Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

40 hasil
Subjek: swot
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA SARANG BURUNG WALET RUMAHAN(Collocalia fuciphaga) (STUDI KASUS DI DESA PAGALUYON KECAMATAN SEMBAKUNG ATULAI KABUPATEN NUNUKAN)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Reko Imanuel Bureni. 1640202041. 2020. “Strategi Pengembangan Usaha Sarang Burung Walet Rumahan Studi Kasus di Desa Pagaluyon Kecamatan Sembakung Atulai Kabupaten Nunukan”. Dibimbing oleh Nia Kurniasih Suryana. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Usaha sarang burung walet rumahan merupakan usaha yang dikembangkan di Desa Pagaluyon Kecamatan Sembakung Atulai. Numun belum adanya pengetahuan pengusaha sarang burung walet rumahan yang ada di Desa Pagaluyon Kecamatan Sembakung Atulai tentang strategi pengembangan usaha sarang burung walet rumahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usaha sarang burung walet rumahan di Desa Pagaluyon, Kecamatan Sembakung Atulai. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis matriks IFAS dan EFAS dan analisis SWOT. Hasil penelitian di peroleh strategi pengembangan usaha sarang burung walet rumahan di Desa Pagaluyon, terletak pada kuadran I (Growth oriented strategy), maka alternatif strategi yang tepat digunakan adalah Strategi S-O, yaitu (1) Mengoptimalkan dan meningkatkan produksi sarang walet, harga jual sarang walet yang tinggi, dan kualitas produk sarang walet yang baik, dengan memanfaatkan pada penggolongan harga jual, permintaan pasar ekspor yang besar, festival hari-hari besar membuat meningkatnya harga sarang walet, dan kemajuan dibidang teknologi, informasi komunikasi dan transportasi yang mendukung peningkatan, promosi dan penjualan sarang walet dalam pengembangan usaha sarang burung walet, (2) Memberikan jaminan terhadap produk dalam hal bentuk dan warna sarang walet, kualitas produk sarang walet dengan khasiat sarang burung walet sebagai bahan pangan fungsional yang sangat bermanfaat bagi kesehatan sehingga menjadikan permintaan pasar ekspor yang semakin besar, (3) Mengoptimalkan dan meningkatkan produksi sarang walet, bentuk dan warna sarang walet, dan kualitas sarang walet untuk memperluas jaringan pasar sarang walet dengan melakukan promosi melalui kamajuan dibidang teknologi, informasi, komunikasi dan transportasi dalam memenuhi permintaan pasar ekspor yang besar. Adapun saran dari hasil penelitian ini adalah (1) Bagi pemerintah agar dapat memperhatikan usaha sarang burung walet yang ada di Desa Pagaluyon, karena belum adanya perhatian dan kerja sama dari pemerintah dengan para pengusaha sarang burung walet yang ada di Desa Pagaluyon sehingga para pengusaha terkendala dalam hal pengetahuan pengembangan sumber daya manusia dan permodalan yang minim kiranya pemerintah dapat berpartisipasi dalam hal tersebut sehingga para pengusaha sarang burung walet dapat mengembangkan usahanya, (2) Bagi pengusaha sarang burung walet di Desa Pagaluyon. Dapat meningkatkan usaha sarang walet rumahan dengan memanfaatkan segala kekuatan dan peluang yang ada dalam usaha sarang burung walet dan meminimalisir kelemahan sehingga dapat mengatasi ancaman-ancaman yang ada dalam usaha sarang burung walet di Desa Pagaluyon.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Keramahan Lingkungan Perikanan Jaring Hanyut (Drift Gillnet) Pada Fishing Base Selumit Pantai, Tarakan.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keberlanjutan sumber daya ikan dipengaruhi oleh proses dan tingkat pemanfaatan alat tangkap, sehingga penggunaan alat yang memenuhi prinsip ramah lingkungan menjadi upaya penting dalam mendukung pengelolaan perikanan berkelanjutan sebagaimana ditegaskan FAO (1995) dalam Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat keramahan lingkungan jaring hanyut yang digunakan nelayan di Fishing Base Selumit Pantai, Kota Tarakan, berdasarkan sembilan kriteria CCRF, yaitu selektivitas, dampak habitat, kualitas hasil tangkapan, keselamatan nelayan, keamanan produk, tangkapan sampingan, dampak biodiversitas, spesies dilindungi, dan penerimaan sosial. Penelitian menggunakan observasi lapangan dan wawancara terstruktur dengan pendekatan purposive sampling, dianalisis melalui sistem skoring serta analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pengelolaan alat tangkap. Hasil menunjukkan jaring hanyut memiliki selektivitas sedang, tidak merusak habitat secara signifikan, menghasilkan ikan bermutu baik, serta aman bagi nelayan dan konsumen, meski masih terdapat tangkapan sampingan non-target yang sejalan dengan prinsip FAO (1995). Analisis SWOT menunjukkan kekuatan pada keamanan dan penerimaan sosial yang tinggi, kelemahan pada rendahnya selektivitas dan potensi tertangkapnya spesies dilindungi, peluang pada modifikasi mata jaring dan pemanfaatan bycatch, serta ancaman dari tingginya keanekaragaman hayati perairan tropis, sehingga jaring hanyut tergolong ramah lingkungan namun tetap memerlukan peningkatan pengawasan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisis keunggulan kompetitif pt. telkom akses tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tingkat penetrasi fixed broadband di Indonesia baru mencapai 27,40% pada 2023, sementara Kalimantan Utara tertinggal pada angka 66,69% di tahun 2024, kondisi yang memicu persaingan ketat di pasar infrastruktur serat optik dan belum dikaji melalui pendekatan terintegrasi RBV, VRIO, Porter's Five Forces, dan SWOT. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sumber daya, kapabilitas, serta struktur kompetitif PT Telkom Akses Tarakan, lalu merumuskan strategi keunggulan yang relevan. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan tujuh informan kunci posisi manajerial dan teknis sebagai sumber data primer melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan infrastruktur nasional, reputasi Telkom Group, dan kapabilitas managed service tergolong sustained competitive advantage, sementara SDM bersertifikasi baru mencapai temporary advantage dan sistem digital berada pada competitive parity. Struktur industri menguntungkan pemain mapan dengan ancaman substitusi rendah meski daya tawar pembeli korporat kuat. Disimpulkan bahwa strategi diferensiasi managed service korporat dan ekspansi preemptif ke wilayah baru menjadi langkah paling relevan untuk memperkuat posisi defensif perusahaan di Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Mandiri Benih Tanaman Pangan (MANTAP) dan Strategi Pengembangannya pada Kelompok Produsen Benih di Kabupaten Bulungan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman Pangan (MANTAP) tahun 2024 pada kelompok produsen benih di Kabupaten Bulungan serta Merumuskan strategi pelaksanaannya. Evaluasi dilakukan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, dan Product). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa secara umum pelaksanaan kegiatan MANTAP telah berjalan sesuai dengan petunjuk operasional, khususnya pada komponen input dan produk. Namun demikian, masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian pada komponen konteks dan proses, terutama terkait mekanisme pengusulan calon penerima bantuan melalui aplikasi elektronik serta belum optimalnya sosialisasi program dari tingkat pusat kepada calon penerima manfaat. Analisis SWOT menunjukkan bahwa kondisi internal kelompok produsen benih berada pada kategori cukup kuat dengan skor IFE sebesar 2,75, sementara lingkungan eksternal memberikan peluang yang besar dengan skor EFE sebesar 3,35. Posisi strategis berada pada kuadran “Grow and Build”, yang mengindikasikan perlunya strategi agresif melalui peningkatan kapasitas produksi, penguatan kelembagaan kelompok, pengembangan pasar, serta optimalisasi dukungan pemerintah guna meningkatkan keberlanjutan pelaksanaan kegiatan Mandiri Benih Tanaman Pangan di Kabupaten Bulungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP OBJEK WISATA MANGROVE SETABU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di kawasan perbatasan merupakan instrumen krusial dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi lokal dengan kelestarian ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis persepsi pengunjung terhadap pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Wisata Mangrove Setabu, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta penyebaran kuesioner terstruktur berskala Likert kepada 48 responden yang ditentukan melalui teknik quoted accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pemetaan matriks SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi strategis pengembangan Wisata Mangrove Setabu berada pada Kuadran Strategi ST (Strengths–Threats). Faktor kekuatan utama kawasan terletak pada keasrian lanskap alami hutan bakau (S1) serta ketersediaan fasilitas spot foto/jembatan boardwalk (S2) yang sangat diminati oleh wisatawan usia muda (15–29 tahun). Namun, kendala internal yang krusial adalah rusaknya infrastruktur jembatan kayu yang berlubang (W2) akibat keterbatasan finansial karena tidak adanya pemungutan biaya tiket masuk maupun parkir (W5). Di sisi eksternal, ancaman terbesar berasal dari maraknya aktivitas penggalian pasir ilegal oleh oknum masyarakat (T4) serta bencana abrasi pantai (T2). Formulasi strategi terbaik menitikberatkan pada pemanfaatan seluruh kekuatan internal untuk memitigasi ancaman eksternal melalui penerapan sistem zonasi (Zona Pemanfaatan Wisata dan Zona Konservasi Inti) serta penguatan regulasi lokal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI INTEGRASI ANGKUTAN BARANG KOTA TARAKAN (STUDI KASUS: PELABUHAN MALUNDUNG DAN TENGKAYU 1)

