ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran penyuluh dalam mengakses petani terhadap informasi teknologi budidaya padi sawah, akses petani terhadap informasi, serta faktor pendukung dan penghambatnya di Desa Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penentuan informan secara purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan NVivo-12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh berperan sebagai edukator, fasilitator dan penghubung, motivator dan dinamisator, serta penasihat dan konsultan. Penyuluh menyampaikan informasi melalui diskusi, pendampingan, demonstrasi, dan komunikasi digital. Petani memperoleh informasi melalui penyuluh, kelompok tani, sesama petani, serta media digital seperti WhatsApp, YouTube, dan TikTok. Informasi yang paling dibutuhkan meliputi benih, pemupukan, dan pengendalian hama. Faktor pendukung meliputi kemampuan komunikasi penyuluh, pendampingan, dan ketersediaan perangkat komunikasi. Faktor penghambat meliputi jaringan internet yang tidak stabil, biaya kuota, perbedaan kemampuan digital petani, serta ketidaksesuaian informasi dengan kondisi lahan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani dan usaha budidaya rumput laut serta menganalisis hubungannya dengan tingkat kerugian pascapanen akibat kontaminasi fungi di Kelurahan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Populasi penelitian berjumlah 15 petani rumput laut dan seluruhnya dijadikan responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara terstruktur, observasi visual, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif serta menggunakan uji korelasi Spearman Rank pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan responden berusia 20–55 tahun dengan rata-rata 38,8 tahun. Pendidikan didominasi SD sebanyak 9 orang (60%), dengan pengalaman budidaya 1–10 tahun (rata-rata 5,4 tahun). Luas area budidaya 635–936 m² (rata-rata 745,6 m²), dan hasil panen 100–400 kg (rata-rata 176,67 kg per panen). Total hasil panen seluruh responden 2.650 kg dengan hasil rusak 1.303 kg. Rata-rata persentase kerugian tiap responden mencapai 48,44%. Seluruh responden pernah mengalami kontaminasi fungi dengan skor intensitas 1–4 (rata-rata 2,87). Uji korelasi Spearman menunjukkan usia ρ = -0,037 (Sig. = 0,897); pendidikan ρ = -0,086 (Sig. = 0,761); pengalaman budidaya ρ = 0,112 (Sig. = 0,691); luas area ρ = -0,185 (Sig. = 0,508); dan hasil panen ρ = 0,506 (Sig. = 0,055). Seluruh nilai signifikansi > 0,05, sehingga belum ditemukan bukti statistik yang cukup untuk mendukung hubungan signifikan antara usia, pendidikan, pengalaman budidaya, luas area, dan hasil panen dengan tingkat kerugian pascapanen akibat kontaminasi fungi pada taraf signifikansi 5%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KESEJAHTERAAN DAN KONTRIBUSI PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI RUMPUT LAUT DI KELURAHAN PANTAI AMA L KECAMATAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan rumah tangga petani rumput laut serta mengidentifikasi kontribusi pendapatan usaha budidaya rumput laut terhadap pendapatan rumah tangga petani di Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2026. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 petani rumput laut yang ditentukan dari populasi sebanyak 687 petani. Analisis data tingkat kesejahteraan dilakukan menggunakan metode skoring berdasarkan enam indikator, yaitu kependudukan, kesehatan dan gizi, pendidikan, ketenagakerjaan, taraf dan pola konsumsi, serta kondisi tempat tinggal. Sementara itu, kontribusi pendapatan dianalisis dengan membandingkan pendapatan usaha budidaya rumput laut terhadap total pendapatan rumah tangga dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan rumah tangga petani rumput laut secara umum berada pada kategori sedang, dengan 57 responden atau 81,43% berada pada kategori sedang, 8 responden atau 11, 43% berada pada kategori tinggi, 5 responden atau 7, 14% berada pada kategori rendah. Adapun kontribusi pendapatan usaha budidaya rumput laut terhadap total pendapatan rumah tangga tergolong tinggi. Sebanyak 68 responden atau 97% memiliki kontribusi pendapatan lebih dari 50%, sedangkan 2 responden atau 3% berada pada kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa usaha budidaya rumput laut merupakan sumber pendapatan utama dan memiliki peran penting dalam menunjang perekonomian rumah tangga petani di Kelurahan Pantai Amal. Kata kunci: Kesejahteraan, kontribusi pendapatan, rumah tangga, petani rumput laut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Partisipasi petani hortikultura dalam kegiatan penyuluhan pertanian di Desa Tideng Pale Kabupaten Tana Tidung menunjukkan tingkat yang beragam, baik dalam kehadiran, keterlibatan dalam diskusi, maupun penerapan materi penyuluhan dalam kegiatan usahatani. Kondisi tersebut mendorong perlunya kajian mengenai peran penyuluh pertanian dalam mendorong partisipasi petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam mendorong partisipasi petani hortikultura serta mengidentifikasi peran yang paling mendorong partisipasi petani. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penentuan informan secara purposive sampling. Informan dalam penelitian ini berjumlah 30 petani hortikultura. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan bantuan perangkat lunak NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian dalam mendorong partisipasi petani terlaksana melalui empat peran utama, yaitu fasilitator, motivator, edukator, dan komunikator. Sebagai fasilitator, penyuluh membantu petani memperoleh informasi, teknologi, dan solusi usahatani. Sebagai motivator, penyuluh memberikan dorongan dan semangat kepada petani. Sebagai edukator, penyuluh meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani melalui materi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Sebagai komunikator, penyuluh membangun komunikasi dua arah dengan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran edukator merupakan peran yang paling mendorong partisipasi petani dan dipilih oleh 11 informan. Temuan ini menunjukkan bahwa kebutuhan petani terhadap pengetahuan dan keterampilan menjadi faktor utama yang mendorong partisipasi dalam kegiatan penyuluhan pertanian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Evaluasi dilakukan berdasarkan standar Peraturan Umum Instalasi Penangkal Petir (PUIPP) dan SNI 03-7015-2004 dengan menerapkan Metode Sudut Proteksi (Protective Angle Method) dan Metode Bola Bergulir (Rolling Sphere Method). Berdasarkan analisis indeks perkiraan bahaya menurut PUIPP, Gedung SMP Negeri 14 Tarakan memperoleh nilai indeks 𝑅 = 12, yang menunjukkan tingkat bahaya sedang sehingga pengamanan sistem proteksi petir sangat dianjurkan. Dari data hari guruh Kota Tarakan tahun 2026 sebanyak 108 hari/tahun, diperoleh kerapatan sambaran petir ke tanah (𝑁𝑔) sebesar 13,92 m2/tahun dan frekuensi sambaran langsung (𝑁𝑑) sebesar 0,54 sambaran/tahun. Nilai efisiensi sistem proteksi (𝐸) sebesar 0,81 menempatkan gedung ini pada Tingkat Proteksi IV. Sistem Pentanahan dan Pengukuran nilai resistansi pembumian di lapangan menghasilkan 122 Ω. Berdasarkan aturan SNI ,PUIPP 2020 harus di bawah 5 Ω , setelah dilakukan perhitungan secara pararel makan di mendapatkan nilai 0,29 Ω. Metode Sudut Proteksi , Pada Tingkat Proteksi IV dengan sudut perlindungan 45∘, diperoleh radius proteksi sebesar 23,40 meter untuk setiap terminasi udara. Jangkauan ini telah menutupi seluruh bagian struktur bangunan gedung baik dari tampak depan maupun samping. Metode Bola Bergulir. Dengan radius bola 60 meter (arus petir 234,89 A).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fluktuasi harga semangka menjadi permasalahan yang berdampak terhadap pendapatan dan keberlanjutan usahatani. Petani semangka di Kelurahan Juata Permai masih menghadapi kendala dalam memasarkan hasil panennya, terutama karena terbatasnya saluran pemasaran serta adanya ketergantungan terhadap pedagang pengumpul. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi strategi pemasaran petani semangka dalam menghadapi fluktuasi harga serta merumuskan alternatif strategi pemasaran berdasarkan kondisi internal dan eksternal melalui analisis SWOT. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara pada bulan Juni–Agustus 2026. Responden dalam penelitian ini berjumlah 15 orang petani semangka yang ditentukan menggunakan metode sensus atau total sampling. Selain itu, informan kunci terdiri atas ketua kelompok tani, pedagang pengumpul, dan konsumen yang ditentukan menggunakan teknik snowball sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi SO, WO, ST, dan WT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal meliputi kekuatan berupa perputaran modal cepat, kualitas semangka baik, perawatan rutin, hubungan baik dengan pembeli, dan kekompakan antar petani, sedangkan kelemahan berupa ketergantungan pada harga pasar, keterbatasan pemasaran dan akses pasar alternatif, sifat semangka yang harus segera dijual, dan biaya produksi relatif tinggi. Faktor eksternal mencakup peluang berupa tingginya permintaan, peningkatan permintaan pada hari besar, media sosial, penjualan langsung, dan kerja sama antarpetani, serta ancaman berupa semangka dari luar daerah, panen bersamaan, perubahan cuaca, hama dan penyakit, serta fluktuasi harga. Hasil analisis SWOT menunjukkan koordinat (0,30; -0,34) yang