Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

32 hasil
Subjek: kopi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI BUAH KOPI ROBUSTA (Caffea canephora) DI DESA KALIAMOK KABUPATEN MALINAU

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Halijah. 15201020103. 2020. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Buah Kopi Robusta Di Desa Kaliamok Utara Kabupaten Malinau”. Dibimbing Oleh Elly Jumiati. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Kopi merupakan salah jenis tanaman perkebunan yang sudah lama dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis yang lumayan tinggi. Melihat kondisi wilayah yang cukup berpotensi dan dukungan wilayah yang cukup besar serta mayoritas penduduk yang secara turun menurun berkerja di sektor pertanian menjadi faktor pendukung utama dalam membudidakayan kopi di Desa Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau. Desa Kaliamok merupakan salah satu daerah yang membudidayakan perkebunan kopi di Kecamatan Malinau Utara, namun seiring dengan perkembangan tersebut, banyak petani kopi yang tidak mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi hasil produksi kopi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui produksi kopi di Desa Kaliamok Kabupaten Malinau (2) untuk mengetahui pengaruh luas lahan, jumlah tanaman, pupuk kandang, pupuk NPK dan tenaga kerja terhadap produksi buah kopi di Desa Kaliamok Kabupaten Malinau. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara metode Non Probability sampling yaitu teknik sampel dengan Sampling Jenuh (Sensus), dan Analisis data menggunakan program SPSS 25 64x regresi linier berganda dengan menggunakan persamaan Cobb Douglas untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi produksi buah Kopi robusta di Desa Kaliamok. Hasil yang diperoleh berdasarkan analisis produksi buah kopi di Desa Kaliamok, dengan jumlah produksi rata-rata 1.209 kg persatuan luas. Besarnya nilai R² sebesar 0,968 yang berarti bahwa besarnya pengaruh dari variabel luas lahan, jumlah tanaman, pupuk kandang, pupuk NPK dan tenaga kerja sebesar 96,8% terhadap hasil produksi sedangkan sisanya sebesar 0,032% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang diteliti. Pada uji F didapat nilai F sebesar 30,447 dengan tingkat sig 0,001 0,05 maka secara bersama-sama mempengaruhi hasil produksi buah kopi robusta (Y) Di Desa Kaliamok. parsial/uji t variabel jumlah tanaman menunjukan pengaruh yang signifikan sebesar 0,0440,05 terhadap hasil produksi, sedangkan variabel luas lahan berpengaruh tidak nyata dan tidak signifikan terhadap hasil produksi, sedangkan variabel pupuk kandang dan tenaga kerja bertanda negatif menunjukan hubungan yang terbalik pupuk kandang dan tenaga kerja terhadap hasil produksi maka tidak berpengaruh nyata dan tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi kopi di Desa Kaliamok. Adapun saran yang dapat diberikan yaitu Petani perlu memperhatikan penggunaan faktor produksi dan teknik dalam budidaya kopi agar dapat meningkatkan produksinya. Bagi petani untuk mencapai tingkat produksi yang tinggi, perlunya melakukan peningkatan terhadap faktor-faktor produksinya sehingga mencapai produksi yang tinggi. Seperti memperluas lahan dan memaksimalkan pemanfaatan lahan serta memperhatikan jumlah tanaman dengan jarak pertanam dimana untuk mendapatkan hasil produksi yang optimal. Serta perlu perawatan yang lebih baik lagi pada saat musim pemeliharaan agar bisa meningkatkan hasil produksi petani Kecamatan Malinau Utara. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dengan metode analisis terbaru agar dapat menjelaskan lebih terperinci mengenai penelitian tersebut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS EFESIENSI PEMASARAN BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea Canephora) DI DESA KALIAMOK KECAMATAN MALINAU UTARA KABUPATEN MALINAU

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masalah - masalah pemasaran kopi di Desa Kaliamok antara lain adalah hubungan harga yang diterima petani dengan biaya produksi yang mungkin tidak merangsang petani untuk meningkatkan produksi baik jumlah dan mutu. Margin pemasaran yang relatif tinggi dan kemungkinan fasilitas pemasaran yang belum memadai untuk memperlancar arus komoditas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran, dan margin pemasaran serta share pemasaran di Desa Kaliamok. Metode yang digunakan dalam penentuan sampel adalah kouta sampling yaitu pengambilan dengan cara menetapkan sejumlah sampel sebanyak 30 petani kopi. Purposive sampling merupakan teknik untuk menentukan sampel. Dalam penelitian ini sampel yang memenuhui syarat hanya 11 orang petani dengan beberapa pertimbagan tertentu: 1. Petani yang berusaha tani tanaman kopi berumur 5 – 10 tahun, 2. Petani yang telah memproduksi kopi. Dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, marjin pemasaran, margin distribusi, dan harga yang diterima petani serta rasio keuntugan dan biaya dan farmer’s share dalam pemasaran biji kopi robusta. