ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi elektroda pada proses pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) terhadap sifat mekanik dan karakteristik struktur mikro baja karbon rendah. Fokus penelitian diarahkan pada perbandingan kinerja elektroda E7016 dan E7018 yang banyak diaplikasikan dalam industri konstruksi dan manufaktur. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan material baja karbon rendah berketebalan 8 mm. Proses pengelasan dilakukan menggunakan kampuh V tunggal dengan sudut 60° pada posisi datar (1G) dan arus pengelasan sebesar 90 Ampere. Pengujian hasil las meliputi pengujian tidak merusak (Non-Destructive Test) menggunakan metode liquid penetrant untuk mendeteksi cacat permukaan, serta pengujian merusak (Destructive Test) berupa uji tarik berdasarkan standar ASTM A370-23 dan uji metalografi untuk mengamati struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi elektroda berpengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik sambungan las. Elektroda E7016 menghasilkan nilai kekuatan tarik rata-rata sebesar 135 MPa, lebih tinggi dibandingkan elektroda E7018 yang memperoleh rata-rata 117 MPa. Hasil uji penetran menunjukkan adanya cacat minor berupa porositas dan undercut pada kedua spesimen, namun masih dalam batas toleransi yang diizinkan. Pengamatan metalografi memperlihatkan perubahan ukuran butir pada daerah weld metal dan Heat Affected Zone (HAZ) yang cenderung lebih kasar dibandingkan base metal akibat siklus termal selama proses pengelasan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa untuk aplikasi yang memprioritaskan kekuatan tarik pada baja karbon rendah dengan parameter pengelasan yang digunakan dalam penelitian ini, elektroda E7016 lebih direkomendasikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ANALISA KEKUATAN TARIK KOMPOSIT POLYESTER BERPENGUAT SERAT POHON TERAP Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui proses pembuatan komposit polyester berpenguat serat pohon terap (Artocarpus elasticus) dan menganalisis pengaruh variasi komposisi serat terhadap kekuatan tariknya. Serat ini dipilih karena melimpah di Kalimantan, ramah lingkungan, dan ekonomis. Metode penelitian yang digunakan adalah Eksperimen menggunakan metode hand lay-up dengan standar ASTM D638. Variasi komposisi serat vs resin polyester yang diuji adalah 5%:95%, 7%:93%, dan 9%:91%. Pengujian dilakukan menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi serat pohon terap memberikan pengaruh terhadap kekuatan tarik komposit yang dihasilkan. Pada variasi serat 5% diperoleh nilai kekuatan tarik rata-rata sebesar 5 MPa dengan gaya maksimum 0,50 kN. Variasi serat 7% menghasilkan kekuatan tarik rata-rata sebesar 5,33 MPa dengan gaya maksimum 0,51 kN. Sementara itu, variasi serat 9% menghasilkan nilai kekuatan tarik tertinggi sebesar 8 MPa dengan gaya maksimum 0,72 kN. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kandungan serat pohon terap terbukti meningkatkan kekuatan tarik material. Variasi 9% serat merupakan komposisi optimum yang memberikan sifat mekanik terbaik, sehingga berpotensi besar sebagai material komposit alternatif yang ramah lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan Mengetahui seberapa besar pengaruh perlakuan teknologi plasma terhadap serat kelapa. Dan menganalisis seberapa besar pengaruh larutan natrium hidroksida dengan menggunakan teknologi plasma dapat mempengaruhi sifat mekanik serat kelapa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilaksanakan di Laboratorium Konversi Energi dan Manufaktur Jurusan Mesin Fakultas Teknik Universitas Borneo Tarakan, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Mesin Uji Tarik yang digunakan adalah Universal Testing Machine 600 kN. Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa teknologi plasma dalam larutan berpengaruh pada kualitas mekanis dan ikatan serat. Pada komposisi aquades, terjadi penurunan tegangan tarik rata-rata sebesar 19,27%, sedangkan pada komposisi 10% NaOH terjadi peningkatan sebesar 8,78% dibandingkan tanpa perlakuan. Kombinasi teknologi plasma dan larutan 10% NaOH menghasilkan nilai tegangan tarik tertinggi sebesar 5,7 MPa, lebih tinggi dibandingkan sampel aquades (4,23 MPa) dan sampel tanpa perlakuan (5,24 MPa). Namun, nilai regangan dan modulus elastisitas relatif tidak mengalami perubahan signifikan karena material cenderung bersifat getas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PEMBUATAN EDIBLE FILM DARI SEMI REFINED CARRAGEENAN Kappaphycus alvarezii DENGAN PENAMBAHAN CMC YANG BERBEDA ABSTRAK Saat ini, pencemaran sampah plastik cukup mengkhawatirkan. Sampah plastik adalah limbah anorganik yang sulit terurai dalam tanah dan waktu yang dibutuhkan untuk menguraikan sampah plastik tergolong cukup lama yaitu 50-80 juta tahun untuk terurai. Semakin meningkatnya bahaya yaitu penggunaan plastik biodegradable alternatif telah dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi edible film berbahan dasar semi refined carrageenan yang dibuat dari rumput laut jenis Kappaaphycus alvarezii dengan karboksimetil selulosa yang berbeda sebagai pengemulsi. Pada penelitian ini akan dilakukan pembuatan edible film dari SRC dengan penambahan CMC sebagai pengemulsi dan gliserin sebagai plastizicer kemudian edible film yang sudah dibuat karakterisasi dengan uji ketebalan, uji kadar air, uji kelarutan, uji tarik untuk mengetahui sifat dan karakter dari edible film. Kesimpulan pada penelitian ini adalah Edible film dengan penambahan CMC dengan kadar, 0,1%., 0,3%., 0,5% memiliki karakteristik kuat tarik sebesar 10,16%-13,76 MPa, perpanjangan 25,4867%-34,62%, kelarutan 80,55%-94,44%, kadar air 24%-27% dan ketebalan 0,082 mm-0,09 mm. Berdasarkan hasil tersebut edible film tidak dapat memenuhi JIS (Japanese Industrial Standart) edible film yang di sintesis memenuhi standar untuk parameter kuat tarik dan ketebalan namun tidak memenuhi standar parameter perpanjangan. Kata kunci : Biodegradable, pengemulsi, uji ketebalan, kadar air, kelarutan, uji tarik
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Universal testing machine (UTM) merupakan sebuah mesin pengujian untuk menguji tegangan tarik dan kekuatan tekan bahan atau material. Universal testing machine terdiri dari tiga pengujian diantaranya uji tarik, uji tekan dan uji tekuk. Tujuan penelitian ini adalah mendesain dan merancang mesin pengujian universal menggunakan tenaga hidrolik. Metode penelitian ini menggunakan model penelitian eksperimental yang terdiri dari tahap perencanaan, tahap perancangan, tahap pembuatan dan pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil percobaan pada spesimen uji tarik dan uji tekuk, kedua pengujian berhasil dilakukan sedangkan untuk uji tekan mengalami kegagalan. Uji tarik dan uji tekuk yang dilakukan dengan material alumunium grade 1100 dengan ketebalan 2 mm dan 3 mm, sedangkan uji tekan dilakukan pada material besi beton ulir dengan tinggi 25 mm dan diameter 13 mm. Hasil pengujian tarik mengalami perpatahan pada titik tumpuan atau penjepit sedangkan pada uji tekan kapasitas dongkrak hidrolik 2 ton tidak mampu melakukan pengujian tekan besi beton ulir dikarenakan gaya maksimal dongkrak hidrolik lebih rendah dibandingkan gaya yang diperlukan spesimen