2026•

Distribusi barang merupakan komponen vital dalam sistem logistik yang mendukung ekonomi Kota Tarakan. Namun, saat ini terdapat ketidakselarasan antara jaringan jalan, tata ruang, dan pusat logistik, di mana aktivitas bongkar muat sering dilakukan di badan jalan yang memicu kemacetan dan ketidakteraturan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sistem distribusi barang dari pelabuhan ke gudang dan ritel, serta menganalisis kondisi integrasi sistem tersebut menggunakan pendekatan SWOT. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif melalui pemberian bobot dan rating pada faktor internal (IFAS) dan eksternal (EFAS). Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan kuesioner terhadap lima entitas utama, termasuk Dinas Perhubungan, pengelola pelabuhan, operator logistik, pengelola gudang, dan pelaku ritel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik distribusi barang di Tarakan didominasi oleh pergerakan truk kontainer dan box truck dari Pelabuhan Malundung dan Tengkayu I menuju gudang di pusat kota (Jl. Yos Sudarso, Jl. Diponegoro, dan Jl. KH. Agus Salim). Hasil analisis matriks SWOT menempatkan sistem distribusi Kota Tarakan pada Kuadran IV (skor strategi Weaknesses-Threats tertinggi sebesar 3,92), yang mengindikasikan situasi defensif. Kelemahan utama meliputi ketiadaan terminal logistik terintegrasi dan keterbatasan fasilitas bongkar muat, sementara ancaman utama adalah konflik lalu lintas dengan kendaraan pribadi dan keterbatasan lahan logistik di pusat kota. Penelitian ini merekomendasikan strategi minimalisasi kelemahan internal melalui penyusunan regulasi teknis distribusi, penguatan koordinasi antarinstansi, serta perencanaan pembangunan zona logistik di wilayah pinggiran kota untuk mengurangi beban pusat kota.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Multi-Stakeholder Dalam Penerapan Kebijakan Penataan Ruang Laut Terhadap Lokasi Budidaya Rumput Laut di Perairan Pulau Nunukan Kalimantan Utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstract The massive expansion of Eucheuma cottonii seaweed cultivation in the waters of Nunukan Island has triggered complex spatial-use conflicts and environmental degradation, reflecting the phenomenon of the Tragedy of the Commons. This study aimed to analyze the dynamics of marine spatial governance, map power relations among stakeholders, and formulate adaptive management strategies for sustainable seaweed cultivation. A mixed-methods approach with a Sequential Explanatory design was employed, integrating spatial analysis, perception surveys of 38 key respondents, and Focus Group Discussions (FGDs). Stakeholder mapping was conducted using the Power-Interest Grid matrix, while strategy formulation was determined through Quantitative SWOT analysis (IFAS/EFAS). The results revealed the occurrence of regulatory obsolescence, in which spatial planning instruments (RZWP3K 2018) failed to anticipate a 65% surge in cultivation area expansion (reaching 29,578 hectares), resulting in physical intrusion of approximately 6,000 hectares into the Nunukan Port Entry Shipping Lane, thereby endangering navigational safety. The stakeholder analysis showed the dominance of informal actors ("Big Bosses") as key players who possessed de facto power through patron-client networks, weakening the effectiveness of formal law enforcement. The SWOT analysis placed the current strategic management in Quadrant IV (Defensive) at coordinates (-1.05; -0.61), indicating critical internal weaknesses amidst high external threats. Accordingly, the study recommends a Survival Strategy comprising immediate sterilization of red zones within shipping lanes, the enforcement of a moratorium on new cultivation areas to restore environmental carrying capacity affected by ice-ice disease, and the formalization of the role of "Bosses” into a co-management scheme to enhance zoning compliance and governance effectiveness.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Model Pengaruh Faktor Ekonomi, Sosial Dan Lingkungan kerja terhadap produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit di PT. Karangjuang Hijau Lestari 1