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada satu saluran pemasaran biji kopi di desa kaliamok, yaitu saluran I: petani – pedagang pengumpul – konsumen. Pada saluran pemasaran I memiliki total biaya pemasaran Rp 11.093 per Kg. dan memiliki dua marjin yang berbeda margin grade 1&2 Rp 90.000 per Kg dan margin grade 3 Rp 35.000 per Kg serta keuntugan pemasaran pada grade 1&2 Rp 98,79% dan grade 3 Rp 27,13%. Dilihat dari efesiensi pemasaran secara ekonimis dari saluran pemasaran yang ada di Desa Kaliamok tidak efisien karena memiliki marjin yang besar pada grade 1&2 sebesar 90.000 per Kg dan grade 3 Rp 35.000 per Kg dan memiliki nilai farmer’s share yang rendah pada grade 1&2 Rp 10% dan grade 3 Rp 22.22%. Adapun saran yang diajukan peneliti oleh peneliti adalah petani perlu mencari informasi harga di tingkat konsumen agar tawar – menawar lebih kuat dan untuk meningkatkan share harga yang diterima petani, perlu diupayakan petani melakukan pemisah kulit kopi dari biji, penjemuran dan sortir agar share harga yang didapat petani lebih besar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA BOOTH KOPI DI KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Usaha booth kopi di Kota Tarakan terus bertambah, tetapi pendapatan antarpelaku usaha tidak merata. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jumlah tenaga kerja, modal usaha, lama jam kerja, dan lokasi terhadap pendapatan usaha booth kopi di Kota Tarakan, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling dan berjumlah 100 pemilik booth kopi. Data dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS 27, dengan variabel lokasi diukur sebagai variabel dummy (1 = kawasan pusat kuliner, 0 = luar kawasan pusat kuliner). Hasil uji t menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja dan modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan, dengan tenaga kerja sebagai variabel yang paling dominan (Beta = 0,574). Lama jam kerja dan lokasi tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, keempat variabel berpengaruh signifikan terhadap pendapatan (F hitung = 17,544; sig. 0,001) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,425, artinya 42,5% variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh model, sedangkan 57,5% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK KIMIA DAN FITOKIMIA PARTIKEL SUBMIKRO CaO DARI CANGKANG KERANG KAPAH (Meretrix sp) MELALUI GREEN SYNTHESIS MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN API-API (Avicennia marina)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah cangkang kerang kapah (Meretrix sp.) memiliki kandungan kalsium karbonat (CaCO₃) yang tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kalsium oksida (CaO) bernilai tambah. Pemanfaatan metode green synthesis menggunakan ekstrak daun api-api (Avicennia marina) merupakan alternatif yang ramah lingkungan dalam sintesis partikel submikro CaO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia dan fitokimia partikel submikro CaO dari cangkang kerang kapah (Meretrix sp.) melalui green synthesis menggunakan ekstrak daun api-api (Avicennia marina). Penelitian dilakukan dengan mensintesis CaO dari cangkang kerang kapah menggunakan ekstrak daun api-api sebagai agen green synthesis, kemudian dikarakterisasi menggunakan uji fitokimia, Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), dan Particle Size Analyzer (PSA). Hasil uji PSA menunjukkan bahwa partikel CaO memiliki distribusi ukuran berkisar 50–700 nm dengan ukuran dominan pada rentang 180–200 nm, sehingga termasuk kategori partikel submikro. Hasil FTIR menunjukkan adanya gugus hidroksil (O–H) pada bilangan gelombang sekitar 3645 cm⁻¹, gugus karbonat (CO₃²⁻) pada daerah 1400–1500 cm⁻¹, serta ikatan Ca–O pada daerah 450–550 cm⁻¹, yang mengonfirmasi terbentuknya kalsium oksida. Uji fitokimia menunjukkan hasil negatif terhadap alkaloid, flavonoid, steroid, dan tanin, yang mengindikasikan bahwa senyawa metabolit sekunder telah terdegradasi selama proses kalsinasi sehingga diperoleh CaO dengan tingkat kemurnian yang baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode green synthesis menggunakan ekstrak daun api-api berhasil menghasilkan partikel submikro CaO dari cangkang kerang kapah dengan karakteristik kimia yang sesuai sebagai material CaO dan tanpa kandungan metabolit sekunder pada produk akhir.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Terhadap Kepuasan Konsumen (Studi Kasusu : Exa Coffee di Kota Tarakan)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Exa Coffee merupakan salah satu usaha kedai kopi di Kota Tarakan yang berada dalam kondisi persaingan usaha yang semakin berkembang, sehingga diperlukan strategi pemasaran yang tepat untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kepuasan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik konsumen Exa Coffe, menguji pengaruh bauran pemasaran terhadap kepuasan konsumen, serta mengidentfikasi eleman bauran pemasaran yang lebih dominan dalam memengaruhi kepuasan konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 50 responden yang ditentukan melalui metode incidental sampling. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner dan dianalisis melalui analisis deskriptif serta regresi linier berganda. Bauran pemasaran yang dianalisis mencakup Produk (X1), Harga (X2), Tempat (X3), Promosi (X4), Orang (X5), Bukti Fisik (X6), dan Proses (X7), dengan kepuasan konsumen variabel dependen (Y). hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik konsumen Exa Coffee didominasi oleh jenis kelamin laki-laki dengan rentang usia berkisar antara 17-29 tahun, berpendidikan sarjana, memiliki pendapatan sebesar Rp500.000-Rp2.000.000 per bulan, serta sebagian besar berstatus sebagai pelajar/mahasiswa dan wiraswasta. Secara simultan, bauran pemasaran berpengaruh terhadap signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,817, yang menunjukkan bahwa 81,7% variasi kepuasan konsumen dijelaskan oleh ketujuh variabel bauran pemasaran. Secara parsial, promosi dan proses berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen, sedangkan produk, harga, tempat, orang, dan bukti fisik tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Variabel proses memiliki koefisien regresi sebesar 0,784 dan nilai t-hitung sebesar 8,180 dan signifikansi (Sig. = 0,000). . Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak Exa Coffee dalam mengembangkan dan menerapkan strategi bauran pemasaran yang sesuai guna meningkatkan kepuasan konsumen.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENERAPAN METODE JIT DAN EOQ DALAM MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU BIJI KOPI (Coffea sp.) Bius Coffee DI TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS PENERAPAN METODE JIT DAN EOQ DALAM MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU BIJI KOPI (COFFEA SP.) BIUS COFFEE DI TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku biji kopi serta menganalisis penerapan metode Just In Time (JIT) dan Economic Order Quantity (EOQ) dalam manajemen persediaan bahan baku biji kopi pada Bius Coffee di Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan pemilik usaha, serta dokumen perusahaan berupa data pembelian dan persediaan bahan baku. Analisis dilakukan menggunakan metode EOQ, JIT, Safety Stock, Reorder Point (ROP), dan Total Inventory Cost (TIC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan bahan baku biji kopi Bius Coffee sebesar 4.800 kg per tahun dengan rata-rata 400 kg per bulan. Pemesanan aktual dilakukan sebanyak 24 kali per tahun dengan jumlah rata-rata 200 kg setiap pemesanan. Berdasarkan metode EOQ, jumlah pemesanan optimal sebesar 4.633,36 kg dengan frekuensi sekitar 1 kali per tahun. Sementara itu, metode JIT menghasilkan jumlah pemesanan sebesar 969,64 kg per siklus, dengan 6 kali pengiriman masing-masing sekitar 161,61 kg dan frekuensi pemesanan 5 kali per tahun. Hasil perhitungan menunjukkan total biaya persediaan metode JIT sebesar Rp247.514,31 per tahun, sedangkan metode EOQ sebesar Rp41.406.316 per tahun. Penerapan JIT pada Bius Coffee dapat menjadi alternatif pengendalian persediaan, namun perlu didukung ketepatan waktu pengiriman dan koordinasi yang baik dengan pemasok

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Sosial Dengan Strategi Koping Perawat di Ruang Intensif

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perawat di ruang intensif menghadapi berbagai tuntutan pekerjaan dan kondisi pasien yang kompleks sehingga membutuhkan strategi koping yang sesuai. Strategi koping merupakan upaya yang dilakukan perawat untuk menghadapi dan mengelola berbagai tekanan serta permasalahan yang muncul selama bekerja. Penggunaan strategi koping yang sesuai dapat membantu perawat dalam menghadapi tuntutan pekerjaan di ruang intensif. Dukungan sosial dapat membantu perawat dalam menghadapi berbagai tuntutan dan permasalahan selama bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 79 perawat yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur dukungan sosial dan Brief COPE untuk mengukur strategi koping. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif dengan nilai p-value = 0,017 (p 0,05) dan nilai koefisien korelasi (r) = 0,269 dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan dalam kategori lemah. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif. Semakin tinggi skor dukungan sosial yang diterima perawat, maka cenderung semakin tinggi skor strategi koping yang digunakan dalam menghadapi berbagai situasi selama bekerja di ruang intensif. Disarankan bagi rumah sakit untuk meningkatkan dukungan sosial bagi perawat melalui penciptaan lingkungan kerja yang suportif, penguatan kerja sama antarperawat, serta dukungan dari atasan guna membantu perawat dalam menghadapi berbagai tekanan dan tuntutan pekerjaan di ruang intensif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAMAN JAMUR MAKROSKOPIS KAWASAN KONSERVASI HUTAN MANGROVE BEKANTAN (KKMB) KOTA TARAKAN DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jamur makroskopis merupakan fungi yang memiliki tubuh buah berukuran relatif besar dan dapat diamati secara langsung. Jamur ini dapat ditemukan di berbagai habitat, termasuk ekosistem mangrove yang memiliki substrat berupa kayu lapuk, batang matiKeberadaannya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, salah satunya salinitas, meskipun beberapa jenis mampu beradaptasi pada salinitas tertentu. Peran utama jamur terlihat dalam proses dekomposisi bahan organik, terutama serasah di lingkungan hutan dan sistem agroforestri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jamur makroskopis, kondisi parameter lingkungan, nilai indeks keanekaragaman, serta potensi pemanfaatannya sebagai sumber belajar Biologi di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Bekantan (KKMB) Kota Tarakan, dilakukan dengan metode survei eksploratif menggunakan garis transek dan plot berukuran 5 x 5 m pada tiga stasiun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Bekantan (KKMB) ditemukan 169 individu jamur makroskopis yang tergolong ke dalam 13 genus. Jamur yang paling dominan adalah Auricularia. sedangkan genus lain yang ditemukan antara lain Shizophyllum, Trametes, Ganoderma, Daldania, dan Fuscoporia. Sebagaian besar jamur ditemukan pada substrat kayu lapuk yang memiliki kelembapan tinggi sehingga mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuh buah jamur. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) yang diperoleh sebesar 2,07 yang termasuk kategori sedang. Nilai tersebut menunjukkan bahwa komunitas jamur makroskopis di kawasan penelitian memiliki tingkat keanekaragaman yang cukup baik dengan distribusi individu yang relatif merata dan tidak didominasi secara berlebihan oleh satu spesies tertentu. Kondisi lingkungan berupa suhu, pH tanah, salinitas, intensitas cahaya, dan jenis substrat turut memengaruhi keberadaan jamur lokasi penelitian. Hasil penelitian berpontensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar Biologi SMA kelas X pada Kurikulum Merdeka, khususnya materi keanekaragaman hayati, fungi, dan ekosistem. Pemanfaatan potensi lokal melalui hasil penelitian ini dapat mendukung pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan dekat dengan lingkungan peserta didik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Teknik Expressive Writing dalam Asuhan Keperawatan dengan Masalah Self Injury

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Di tengah meningkatnya permasalahan kesehatan mental pada dewasa muda, perilaku self injury atau menyakiti diri sendiri menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian global. Self injury merupakan tindakan melukai diri sendiri secara sengaja tanpa tujuan mengakhiri hidup yang dilakukan sebagai cara untuk meredakan tekanan emosional yang dirasakan individu. Salah satu intervensi yang dapat membantu individu mengekspresikan emosi secara lebih adaptif adalah teknik expressive writing. Efektivitas teknik expressive writing dalam membantu individu memahami dan mengelola pengalaman emosional yang dialaminya. Sebanyak dua orang klien dengan kecenderungan self injury diberikan Tindakan Keperawatan Ners, kemudian dilanjutkan dengan intervensi inovasi berupa teknik expressive writing yang dilaksanakan selama lima sesi. Kedua klien dilakukan pengukuran menggunakan kuesioner Self Injury dan Difficulties in Emotion Regulation Scale Short Form (DERS-SF) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pemberian asuhan keperawatan, skor self injury pada kedua klien mengalami peningkatan, namun masih berada pada kategori sedang. Skor DERS-SF juga mengalami peningkatan, tetapi tetap berada pada kategori sedang. Setelah diberikan intervensi expressive writing, skor self injury pada kedua klien kembali meningkat sehingga kategori berubah dari sedang menjadi rendah. Sementara itu, skor DERS-SF juga meningkat, namun kategorinya tetap berada pada kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan keperawatan dan expressive writing meningkatkan kemampuan koping dan regulasi emosi, serta menurunkan kecenderungan self injury pada kedua klien. Penerapan Expressive Writing sebagai intervensi inovasi dalam asuhan keperawatan jiwa membantu menurunkan kecenderungan self injury dan mengembangkan mekanisme koping yang lebih adaptif, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai intervensi pendamping pada klien dengan perilaku self injury.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Persediaan Bahan Baku Minuman Kopi Pada Usaha Kopi Sepeda Keliling Pahlawan Di Kota Terakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Persediaan bahan baku merupakan faktor penting dalam menjaga kelancaran proses produksi dan efisiensi biaya operasional suatu usaha. Kelebihan persediaan dapat meningkatkan biaya penyimpanan dan risiko kerusakan bahan baku, sedangkan kekurangan persediaan dapat menghambat proses produksi dan penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pengendalian persediaan bahan baku minuman kopi menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) serta mengetahui strategi keberlanjutan usaha Kopi Sepeda Keliling Pahlawan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Sampel penelitian ditentukan dengan metode sensus yang melibatkan 11 responden. Analisis data menggunakan metode EOQ, Safety Stock, Reorder Point (ROP), Maximum Inventory, dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode EOQ mampu mengoptimalkan pengendalian persediaan bahan baku kopi, susu kental manis, gula aren, dan kayu manis sehingga biaya persediaan lebih efisien dibandingkan kondisi aktual. Total biaya persediaan menggunakan metode EOQ sebesar Rp 2.391.970 per tahun, sedangkan kondisi aktual mencapai Rp 2.225.000 per tahun, sehingga diperoleh penghematan sebesar Rp 166.970 per tahun. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa usaha berada pada Kuadran II, sehingga strategi yang tepat adalah strategi diversifikasi untuk memanfaatkan kekuatan internal dalam menghadapi ancaman eksternal. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan metode EOQ mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan bahan baku dan mendukung penyusunan strategi keberlanjutan usaha yang tepat bagi Kopi Sepeda Keliling Pahlawan di Kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR NON-FINANSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBUKAAN CABANG BARU (Studi Kasus Pada Kedai Kopi SIASAT)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS FAKTOR NON-FINANSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBUKAAN CABANG BARU (STUDI KASUS PADA KEDAI KOPI SIASAT) TRIA NATALI INANG ARIA ARIFIN, S.E., M.Ak Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor non-finansial yang menjadi pertimbangan manajemen dalam pengambilan keputusan pembukaan cabang baru pada Kedai Kopi SIASAT. Penelitian dilatarbelakangi oleh perkembangan industri kedai kopi yang mendorong pelaku usaha melakukan ekspansi bisnis, di mana keputusan tersebut tidak hanya didasarkan pada aspek finansial, tetapi juga berbagai faktor strategis non-finansial. Faktor yang dikaji meliputi lokasi dan aksesibilitas, citra merek, kualitas layanan, sumber daya manusia, budaya dan preferensi konsumen lokal, serta lingkungan kompetitif. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dengan bantuan perangkat lunak NVIVO, serta penarikan kesimpulan yang didukung triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh faktor non-finansial berperan dalam proses pengambilan keputusan pembukaan cabang baru. Namun, citra merek menjadi faktor yang paling dominan karena dipandang sebagai aset strategis dalam membangun kepercayaan, loyalitas, dan persepsi positif pelanggan. Selain itu, kualitas layanan dan lokasi menjadi faktor pendukung utama, sedangkan kesiapan sumber daya manusia, pemahaman budaya konsumen lokal, dan kondisi lingkungan kompetitif berperan dalam meminimalkan risiko serta meningkatkan peluang keberhasilan ekspansi usaha.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS STRATEGI PENETAPAN HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEUNGGULAN BERSAING USAHA KEDAI KOPI DI KOTA TARAKAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Strategi Penetapan Harga dan Kualitas Produk terhadap Keunggulan Bersaing pada usaha kedai kopi di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh usaha kedai kopi yang terdata di Kota Tarakan yang berjumlah 100 kedai kopi. Penentuan sampel menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode Sampling Jenuh (Sensus), sehingga seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian sebanyak 100 responden. Unit analisis dalam penelitian ini adalah pemilik atau manajer kedai kopi. Analisis data dilakukan melalui uji asumsi klasik dan regresi linear berganda menggunakan aplikasi SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Strategi Penetapan Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keunggulan Bersaing dengan nilai t-hitung sebesar 4,297 > t-tabel 1,984. Kualitas Produk juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keunggulan Bersaing dengan nilai t-hitung sebesar 6,010, serta menjadi variabel yang paling dominan. Secara simultan, Strategi Penetapan Harga dan Kualitas Produk berpengaruh signifikan terhadap Keunggulan Bersaing dengan nilai F-hitung sebesar 81,676 dan signifikansi 0,001. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,620 menunjukkan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan pengaruh sebesar 62% terhadap Keunggulan Bersaing, sedangkan sisanya sebesar 38% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan daya saing usaha kedai kopi di Kota Tarakan dapat didukung melalui penetapan harga yang tepat serta kualitas produk yang konsisten.. Kata-kata Kunci: Kedai Kopi, Keunggulan Bersaing, Kualitas Produk, Strategi Penetapan Harga.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

NILAI EKONOMI KARBON PADA LAHAN AGROFORESTRI KOPI ROBUSTA DI DESA SEMBUAK WAROD KECAMATAN MALINAU UTARA KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai ekonomi karbon pada lahan agroforestri kopi robusta di Desa Sembuak Warod, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau. Metode yang diterapkan adalah metode non-destruktif dengan pengambilan data lapangan yang dilakukan dari Juli hingga Agustus 2025. Data yang dikumpulkan mencakup biomassa pohon, serasah, dan kondisi tanah, serta analisis stok karbon menggunakan rumus alometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total rata-rata stok karbon pada lahan agroforestri kopi robusta mencapai 2,33 ton CO₂-e/ha untuk biomassa di atas permukaan tanah (AGB) dan 0,58 ton CO₂-e/ha untuk biomassa di bawah permukaan tanah (BGB). Sebagai tambahan, biomassa akar dan serasah menghasilkan nilai C litter sebesar 0,66 kg, dengan total biomassa basah 1,4 kg dan C litter 6,58 ton CO₂-e/ha. Ini menunjukkan potensi signifikan lahan agroforestri dalam menyimpan karbon. Nilai ekonomi karbon yang diperoleh bervariasi antara Rp30.000 hingga Rp451.050 per ton, tergantung pada mekanisme pasar dan penggunaan karbon. Analisis ini menggarisbawahi peran penting sistem agroforestri kopi robusta dalam mitigasi perubahan iklim dan penyimpanan karbon yang stabil. Sistem agroforestri ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi petani tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, disarankan agar petani mempertahankan variasi tanaman di lahan agroforestri dan pemerintah menyelenggarakan program pelatihan untuk praktik agroforestri berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi konservasi karbon yang lebih efektif di wilayah tersebut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Strategi Koping Dengan Resiliensi Pada Mahasiswa Baru Rantau Universitas Borneo Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mahasiswa rantau menghadapi berbagai tantangan adaptasi, seperti tekanan akademik, perubahan lingkungan, dan keterbatasan dukungan sosial, yang dapat menurunkan kemampuan penyesuaian diri. Strategi koping yang efektif diperlukan agar mahasiswa mampu mempertahankan resiliensi dalam menghadapi situasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara strategi koping dengan resiliensi pada mahasiswa rantau di Universitas Borneo Tarakan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 1.211 responden, dengan sampel berjumlah 300 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling dan instrumen berupa kuesioner strategi koping (Brief-COPE) serta kuesioner resiliensi (CD-RISC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa rantau Universitas Borneo Tarakan, mayoritas berjenis kelamin perempuan dan berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Sebagian besar menggunakan strategi koping adaptif (80,7%), sementara tingkat resiliensi terbagi merata antara kategori tinggi dan rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara strategi koping dan tingkat resiliensi (p = 0,001). Mahasiswa yang menggunakan strategi koping adaptif cenderung memiliki resiliensi tinggi, sedangkan mereka yang menggunakan strategi koping maladaptif lebih banyak menunjukkan resiliensi rendah. Dengan demikian, penggunaan strategi koping adaptif berperan penting dalam meningkatkan resiliensi mahasiswa rantau di Universitas Borneo Tarakan. Kata kunci: Mahasiswa Rantau, Resiliensi, Strategi Koping. Migrant students face various adaptation challenges, including academic pressure, environmental changes, and limited social support, which may reduce their ability to adjust effectively. Effective coping strategies are therefore required to enable students to maintain resilience in dealing with these challenges. This study aimed to examine the relationship between coping strategies and resilience among migrant students at Universitas Borneo Tarakan. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted. The study population consisted of 1,211 respondents, with a sample of 300 respondents selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected using the Brief COPE questionnaire to assess coping strategies and the Connor–Davidson Resilience Scale (CD-RISC) to measure resilience. The results showed that the majority of migrant students at Universitas Borneo Tarakan were female and predominantly enrolled in the Faculty of Teacher Training and Education. Most participants employed adaptive coping strategies (80.7%), while levels of resilience were evenly distributed between high and low categories. The findings demonstrated a significant relationship between coping strategies and resilience levels (p = 0.001). Students who employed adaptive coping strategies tended to exhibit higher resilience, whereas those who relied on maladaptive coping strategies were more likely to demonstrate lower resilience. These findings indicate that the use of adaptive coping strategies plays an important role in enhancing resilience among migrant students at Universitas Borneo Tarakan. Keywords: Migrant Students; Resilience; Coping Strategies

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS SALURAN PEMASARAN BIJI KOPI LIBERIKA (STUDI KASUS DI KEBUN MILIK PETANI BAPAK SARMIN)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study aims to analyze the marketing channel of Liberica coffee in Tanjung Buka SP SA Village, Tanjung Palas Tengah District, Bulungan Regency, using a case study approach focused on a farmer named Mr. Sarmin. The research employed a purposive sampling method. The findings reveal that there is a single main marketing channel: from the farmer to the collector, and then to the final consumer. Within this channel, the farmer receives a Farmer's Share of only 6.25%. Additionally, a significant shrinkage was observed during processing, with up to 80% reduction from wet to dry coffee beans —80 kg of wet beans yielded only about 16 kg of dry beans substantially impacting the farmer's income. Factors influencing the farmer's choice of marketing channel include market accessibility, sales risks, social relationships, transportation, and distribution costs. Therefore, strengthening farmer institutions through cooperatives, improving distribution infrastructure, and providing training in post-harvest coffee processing are essential. These efforts can help farmers enhance value-added potential, improve marketing efficiency, and ultimately contribute to the welfare of coffee farmers in the region. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran kopi Liberika di Desa Tanjung Buka SP 5A, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, dengan studi kasus pada petani bernama Bapak Sarmin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu saluran pemasaran utama, yaitu dari petani ke pengepul, lalu diteruskan ke konsumen akhir. Dalam saluran ini, petani hanya memperoleh Farmer’s Share sebesar 6,25%. Selain itu, ditemukan tingkat penyusutan yang tinggi dari kopi basah ke kopi kering, yakni mencapai 80%. Dari 80 kg kopi basah hanya dihasilkan sekitar 16 kg kopi kering, yang berdampak pada menurunnya pendapatan petani. Faktor yang mempengaruhi petani dalam pemlilihan saluran pemasaran yaitu aksebilitas pasar, resiko penjual, hubungan sosial, Tranportasi dan biaya distribusi. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan kelembagaan petani melalui koperasi, peningkatan infrastruktur penunjang distribusi, serta pelatihan pengolahan kopi pascapanen agar petani dapat meningkatkan nilai tambah dan efisiensi pemasaran, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani kopi di wilayah tersebut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Pemasaran Produk Olahan Kopi (Studi Kasus Kopi Aci Cap Tani Malinau)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kopi Aci Cap Tani is a local micro, small, and medium enterprise (MSME) engaged in coffee processing in Malinau Regency. The business faces a range of challenges in marketing its products effectively. This research aimed to formulate an appropriate marketing strategy to support business growth and enhance competitiveness. A descriptive qualitative approach was employed, utilizing interviews, observations, documentation, and questionnaires as data collection techniques. SWOT analysis was used to identify the internal and external factors influencing marketing performance. The analysis revealed several inter strengths, including high-quality coffee beans, a unique flavor profile, appealing packaging, a recognizable brand, and the use of modern production equipment. Identified weaknesses included inconsistent raw material availability, limited product innovation, price volatility due to raw material costs, and insufficient digital marketing. External opportunities comprised government support, a strategic production location, the growing popularity of social media for promotion, and rising coffee consumption trends. Threats to the business included intense market competition, fluctuating raw material prices, climate change impacts, restricted market access, and lower-priced competitor products. The findings of this study may serve as a reference for developing effective marketing strategies for similar coffee-based MSMEs in other areas. UMKM Kopi Aci Cap Tani merupakan usaha pengolahan kopi lokal di Kabupaten Malinau yang menghadapi berbagai tantangan dalam memasarkan produknya. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemasaran yang sesuai agar usaha dapat berkembang dan bersaing. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner. Analisis SWOT digunakan untuk mengetahui faktor- faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kegiatan pemasaran. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa faktor kekuatan mencakup mutu biji kopi yang tinggi, cita rasa yang khas, kemasan yang menarik, merek yang kuat, serta penggunaan peralatan produksi yang modern. Di sisi lain, kelemahan yang dihadapi meliputi ketidakstabilan ketersediaan bahan baku, minimnya inovasi produk, ketergantungan harga terhadap bahan baku, dan keterbatasan promosi melalui media digital. Peluang yang tersedia meliputi adanya dukungan dari pemerintah, lokasi produksi yang strategis, kemudahan promosi melalui media sosial, serta meningkatnya tren konsumsi kopi. Adapun ancaman meliputi tingginya tingkat persaingan, fluktuasi harga bahan baku, dampak perubahan iklim, keterbatasan akses pasar, serta harga jual pesaing yang lebih rendah. Penelitian ini dapat menjadi acuan dalam merancang strategi pemasaran bagi UMKM serupa di daerah lain

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengalaman Remaja Siswa SMPN 7 Tarakan dalam Menghadapi Stres

2024•

Remaja sering mengalami konflik internal dan masalah di berbagai aspek kehidupan, seperti keluarga, sekolah, dan pertemanan. Masalah yang terjadi apabila tidak diatasi, dapat berdampak negatif yang bisa menyebabkan stres hingga dapat memicu masalah psikologis serta sosial. Stres merupakan perasaan yang umum dapat di rasakan ketika berada dibawah tekanan, merasa kewalahan ataupun merasa kesulitan dalam menghadapi suatu situasi, jika itu berat dan ber-langsung dalam waktu yang lama dapat merusakan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi pengalaman remaja siswa SMPN 7 Tarakan dalam menghadapi stres. Desain pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan cara melakukan wawancara. Hasil dari penelitian ini menghasilkan empat tema yaitu (1) pemicu stres pada remaja, (2) respon stres ketika mengalami permasalahan, (3) koping dalam menghadapi tantangan dan tekanan pada remaja, serta (4) harapan yang remaja inginkan di saat merasa stres. Berdasarkan dari penelitian ini menyimpulkan bahwa perlu adanya kegiatan seperti edukasi manajemen stres dan perlu adanya dukungan dari sekolah seperti program pengelolaan stres pada siswa serta melibatkan orang tua dalam kegiatannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Harga, Produk, Lokasi, dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Kasus Coffee Shop Kopi Bekawan di Kota Tarakan)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Setiap perusahaan yang berpartisipasi dalam persaingan akan mengalami peningkatan atau penurunan penjualan sebagai akibat dari persaingan yang ketat di setiap bidang bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Untuk menganalisis pengaruh variable harga, produk, Lokasi, dan promosi secara parsial terhadap keputusan pembelian di Kopi Bekawan 2) Untuk menganalisis pengaruh variable harga, produk, Lokasi, dan promosi secara simultan terhadap keputusan pembelian di Kopi Bekawan. Penelitian dilaksanakan di coffee shop Kopi Bekawan sejak Maret 2024 sampai juli 2024. Teknik penentuan sampel pada penelitian ini adalah teknik non-probability sampling. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik purposive sampling. Penentuan responden pada penelitian menggunakan kriteria minimal berumur 17 tahun dan pernah membeli di Kopi Bekawan ini berjumlah 100 responden. Hasil penelitian di analisis dengan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji simultan (uji F), uji parsial (uji t). Menghasilkan R¬2 66%. Dengan persamaan regresi linier berganda Y=-0,016 + 0,228X1 + 0,464X2 + 0,233X3 + 0,059X4 + e. Uji F menunjukkan harga, produk, lokasi, dan promosi berpengaruh signifikan secara simultan sebesar 0,000. Uji t menunjukkan harga dengan signifikan sebesar 0,019, produk dengan signifikan sebesar 0,000, lokasi dengan signifikan 0,012, dan promosi dengan signifikan 0,005.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa Performa Mesin Penepung Disc Mill FFC-15 dengan Menggunakan Biji Kopi Sebagai Bahan Kerja

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penepungan juga dikenal sebagai penggilingan yang mana merupakan suatu proses yang menggunakan prinsip pengecilan ukuran di mana bahan akan dihaluskan menjadi bubuk atau tepung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa performa, beberapa faktor yang mempengaruhi performa, dan perbandingan bahan baku biji kopi dengan bahan baku lainnya terhadap performa mesin penepung disc mill FFC-15. Metode yang digunakan adalah metode experimental yang mana 300 gram biji kopi kering digiling menjadi bubuk kopi dengan 3 variasi saringan yang beberda yakni 3 mm, 1 mm, dan 0,5 mm. Hasil penelitian ini menunjukkan kapasitas aktual tertinggi didapatkan pada saringan 3 mm sebesar 11,49 kg/jam, dan terendah didapatkan pada saringan 0,5 mm sebesar 6,66 kg/jam. Efisiensi penepungan tertinggi diperoleh pada saringan 3 mm sebesar 20,91%, dan terendah diperoleh pada saringan 0,5 mm sebesar 12,11%. Rendemen penepungan diperoleh pada saringan 3 mm sebesar 91,98%, dan terendah diperoleh pada saringan 1 mm sebesar 81,38%. Faktor yang mempengaruhi performa mesin penepung adalah ukuran saringan, bahan baku yang ditepungkan, perawatan mesin, getaran mesin dan pengoperasian mesin penepung. Pada biji kopi diperoleh rata-rata rendemen penepungan sebesar 91,98% dan efisiensi penepungan sebesar 20,91%. Sedangkan biji jagung diperoleh rata-rata rendemen penepungan sebesar 95,58% serta dengan efisiensi penepungan sebesar 53,81%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN KOPI DI MR FUJI KARAOKE DAN CAFÉ

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Kota-kota besar di Indonesia pertumbuhan cafe yang menawarkan kopi mengalami persaingan yang amat ketat. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui karakteristik konsumen di Mr Fuji Karaoke & Cafe di kota Tarakan dan Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen dalam pembelian kopi di Mr Fuji Karaoke & Cafe. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan menggunakan kriteria tertentu, jumlah responden 45 . Penelitian dilakukan di Mr Fuji Karaoke & Cafe. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan regresi linear berganda. Berdasarkan analisis karakteristik responden menunjukkan bahwa mayoritas pembeli kopi di Mr. Fuji Karaoke dan Cafe adalah laki-laki (82%), dengan kelompok usia muda seperti Generasi Z dan Milenial awal mendominasi (51%). Meskipun demikian, perilaku pembelian juga terlihat dari kelompok usia yang lebih tua, seperti Milenial dan Generasi X. Selain itu, mayoritas responden memiliki pendidikan SMA (58%) dan pekerjaan kantoran (38%), namun terdapat juga kontribusi signifikan dari kelompok lain seperti mahasiswa, PNS, wiraswasta, dan IRT. Analisis regresi menunjukkan bahwa faktor budaya (X1) memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (Y), dengan koefisien regresi sebesar 0.673, dan nilai signifikansi yang sangat rendah (0.000). Hal ini menegaskan bahwa perubahan dalam faktor budaya secara signifikan mempengaruhi keputusan pembelian. Namun, untuk faktor sosial (X2), meskipun koefisien regresinya (0.056), dan nilai signifikansi yang tinggi (0.646) menunjukkan bahwa faktor sosial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Terakhir, faktor psikologis (X3) memiliki koefisien regresi (0.148) dan nilai signifikansi (0.126) tidak cukup rendah menandakan bahwa tidak cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa faktor psikologis memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail