Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Penulis: JENNI
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Penggunaan Diffuser Oksigen Berbeda Terhadap Kualitas Air Pada Budidaya Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Sistem Bioflok.

2022•Koleksi Perpustakaan

Aerasi merupakan transfer gas oksigen atau penambahan oksigen ke dalam air yang sangat penting dalam budidaya bioflok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan diffuser berbeda terhadap kualitas air pada budidaya Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) dengan sistem Bioflok. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dengan menggunakan metode analisis regresi linear. Ikan lele dumbo yang digunakan memiliki panjang 6 cm dan berat rata-rata 1,55 gram. Ikan lele dumbo dengan menggunakan sistem bioflok dipelihara selama 30 hari dengan dua perlakuan dan lima ulangan yaitu P1 (Selang diffuser/uniring), dan P2 (Batu Aerasi), masing-masing perlakuan diberikan padat tebar yang sama yaitu sebanyak 50 ekor/200 liter. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan aerasi yang berbeda pada budidaya ikan lele dumbo dengan menggunakan sistem bioflok menghasilkan parameter kualitas air oksigen terlarut dan volume flok yang berbeda nyata sig.(2-tailed)0,05. Nilai rata-rata oksigen terlarut pada perlakuan berkisar P1 4.40-5.49 mg/L dan P2 4.19-4.77 mg/L. Data volume flok yang dihasilkan pada P1 22 ml/L, P2 20 ml/L. Parameter suhu berkisar antara 28-31ᵒC, pH berkisar P1 7.52-8.63 P2 7.46-8.45, amoniak berkisar antara 0.00-0.08 mg/L , nitrit berkisar antara 0.02-0.2 mg/L , nitrat berkisar antara 0.04-40 mg/L , fosfat berkisaran 0.00-0.015 mg/L, dan parameter TSS, alkalinitas, kelimpahan fitoplankton, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi berdasarkan uji statistik (uji t) menunjukkan tidak adanya perbedaan nyata sig.(2-tailed>0,05). Kualitas air dari masing-masing perlakuan menunjukkan kisaran yang layak untuk mendukung budidaya ikan lele dumbo dengan sistem bioflok.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Penggunaan Diffuser Oksigen Berbeda Terhadap Kualitas Air Pada Budidaya Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Sistem Bioflok.

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Aerasi merupakan transfer gas oksigen atau penambahan oksigen ke dalam air yang sangat penting dalam budidaya bioflok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan diffuser berbeda terhadap kualitas air pada budidaya Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) dengan sistem Bioflok. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dengan menggunakan metode analisis regresi linear. Ikan lele dumbo yang digunakan memiliki panjang 6 cm dan berat rata-rata 1,55 gram. Ikan lele dumbo dengan menggunakan sistem bioflok dipelihara selama 30 hari dengan dua perlakuan dan lima ulangan yaitu P1 (Selang diffuser/uniring), dan P2 (Batu Aerasi), masing-masing perlakuan diberikan padat tebar yang sama yaitu sebanyak 50 ekor/200 liter. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan aerasi yang berbeda pada budidaya ikan lele dumbo dengan menggunakan sistem bioflok menghasilkan parameter kualitas air oksigen terlarut dan volume flok yang berbeda nyata sig.(2-tailed)0,05. Nilai rata-rata oksigen terlarut pada perlakuan berkisar P1 4.40-5.49 mg/L dan P2 4.19-4.77 mg/L. Data volume flok yang dihasilkan pada P1 22 ml/L, P2 20 ml/L. Parameter suhu berkisar antara 28-31ᵒC, pH berkisar P1 7.52-8.63 P2 7.46-8.45, amoniak berkisar antara 0.00-0.08 mg/L , nitrit berkisar antara 0.02-0.2 mg/L , nitrat berkisar antara 0.04-40 mg/L , fosfat berkisaran 0.00-0.015 mg/L, dan parameter TSS, alkalinitas, kelimpahan fitoplankton, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi berdasarkan uji statistik (uji t) menunjukkan tidak adanya perbedaan nyata sig.(2-tailed>0,05). Kualitas air dari masing-masing perlakuan menunjukkan kisaran yang layak untuk mendukung budidaya ikan lele dumbo dengan sistem bioflok.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN AMPAS KOPI DAN ABU SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (VIGNA SINENSIS L.)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang sangat pontensial untuk dikembangkan, selain bergizi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Salah satu faktor penunjang pada keberhasilan budidaya kacang panjang adalah ketersediaan unsur hara yang cukup serta lingkungan tumbuh yang optimal bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Pemenuhan kebutuhan unsur hara pada tanaman kacang panjang dapat diperoleh dari media tanamnya sendiri maupun penambahan pupuk dari luar. Pupuk yang dianjurkan dan baik digunakan adalah pupuk organik. Salah satu pupuk organik yang digunakan adalah ampas kopi dan abu sekam padi. Selain menambah unsur hara yang dibutuhkan tanaman, juga dapat memperbaikisifat fisik dan kimia tanah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah pemberian ampas kopi dan abu sekam padi pada tanaman kacang panjang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.). Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Amal Lama, Kota Tarakan pada bulan Januari - Mei 2020. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor,yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan. Dengan parameter percobaan adalah: panjang tanaman, jumlah daun, jumlah polong, berat polong per tanaman, dan panjang polong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pemberian ampas kopi dan abu sekam padi secara bersama-sama mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang (panjang tanaman, jumlah daun, panjang polong, berat polong, dan jumlah polong).Pemberian ampas kopi tanpa abu sekam padi dengan dosis 30 gram mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang, yaitu pada panjang tanaman 7 HST P3 (6,70 cm), 14 HST P3 (23,33 cm), 21 HST P4 (59,60 cm), dan 28 HST (173 cm) dan jumlah daun pada 14 MST (7 helai), 21 MST (15 helai), 28 MST (52 helai) panjang polong P4 (30,41 gram), jumlah polong pertanaman P4 (14 biji), berat polong P4 (30,41 cm) kacang panjang pada parameter hasil.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail