Abstrak
Perubahan iklim merupakan ancaman serius terhadap kesehatan global, berdampak signifikan pada suhu, pola curah hujan, dan kesehatan mental masyarakat. Penelitian ini menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang perubahan iklim dan tingkat stres, kecemasan, serta depresi di masyarakat Aji Kuning, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 216 responden yang berusia 18-30 tahun. Penelitian ini menggunakan dua instrumen berupa kuesioner, yaitu kuesioner pengetahuan masyarakat tentang perubahan iklim dan DASS-21. Kuesioner pertama mengukur pengetahuan tentang perubahan iklim, sedangkan DASS-21 menilai kecemasan, depresi, dan stres. Analisis data menggunakan uji statistik Spearman rank. Hasil menunjukkan hubungan negatif signifikan antara pengetahuan tentang perubahan iklim dan tingkat stress dengan koefisien -0,328 p < 0,001. Temuan juga menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan dan kecemasan dengan koefisien -0,328 p < 0,001, serta hubungan signifikan antara pengetahuan dan depresi dengan koefisien -0,260 p < 0,001. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang rendah mengenai perubahan iklim berhubungan signifikan dengan tingginya tingkat stres, kecemasan, dan depresi di masyarakat, sehingga diperlukan intervensi pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman serta kesehatan mental di komunitas, terutama di daerah perbatasan.