menempatkan petani pada Kuadran II (ST). Strategi yang direkomendasikan meliputi peningkatan kualitas semangka, pengaturan waktu tanam, penguatan kerja sama, dan perluasan jaringan pemasaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani hortikultura terhadap efektivitas penyuluhan pertanian di Desa Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan populasi berjumlah 56 petani hortikultura yang tergabung dalam tiga kelompok tani dan sebanyak 35 petani ditetapkan sebagai responden menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert 5 poin dan terlebih dahulu diuji validitas serta reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata (mean) untuk mengetahui persepsi petani pada empat dimensi, yaitu materi penyuluhan, metode penyuluhan, kompetensi penyuluh, dan manfaat penyuluhan. Selanjutnya, tingkat efektivitas penyuluhan berdasarkan persepsi petani dianalisis menggunakan indeks persepsi dengan membandingkan skor aktual dan skor maksimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap materi penyuluhan memperoleh nilai rata-rata 4,20 dengan kategori baik, metode penyuluhan sebesar 4,23 dengan kategori sangat baik, kompetensi penyuluh sebesar 4,28 dengan kategori sangat baik, dan manfaat penyuluhan sebesar 4,15 dengan kategori baik. Secara keseluruhan, indeks persepsi petani terhadap efektivitas penyuluhan pertanian sebesar 84,4% dan termasuk dalam kategori sangat efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Literasi sains merupakan kemampuan peserta didik dalam memahami konsep sains, menggunakan pengetahuan ilmiah, serta mengambil keputusan berdasarkan bukti ilmiah untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Karena pentingnya literasi sains maka diperlukan penelitian untuk mendeskripsikan kemampuan literasi sains peserta didik kelas VIII SMP/MTs di Pulau Sebatik. Pada penelitian ini kemampuan literasi sains siswa diukur pada dimensi kompetensi sains. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, sampel penelitian ini ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Terdapat 480 peserta didik kelas VIII yang berasal dari enam SMP/MTs di Pulau Sebatik yang dipilih secara random. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen literasi yang memiliki 25 butir soal. Soal ini mengacu pada kerangka Programme for International Student Assesment (PISA) dan meliputi tiga indikator kompetensi sains, yaitu menjelaskan fenomena secara ilmiah, mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah, serta menafsirkan data dan bukti secara ilmia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata peserta didik hanya mampu menjawab kurang dari 50% jumlah soal literasi sains yang diberikan. Ditinjau dari indikator kompetensi sains, kemampuan siswa dalam menjelaskan fenomena secara ilmiah menunjukkan capaian yang lebih baik dibandingkan dengan kemampuan mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah serta menafsirkan data dan bukti ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains peserta didik masih perlu ditingkatkan melalui pembelajaran yang kontekstual, berbasis penyelidikan, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan ilmiah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam memilih saluran pemasaran cabai rawit di Kelurahan Karang Harapan, Kota Tarakan, serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan memengaruhi keputusan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada Januari–April 2026 dengan menggunakan metode survei dan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 35 petani cabai rawit yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda yang didukung oleh uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran cabai rawit yang digunakan petani, yaitu saluran langsung (petani–konsumen) dan saluran tidak langsung (petani–pedagang pengumpul–pedagang pengecer–konsumen). Hasil uji simultan menunjukkan bahwa faktor harga, produksi, dan jarak secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan saluran pemasaran dengan nilai signifikansi 0,000 (0,05). Secara parsial, faktor harga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,552 dan nilai signifikansi 0,000, faktor produksi berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,309 dan nilai signifikansi 0,034, serta faktor jarak berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,544 dan nilai signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,881 menunjukkan bahwa 88,1% variasi keputusan saluran pemasaran dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 11,9% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Faktor harga merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi keputusan saluran