ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji pengaruh perlakuan teknologi plasma dalam larutan NaCl terhadap kekuatan tarik serat sabut kelapa dalam material komposit berbasis resin epoxy. Serat sabut kelapa yang dipilih merupakan limbah organik yang diproses dengan perlakuan plasma menggunakan microwave plasma dalam larutan NaCl 10% sebagai medium elektrolit, dibandingkan dengan perlakuan plasma dalam aquades dan tanpa perlakuan sebagai kontrol. Setelah perlakuan, serat dicampur dengan resin epoxy dan katalis untuk membentuk spesimen komposit yang kemudian diuji tarik menggunakan Universal Testing Machine 600 kN. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa perlakuan plasma dalam larutan NaCl meningkatkan konsistensi dan stabilitas kekuatan tarik komposit, meskipun nilai rata-rata kekuatan tariknya (4,76 MPa) sedikit lebih rendah dibandingkan kondisi tanpa perlakuan (5,21 MPa). Perlakuan plasma dalam larutan NaCl berhasil meningkatkan adhesi kimiawi dan mekanis antara serat dan matriks resin, yang dibuktikan oleh pola kegagalan serat yang patah bersama matriks dan bukan terlepas. Dengan demikian, teknologi plasma dalam larutan NaCl efektif dalam memperbaiki sifat mekanik serat sabut kelapa dan memiliki potensi aplikasi dalam pengembangan material komposit ramah lingkungan berbasis serat alami.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan Mengetahui seberapa besar pengaruh perlakuan teknologi plasma terhadap serat kelapa. Dan menganalisis seberapa besar pengaruh larutan natrium hidroksida dengan menggunakan teknologi plasma dapat mempengaruhi sifat mekanik serat kelapa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilaksanakan di Laboratorium Konversi Energi dan Manufaktur Jurusan Mesin Fakultas Teknik Universitas Borneo Tarakan, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Mesin Uji Tarik yang digunakan adalah Universal Testing Machine 600 kN. Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa teknologi plasma dalam larutan berpengaruh pada kualitas mekanis dan ikatan serat. Pada komposisi aquades, terjadi penurunan tegangan tarik rata-rata sebesar 19,27%, sedangkan pada komposisi 10% NaOH terjadi peningkatan sebesar 8,78% dibandingkan tanpa perlakuan. Kombinasi teknologi plasma dan larutan 10% NaOH menghasilkan nilai tegangan tarik tertinggi sebesar 5,7 MPa, lebih tinggi dibandingkan sampel aquades (4,23 MPa) dan sampel tanpa perlakuan (5,24 MPa). Namun, nilai regangan dan modulus elastisitas relatif tidak mengalami perubahan signifikan karena material cenderung bersifat getas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peningkatan penggunaan plastik dalam kebutuhan sehari-hari menjadi salah satu penyebab dari permasalahan lingkungan yang patut untuk di minimalisir. Hal ini menjadi penyumbang terbesar menumpuknya sampah plastik. Oleh karena itu memanfaatkan kembali limbah sampah plastik perlu dilakukan untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk Menganalisa hasil daur ulang sampah plastik menjadi komposit serta menganalisa pengaruh komposisi pet terhadap kekuatan impak komposit bermatrix epoxy Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode eksperimen, melakukan pembuatan spesimen menggunakan sampah botol plastik sebagai filler utama dalam pembuatan komposit. Berdasarkan analisa peneliti menemukan kesimpulan bahwa pada material komposit serat sampah botol plastik dengan paduan resin epoxy dimana menurunnya komposisi resin epoxy dan bertambahnya komposisi serat sampah botol plastik dapat menaikkan kekuatan mekanik komposit. Hal ini menunjukan bahwa serat sampah botol plastik menjadi filler utama dalam meningkatkan kekuatan mekanik. Kekuatan impact pada material komposit. komposit dengan komposisi (10%/90%) memiliki kekuatan impact sebesar 0.0053 〖j/mm〗^2. Kekuatan impact tertinggi berada pada komposit dengan komposisi (20%/80%) memiliki kekuatan impact sebesar 0.0099 〖j/mm〗^2.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Serat kelapa adalah salah satu bahan alam yang serbaguna dengan berbagai aplikasi di berbagai industri. Serat kelapa digunakan dalam pembuatan tali, kain, dan produk tekstil lainnya. Serat ini sering digunakan dalam produksi karung, tikar, dan anyaman. Serat kelapa dapat digunakan sebagai campuran dalam pembuatan beton dan bahan bangunan lainnya. Sabut kelapa dapat juga dimanfaatkan menjadi bahan komposit. Komposit terdiri dari dua unsur yaitu matriks dan filler. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan dalam pembuatan komposit dengan memanfaatkan sabut kelapa sebagai filler, dan pengaruh sabut kelapa terhadap kekuatan impact dan kekerasan. Komposisi filler yaitu sekitar 10, 15, 20 (%) serat dari sabut kelapa dengan bermatriks resin sekitar 100%. Penambahan filler diiringi pengurangan matriks yang digunakan dari 100% epoxy. Spesimen dengan perlakuan NaOH dibuat dengan 9 spesimen dan tanpa perlakuan dibuat sebanyak 3 spesimen. Komposit dibuat dengan proses hand lay-up. Komposit yang telah dibuat kemudian dilakukan uji mekanik yaitu kekerasan dan impact. Hasil data tertinggi uji kekerasan dengan perlakuan NaOH pada variasi (15%/85%) sebesar 75 shore D. Kekerasan terendah pada variasi (10%/90%) sebesar 63 Shore D. Sedangkan tanpa perlakuan hasil penelitian data tertinggi menunjukkan pada variasi (10%/90%) sebesar 74 Shore D. Dan kekerasan terendah pada variasi (20%/80%) sebesar 63 Shore D. Kekuatan impact perlakuan NaOH tertinggi berada pada variasi 20% energi serap sebesar 3.28 Joule dan ketangguhan impak sebesar 0.020 . Dan tanpa perlakuan tertinggi berada pada variasi 20% energi serap sebesar 3.39 Joule dan ketangguhan impak sebesar 0.021 .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ferdy Ardiansyah, 2024. “Analisis Pengaruh Komposisi Polypropylene (Pp) Terhadap Kekuatan Impact dan Kekerasan Komposit Bermatriks Epoxy”. Pembimbing Utama Shinta Tri Kismanti, S.Pd., M.Si Pembimbing Anggota Marhadi Budi Waluyo, S.T., M.T. Pada penelitian ini penggunaan limbah Kemasan Mie Instan berbahan plastik Polypropylene (PP) sebagai penguat pada komposit. Tujuan penelitian ini adalah pembuatan komposit dengan PP sebagai filler. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah serat sampah bungkus plastik mie instan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah experimental. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini yaitu uji Impact dan uji kekerasan. Berdasarkan analisa data hasil penelitian, menunjukan komposit memiliki nilai kekerasan tertinggi berada pada komposit variasi tanpa filler (100%/0%) dan variasi B (15%/10%) dengan nilai sebesar 80,5 Shore D dan 67 Shore D. Penambahan partikel cacahan sampah plastik dapat meningkatkan kekuatan impact pada material komposit, Kekuatan impact tertinggi berada pada komposit variasi B dengan komposisi 15%/85% memiliki kekuatan impact sebesar 0.099 J/mm². Fenomena pada material komposit sampah plastik bungkus mie instan dengan paduan resin epoxy dimana menurunnya komposisi resin epoxy dan bertambahnya komposisi serat bungkus mie instan dapat menaikkan kekuatan mekanik komposit. Hal ini menunjukan bahwa serat bungkus mie instan menjadi filler utama dalam meningkatkan kekuatan mekanik. Peningkatan kekuatan mekanik ini disebabkan oleh serat bungkus mie instan akan tetapi banyaknya filler yang digunakan maka antar muka antara filler dan matriks tidak saling menggikat ketika diuji mekanik serat tersebut akan terangkat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Sampah plastik merupakan masalah bagi beberapa negara. Penyebab utamanya adalah plastik tidak dapat diurai. Botol sampah plastik umumnya terbuat dari PET/PP karena sifat tidak mudah terurai maka perlu dilakukan proses daur ulang. Upaya daur ulang sampah plastik telah dilakukan namun masih dalam jumlah yang rendah. Penumpukan sampah plastik yang masih terjadi pada botol sampah plastik dapat dimanfaatkan menjadi bahan komposit. Komposit terdiri dari unsur yaitu matriks dan filler. Dalam penelitian ini komposit tersusun dari epoxy sebagai matriks dan sampah botol plastik sebagi filler. Komposisi filler yang digunakan mulai dari 12,5%, 15%, 17,5%, 20%. Komposit dibuat dengan cara hand lay-up. Komposit yang telah dibuat diuji mekanik yaitu uji kekerasan dan impact. Dari hasil uji penelitian diperoleh bahwa semakain besar variasi filler yang digunakan maka nilai kekuatan impact dan kekerasan akan menurun. Kekuatan impact tertinggi sebesar 1,02 J/mm2 Joule pada variasi 12,5%. Hasil data tertinggi uji kekerasan pada penelitian ini berada pada variasi 20% sebesar 75,33 shore D.