Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

NUR HIKMA

8 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 42021: 2

Pengujian bakteri Escherichia coli dan indek kualitas air pada sungai bengawan kota tarakan

2025 · Book ·

Aktivitas di sepanjang bantaran Sungai Bengawan berpotensi menyebabkan tercemarnya perairan sungai. Aktivitas tersebut diantaranya seperti air limpasan perkebunan, peternakan dan ada beberapa rumah yang masih memiliki jamban yang langsung masuk ke dalam sungai maupun kegiatan manusia lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kandungan Coliform beserta indeks kualitas air pada Sungai Bengawan sehingga dapat memberikan gambaran tentang tingkat kebersihan atau pencemaran air sungai di tempat yang diteliti. Penentuan status mutu mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Kehutanan Nomor 27 Tahun 2021 tentang indeks kualitas lingkungan hidup, hasil pengukuran kualitas air dibandingkan dengan Baku Mutu Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang baku mutu air sungai dan sejenisnya dan penentuan kelas air mengacu pada Peraturan Walikota Tarakan Nomor 04 Tahun 2010. Titik pengambilan sampel dilakukan sebanyak 5 stasiun. Parameter yang digunakan yaitu parameter Biologi, Fisika dan kimia seperti Total Coliform, Fecal Coli, Suhu, Kekeruhan, TSS, pH, DO, BOD, COD, Nitrat, Nitrit dan Fosfat Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sungai ini positif adanya bakteri Coliform. Hasil Bakteri Escherichia coli berkisar antara 565 - 1600 MPN/100 mL, Suhu 28-29 oC, TSS 20-47 mg/L, pH 6-6,2, DO5,7-7,8 mg/L, BOD 0,5-4,6 mg/L, COD 21,3-37,3 mg/L, Nitrat 0,44-1,15 mg/L, Nitrit 0,033-0,065 mg/L, fosfat 0,07-0,18 mg/L. Hasil perhitungan indeks pencemaran berkisar antara 3,54-5,17, kemudian dikonversi ke dalam indeks kualitas air menjadi 48. Nilai tersebut menunjukkan bahwa Sungai Bengawan masuk ke dalam kategori cemar sedang, sedangkan indeks kualitas air masuk ke dalam katagori kurang baik.

PENGARUH KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA YANG MENGALAMI BROKEN HOME

2025 · Book ·

Shavera Nur Hikmah. 2025. Pengaruh Konseling Kelompok Dengan Teknik Self Management Terhadap Motivasi Belajar Siswa Yang Mengalami Broken home. Program studi Bimbingan dan Konseling. Pembimbing Utama Ni Made Diah Padmi dan A. Ahmad Ridha. Motivasi belajar merupakan dorongan atau kekuatan motivasi yang bersumber dari diri individu itu sendiri atau lingkungan yang akan menimbulkan keinginan untuk melakukan kegiatan belajar serta menimbulkan perubahan tingkah laku kearah yang lebih baik. Kurangnya motivasi belajar siswa ditemukan di SMA Negeri 4 Tarakan, akibat dari kurangnya motivasi belajar siswa terjadilah siswa jarang mengerjakan tugas sekolah, jarang masuk sekolah, mudah menyerah pada saat menghadapi kesulitan, tidak memiliki target belajar yang jelas, mengalami penurunan prestasi belajar, kurang berkonsentrasi pada saat belajar, sering terlambat datang kesekolah, tidak memperhatikan guru yang mengajar dikelas, sering keluar kelas pada saat jam pembelajaran, sering melanggar tata tertib sekolah dan sering ribut pada saat pembelajaran. Dalam mengatasi masalah tersebut, maka dilakukan upaya berupa diberikannya layanan dengan teknik self management. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari teknik self management terhadap motivasi belajar siswa yang mengalami broken home. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-experiment one-group pretest-posttest. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan populasi sebanyak 290 siswa dan sampel berjumlah 5 siswa. Analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji wilcoxon. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji wilcoxon diperoleh asymp sig a atau 0.043 0,05. Maka Ha diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh konseling kelompok dengan teknik self management terhadap motivasi belajar siswa yang mengalami broken home.

PENGARUH KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA YANG MENGALAMI BROKEN HOME

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Shavera Nur Hikmah. 2025. Pengaruh Konseling Kelompok Dengan Teknik Self Management Terhadap Motivasi Belajar Siswa Yang Mengalami Broken home. Program studi Bimbingan dan Konseling. Pembimbing Utama Ni Made Diah Padmi dan A. Ahmad Ridha. Motivasi belajar merupakan dorongan atau kekuatan motivasi yang bersumber dari diri individu itu sendiri atau lingkungan yang akan menimbulkan keinginan untuk melakukan kegiatan belajar serta menimbulkan perubahan tingkah laku kearah yang lebih baik. Kurangnya motivasi belajar siswa ditemukan di SMA Negeri 4 Tarakan, akibat dari kurangnya motivasi belajar siswa terjadilah siswa jarang mengerjakan tugas sekolah, jarang masuk sekolah, mudah menyerah pada saat menghadapi kesulitan, tidak memiliki target belajar yang jelas, mengalami penurunan prestasi belajar, kurang berkonsentrasi pada saat belajar, sering terlambat datang kesekolah, tidak memperhatikan guru yang mengajar dikelas, sering keluar kelas pada saat jam pembelajaran, sering melanggar tata tertib sekolah dan sering ribut pada saat pembelajaran. Dalam mengatasi masalah tersebut, maka dilakukan upaya berupa diberikannya layanan dengan teknik self management. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari teknik self management terhadap motivasi belajar siswa yang mengalami broken home. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-experiment one-group pretest-posttest. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan populasi sebanyak 290 siswa dan sampel berjumlah 5 siswa. Analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji wilcoxon. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji wilcoxon diperoleh asymp sig a atau 0.043 0,05. Maka Ha diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh konseling kelompok dengan teknik self management terhadap motivasi belajar siswa yang mengalami broken home.

Pengujian bakteri Escherichia coli dan indeks kualitas air pada sungai bengawan kota tarakan

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Aktivitas di sepanjang bantaran Sungai Bengawan berpotensi menyebabkan tercemarnya perairan sungai. Aktivitas tersebut diantaranya seperti air limpasan perkebunan, peternakan dan ada beberapa rumah yang masih memiliki jamban yang langsung masuk ke dalam sungai maupun kegiatan manusia lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kandungan Coliform beserta indeks kualitas air pada Sungai Bengawan sehingga dapat memberikan gambaran tentang tingkat kebersihan atau pencemaran air sungai di tempat yang diteliti. Penentuan status mutu mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Kehutanan Nomor 27 Tahun 2021 tentang indeks kualitas lingkungan hidup, hasil pengukuran kualitas air dibandingkan dengan Baku Mutu Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang baku mutu air sungai dan sejenisnya dan penentuan kelas air mengacu pada Peraturan Walikota Tarakan Nomor 04 Tahun 2010. Titik pengambilan sampel dilakukan sebanyak 5 stasiun. Parameter yang digunakan yaitu parameter Biologi, Fisika dan kimia seperti Total Coliform, Fecal Coli, Suhu, Kekeruhan, TSS, pH, DO, BOD, COD, Nitrat, Nitrit dan Fosfat Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sungai ini positif adanya bakteri Coliform. Hasil Bakteri Escherichia coli berkisar antara 565 - 1600 MPN/100 mL, Suhu 28-29 oC, TSS 20-47 mg/L, pH 6-6,2, DO5,7-7,8 mg/L, BOD 0,5-4,6 mg/L, COD 21,3-37,3 mg/L, Nitrat 0,44-1,15 mg/L, Nitrit 0,033-0,065 mg/L, fosfat 0,07-0,18 mg/L. Hasil perhitungan indeks pencemaran berkisar antara 3,54-5,17, kemudian dikonversi ke dalam indeks kualitas air menjadi 48. Nilai tersebut menunjukkan bahwa Sungai Bengawan masuk ke dalam kategori cemar sedang, sedangkan indeks kualitas air masuk ke dalam katagori kurang baik.