pemasaran dengan nilai koefisien beta sebesar 0,476. Oleh karena itu, peningkatan akses informasi harga, perbaikan infrastruktur transportasi, dan penguatan kelembagaan petani perlu dilakukan untuk mendukung sistem pemasaran cabai rawit yang lebih efisien dan menguntungkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TINGKAT KEBERDAYAAN PETANI RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DI KOTA TARAKAN Abstrak Kota Tarakan merupakan salah satu daerah penghasil rumput laut terbesar di Provinsi Kalimantan Utara. Rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii menjadi komoditas unggulan pada sektor perikanan dan kelautan yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta berperan penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. Namun demikian, sektor ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu permasalahan utama di Kota Tarakan adalah rendahnya tingkat keberdayaan petani dalam mengakses, teknologi budidaya informasi, permodalan, serta strategi pemasaran hasil produksi. Selain itu, harga rumput laut juga sering mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani rumput laut, tingkat keberdayaan petani rumput laut serta faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keberdayaan. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling, melibatkan 50 responden. Analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda yang mencakup uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi dengan alat bantu SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik petani rumput laut di Kelurahan Pantai Amal didominasi oleh laki-laki, berada pada usia produktif, berpendidikan SMA, menjadikan budidaya rumput laut sebagai pekerjaan utama, serta memiliki pendapatan dan produksi yang relatif baik. Tingkat keberdayaan petani tergolong tinggi dengan persentase sebesar 86%. Faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat keberdayaan petani adalah pemberdayaan petani dan persepsi petani, dengan persepsi petani sebagai faktor yang paling dominan mempengaruhi tingkat keberdayaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pelaksanaan penyuluhan pertanian yang ditandai dengan rendahnya intensitas kunjungan penyuluh, kurangnya komunikasi, dan materi penyuluhan yang belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan petani. Kondisi tersebut diduga memengaruhi tingkat kepuasan petani terhadap layanan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui penyuluhan pertanian di Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur (2) Menganalisis tingkat kepuasan petani serta (3) Menganalisis pengaruh motivasi penyuluh, kompetensi penyuluh, kinerja penyuluh, dan dukungan kelembagaan terhadap tingkat kepuasan petani. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 63 petani yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penyuluhan pertanian dilaksanakan oleh BPP Sebatik dengan 10 orang PPL, menggunakan metode demplot dan sekolah lapang. Kelembagaan berupa Gapoktan dan poktan (2) Tingkat kepuasan petani terhadap penyuluhan pertanian berada pada kategori cukup puas, dengan 65,08% (3)Secara simultan, motivasi penyuluh, kompetensi penyuluh, kinerja penyuluh, dan dukungan kelembagaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petani dengan nilai Fhitung sebesar 13,805 > Ftabel 2,530 dan nilai signifikansi 0,000 0,05. Secara parsial, kompetensi penyuluh (sig. = 0,000), kinerja penyuluh (sig. = 0,005), dan dukungan kelembagaan (sig. = 0,019) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petani, sedangkan motivasi penyuluh tidak berpengaruh signifikan (sig. = 0,519). Variabel yang paling dominan memengaruhi kepuasan petani adalah kompetensi penyuluh dengan nilai sig 0,000.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Produktivitas padi sawah di Kabupaten Tana Tidung masih berada di bawah rata-rata Provinsi Kalimantan Utara, sehingga diperlukan dorongan adopsi teknologi mekanisasi pertanian, salah satunya melalui penerapan teknologi rice transplanter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode penyuluhan yang digunakan dalam mendukung adopsi inovasi teknologi rice transplanter serta menganalisis pengaruh metode ceramah, demonstrasi, dan kursus tani, baik secara parsial maupun simultan, terhadap adopsi inovasi teknologi tersebut pada petani padi sawah di Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang merupakan petani padi sawah anggota kelompok tani di Desa Tideng Pale. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan. Analisis data menggunakan regresi linier berganda yang didahului dengan uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif, metode demonstrasi merupakan pendekatan yang paling optimal karena memberikan kesempatan kepada petani untuk menyebarkan langsung pengoperasian rice transplanter, meskipun kompleksitas teknis pada tahap persemaian sistem dapog masih menjadi kendala. Secara simultan, metode ketiga penyuluhan berpengaruh signifikan terhadap adopsi inovasi teknologi rice transplanter dengan nilai F hitung sebesar 35,829 dan nilai signifikansi 0,000 0,05, serta memberikan kontribusi sebesar 74,9% terhadap variabel adopsi inovasi. Secara parsial, metode demonstrasi merupakan faktor paling dominan dan signifikan (Sig. = 0,000), metode ceramah berpengaruh signifikan (Sig. = 0,049), sedangkan metode kursus tani tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan petani dalam mengadopsi teknologi rice transplanter. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi metode penyuluhan, khususnya demonstrasi, merupakan kunci strategi dalam mengakselerasi penerapan inovasi teknologi pertanian di tingkat petani.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tingkat penetrasi fixed broadband di Indonesia baru mencapai 27,40% pada 2023, sementara Kalimantan Utara tertinggal pada angka 66,69% di tahun 2024, kondisi yang memicu persaingan ketat di pasar infrastruktur serat optik dan belum dikaji melalui pendekatan terintegrasi RBV, VRIO, Porter's Five Forces, dan SWOT. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sumber daya, kapabilitas, serta struktur kompetitif PT Telkom Akses Tarakan, lalu merumuskan strategi keunggulan yang relevan. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan tujuh informan kunci posisi manajerial dan teknis sebagai sumber data primer melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan infrastruktur nasional, reputasi Telkom Group, dan kapabilitas managed service tergolong sustained competitive advantage, sementara SDM bersertifikasi baru mencapai temporary advantage dan sistem digital berada pada competitive parity. Struktur industri menguntungkan pemain mapan dengan ancaman substitusi rendah meski daya tawar pembeli korporat kuat. Disimpulkan bahwa strategi diferensiasi managed service korporat dan ekspansi preemptif ke wilayah baru menjadi langkah paling relevan untuk memperkuat posisi defensif perusahaan di Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PENERAPAN DAN PENGARUH STRATEGI BERSAING TERHADAP PENINGKATAN KEUNGGULAN KOMPETITIF USAHA HIDROPONIK MERPATI DI KECAMATAN TANJUNG SELOR HILIR Persaingan usaha sayuran hidroponik yang semakin meningkat menuntut pelaku usaha untuk menerapkan strategi bersaing yang tepat guna mempertahankan dan meningkatkan keunggulan kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi strategi bersaing serta menganalisis pengaruh strategi kepemimpinan biaya (cost leadership), diferensiasi (differentiation), dan strategi fokus (focus strategy) terhadap keunggulan kompetitif usaha sayuran hidroponik berdasarkan persepsi pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan regresi linear berganda. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara pada 3 informan pemilik usaha hidroponik, dan kuesioner kepada 30 responden pelanggan Usaha Hidroponik Merpati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi kepemimpinan biaya dilakukan melalui efisiensi penggunaan sumber daya dan biaya produksi, strategi diferensiasi melalui peningkatan kualitas produk, penggunaan bibit unggul, pengemasan, serta pelayanan kepada konsumen, sedangkan strategi fokus diterapkan melalui penyesuaian produksi dan pemasaran terhadap kebutuhan pasar. Hasil uji hipotesis menggunakan aplikasi SPSS versi 26, hasil pada uji simultan menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan biaya, diferensiasi, dan strategi fokus dengan nilai (sig=0,000), maka secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keunggulan kompetitif. Secara parsial, strategi (kepemimpinan biaya) (sig=0,000) dan diferensiasi (sig=0,000), maka berpengaruh signifikan terhadap keunggulan kompetitif, sedangkan strategi fokus (sig=0,446), maka tidak berpengaruh signifikan. Dengan demikian, penerapan strategi bersaing, khususnya kepemimpinan biaya dan diferensiasi, terbukti mampu meningkatkan keunggulan kompetitif serta mendukung keberlanjutan dan perkembangan usaha hidroponik di Tanjung Selor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH KINERJA PENYULUH PERTANIAN TERHADAP PERILAKU PETANI SAYURAN DI KOTA TARAKAN Abstrak Peningkatan kapasitas petani dalam aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan dapat dipengaruhi oleh peran penyuluh pertanian. Namun, keterbatasan jumlah penyuluh di Kota Tarakan menyebabkan penyuluh harus membina 200 kelompok tani sayuran yang tersebar dibeberapa