Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. M di puskesmas sebengkok
Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny.M di puskesmas sebengkok
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny.M di puskesmas sebengkok
Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pada ibu maupun janin sehingga memerlukan pemantauan dan asuhan kebidanan secara berkelanjutan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi adalah melalui penerapan Continuity of Care (CoC). Laporan ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. H usia 39 tahun mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana di Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP. Asuhan dilakukan secara berkesinambungan melalui pengkajian, pemeriksaan fisik, penegakan diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi asuhan pada setiap tahap pelayanan. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan Ny. H termasuk dalam kelompok kehamilan risiko tinggi berdasarkan usia ≥35 tahun dan status grande multipara, namun tidak ditemukan komplikasi yang mengganggu kesehatan ibu dan janin. Persalinan berlangsung spontan pervaginam, bayi lahir cukup bulan dengan kondisi baik, masa nifas berjalan fisiologis tanpa komplikasi, serta bayi baru lahir mengalami adaptasi normal. Pada akhir masa pemantauan, ibu memperoleh pelayanan keluarga berencana sesuai kebutuhan dan kondisinya. Asuhan kebidanan komprehensif yang diberikan secara berkelanjutan terbukti membantu deteksi dini faktor risiko, mencegah terjadinya komplikasi, serta mendukung kesehatan ibu dan bayi secara optimal. Oleh karena itu, penerapan Continuity of Care perlu terus ditingkatkan sebagai salah satu upaya dalam mendukung penurunan angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi.
Through ongoing support across the prenatal, intranatal, postnatal, and neonatal stages, holistic maternity services, also known as continuity of care (CoC), strive to detect problems early. Mrs. Saya, G3P2A0, 35, has been receiving this care at the Karang Rejo Community Health Center since February 27, 2026, when she was 37 weeks and 3 days pregnant. Evaluation results indicated that both mother and fetus were in good condition. The client had attended six antenatal visits according to established standards. A hemoglobin examination revealed mild anemia with a Hb value of 10.7 g/dL and complaints of lower back pain. Education covered the importance of balanced nutrition, adherence to iron tablet consumption, recognition of maternal emergency signs, and childbirth preparedness. The labor proceeded physiologically on March 5, 2026, at 38 weeks and 2 days pregnant, following the standard 60-step APN. The labor lasted 3 hours and 30 minutes, from 6:30 a.m. to 10:00 a.m. WITA (Central Indonesian Time), without any complications. During the expulsive phase (stage II), lasting 8 minutes, meconium was detected in the amniotic fluid, but the baby was born spontaneously in good condition. The baby girl weighed 3200 grams, was 50 cm long, and had an Apgar score of 8/9. The placenta was delivered (stage III) in 8 minutes, between 10:08 and 10:15 WITA (Central Indonesian Time), without complications. Stage IV lasted 2 hours, and observations showed no complications or postpartum hemorrhage. Postpartum monitoring showed the mother's condition remained stable until the 28th day after delivery. Uterine involution occurred with good signs and no infection. The mother was provided with education on nutrition, personal hygiene, breastfeeding techniques, and family planning. The newborn was conscious until 28 days old, exhibited good health, normal reflexes, and was uncomplicated. Education for the baby included nursing care, exclusive breastfeeding, developmental monitoring, and basic immunizations. Overall, continuous care helps maintain the stability of the mother and baby and reduces the risk of complications