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berlatar Indonesia sebagai produsen CPO terbesar dunia menghadapi tantangan serius terkait produktivitas tenaga kerja pemanen, termasuk di PT. Karangjuang Hijau Lestari 1. Rendahnya produktivitas tidak hanya menurunkan efisiensi produksi, tetapi juga kualitas bahan baku PKS. Tujuan penelitian ini 1. Mengetahui pengaruh faktor ekonomi, sosial dan lingkungan terhadap produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit 2. Mengetahui faktor yang paling memberikan pengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit 3. Mengetahui strategi yang tepat untuk diterapkan guna meningkatkan produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit 4. Menetapkan alternatif prioritas strategi yang diterapkan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan pengambilan sampel menggunakan teknik sensus terhadap 75 pasangan keluarga tenaga panen. Analisis data dilakukan melalui Partial Least Square (PLS) untuk menguji model pengukuran (outer model) dan model struktural (inner model), serta matriks SWOT untuk merumuskan strategi peningkatan produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk merumuskan strategi prioritas peningkatan produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit PT. Karangjuang Hijau Lestari 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. faktor ekonomi, social dan lingkungan memiliki pengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit. 2. Faktor Sosial merupakan variabel paling kuat dengan path coefficient 0,409, sedang faktor ekonomi dengan path coefficient 0,339 dan factor lingkungan dengan path coefficient 0,240. 3. Strategi peningkatan produktivitas yang direkomendasikan adalah strategi organisasi yang aplikatif, kontekstual, dan adaptif terhadap dinamika lapangan. Strategi ini berada pada Kuadran II adalah ST 4. Strategi alternatif prioritas yang paling tepat untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja pemanen adalah strategi Weakness–Opportunities (WO), yaitu pelatihan teknis panen dan perbaikan sistem distribusi alat kerja.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BUMDES TUNAS MEKAR JAYA DESA KARANG AGUNG KEC. TANJUNG PALAS UTARA KAB. BULUNGAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan (i) untuk menganalisis kinerja keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tunas Mekar Jaya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) di Desa Karang Agung, serta (ii) merumuskan strategi pengembangan usaha BUMDes Tunas Mekar Jaya di Desa Karang Agung. Metode yang digunakan adalah mix method. Analisis keuangan dilakukan melalui perhitungan rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas, sedangkan analisis kualitatif menggunakan pendekatan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan BUMDes berada dalam kondisi baik, dan rasio profitabilitas yang mencerminkan efisiensi penggunaan aset dan modal. Berdasarkan analisis SWOT, posisi BUMDes Tunas Mekar Jaya berada pada kuadran I (strategi agresif/SO), yang berarti memiliki kekuatan dan peluang besar untuk berkembang. Strategi yang direkomendasikan adalah strategi SO, yaitu mengoptimalkan kemampuan pengelola, memanfaatkan lokasi strategis dan dukungan masyarakat, memperluas kerja sama dengan pihak luar, serta memperkuat kebijakan desa guna meningkatkan kontribusi terhadap PADes.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Pemasaran Produk Olahan Kopi (Studi Kasus Kopi Aci Cap Tani Malinau)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kopi Aci Cap Tani is a local micro, small, and medium enterprise (MSME) engaged in coffee processing in Malinau Regency. The business faces a range of challenges in marketing its products effectively. This research aimed to formulate an appropriate marketing strategy to support business growth and enhance competitiveness. A descriptive qualitative approach was employed, utilizing interviews, observations, documentation, and questionnaires as data collection techniques. SWOT analysis was used to identify the internal and external factors influencing marketing performance. The analysis revealed several inter strengths, including high-quality coffee beans, a unique flavor profile, appealing packaging, a recognizable brand, and the use of modern production equipment. Identified weaknesses included inconsistent raw material availability, limited product innovation, price volatility due to raw material costs, and insufficient digital marketing. External opportunities comprised government support, a strategic production location, the growing popularity of social media for promotion, and rising coffee consumption trends. Threats to the business included intense market competition, fluctuating raw material prices, climate change impacts, restricted market access, and lower-priced competitor products. The findings of this study may serve as a reference for developing effective marketing strategies for similar coffee-based MSMEs in other areas. UMKM Kopi Aci Cap Tani merupakan usaha pengolahan kopi lokal di Kabupaten Malinau yang menghadapi berbagai tantangan dalam memasarkan produknya. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemasaran yang sesuai agar usaha dapat berkembang dan bersaing. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner. Analisis SWOT digunakan untuk mengetahui faktor- faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kegiatan pemasaran. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa faktor kekuatan mencakup mutu biji kopi yang tinggi, cita rasa yang khas, kemasan yang menarik, merek yang kuat, serta penggunaan peralatan produksi yang modern. Di sisi lain, kelemahan yang dihadapi meliputi ketidakstabilan ketersediaan bahan baku, minimnya inovasi produk, ketergantungan harga terhadap bahan baku, dan keterbatasan promosi melalui media digital. Peluang yang tersedia meliputi adanya dukungan dari pemerintah, lokasi produksi yang strategis, kemudahan promosi melalui media sosial, serta meningkatnya tren konsumsi kopi. Adapun ancaman meliputi tingginya tingkat persaingan, fluktuasi harga bahan baku, dampak perubahan iklim, keterbatasan akses pasar, serta harga jual pesaing yang lebih rendah. Penelitian ini dapat menjadi acuan dalam merancang strategi pemasaran bagi UMKM serupa di daerah lain

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SISTEM BUDIDAYA USAHATANI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PADI ADAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu tradisi kearifan lokal petani padi Adan Krayan sebelum perendaman benih adalah mengajak seluruh petani, melalui denominasi gereja, untuk membawa benih padi berkualitas guna didoakan di gereja, dengan harapan benih tersebut tumbuh subur, dilaksanakan secara intensif dengan metode pengelolaan pertanian padi sawah yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mendeskripsikan praktik budidaya usahatani padi Adan yang berkaitan dengan kearifan lokal. 2. Menganalisis strategi pengembangan usahatani yang meliputi strategi peningkatan produksi dan pemasaran. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara purposive (sengaja) artinya tempat lokasi penelitian sengaja dipilih karena terdapat petani yang berusahatani padi sawah Adan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, Dengan kearifan lokal, mempertahankan tradisi budidaya padi sawah dari orang tua yang terdahulu, terdapat beberapa istilah Bahasa lokal Dayak dalam penyebutan setiap kegiatan budidaya padi Adan seperti Ngarapen adalah budaya gotong royong petani Krayan, persiapan bibit disebutkan temina Ulun pade, jemur atau penjemuran disebutkan midang, kemudian ada penyiapan lahan dan pengendalian gulma dengan menggunakan kerbau, serta pengendalian hama dengan itik yg dimasukkan ke sawah. Strategi pengembangan usahatani yang meliputi strategi peningkatan produksi dan pemasaran adalah Temuan matriks EFAS dan matriks IFAS dicocokkan sehingga membentuk matriks IE, adalah dalam fase pertumbuhan stabilitas (diversivication) fokus pada peningkatan produksi, kualitas, dan perluasan pasar