wilayah sekaligus, sehingga berpotensi memengaruhi efektivitas penyuluhan yang diberikan kepada petani. Kinerja penyuluh yang baik diharapkan mampu meningkatkan kepuasan petani serta mendorong perilaku petani yang lebih baik dalam menjalankan usahatani sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem penyuluhan pertanian di Kota Tarakan serta menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung kinerja penyuluh pertanian terhadap perilaku petani sayuran melalui kepuasan petani sebagai variabel mediasi. Penelitian dilakukan di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Sampel penelitian berjumlah 100 petani sayuran yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan Structural Equation Modelling–Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sistem penyuluhan pertanian di Kota Tarakan telah berjalan cukup baik dan sesuai dengan konsep teoritis, yang mencakup sasaran penyuluhan, tenaga, kelembagaan, metode dan teknik, kebijakan, serta materi penyuluhan; (2) Kinerja penyuluh pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku petani sayuran dan kepuasan petani sayuran dengan nilai koefisien masing-masing sebesar 0,628, t-statistik 7,742, dan p-value 0,000 dan 0,643, t-statistik 10,919, dan p-value 0,000; (3) Kepuasan petani sayuran berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku petani sayuran dengan nilai koefisien sebesar 0,254, t-statistik 2,290, dan p-value 0,022; (4) Kinerja penyuluh pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku petani sayuran melalui kepuasan petani, peran variabel mediasi menunjukkan koefisien sebesar 0,163, t-statistik 2,396, dan p-value 0,017. Hasil penelitian ini menunjukkan kinerja penyuluh pertanian yang baik, berkontribusi terhadap peningkatan kepuasan petani dan mendorong perilaku petani yang lebih baik dalam menjalankan usahatani sayuran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
A Thermoelectric Generator (TEG) is a renewable energy source that converts temperature differences into electrical energy via the Seebeck effect; however, it suffers from low efficiency and unstable power output due to fluctuations in operating temperature. Therefore, a Maximum Power Point Tracking (MPPT) method is required to ensure the TEG operates at optimal performance. This study aims to design and simulate an MPPT system using the Perturb and Observe (P&O) method integrated with a Buck converter within a TEG system. A quantitative research method was employed, utilizing MATLAB/Simulink software for simulation. The TEG system was modeled using ten TGM-199-1.4-0.8 modules connected in series, incorporating a look-up table for Seebeck coefficients and internal resistance values that vary dynamically with temperature. Testing was conducted across a hot-side temperature (Th) range of 100°C–200°C with a constant cold-side temperature (Tc) of 30°C, comparing a direct-coupled configuration (without a converter or MPPT) against a system utilizing a Buck converter and P&O-based MPPT. The results indicate that in the direct-coupled configuration, the maximum power output achieved was only 32.96 W at Th = 200°C—far below the TEG's maximum potential power of 114 W. Upon implementing the P&O MPPT with a Buck converter, the output power increased significantly to 113.77 W under the same temperature conditions, representing an increase of 80.81 W (245.2%). Across all tested temperature variations, the system employing P&O MPPT consistently generated significantly higher power than the direct-coupled system. Thus, it can be concluded that applying the Perturb and Observe MPPT algorithm to a TEG system equipped with a Buck converter effectively enhances power extraction efficiency and maintains system operation near the maximum power point.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, komunikasi, dan kompetensi terhadap kinerja ASN Kementrian Agama Kota Tarakan. Kinerja merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan organisasi, yang tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh aspek psikologis dan nilai-nilai individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah ASN Kemenentrian Agama yang berlokasi di Kota Tarakan, dengan jumlah sampel sebanyak 195 responden yang ditentukan menggunakan teknik probability sampling dengan metode simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi, kompetensi dan kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Secara simultan, kompetensi, komunikasi dan kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia yang berorientasi pada penguatan strategi efektif dalam meningkatkan kinerja pegawai. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia serta implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang program pengembangan pegawai yang lebih holistik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intellectual capital yang terdiri dari human capital, structural capital, dan relational capital baik secara simultan maupun parsial terhadap competitive advantage pegawai di Sekretariat DPRD Tarakan. Studi ini dilakukan pada Sekretariat DPRD Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini merupkan penelitian eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada 66 responden, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Version 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan intellectual capital yang terdiri dari human capital, structural capital, dan relational capital memiliki pengaruh signifikan terhadap competitive advantage pegawai di Sekretariat DPRD Tarakan. Pegawai yang mampu mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi (human capital), memahami dan melaksanakan sistem dan prosedur dengan baik (structural capital), serta memiliki jaringan hubungan internal dan eksternal yang kuat (relational capital) cenderung memiliki keunggulan kompetitif yang tinggi. Secara parsial, human capital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap competitive advantage pegawai. Pengembangan pengetahuan, keterampilan, pengalaman, serta kompetensi individu pada pegawai menjadi pondasi utama dalam menciptakan keunggulan kompetitif yang tinggi. Structural capital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap competitive advantage pegawai. Pegawai dengan infrastruktur pengetahuan organisasi yang baik seperti sistem teknologi informasi, prosedur kerja terdokumentasi, dan budaya organisasi yang mendukung menjadi pilar utama dalam memperkuat posisi kompetitif pegawai. Terakhir, Relational capital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap competitive advantage pegawai. Pegawai yang memiliki jaringan hubungan eksternal yang luas, menjaga kepercayaan stakeholder, dan berkomunikasi efektif dengan masyarakat menjadi pendorong utama tingginya keunggulan kompetitifnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan system reward terhadap loyalitas atlet Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Tarakan serta menguji peran kepuasan sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Populasi penelitian berjumlah 230 atlet KORMI Kota Tarakan, dengan sampel sebanyak 150 responden yang ditentukan melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas atlet dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. System reward juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas atlet dengan nilai signifikansi sebesar 0,019. Sementara itu, kepuasan memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap loyalitas atlet dengan nilai signifikansi sebesar 0,550. Temuan ini menunjukkan bahwa loyalitas atlet lebih dominan dipengaruhi oleh faktor kompetensi individu dan sistem penghargaan organisasi. Selanjutnya, kepuasan tidak terbukti mampu memediasi hubungan antara kompetensi dan system reward terhadap loyalitas atlet. Dengan demikian, pengaruh kompetensi dan system reward terhadap loyalitas bersifat langsung tanpa melalui kepuasan. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas atlet dan penerapan sistem penghargaan yang adil, transparan, dan berkelanjutan sebagai strategi utama dalam memperkuat loyalitas atlet pada organisasi olahraga masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji pengaruh kepemimpinan digital, inovasi organisasi, dan kompetensi digital terhadap kinerja pegawai di Disdukcapil Provinsi Kalimantan Utara dalam konteks transformasi digital pelayanan administrasi kependudukan, khususnya melalui IKD dan SIPELANDUKILAT. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode sensus terhadap 150 pegawai, pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert lima poin, serta analisis menggunakan SEM-PLS untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan digital, inovasi organisasi, dan kompetensi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang visioner dalam pemanfaatan teknologi, organisasi yang adaptif dan inovatif, serta pegawai dengan kompetensi digital yang memadai merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik berbasis digital. Selain itu, sinergi antara ketiga faktor tersebut memperkuat efektivitas implementasi layanan digital dan mendorong peningkatan kepuasan masyarakat. Penelitian ini juga memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan kajian manajemen publik, khususnya terkait strategi peningkatan kinerja aparatur dalam mendukung keberhasilan transformasi digital birokrasi di daerah perbatasan.