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. A DI PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

COMPREHENSIVE MIDWIFE CARE NY. A At PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS Abstract Maternal mortality rate (MMR) is an important indicator to see the health problems of a nation. Applying Comprehensive Midwifery Care to Mrs. A during pregnancy, childbirth, postpartum and neonate using a midwifery management approach. Midwifery care was given to Mrs. A is to carry out pregnancy care 2 times, yes at 40 weeks of gestation by providing a standard 10T. During the pregnancy visit, the mother had complaints of pain in the waist and frequent urination. Childbirth care was carried out on March 22, 2021 with complaints of tight stomach and blood mucus coming out of the way. The labor process lasted for 4 hours, 1 hour 45 minutes in the 1st stage, 5 minutes in the second stage, 5 minutes in the third stage, 2 hours 10 minutes in stage IV. Mrs. A progresses normally at stage I, II, III. While in the fourth stage there is bleeding caused by soft uterine contractions of atony ute puerperal period Ny. A walked normally on March 22, 2021. Vital signs, involution process, uterine fundal height, uterine contractions, lactation process and lochea discharge, during the puerperium were physiological. The care for newborns was carried out at the age of 3 hours with a ttv examination, physical examination, and anthropometric examination. The baby was born spontaneously, the sex is female, the baby’s weight is 3.400 grams, and the length is 51 cm, has done IMI without compications and abnormalities. Based on comprehensive midwifery care of Mrs. A, it can be concluded that there are no complications and gaps between theory and practice of midwifery care in Ny. A in stage I,II,III. Meanwhile, in the fourth stage, there ware complications and gaps between theory and practice of midwifery care for Ny. A Keywords : Midwifery Care, Childbirth, Newborn, postpartum.

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. A DI PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS

2021 · Thesis ·

COMPREHENSIVE MIDWIFE CARE NY. A At PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS Abstract Maternal mortality rate (MMR) is an important indicator to see the health problems of a nation. Applying Comprehensive Midwifery Care to Mrs. A during pregnancy, childbirth, postpartum and neonate using a midwifery management approach. Midwifery care was given to Mrs. A is to carry out pregnancy care 2 times, yes at 40 weeks of gestation by providing a standard 10T. During the pregnancy visit, the mother had complaints of pain in the waist and frequent urination. Childbirth care was carried out on March 22, 2021 with complaints of tight stomach and blood mucus coming out of the way. The labor process lasted for 4 hours, 1 hour 45 minutes in the 1st stage, 5 minutes in the second stage, 5 minutes in the third stage, 2 hours 10 minutes in stage IV. Mrs. A progresses normally at stage I, II, III. While in the fourth stage there is bleeding caused by soft uterine contractions of atony ute puerperal period Ny. A walked normally on March 22, 2021. Vital signs, involution process, uterine fundal height, uterine contractions, lactation process and lochea discharge, during the puerperium were physiological. The care for newborns was carried out at the age of 3 hours with a ttv examination, physical examination, and anthropometric examination. The baby was born spontaneously, the sex is female, the baby’s weight is 3.400 grams, and the length is 51 cm, has done IMI without compications and abnormalities. Based on comprehensive midwifery care of Mrs. A, it can be concluded that there are no complications and gaps between theory and practice of midwifery care in Ny. A in stage I,II,III. Meanwhile, in the fourth stage, there ware complications and gaps between theory and practice of midwifery care for Ny. A Keywords : Midwifery Care, Childbirth, Newborn, postpartum.