Asuhan kebidanan komprehensif (Continuity of Care) dapat mengoptimalkan deteksi resiko tinggi maternal dan neonatal. Upaya tersebut dapat melibatkan berbagai sektor untuk melaksanakan pendampingan pada ibu hamil sebagai upaya promotif dan preventif dimulai sejak ditemukan ibu hamil sampai ibu dalam masa nifas dan berakhir melalui konseling, informasi dan edukasi (KIE) serta kemampuan identifikasi resiko pada ibu hamil sehingga mampu melakukan rujukan (Yulita et al., 2019). Penatalaksanaan asuhan masa nifas dan bayi baru lahir menyesuaikan kebutuhan selama masa nifas dan bayi baru lahir.Selama melakukan asuhan kebidanan komprehensif tidak didapatkan masalah pada kehamilan. Pada persalinan tidak di temukan masalah. Pada kunjungan nifas dan bayi tidak ditemukan adanya masalah, ibu dan bayi dalam keadaan baik, asuhan yang diberikan sesuai standar yang telah ditetapkan. Asuhan kebidanan komprehensif telah di dokumentasikan dalam bentuk SOAP.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. D DI KLINIK UTAMA CARSA Asuhan Kebidanan Komprhensif adalah asuhan kebidanan yang dilakukan mulai antenatal care, intranatal care, postnatal care, dan bayi baru lahir pada pasien secara keseluruhan. SDKI mencatat AKI di Indonesia tahun 2019 masih tinggi dari 305 per 100.000 kelahiran hidup. Pada tahun 2018 di Kalimantan Utara ditemukan AKI mencapai 6 kasus dan AKB mencapai 15 kasus. Tujuan laporan tugas akhir ini yaitu melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. D G1P0A0 yang di mulai pada tanggal 18 April – 20 April 2022. Pengkajian dilakukan terhadap Ny. D G1P0A0 yaitu melakukan kunjungan Antenatal Care sebanyak 6 kali. Asuhan yang dilakukan pada persalinan yaitu pada tanggal 20 April 2022, dimulai pada pukul 03.25 WITA. Umur kehamilan 39 minggu 4 hari. Persalinan Ny. D dimana kala 1 berlangsung selama 5 jam, kala II berlangsung 25 menit, Kala III berlangsung selama 5 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Masa nifas Ny. D berjalan dengan normal dilakukan pemeriksaan pada saat 2 jam post partum. Observasi pada bayi baru lahir dilakukan pada saat bayi baru lahir. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan komprehensif yang telah dilakukan pada Ny. D selama pemeriksaan, ibu mengalami ketidaknyaman pada trimester ketiga yaitu sering BAK dan diberikan KIE terkait ketidaknyamanan trimester 3, pada persalinan tidak didapatkan masalah, pada asuhan nifas dan bayi baru lahir tidak terdapat masalah. Kata kunci : Kehamilan, Persalinan, Bayi Baru Lahir, Masa Nifas.
Asuhan Komprehensif yaitu manajemen kebidanan mulai dari ibu hamil, bersalin, sampai bayi baru lahir sehingga persalinan dapat berlangsung dengan aman dan bayi yang dilahirkan selamat dan sehat sampai dengan masa nifas. Tujuan Asuhan kebidanan yang komprehensif dapat mengoptimalkan deteksi resiko tinggi maternal dan neonatal. Pelaksanaan Asuhan Kebidanan Komprehensif dimulai pada 2 April 2022 di Puskesmas Karang Rejo Tarakan pada Ny. A G2P1A0 usia 27 tahun sebagai responden untuk pelaksanaan asuhan. Metode Asuhan kebidanan komprehensif telah di dokumentasikan dalam bentuk SOAP dari usia kehamilan 36 minggu sampai nifas 1 hari. Asuhan kehamilan ditemukan adanya kesenjangan yaitu pada status imunisasi TT ibu, kunjungan dilakukan sebanyak 2 kali pada usia kehamilan 36 - 37 minggu, selama kunjungan ibu mengeluh pada kunjungan ulang,yaitu nyeri punggung, pemeriksaan tanda-tanda vital dalam batas normal. Asuhan persalinan terjadi pada tanggal 18 April 2022 bersalin secara normal dan tidak ada robekan. Bayi lahir spontan, JK: perempuan, BB: 3300 gram, PB: 52 cm, A/S 9/10 bayi menangis kuat, tidak ditemukan adanya kelainan pada bayi, kemudian dilakukan perawatan bayi baru lahir. Kunjungan nifas dilakukan sebanyak 2 kali (6 jam dan 1 hari). Masa nifas berjalan dengan fisiologis. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan komprehensif yang telah dilakukan pada Ny. A tidak didapatkan masalah pada kehamilan, persalinan, nifas dan bayi, kondisi ibu dan bayi dalam keadaan baik, asuhan yang diberikan pada Ny. A telah sesuai standar yang telah ditetapkan.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.R DI PUSKESMAS SEBENGKOK ABSTRAK Pemeriksaan ANC dilakukan di fasilitas kesehatan merupakan upaya untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental pada ibu hamil secara optimal, hingga mampu menghadapi masa persalinan, nifas dan menghadapi pemberian ASI secara ekslusif, serta kembalinya kesehatan alat reproduksi. Tujuan umum melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R sesuai standar pelayanan kebidanan mulai dari kehamilan, persalinan, BBL dan Nifas. Mulai dari pengkajian data, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan dan pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Hasil pemeriksaan dilakukan pendampingan secara komprehensif dan data diperoleh di Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan dari bulan Maret 2022 Ny. R G1P0A0 umur 18 tahun. Tanggal 24 Maret 2022 Ny. R datang ingin memeriksakan kehamilannya, hasil pemeriksaan Ny. R hamil 37 minggu 4 hari didapatkan IMT 20,6 kg/m². Pada kunjungan ulang tanggal 29 Maret 2022 Ny. R hamil 37 minggu didapatkan masalah pada kehamilan yaitu nyeri pinggang. Pada tanggal 26 April 2022 Ny. R G1P0A0 hamil 38 minggu, partus Kala I fase aktif berlangsung selama 5 jam dari jam 03.20-07.30 WITA, Kala II berlangsung selama 15 menit bayi lahir spontan pukul 08.05 WITA, Kala III berlangsung 5 menit plasenta lahir lengkap pukul 08.10 WITA, Kala IV berlangsung selama 2 jam. Pada tanggal 26 April 2022 bayi lahir spontan menangis kuat, warna kulit kemerahan, tonus otot baik. Perineum ibu terdapat robekan derajat dua. Pada kunjungan nifas 6 jam yang dialami ibu normal dan tidak ada kelainan. Masa kehamilan terdapat masalah dan masalah dapat teratasi, sedangkan masa persalinan, bayi baru lahir dan nifas tidak ditemukan masalah. Diharapkan pasien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan selama dilakukan asuhan kebidanan sehingga dapat mengetahui pentingnya pengawasan pada saat hamil, bersalin, bayi baru lahir dan nifas.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. S DIPUSKESMAS SEBENGKOK ABSTRAK Pemeriksaan ANC yang dilakukan di fasilitas kesehatan merupakan upaya untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental pada ibu hamil secara optimal, hingga mampu menghadapi masa persalinan, nifas maupun menghadapi pemberian ASI secara ekslusif, serta kembalinya kesehatan alat reproduksi dengan wajar. Tujuan umum melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S sesuai standar pelayanan kebidanan mulai dari kehamilan, persalinan, BBL dan Nifas. Mulai dari pengkajian data, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan dan pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Hasil pemeriksaan dilakukan pendampingan secara komprehensif dan data diperoleh di Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan dari bulan Maret 2022 Ny. S G6P5A0 umur 39 tahun. Tanggal 24 Maret 2022 jam 09.00 WITA Ny. S datang ingin memeriksakan kehamilannya, hasil pemeriksaan Ny. S hamil 36 minggu didapatkan masalah IMT 36,2 kg/m². Pada kunjungan ulang tanggal 29 Maret 2022 Ny. S hamil 37 minggu didapatkan masalah pada kehamilan yaitu nyeri pinggang dengan IMT 36,2 kg/m². Pada tanggal 06 Mei 2022 Ny. S G6P5A0 hamil 401 minggu, partus Kala I fase aktif berlangsung selama 40 menit dari jam 13.00-13.40 WITA, Kala II berlangsung selama 15 menit bayi lahir spontan pukul 13.55 WITA, Kala III berlangsung 10 menit plasenta lahir lengkap pukul 14.05 WITA, Kala IV berlangsung selama 2 jam. Pada tanggal 06 Mei 2022 bayi lahir spontan menangis kuat, warna kulit kemerahan, tonus otot baik. Perineum ibu terdapat robekan derajat dua. Pada kunjungan nifas 6 jam yang dialami ibu normal dan tidak ada kelainan. Masa kehamilan terdapat masalah dan masalah dapat teratasi, sedangkan masa persalinan, bbl dan nifas tidak ditemukan adanya masalah. Diharapkan pasien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan selama dilakukan asuhan kebidanan sehingga dapat mengetahui pentingnya pengawasan pada saat hamil, bersalin, bayi baru lahir dan nifas.
ABSTRAK Asuhan Komprehensif yaitu manajemen kebidanan mulai dari ibu hamil, bersalin, sampai bayi baru lahir sehingga persalinan dapat berlangsung dengan aman dan bayi yang dilahirkan selamat dan sehat sampai dengan masa nifas (Lapau, 2015). Continuity of care adalah pelayanan yang dicapai ketika terjalin hubungan yang terus menerus antara seorang wanita dan bidan (Legawati, 2018).Pelaksanaan Asuhan Kebidanan Komprehensif dimulai pada tanggal 18 maret 2021 di Puskemas Juata Tarakan dengan Ny.N sebagai responden untuk pelaksanaan asuhan. Kunjungan Awal dilakukan pada saat klien memasuki usia kehamilan 36 minggu dan selanjutnya dilakukan kunjungan ulang sebanyak 2 kali kunjungan dan dilakukan setiap 1 minggu 1 kali kunjungan. Persalinan terjadi pada usia kehamilan 39 minggu. Kunjungan nifas dilakukan sebanyak 3 kali dan bersamaan dengan kunjungan bayi baru lahir. Pelaksanaan asuhan kehamilan menggunakan standar asuhan persalinan normal (APN). Penatalaksanaan asuhan masa nifas dan bayi baru lahir menyesuaikan kebutuhan selama masa nifas dan bayi baru lahir.Selama melakukan asuhan kebidanan komprehensif tidak didapatkan masalah pada kehamilan. Pada persalinan tidak di temukan masalah. Pada kunjungan nifas dan bayi tidak ditemukan adanya masalah, ibu dan bayi dalam keadaan baik, asuhan yang diberikan sesuai standar yang telah ditetapkan. Asuhan kebidanan komprehensif telah di dokumentasikan dalam bentuk SOAP.
COMPREHENSIVE MIDWIFE CARE NY. A At PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS Abstract Maternal mortality rate (MMR) is an important indicator to see the health problems of a nation. Applying Comprehensive Midwifery Care to Mrs. A during pregnancy, childbirth, postpartum and neonate using a midwifery management approach. Midwifery care was given to Mrs. A is to carry out pregnancy care 2 times, yes at 40 weeks of gestation by providing a standard 10T. During the pregnancy visit, the mother had complaints of pain in the waist and frequent urination. Childbirth care was carried out on March 22, 2021 with complaints of tight stomach and blood mucus coming out of the way. The labor process lasted for 4 hours, 1 hour 45 minutes in the 1st stage, 5 minutes in the second stage, 5 minutes in the third stage, 2 hours 10 minutes in stage IV. Mrs. A progresses normally at stage I, II, III. While in the fourth stage there is bleeding caused by soft uterine contractions of atony ute puerperal period Ny. A walked normally on March 22, 2021. Vital signs, involution process, uterine fundal height, uterine contractions, lactation process and lochea discharge, during the puerperium were physiological. The care for newborns was carried out at the age of 3 hours with a ttv examination, physical examination, and anthropometric examination. The baby was born spontaneously, the sex is female, the baby’s weight is 3.400 grams, and the length is 51 cm, has done IMI without compications and abnormalities. Based on comprehensive midwifery care of Mrs. A, it can be concluded that there are no complications and gaps between theory and practice of midwifery care in Ny. A in stage I,II,III. Meanwhile, in the fourth stage, there ware complications and gaps between theory and practice of midwifery care for Ny. A Keywords : Midwifery Care, Childbirth, Newborn, postpartum.
World Health Organization (WHO) data on national health status on the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) stated that globally around 830 women die every day due to complications during pregnancy and childbirth, with a Maternal Mortality Rate (MMR) of 216 per 100,000 live births. (WHO, 2017) As many as 99 percent of maternal deaths due to pregnancy, childbirth or birth problems occur in developing countries. The high MMR and IMR is still a big problem for Indonesia, because it can provide an overview of the development of health status and is also used as an indicator in assessing the success of health services and health development programs. This problem can be overcome by carrying out comprehensive midwifery services which are continuous midwifery care starting from pregnancy, childbirth, childbirth and newborns, so as to improve the quality of services and the welfare of mothers and babies, and reduce the risk of complications to mothers and babies. The implementation of Comprehensive Midwifery Care began on November 15, 2019 at the Gunung Lingkas Tarakan Health Center with Mrs. R as the respondent for the implementation of care. Initial visits are carried out when the client enters 37-38 weeks of gestation and then repeated visits are carried out 2 times and carried out every 1 week 1 visit. Labor occurs at 39-40 weeks of gestation. Postpartum visits were carried out 3 times and simultaneously with visits to newborns. The implementation of pregnancy care uses the standard of normal delivery care (APN). The management of postpartum and newborn care adjusts to the needs of the puerperium and newborns. During comprehensive midwifery care, a problem with pregnancy was found, namely pre-eclampsia. In childbirth, there is a problem in labor, namely PEB because blood pressure increases on the way to delivery. During the postpartum visit and the baby did not find any problems, the mother and baby were in good condition, the care given was according to predetermined standards. Comprehensive midwifery care has been documented in the form of a SOAP.