Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

HAIRUNISA FEBRI ANGGRAINI

4 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 12024: 1

Penerapan Teknik Expressive Writing dalam Asuhan Keperawatan dengan Masalah Self Injury

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Di tengah meningkatnya permasalahan kesehatan mental pada dewasa muda, perilaku self injury atau menyakiti diri sendiri menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian global. Self injury merupakan tindakan melukai diri sendiri secara sengaja tanpa tujuan mengakhiri hidup yang dilakukan sebagai cara untuk meredakan tekanan emosional yang dirasakan individu. Salah satu intervensi yang dapat membantu individu mengekspresikan emosi secara lebih adaptif adalah teknik expressive writing. Efektivitas teknik expressive writing dalam membantu individu memahami dan mengelola pengalaman emosional yang dialaminya. Sebanyak dua orang klien dengan kecenderungan self injury diberikan Tindakan Keperawatan Ners, kemudian dilanjutkan dengan intervensi inovasi berupa teknik expressive writing yang dilaksanakan selama lima sesi. Kedua klien dilakukan pengukuran menggunakan kuesioner Self Injury dan Difficulties in Emotion Regulation Scale Short Form (DERS-SF) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pemberian asuhan keperawatan, skor self injury pada kedua klien mengalami peningkatan, namun masih berada pada kategori sedang. Skor DERS-SF juga mengalami peningkatan, tetapi tetap berada pada kategori sedang. Setelah diberikan intervensi expressive writing, skor self injury pada kedua klien kembali meningkat sehingga kategori berubah dari sedang menjadi rendah. Sementara itu, skor DERS-SF juga meningkat, namun kategorinya tetap berada pada kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan keperawatan dan expressive writing meningkatkan kemampuan koping dan regulasi emosi, serta menurunkan kecenderungan self injury pada kedua klien. Penerapan Expressive Writing sebagai intervensi inovasi dalam asuhan keperawatan jiwa membantu menurunkan kecenderungan self injury dan mengembangkan mekanisme koping yang lebih adaptif, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai intervensi pendamping pada klien dengan perilaku self injury.

Penerapan Teknik Expressive Writing dalam Asuhan Keperawatan dengan Masalah Self Injury

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Di tengah meningkatnya permasalahan kesehatan mental pada dewasa muda, perilaku self injury atau menyakiti diri sendiri menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian global. Self injury merupakan tindakan melukai diri sendiri secara sengaja tanpa tujuan mengakhiri hidup yang dilakukan sebagai cara untuk meredakan tekanan emosional yang dirasakan individu. Salah satu intervensi yang dapat membantu individu mengekspresikan emosi secara lebih adaptif adalah teknik expressive writing. Efektivitas teknik expressive writing dalam membantu individu memahami dan mengelola pengalaman emosional yang dialaminya. Sebanyak dua orang klien dengan kecenderungan self injury diberikan Tindakan Keperawatan Ners, kemudian dilanjutkan dengan intervensi inovasi berupa teknik expressive writing yang dilaksanakan selama lima sesi. Kedua klien dilakukan pengukuran menggunakan kuesioner Self Injury dan Difficulties in Emotion Regulation Scale Short Form (DERS-SF) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pemberian asuhan keperawatan, skor self injury pada kedua klien mengalami peningkatan, namun masih berada pada kategori sedang. Skor DERS-SF juga mengalami peningkatan, tetapi tetap berada pada kategori sedang. Setelah diberikan intervensi expressive writing, skor self injury pada kedua klien kembali meningkat sehingga kategori berubah dari sedang menjadi rendah. Sementara itu, skor DERS-SF juga meningkat, namun kategorinya tetap berada pada kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan keperawatan dan expressive writing meningkatkan kemampuan koping dan regulasi emosi, serta menurunkan kecenderungan self injury pada kedua klien. Penerapan Expressive Writing sebagai intervensi inovasi dalam asuhan keperawatan jiwa membantu menurunkan kecenderungan self injury dan mengembangkan mekanisme koping yang lebih adaptif, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai intervensi pendamping pada klien dengan perilaku self injury.

Hubungan Pengetahuan Perubahan Iklim Terhadap Stres, Kecemasan dan Depresi Masyarakat di Daerah Perbatasan

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Perubahan iklim merupakan ancaman serius terhadap kesehatan global, berdampak signifikan pada suhu, pola curah hujan, dan kesehatan mental masyarakat. Penelitian ini menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang perubahan iklim dan tingkat stres, kecemasan, serta depresi di masyarakat Aji Kuning, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 216 responden yang berusia 18-30 tahun. Penelitian ini menggunakan dua instrumen berupa kuesioner, yaitu kuesioner pengetahuan masyarakat tentang perubahan iklim dan DASS-21. Kuesioner pertama mengukur pengetahuan tentang perubahan iklim, sedangkan DASS-21 menilai kecemasan, depresi, dan stres. Analisis data menggunakan uji statistik Spearman rank. Hasil menunjukkan hubungan negatif signifikan antara pengetahuan tentang perubahan iklim dan tingkat stress dengan koefisien -0,328 p 0,001. Temuan juga menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan dan kecemasan dengan koefisien -0,328 p 0,001, serta hubungan signifikan antara pengetahuan dan depresi dengan koefisien -0,260 p 0,001. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang rendah mengenai perubahan iklim berhubungan signifikan dengan tingginya tingkat stres, kecemasan, dan depresi di masyarakat, sehingga diperlukan intervensi pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman serta kesehatan mental di komunitas, terutama di daerah perbatasan.

Hubungan Pengetahuan Perubahan Iklim Terhadap Stres, Kecemasan dan Depresi Masyarakat di Daerah Perbatasan

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perubahan iklim merupakan ancaman serius terhadap kesehatan global, berdampak signifikan pada suhu, pola curah hujan, dan kesehatan mental masyarakat. Penelitian ini menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang perubahan iklim dan tingkat stres, kecemasan, serta depresi di masyarakat Aji Kuning, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 216 responden yang berusia 18-30 tahun. Penelitian ini menggunakan dua instrumen berupa kuesioner, yaitu kuesioner pengetahuan masyarakat tentang perubahan iklim dan DASS-21. Kuesioner pertama mengukur pengetahuan tentang perubahan iklim, sedangkan DASS-21 menilai kecemasan, depresi, dan stres. Analisis data menggunakan uji statistik Spearman rank. Hasil menunjukkan hubungan negatif signifikan antara pengetahuan tentang perubahan iklim dan tingkat stress dengan koefisien -0,328 p < 0,001. Temuan juga menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan dan kecemasan dengan koefisien -0,328 p < 0,001, serta hubungan signifikan antara pengetahuan dan depresi dengan koefisien -0,260 p < 0,001. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang rendah mengenai perubahan iklim berhubungan signifikan dengan tingginya tingkat stres, kecemasan, dan depresi di masyarakat, sehingga diperlukan intervensi pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman serta kesehatan mental di komunitas, terutama di daerah perbatasan.