Efektivitas Penggunaan Diffuser Oksigen Berbeda Terhadap Kualitas Air Pada Budidaya Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Sistem Bioflok.
Aerasi merupakan transfer gas oksigen atau penambahan oksigen ke dalam air yang sangat penting dalam budidaya bioflok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan diffuser berbeda terhadap kualitas air pada budidaya Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) dengan sistem Bioflok. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dengan menggunakan metode analisis regresi linear. Ikan lele dumbo yang digunakan memiliki panjang 6 cm dan berat rata-rata 1,55 gram. Ikan lele dumbo dengan menggunakan sistem bioflok dipelihara selama 30 hari dengan dua perlakuan dan lima ulangan yaitu P1 (Selang diffuser/uniring), dan P2 (Batu Aerasi), masing-masing perlakuan diberikan padat tebar yang sama yaitu sebanyak 50 ekor/200 liter. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan aerasi yang berbeda pada budidaya ikan lele dumbo dengan menggunakan sistem bioflok menghasilkan parameter kualitas air oksigen terlarut dan volume flok yang berbeda nyata sig.(2-tailed)0,05. Nilai rata-rata oksigen terlarut pada perlakuan berkisar P1 4.40-5.49 mg/L dan P2 4.19-4.77 mg/L. Data volume flok yang dihasilkan pada P1 22 ml/L, P2 20 ml/L. Parameter suhu berkisar antara 28-31ᵒC, pH berkisar P1 7.52-8.63 P2 7.46-8.45, amoniak berkisar antara 0.00-0.08 mg/L , nitrit berkisar antara 0.02-0.2 mg/L , nitrat berkisar antara 0.04-40 mg/L , fosfat berkisaran 0.00-0.015 mg/L, dan parameter TSS, alkalinitas, kelimpahan fitoplankton, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi berdasarkan uji statistik (uji t) menunjukkan tidak adanya perbedaan nyata sig.(2-tailed>0,05). Kualitas air dari masing-masing perlakuan menunjukkan kisaran yang layak untuk mendukung budidaya ikan lele dumbo dengan sistem bioflok.