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGEMBANGAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DI DESA MALINAU SEBERANG KECAMATAN MALINAU UTARA KABUPATEN MALINAU (STUDI KASUS: PADA KELOMPOK TANI SIANG BARANG TIGA)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Padi sawah adalah Salah satu komoditas pangan yang sangat penting di seluruh dunia adalah Tanaman Padi (Oryza sativa L). Peningkatan produktivitas tanaman padi menjadi prioritas yang utama dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat seiring dengan meningkatnya populasi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui faktor–faktor yang mempengaruhi pengembangan padi sawah di Desa Malinau Seberang, Mengetahui strategi yang di lakukan untuk mengidentifikasi IFAS dan EFAS, Mengetahui rumusan strategi pengembangan padi sawah di Desa Malinau Seberang. Metode penentuan sampel pada penelitian ini yaitu Pengambilan sampel key informan tidak semua sampel memiliki kriteria tertentu yang sesuai dengan penulis tentukan. sehingga diperoleh petani sebanyak 27 orang sebagai sampel/responden. Dengan pengumpulan data yaitu wawancara, kuesioner, observasi, dokumentasi. Dengan analisis SWOT yaitu dilakukan indentifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strengths) dan peluang (opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats). Hasil yang didapatkan Pengolahan hasil padi sawah Siang Barang Tiga perlu mempertimbangkan secara seksama beberapa aspek yang merupakan karakteristik padi sawah yang melatar belakangi keberhasilan produksi padi sawah tersebut: Aspek sumber daya alam, Aspek produksi, aspek pemerintah, Rekomdasi strategi yang dapat diberikan adalah strategi agresif S-O yang menggunakan kekuatan internal objek kajian untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam dan peluang eksternal yaitu dengan mengoptimalkan produksi hasil panen padi unggul serta mengembangkan kualitas padi sawah dengan menggunakan pupuk organik dan bahan cairan dengan menggunakan bahan dari alam guna mendukung pertanian berkelanjutan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

strategi pengembangan agribisnis padi adan (Oryza sativa L.) Di Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan

2024•

Strategi pengembagan agribisnis padi Adan di Kecamatan Krayan meliputi meningkatkan produksi padi, mengasah skill petani, memperadakan bank dan koperasi dan pengembangan lebih lanjut sistem tanam jajar legowo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Untuk Mengidentifikasi Kekuatan Dan Kelemahan (IFAS) Strategi Pengembangan Agribisnis Padi Adan di Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan.(2) Untuk Mengetahui Peluang Dan Ancaman (EFAS) Strategi Pengembangan Agribisnis Padi Adan di Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan. (3) Untuk Mengidentifikasi Strategi Pengembangan Agribisnis Padi Adan Di Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan. Adapun metode analisis yang digunakan adalah SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai faktor IFAS didominasi oleh faktor kekuatan sebesar 3,13, sedangkan faktor kelemahan hanya sebesar 2,07 dengan selisih mencapai 1,06. Dari hasil perhitungan analisis IFAS dapat diketahui bahwa memanfaatkan kekuatan adalah cara terbaik agar bisa meningkatkan pengembangan agribisnis padi adan di Kecamatan Krayan. Hasil dari analisis EFAS menunjukkan bahwa nilai faktor eksternal didominasi oleh faktor peluang sebesar 2,26, sedangkan faktor ancaman hanya sebesar 2,00 dengan selisih 0,26. Dari perhitungan hasil analisis EFAS dapat diketahui bahwa memanfaatkan peluang adalah salah satu cara untuk meningkatkan pengembangan agribisnis padi adan di kecamatan krayan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA TANAMAN ANGGUR (Vitis Vinifera) DI DESA TANA MERAH KECAMATAN TANA LIA KABUPATEN TANA TIDUNG

