak. hasil respon siswa uji coba terbatas diperoleh sebesar 82,54%, termasuk kategori sangat menarik, dn hasil uji coba lapangan diperoleh sebesar 89,72%, termasuk kategori sangat menarik. berdasarkan hasil validasi materi, media dan bahasa, serta angket respon siswa pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan maka video pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dinyatakan layak dan menarik digunakan dalam proses pembelajaran learning media server as a crucial tool for delivering educational content to students. the effective use of media can enhance student interest in learning, boost motivation, and facilitate comprehension of subject matter. this study aims to develop a learning video media using a contextual approach that is both feasible and engaging feasibility was assessed based on validation results from subject matter experts, media experts, and language experts. engagement was evaluated through student response data. this study employ'a research and development (R&D) methodology following the ADDIE model, which consists of five phases: analisis,design, development, implementation,and evaluation. data collection instruments included validation sheets and student response questionnaires. the study was conducted in class IV C at SDN 006 Tarakan. the validation results from subject matter experts yielded an 80% score, categorized as"feasible"media experts provided an 88,33%score, falling into the "very feasible"category, and language experts gave an 83.13% score, also deemed"very feasible"student responses from the limited trial showed an 82.54% score, categorized as very engaging while field trial student responses reached 89,72%, also considered very engaging based on the validation results for material, media,and language as well as student responses questionnaires from both limited and field trials, the learning video developed with a contextual approach is declared feasible and engaging for use in the learning process
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Kemampuan membaca pemahaman sangat penting sebagai dasar bagi peserta didik dalam memperoleh informasi dan meningkatkan kualitas dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan membaca pemahaman pada peserta didik kelas IV-A di SD Negeri 015 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui tes kemampuan membaca pemahaman, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, terdapat empat subjek yang mewakili empat kategori kemampuan membaca pemahaman, yaitu sangat baik (S1), baik (S2), cukup (S3), dan kurang (S4). Indikator yang digunakan dalam menilai kemampuan membaca pemahaman peserta didik meliputi, 1) Kemampuan menangkap arti kata atau ungkapan dalam teks, 2) Kemampuan menangkap makna tersurat maupun tersirat, 3) Kemampuan dalam membuat kesimpulan, 4) Kemampuan dalam menentukan amanat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kemampuan membaca pemahaman tiap peserta didik. Peserta didik dengan kategori sangat baik mampu memenuhi seluruh indikator sehingga mendapatkan nilai tes 90. Kemudian peserta didik kategori baik mampu menjawab sebagian besar indikator dengan benar, namun masih kesulitan dalam menangkap makna tersirat sehingga mendapatkan nilai 86,2. Pada kategori cukup, peserta didik hanya memenuhi beberapa indikator dan menunjukkan kesulitan dalam membuat kesimpulan dan menentukan amanat sehingga mendapatkan nilai 76,2. Sementara peserta didik kategori kurang menunjukkan kesulitan dalam memahami isi bacaan, termasuk dalam menangkap makna kata, menyimpulkan isi, dan menentukan amanat sehingga mendapatkan nilai 31,4.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan membaca pemahaman sangat penting sebagai dasar bagi peserta didik dalam memperoleh informasi dan meningkatkan kualitas dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan membaca pemahaman pada peserta didik kelas IV-A di SD Negeri 015 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui tes kemampuan membaca pemahaman, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, terdapat empat subjek yang mewakili empat kategori kemampuan membaca pemahaman, yaitu sangat baik (S1), baik (S2), cukup (S3), dan kurang (S4). Indikator yang digunakan dalam menilai kemampuan membaca pemahaman peserta didik meliputi, 1) Kemampuan menangkap arti kata atau ungkapan dalam teks, 2) Kemampuan menangkap makna tersurat maupun tersirat, 3) Kemampuan dalam membuat kesimpulan, 4) Kemampuan dalam menentukan amanat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kemampuan membaca pemahaman tiap peserta didik. Peserta didik dengan kategori sangat baik mampu memenuhi seluruh indikator sehingga mendapatkan nilai tes 90. Kemudian peserta didik kategori baik mampu menjawab sebagian besar indikator dengan benar, namun masih kesulitan dalam menangkap makna tersirat sehingga mendapatkan nilai 86,2. Pada kategori cukup, peserta didik hanya memenuhi beberapa indikator dan menunjukkan kesulitan dalam membuat kesimpulan dan menentukan amanat sehingga mendapatkan nilai 76,2. Sementara peserta didik kategori kurang menunjukkan kesulitan dalam memahami isi bacaan, termasuk dalam menangkap makna kata, menyimpulkan isi, dan menentukan amanat sehingga mendapatkan nilai 31,4.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
media pembelajaran merupakan sarana penyampaian isi pembelajaran kepada siswa. Penggunaan media dapat menarik minat siswa dalam pembelajaran. meningkatkan motivasi dan mempermudahkan pemahaman materi. penelitin ini bertujuan untuk mengembangkan media video pembelajaran dengan pendekatan kontekstual yang layak dan menarik. kelayakan ditinjau dari hasil validasi ahli materi, hasil ahli media dan hasil ahli bahasa. kemenarikan ditinjau dari hasil respon siswa. penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development)dengan alur model ADDIE. Model addie terdiri 5 tahapan yakni analysis, design,development,implementation,dan evaluation. instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar validasi dan angket respon siswa. penelitian ini dilakukan dikelas IV SDN 006 Tarakan. hasil validasi ahli materi diperoleh sebesar 80%, termasuk kategori layak, ahli media diperoleh sebesar 88,33%, termasuk kategori sangat layak, ahli bahsa diperoleh sebesar 83,13% termasuk kategori sangat layak. hasil respon siswa uji coba terbatas diperoleh sebesar 82,54%, termasuk kategori sangat menarik, dn hasil uji coba lapangan diperoleh sebesar 89,72%, termasuk kategori sangat menarik. berdasarkan hasil validasi materi, media dan bahasa, serta angket respon siswa pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan maka video pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dinyatakan layak dan menarik digunakan dalam proses pembelajaran learning media server as a crucial tool for delivering educational content to students. the effective use of media can enhance student interest in learning, boost motivation, and facilitate comprehension of subject matter. this study aims to develop a learning video media using a contextual approach that is both feasible and engaging feasibility was assessed based on validation results from subject matter experts, media experts, and language experts. engagement was evaluated through student response data. this study employ'a research and development (R&D) methodology following the ADDIE model, which consists of five phases: analisis,design, development, implementation,and evaluation. data collection instruments included validation sheets and student response questionnaires. the study was conducted in class IV C at SDN 006 Tarakan. the validation results from subject matter experts yielded an 80% score, categorized as"feasible"media experts provided an 88,33%score, falling into the "very feasible"category, and language experts gave an 83.13% score, also deemed"very feasible"student responses from the limited trial showed an 82.54% score, categorized as very engaging while field trial student responses reached 89,72%, also considered very engaging based on the validation results for material, media,and language as well as student responses questionnaires from both limited and field trials, the learning video developed with a contextual approach is declared feasible and engaging for use in the learning process
BookOpen AccessMetadata saja
2024•
Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan alami pertama bayi yang mengandung semua energi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi di bulan pertama kehidupan. Menurut WHO sekitar 44% bayi yang berusia 0-6 bulan mendapatkan ASI eksklusif yang optimal, sedangkan target WHO di tahun 2025 sebesar 50%. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tarakan pada tahun 2023 pencapaian sampai akhir Desember 2023 sekitar 64,60% ASI eksklusif. Target nasional bayi usia 0-6 bulan mendapatkan ASI eksklusif belum mencapai target 80%. Salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu pekerjaan dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui hubungan pekerjaan dan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI eksklusif usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ada ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan dari bulan September 2023-Februari 2024 dengan jumlah 139 ibu menyusui. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 58 responden dengan teknik nonprobability menggunakan metode random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil uji chi square diperoleh nilai p-value pekerjaaan sebesar 0,0070,05 dan dukungan keluarga sebersar 0,0000,05, sehingga dapat di simpulkan ada hubungan pekerjaan dan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI eksklusif usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan alami pertama bayi yang mengandung semua energi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi di bulan pertama kehidupan. Menurut WHO sekitar 44% bayi yang berusia 0-6 bulan mendapatkan ASI eksklusif yang optimal, sedangkan target WHO di tahun 2025 sebesar 50%. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tarakan pada tahun 2023 pencapaian sampai akhir Desember 2023 sekitar 64,60% ASI eksklusif. Target nasional bayi usia 0-6 bulan mendapatkan ASI eksklusif belum mencapai target 80%. Salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu pekerjaan dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui hubungan pekerjaan dan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI eksklusif usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ada ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan dari bulan September 2023-Februari 2024 dengan jumlah 139 ibu menyusui. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 58 responden dengan teknik nonprobability menggunakan metode random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil uji chi square diperoleh nilai p-value pekerjaaan sebesar 0,0070,05 dan dukungan keluarga sebersar 0,0000,05, sehingga dapat di simpulkan ada hubungan pekerjaan dan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI eksklusif usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis google site pada materi sistem ekskresi manusia di SMP yang valid berdasarkan penilaian para ahli dan praktis berdasarkan respons siswa terhadap media yang dikembangkan. Jenis Penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE yang dikembangkan oleh Robert Maribe Branch. Validator ahli pada penelitian dan pengembangan ini adalah ahli media, ahli materi, ahli bahasa, dan praktisi. Hasil validasi ahli media memperoleh presentase sebesar 96,67% dengan kriteria sangat valid, ahli materi memperoleh presentase sebesar 92,85% dengan kriteria sangat valid, ahli bahasa memperoleh presentase sebesar 98,00% dengan kriteria sangat valid dan praktisi memperoleh presentase sebesar 87,69% dengan kriteria sangat valid. Tahap uji coba lapangan terdiri dari uji coba perorangan pada 1 orang siswa kelas X, uji coba kelompok kecil pada 6 orang siswa kelas X, dan uji coba kelompok besar pada 1 kelas VIII siswa yang berjumlah 24 orang. Uji coba perorangan memperoleh presentase skor sebesar 89,33% dengan kriteria sangat praktis, uji coba kelompok kecil memperoleh presentase sebesar 86,21% dengan kategori sangat praktis dan uji coba kelompok besar memperoleh presentase sebesar 90,88% dengan kriteria sangat praktis. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka media pembelajaran berbasis google site pada materi sistem ekskresi manusia dapat dikategorikan sangat valid dan praktis untuk digunakan sebagai media pembelajaran dikelas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis google site pada materi sistem ekskresi manusia di SMP yang valid berdasarkan penilaian para ahli dan praktis berdasarkan respons siswa terhadap media yang dikembangkan. Jenis Penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE yang dikembangkan oleh Robert Maribe Branch. Validator ahli pada penelitian dan pengembangan ini adalah ahli media, ahli materi, ahli bahasa, dan praktisi. Hasil validasi ahli media memperoleh presentase sebesar 96,67% dengan kriteria sangat valid, ahli materi memperoleh presentase sebesar 92,85% dengan kriteria sangat valid, ahli bahasa memperoleh presentase sebesar 98,00% dengan kriteria sangat valid dan praktisi memperoleh presentase sebesar 87,69% dengan kriteria sangat valid. Tahap uji coba lapangan terdiri dari uji coba perorangan pada 1 orang siswa kelas X, uji coba kelompok kecil pada 6 orang siswa kelas X, dan uji coba kelompok besar pada 1 kelas VIII siswa yang berjumlah 24 orang. Uji coba perorangan memperoleh presentase skor sebesar 89,33% dengan kriteria sangat praktis, uji coba kelompok kecil memperoleh presentase sebesar 86,21% dengan kategori sangat praktis dan uji coba kelompok besar memperoleh presentase sebesar 90,88% dengan kriteria sangat praktis. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka media pembelajaran berbasis google site pada materi sistem ekskresi manusia dapat dikategorikan sangat valid dan praktis untuk digunakan sebagai media pembelajaran dikelas.