2024•

Agrowisata merupakan suatu jenis usaha berbasis agribisnis atau pertanian yang menggunakan lahan pertanian untuk dijadikan obyek wisata. Agrowisata tanaman anggur milik Bapak Maryanto telah berhasil produksi dengan jumlah 21 pohon anggur dengan 12 jenis varian buah anggur import. Kebun anggur pak Maryanto adalah satu-satunya kebun anggur yang berhasil membudidayakan jenis varian buah anggur import yang menjadi daya tarik bagi masyarakat luar untuk datang ke Desa Tana Merah sambil berwisata. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apa saja faktor internal dan eksternal Agrowisata Tanaman Anggur (Vitis Vinifera) di Desa Tana Merah. (2) mengetahui strategi pengembangan Agrowisata Tanaman Anggur (Vitis Vinifera) di Desa Tana Merah. Penelitian ini meneliti strategi pengembangan agrowisata tanaman anggur di kebun anggur milik Bapak Maryanto dengan menggunakan Analisis SWOT. Teknik penentuan sampel dengan menggunakan Key informan dan pengambilan sampel dengan teknik Snowball sampling dengan jumlah responden sebanyak 40 responden. Hasil penelitian: matriks IFAS, kekuatan agrowisata tanaman anggur di Desa Tana Merah dengan jumlah skor 3,00 dan kelemahan agrowisata tanaman anggur di Desa Tana Merah dengan jumlah skor 2,00. Kekuatan yang ada dimanfaatkan untuk mengatasi kelemahannya, maka pada penelitian ini didapat skor 1,00. Matriks EFAS, peluang agrowisata tanaman anggur di Desa Tana Merah dengan jumlah skor 3,00 dan ancaman pada pengembangan agrowisata tanaman anggur di Desa Tana Merah dengan jumlah skor 2,00. Dalam hal ini jika peluang yang ada dimanfaatkan untuk mengatasi ancamannya, maka pada penelitian ini didapat skor 1,00. posisi X dan Y berada di kuandrat I sehingga rekomendasikan strategi yang dapat diberikan adalah strategi agresif. Strategi yang dapat diberikan adalah strategi agresif yaitu strategi S-O yang yang mengunakan kekuatan internal objek kajian untuk memanfaatkan potensi sumberdaya alam dan peluang eksternal yaitu dengan mengoptimalkan pemasaran dan promosi hasil produksi anggur.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Pemasaran Produk Olahan Rumput Laut di Kabupaten Nunukan (Studi Kasus UMKM An Nur Kelurahan Nunukan Barat).

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UMKM An Nur merupakan UMKM yang khusus mengolah produk rumput laut. Salah satu metode inovasi UMKM An Nur adalah penambahan senyawa kimia esensial dari rumput laut, seperti gelatin, keragenan, dan alginat yang semuanya merupakan bentuk polisakarida. Hal ini menghasilkan olahan rumput laut yang tidak hanya menjadi sumber nutrisi yang berharga bagi tubuh manusia, namun juga mempunyai nilai ekonomi yang cukup besar. Meski demikian, pemasaran produk olahan rumput laut tersebut saat ini masih terbatas di wilayah Nunukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Pemasaran Produk Olahan Rumput Laut di Kelurahan Nunukan Barat Kabupaten Nunukan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2023 – Februari 2024, jumlah responden sebanyak 11 orang. Alat analisis yang digunakan yaitu analisis SWOT, dengan menganalisis faktor internal dan eksternal dari industri UMKM An Nur. Berdasarkan analisis SWOT, strategi UMKM An Nur berada pada kuadran III yang terletak diantara peluang dan kelemahan, dimana sumbu X= 3,70+ (-4,00) = -0,30 dan sumbu Y = 4,00 + (-3,80) = 0,20. Strategi yang digunakan disebut dengan strategi Turn Arround, Yaitu terletak diposisi strategi Kelemahan – Peluang (WO), hasil penelitian didapatkan pada industri UMKM An Nur yaitu (a) Memanfaatkan peluang permintaan tinggi dan menambah jumlah tenaga kerja sehingga dapat meningkatkan produksi yang banyak, (b) Memanfaatkan stok produk yang ada sehingga banyak keuntungan apabila banyak konsumen yang datang membeli produk, (c) Memanfaatkan berkembangkan media promosi yang saat ini jauh lebih efektif, (d) memanfaatkan pameran atau bazar untuk memperkenalkan kepada konsumen sehingga konsumen dapat mengetahui produk dan mengetahui lokasi dari usaha UMKM An Nur.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi peningkatan produksi tanaman cabai di kota Tarakan (studi kasus kelompok tani harapan sejahtera kampung enam)

2024•

STRATEGI PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN CABAI DI KOTA TARAKAN ( STUDI KASUS KELOMPOK TANI HARAPAN SEJAHTERA KAMPUNG ENAM ) ABSTRAK Peningkatan produksi melalui strategi sangat berperan penting untuk mencapai target hasil produksi yang maksimal. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui peningkatkan produksi tanaman cabai di Kelompok Tani Harapan Sejahtera. (2) Untuk mengetahui strategi yang digunakan dalam peningkatan produksi tanaman cabai di Kelompok Tani Harapan Sejahtera. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah probability sampling, pengambialan sampel yaitu kepada seluruh anggota Kelompok Tani Harapan Sejahtera yang berusahatani tanaman cabai. Jenis sumber data yaitu Data Primer dan Data Sekunder. Analisis data yaitu dengan menggunakan teknik analisis Deskriktif, Matriks IFAS dan EFAS, Diagram SWOT dan Analisis SWOT. (1) Hasil wawancara dengan Ketua Kelompok Tani Harapan Sejahtera Bapak Jabir mengatakan pada tahun 2022 bahwa hasil panen cabai aggota kelompoknya mulai meningkat dengan adanya bantunan dari pemerintah untuk Kelompok Tani Harapan Sejahtera berupa handspayer, mulsa, cangkul, handtractor, pupuk, bibit, dan obat-obatan hama dan penyakit tanaman cabai. (2) hasil data yang diperoleh dari Kelompok Tani Harapan Sejahtera pada hasil Analisis Diagram SWOT berada pada titik Kuadran I dengan nilai EFAS 2,1 dan nilai IFAS 1,9 yang artinya Kelompok Tani Harapan Sejahtera mendukung strategi agresif . Strategi yang dapat digunakan Kelompok Tani Harapan Sejahtera dalam peningkatan produksi tanaman cabai, yaitu strategi SO,1) Menjaga agar produksi meningkat dengan tenaga yang baik dengan ketersedian yang cukup, Menggunakan bibit yang unggul akan menghasilkan produksi yang meningkat., dengan tenaga yang cukup guna memaksimalkan produksi untuk olahan cabai, dengan dukungan pemerintah untuk memaksimalkan kebutuhan cabai di pasa, memanfaatkan adanya alsintan dapat memudahkan pengolahan lahan dengan cepat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PETANI SAYURAN DI KELURAHAN KAMPUNG ENAM KOTA TARAKAN (Studi Kasus: KELOMPOK TANI SINAR BERKAT)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu kendala yang dihadapi sektor pertanian adalah keterbatasan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pertanian. Rendahnya tingkat pendidikan petani menyebabkan kemampuan dalam menyerap informasi dan mengadopsi teknologi relatif terbatas sehingga kurang menghasilkan produk yang berkualitas. Oleh karena itu dibutuhkan peningkatan SDM dan strategi pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian. Penelitian ini bertujuan, Mengetahui kondisi Sumber Daya Manusia (SDM) petani sayuran, mengetahui strategi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) petani sayuran dan mengetahui strategi prioritas Sumber Daya Manusia (SDM) petani sayuran di kelompok tani Sinar Berkat Kelurahan Kampung Enam Kota Tarakan. Jumlah responden pada penelitian ini yaitu 45 orang dan 2 orang informan kunci. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif, analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang dan amcaman) dan analisis QSPM (Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif). Gambaran umum petani di kelompok tani Sinar Berkat memiliki pendidikan yang rendah, usia petani yang dominan memiliki usia yang produktif, memiliki lahan sendiri yang menjadi motivasi untuk bercocok tanam, memiliki pengalaman bertani yang kurang. Analisis SWOT Faktor internal pada kekuatan memiliki total skor 1,99 untuk kelemahan memiliki skor 1,20. Faktor eksternal total peluang dengan skor 2,31 dan total skor ancaman sebesar 0,55. Berdasarkan diagram SWOT didapatkan strategi SO (Kekuatan - Peluang) atau strategi agresif yaitu dengan meningkatkan pembelajaran melalui penyuluhan pertanian yang ada di Kelompok Tani Sinar Berkat. Hasil Analisis QSPM maka didapatkan prioritas utama dengan nilai TAS (Total Nilai Daya Tarik) terbesar yaitu strategi “mengoptimalkan hubungan dengan kelompok tani lain dalam kegiatan usaha tani untuk meningkatkan SDM yang ada” dengan skor nilai TAS nya sebesar 6,92.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Pengembangan Usaha Amplang Ikan Bulan-Bulan (Megalops Cyprinoides) Pada UMKM Amplang Azzahra di Kota Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UMKM Amplang Azzahra mengalami permasalahan yaitu pada kendala yang dihadapi dalam proses pengiriman keluar kota misalnya (Pulau Jawa) memerlukan biaya yang cukup tinggi dan juga kurangnya tenaga kerja yang menyebabkan terlambatnya proses pengemasan dan pengiriman. Lokasi penelitian dilakukan di UMKM Amplang Azzahra yang berlokasi di Perumahan Graha Dipta Regency Blok A1, Mamburungan Timur, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan. Tujuan penelitian (1) Untuk mendeskripsikan proses pengolahan Amplang pada Usaha Amplang Azzahra, (2) Untuk mengetahui kendala yang dihadapi pihak pengelola UMKM Amplang Azzahra dalam upaya pengembangan UMKM, (3) Untuk membuat strategi pengembangan UMKM Amplang Azzahra di Kota Tarakan. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan menggunakan key informan yaitu pemilik UMKM Amplang Azzahra Bapak Fadly Rizaly. Metode pengumpulan data yaitu dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka dengan metode analisis menggunakan deskriptif kualitatif, matriks IFAS dan EFAS, Diagram SWOT, dan Matriks SWOT. Adapun hasil penelitian yaitu proses pengolahan kerupuk amplang,(1)Persiapan bahan baku,(2)Pembuatan racikan bumbu,(3)Proses pencampuran bahan baku, tepung tapioca dan bumbu menjadi adonan,(4)Proses pembentukan adonan(5)Kerupuk amplang yang sudah dicetak(6)Proses penggorengan(7)Penirisan kerupuk amplang(8)Pendinginan kerupuk amplang(9)Proses pengemasan kerupuk amplang. Berdasarkan hasil wawancara terhadap pemilik UMKM Amplang Azzahra yang menjadi faktor internal kekuatan yaitu : kualitas produk terjaga, rasa dan tekstur tidak berubah, kemasan produk praktis, tidak menggunakan bahan pengawet, mempunyai ciri khas sendiri, sedangkan untuk kelemahan: kurangnya tenaga kerja, biaya distribusi tinggi. Faktor eksternal yang menjadi peluang: adanya pelanggan tetap, adanya dukungan dari pemerintah, digemari masyarakat Kota Tarakan, sedangkan untuk ancaman: banyak pesaing sesama UMKM, perubahan selera konsumen, harga bahan berfluktuasi. Hasil analisis SWOT menunjukkan posisi UMKM Amplang Azzahra berada di kuadran 1 yang artinya mendukung strategi agresif. Strategi yang dapat digunakan UMKM Amplang Azzahra yaitu strategi S-O dengan meningkatkan kapasitas produksi dengan memanfaatkan teknologi yang lebih modern agar proses produksi lebih efektif serta mengembangkan pemasaran yang luas ke luar wilayah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TREND PRODUKSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA TANI KOMODITAS NANAS (Ananas comosus L. Merr.) DI KELURAHAN KAMPUNG SATU SKIP KECAMATAN TARAKAN TENGAH KOTA TARAKAN

2023•

Buah nanas dikenal sebagai salah satu tanaman tropis yang masuk dalam peringkat 20 besar dunia karena manfaatnya. Indonesia tercatat sebagai negara eksportir terbesar di dunia pada tahun 2022. Selain itu, penyebaran budidaya komoditas nanas dapat ditemukan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Tarakan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui trend produksi buah nanas di Kecamatan Tarakan Tengah; 2) Merumuskan strategi pengembangan usaha tani komoditas nanas di Slipi Kampung Satu Skip; 3) Mengetahui prioritas strategi pengembangan usaha tani komoditas nanas di Slipi Kampung Satu Skip. Metode penelitian ini menggunakan teknik sensus dan purposive sampling untuk penentuan sampel, serta 2 orang key informan yang berasal dari penyuluh. Penelitian ini juga menggunakan tiga (3) analisis data, yaitu analisis trend dengan metode kuadrat terkecil, analisis SWOT, dan QSPM. Hasil trend menunjukkan Kecamatan Tarakan Tengah pada 10 tahun yang akan datang hasil produksinya akan meningkat sebesar 0,312 ton dengan intersept 4,356 setiap tahunnya. Hasil dari analisis lingkungan menunjukkan situasi usaha tani di Slipi Kampung Satu Skip berada pada Kuadran I, yaitu strategi progresif SO: 1) Meningkatkan produksi dengan perluasan lahan dan input produksi serta kemampuan berusaha tani guna memenuhi permintaan pasar. 2) Menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik antar petani dan pedagang setempat agar pemasaran terarah dan permintaan terpenuhi. Hasil prioritas strategi SWOT didapatkan dengan analisis QSPM: meningkatkan produksi dengan perluasan lahan dan input produksi serta kemampuan berusaha tani guna memenuhi permintaan pasar dengan nilai total daya tarik/TAS sebesar 5,34.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peranan Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan usaha Kecil, dan Menengah di Kota Tarakan

2023•

ABSTRAK PERANAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DI KOTA TARAKAN Uly Farikha Maula Sulistya Rini Pratiwi, S.E., M.Sc Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Kota Tarakan, terkait Kredit Usaha Rakyat dan Subsidi dengan menggunakan analisis SWOT berdasarkan persepsi dari responden penelitian yaitu pihak Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui pengisian kuesioner yang terkait dengan kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman Usaha Mikro, Kecil dan Menengah terkait Kredit Usaha Rakyat dan Subsidi di Kota Tarakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi yang sebaiknya dilakukan berada pada kuadran I atau terletak pada peluang dan kekuatan, kondisi ini menandakan bahwa keadaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah terkait Kredit Usaha Rakyat dan Subsidi berada pada situasi yang menguntungkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang diterapkan yaitu mendukung kebijakan pertumbuhan yang mendukung Usaha Mikro, Kecil dan Menengah untuk terus memaksimalkan kekuatan serta peluang yang ada untuk terus berkembang dan meraih kesuksesan yang lebih besar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail