Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

43 hasil
Subjek: Dukungan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Sosial Dengan Strategi Koping Perawat di Ruang Intensif

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perawat di ruang intensif menghadapi berbagai tuntutan pekerjaan dan kondisi pasien yang kompleks sehingga membutuhkan strategi koping yang sesuai. Strategi koping merupakan upaya yang dilakukan perawat untuk menghadapi dan mengelola berbagai tekanan serta permasalahan yang muncul selama bekerja. Penggunaan strategi koping yang sesuai dapat membantu perawat dalam menghadapi tuntutan pekerjaan di ruang intensif. Dukungan sosial dapat membantu perawat dalam menghadapi berbagai tuntutan dan permasalahan selama bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 79 perawat yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur dukungan sosial dan Brief COPE untuk mengukur strategi koping. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif dengan nilai p-value = 0,017 (p 0,05) dan nilai koefisien korelasi (r) = 0,269 dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan dalam kategori lemah. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif. Semakin tinggi skor dukungan sosial yang diterima perawat, maka cenderung semakin tinggi skor strategi koping yang digunakan dalam menghadapi berbagai situasi selama bekerja di ruang intensif. Disarankan bagi rumah sakit untuk meningkatkan dukungan sosial bagi perawat melalui penciptaan lingkungan kerja yang suportif, penguatan kerja sama antarperawat, serta dukungan dari atasan guna membantu perawat dalam menghadapi berbagai tekanan dan tuntutan pekerjaan di ruang intensif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Dengan Hipertensi

2026•

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DENGAN HIPERTENSI ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum ditemukan di masyarakat dan memiliki dampak besar terhadap angka morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Sebagai salah satu penyakit kronis yang memerlukan pengobatan seumur hidup, kepatuhan mengonsumsi obat merupakan salah satu hal yang sangat berperan dalam keberhasilan pengobatan pasien hipertensi. Rendahnya kepatuhan minum obat ini menyebabkan peningkatan penyakit serius hingga kematian. Salah satu faktor yang terbukti mempengaruhi kepatuhan minum obat pasien hipertensi adalah dukungan keluarga. Banyak pasien berhenti minum obat karena merasa sehat atau tidak mendapatkan dukungan yang memadai dari keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien hipertensi. Metode pada penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling pada penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel 170 di RSP Krayan dan Puskesmas Long Bawan. Hasil penelitian ini menunjukkan p=0,001 (p0,005) yang berarti dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien hipertensi di RSP Krayan dan UPT Puskesmas Long Bawan memiliki hubungan yang signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan semakin baik dukungan yang diberikan keluarga kepada pasien, maka semakin besar kemungkinan pasien untuk patuh dalam menjalani pengobatan hipertensi, sehingga diperlukan keterlibatan keluarga sebagai bagian penting dalam upaya pengendalian hipertensi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Imunisasi Dasar Lengkap di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tanjung Palas

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cakupan imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Palas masih belum mencapai target 90% yang ditetapkan sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan imunisasi dasar lengkap. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan ibu, sikap ibu, pekerjaan ibu, dan dukungan keluarga dengan imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Palas. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 187 ibu yang memiliki anak usia 12–23 bulan, dengan sampel sebanyak 123 responden yang diperoleh menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner serta lembar observasi Buku KIA/KMS dan dianalisis secara univariat serta bivariat. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi-Square pada variabel yang memenuhi asumsi, sedangkan variabel yang tidak memenuhi asumsi dianalisis menggunakan uji Fisher's Exact, dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik 87,8%, sikap positif 94,3%, tidak bekerja 72,4%, memperoleh dukungan keluarga 64,2%, dan sebanyak 108 anak 87,8% telah memperoleh imunisasi dasar lengkap. Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sikap ibu dengan imunisasi dasar lengkap p = 0,039, sedangkan pengetahuan ibu p = 0,393, pekerjaan ibu p = 0,758, dan dukungan keluarga p = 0,348 tidak berhubungan secara signifikan. Disimpulkan bahwa sikap ibu merupakan faktor yang berhubungan dengan imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Palas. Oleh karena itu, tenaga kesehatan perlu memperkuat komunikasi, informasi, dan edukasi secara berkelanjutan agar ibu semakin yakin dan patuh dalam melaksanakan imunisasi sesuai jadwal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Dukungan Sosial Pada Lansia dengan Hipertensi di UPTD Puskesmas Tanjung Palas

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

GAMBARAN DUKUNGAN SOSIAL PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI UPTD PUSKESMAS TANJUNG PALAS ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang paling banyak dialami oleh lansia dan berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak dikelola dengan baik. Salah satu faktor yang berperan dalam keberhasilan pengelolaan hipertensi adalah dukungan sosial yang berasal dari keluarga, teman, maupun orang terdekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dukungan sosial pada lansia dengan hipertensi di UPTD Puskesmas Tanjung Palas. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi yang memenuhi kriteria inklusi dijadikan sampel sebanyak 70 lansia hipertensi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) yang terdiri atas tiga subskala, yaitu keluarga (family), teman (friends), dan significant others. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, persentase, nilai rerata, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat dukungan sosial responden sebagian besar (51,4%) berada pada kategori sedang. Berdasarkan analisis subskala MSPSS, dukungan keluarga memiliki nilai rata-rata tertinggi (mean=3,1;SD= 0,58). Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas lansia dengan hipertensi di UPTD Puskesmas Tanjung Palas memiliki tingkat dukungan sosial kategori sedang dengan keluarga sebagai sumber dukungan utama. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam mengembangkan program promotif dan preventif yang melibatkan keluarga untuk meningkatkan pengelolaan hipertensi pada lansia. Kata kunci: Dukungan Sosial, Hipertensi, Lansia, Puskesmas

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Kontrol Tekanan Darah Pada Pasien Dewasa Dengan Hipertensi

2026•

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN KONTROL TEKANAN DARAH PADA PASIEN DEWASA DENGAN HIPERTENSI ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang tergolong tinggi serta sering dijuluki sebagai penyakit silent killer karena sering tidak menunjukkan tanda dan gejala, namun beberapa pasien dapat merasakan gejala ketika tekanan darahnya sudah tidak terkontrol. Hipertensi yang tidak terkontrol biasanya diakibatkan oleh tidak patuhnya pasien dalam melakukan kontrol tekanan darah. Efikasi diri, dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan dapat menjadi faktor patuhnya pasien dalam melakukan kontrol tekanan darah di fasilitas layanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara efikasi diri, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan terhadap kepatuhan kontrol tekanan darah pada pasien dewasa dengan hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain analitik observasional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 322 pasien hipertensi dengan rentang usia 18 – 59 tahun di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Sampel dalam penelitian ini ditentukan melalui teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa efikasi diri pasien tergolong rendah (66,5%), dukungan keluarga yang dimiliki pasien juga masih kurang (62,4%), dan peran tenaga kesehatan yang diterima pasif (86,6%), serta kepatuhan kontrol tekanan darah pasien masih banyak yang tidak patuh (91,9%). Terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri, dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan kontrol tekanan darah pada pasien dewasa dengan hipertensi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

hubungan pengetahuan ibu dan dukungan suami dengan pemberian asi eksklusif di pusksemas setabu tahun 2026

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan status kesehatan dan pertumbuhan bayi. Namun, cakupan ASI eksklusif masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya pengetahuan ibu dan dukungan suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Setabu tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 30 responden ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 20–35 tahun sebanyak 35 orang (87,5%), berpendidikan SMA sebanyak 21 orang (52,5%), dan merupakan ibu rumah tangga sebanyak 21 orang (52,5%). Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang ASI eksklusif sebanyak 23 orang (57,5%) dan mendapatkan dukungan suami yang baik sebanyak 22 orang (55%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p=0,012 serta terdapat hubungan signifikan antara dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p=0,026. Perlunya peningkatan edukasi kesehatan serta keterlibatan suami dalam mendukung ibu selama proses menyusui untuk meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR FAKTOR YANG MEMENGARUHI TINGKAT KEPUASAN PETANI PADA PENYULUHAN DI DESA TANJUNG ARU KECAMATAN SEBATIK TIMUR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pelaksanaan penyuluhan pertanian yang ditandai dengan rendahnya intensitas kunjungan penyuluh, kurangnya komunikasi, dan materi penyuluhan yang belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan petani. Kondisi tersebut diduga memengaruhi tingkat kepuasan petani terhadap layanan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui penyuluhan pertanian di Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur (2) Menganalisis tingkat kepuasan petani serta (3) Menganalisis pengaruh motivasi penyuluh, kompetensi penyuluh, kinerja penyuluh, dan dukungan kelembagaan terhadap tingkat kepuasan petani. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 63 petani yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penyuluhan pertanian dilaksanakan oleh BPP Sebatik dengan 10 orang PPL, menggunakan metode demplot dan sekolah lapang. Kelembagaan berupa Gapoktan dan poktan (2) Tingkat kepuasan petani terhadap penyuluhan pertanian berada pada kategori cukup puas, dengan 65,08% (3)Secara simultan, motivasi penyuluh, kompetensi penyuluh, kinerja penyuluh, dan dukungan kelembagaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petani dengan nilai Fhitung sebesar 13,805 > Ftabel 2,530 dan nilai signifikansi 0,000 0,05. Secara parsial, kompetensi penyuluh (sig. = 0,000), kinerja penyuluh (sig. = 0,005), dan dukungan kelembagaan (sig. = 0,019) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petani, sedangkan motivasi penyuluh tidak berpengaruh signifikan (sig. = 0,519). Variabel yang paling dominan memengaruhi kepuasan petani adalah kompetensi penyuluh dengan nilai sig 0,000.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KONTROL CAIRAN PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE YANG MENJALANI HEMODIALISIS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kontrol cairan merupakan salah satu aspek penting pada pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis untuk mencegah terjadinya kelebihan cairan dan komplikasi. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kerberhasilan kontrol cairan adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan, keeratan hubungan, dan arah hubungan dukungan keluarga dengan kontrol cairan pada pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional analitik. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 123 pasien. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner FCHPS (Fluid Control In Hemodialysis Patients Scale). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 71,5% responden yang mendapatkan dukungan keluarga baik dan 55,3% responden mendapatkan kontrol cairan baik. Hasil uji gamma diperoleh nilai p value = 0,005 ( 0,05) dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,500. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kontrol cairan pada pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis dengan keeratan hubungan tingkat sedang dan arah hubungan positif.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN MUTASI PEGAWAI, DUKUNGAN ATASAN DAN KOLABORASI STAKEHOLDER DALAM MENINGKATKAN KINERJA ORGANISASI DENGAN AKSI PERUBAHAN SEBAGAI PEMODERASI (STUDI PADA ORGANISASI PERANGKAT DAERAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh mutasi pegawai, dukungan atasan, dan kolaborasi stakeholder terhadap kinerja organisasi, serta menelaah peran aksi perubahan sebagai variabel moderasi pada Organisasi Perangkat Daerah di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori. Penentuan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 194 orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui bantuan perangkat lunak WarpPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutasi pegawai, dukungan atasan, dan kolaborasi stakeholder berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi. Selain itu, aksi perubahan terbukti mampu memoderasi pengaruh mutasi pegawai terhadap kinerja organisasi secara positif. Sebaliknya, aksi perubahan memoderasi pengaruh dukungan atasan dan kolaborasi stakeholder terhadap kinerja organisasi ke arah negatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh penataan sumber daya manusia, dukungan pimpinan, dan sinergi antar stakeholder, tetapi juga oleh tingkat efektivitas pelaksanaan aksi perubahan dalam organisasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi, baik secara teoritis maupun praktis, bagi pengembangan manajemen organisasi sektor publik, khususnya dalam upaya meningkatkan kinerja Organisasi Perangkat Daerah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPETENSI TERHADAP KINERJA ANGGOTA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM TATA KELOLA PEMERINTAHAN DESA DI KABUPATEN BULUNGAN PERAN MODERASI DUKUNGAN ORGANISASI DAN LINGKUNGAN KERJA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji pengaruh kompetensi terhadap kinerja pegawai dalam tata kelola desa di Kabupaten Bulungan, dengan dukungan organisasi dan lingkungan kerja sebagai variabel moderating. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan langsung dan moderasi di antara variabel-variabel ini. Pendekatan kuantitatif diterapkan pada data survei dari 196 anggota Badan Permusyawaratan Desa, dan data dianalisis menggunakan SmartPLS dengan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi, dukungan organisasi, dan lingkungan kerja berdampak positif pada kinerja. Dukungan organisasi secara signifikan memoderasi hubungan secara negatif, sementara moderasi lingkungan kerja tidak signifikan. Temuan tersebut menyiratkan bahwa peningkatan kinerja tata kelola desa membutuhkan penguatan kompetensi individu dan sistem dukungan kelembagaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MANAJEMEN PENGETAHUAN, DUKUNGAN MANAJERIAL TERHADAP KINERJA OPERATOR KEPEGAWAIAN DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DI PEMERINTAH KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial terhadap kepuasan kerja dan kinerja pegawai, serta menganalisis peran kepuasan kerja sebagai variabel mediasi dalam hubungan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada lingkungan Pemerintah Kabupaten Malinau dengan responden yang terdiri dari operator kepegawaian pada berbagai organisasi perangkat daerah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) untuk menguji hubungan antar variabel dalam model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai. Selain itu, manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial juga berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini juga menemukan bahwa kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Lebih lanjut, hasil analisis menunjukkan bahwa kepuasan kerja berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pegawai tidak hanya dipengaruhi oleh faktor organisasi secara langsung, tetapi juga melalui peningkatan kepuasan kerja pegawai. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian manajemen sumber daya manusia sektor publik, khususnya terkait pentingnya pengelolaan pengetahuan organisasi serta dukungan pimpinan dalam meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja pegawai. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi perlu memperkuat praktik manajemen pengetahuan serta meningkatkan kualitas dukungan manajerial untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif dan mendorong peningkatan kinerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAYA KEPEMIMPINAN BERBASIS KECERDASAN EMOSIONAL DAN DUKUNGAN ORGANISASI DALAM MENURUNKAN KEINGINAN BERPINDAH KERJA STAF LAYANAN KESEHATAN DI RSUD MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional dan dukungan organisasi terhadap keinginan berpindah kerja, dengan gaya kepemimpinan sebagai variabel mediasi pada ASN tenaga kesehatan di RSUD Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah ASN tenaga kesehatan yang berstatus PNS dan PPPK, dengan jumlah sampel sebanyak 163 responden yang ditentukan menggunakan teknik stratified random sampling proporsional. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan dukungan organisasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keinginan berpindah kerja. Selain itu, gaya kepemimpinan juga terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keinginan berpindah kerja. Lebih lanjut, gaya kepemimpinan berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara kecerdasan emosional dan dukungan organisasi terhadap keinginan berpindah kerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa kecerdasan emosional dan dukungan organisasi akan lebih efektif dalam menekan keinginan berpindah kerja apabila diterjemahkan melalui gaya kepemimpinan yang suportif, partisipatif, dan berorientasi pada prestasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MANAJEMEN PENGETAHUAN, DUKUNGAN MANAJERIAL TERHADAP KINERJA OPERATOR KEPEGAWAIAN DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DI PEMERINTAH KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial terhadap kepuasan kerja dan kinerja pegawai, serta menganalisis peran kepuasan kerja sebagai variabel mediasi dalam hubungan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada lingkungan Pemerintah Kabupaten Malinau dengan responden yang terdiri dari operator kepegawaian pada berbagai organisasi perangkat daerah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) untuk menguji hubungan antar variabel dalam model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai. Selain itu, manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial juga berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini juga menemukan bahwa kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Lebih lanjut, hasil analisis menunjukkan bahwa kepuasan kerja berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pegawai tidak hanya dipengaruhi oleh faktor organisasi secara langsung, tetapi juga melalui peningkatan kepuasan kerja pegawai. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian manajemen sumber daya manusia sektor publik, khususnya terkait pentingnya pengelolaan pengetahuan organisasi serta dukungan pimpinan dalam meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja pegawai. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi perlu memperkuat praktik manajemen pengetahuan serta meningkatkan kualitas dukungan manajerial untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif dan mendorong peningkatan kinerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH STRES KERJA, PENGALAMAN KERJA, DAN PROFESIONALISME APIP TERHADAP KUALITAS AUDIT INTERNAL DENGAN DUKUNGAN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stres kerja, pengalaman kerja, dan profesionalisme Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) terhadap kualitas audit internal, serta menguji peran dukungan organisasi sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap APIP pada Inspektorat Kabupaten Malinau. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh negatif terhadap kualitas audit internal, sedangkan pengalaman kerja dan profesionalisme APIP berpengaruh positif terhadap kualitas audit internal. Selain itu, dukungan organisasi terbukti berperan dalam memperlemah dampak negatif stres kerja serta memperkuat pengaruh pengalaman kerja dan profesionalisme APIP terhadap kualitas audit internal. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas audit internal tidak hanya ditentukan oleh faktor individu auditor, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan organisasi yang mendukung. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan kajian audit sektor publik serta menjadi dasar pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat fungsi pengawasan internal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN FASILITAS KERJA DAN KEPUASAN KERJA MELALUI PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI SEBAGAI PEMEDIASI DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PEGAWAI DI UPTD PUSKESMAS MALINAU KOTA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fasilitas kerja dan kepuasan kerja terhadap produktivitas pegawai, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui persepsi dukungan organisasi sebagai variabel mediasi di UPTD Puskesmas Malinau Kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai UPTD Puskesmas Malinau Kota yang berjumlah 78 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas kerja dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pegawai. Selain itu, fasilitas kerja dan kepuasan kerja juga terbukti berpengaruh positif terhadap persepsi dukungan organisasi. Persepsi dukungan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pegawai serta berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara fasilitas kerja dan kepuasan kerja dengan produktivitas pegawai. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan produktivitas pegawai tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis dan psikologis semata, tetapi juga oleh persepsi pegawai terhadap dukungan organisasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN FASILITAS KERJA DAN KEPUASAN KERJA MELALUI PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI SEBAGAI PEMEDIASI DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PEGAWAI DI UPTD PUSKESMAS MALINAU KOTA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fasilitas kerja dan kepuasan kerja terhadap produktivitas pegawai, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui persepsi dukungan organisasi sebagai variabel mediasi di UPTD Puskesmas Malinau Kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai UPTD Puskesmas Malinau Kota yang berjumlah 78 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas kerja dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pegawai. Selain itu, fasilitas kerja dan kepuasan kerja juga terbukti berpengaruh positif terhadap persepsi dukungan organisasi. Persepsi dukungan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pegawai serta berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara fasilitas kerja dan kepuasan kerja dengan produktivitas pegawai. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan produktivitas pegawai tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis dan psikologis semata, tetapi juga oleh persepsi pegawai terhadap dukungan organisasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH STRES KERJA, PENGALAMAN KERJA, DAN PROFESIONALISME APIP TERHADAP KUALITAS AUDIT INTERNAL DENGAN DUKUNGAN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stres kerja, pengalaman kerja, dan profesionalisme Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) terhadap kualitas audit internal, serta menguji peran dukungan organisasi sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap APIP pada Inspektorat Kabupaten Malinau. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh negatif terhadap kualitas audit internal, sedangkan pengalaman kerja dan profesionalisme APIP berpengaruh positif terhadap kualitas audit internal. Selain itu, dukungan organisasi terbukti berperan dalam memperlemah dampak negatif stres kerja serta memperkuat pengaruh pengalaman kerja dan profesionalisme APIP terhadap kualitas audit internal. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas audit internal tidak hanya ditentukan oleh faktor individu auditor, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan organisasi yang mendukung. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan kajian audit sektor publik serta menjadi dasar pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat fungsi pengawasan internal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP KEPATUHAN IBU HAMIL MELAKUKAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANG REJO

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Antenatal Care (ANC) merupakan pelayanan kesehatan penting bagi ibu hamil untuk memantau kondisi ibu dan janin serta mendeteksi dini adanya komplikasi kehamilan. Rendahnya kepatuhan kunjungan ANC dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kehamilan dan persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil (usia, pendidikan, pekerjaan) dan dukungan suami terhadap kepatuhan ibu hamil melakukan kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Sampel ini melibatkan 68 ibu hamil multigravida trimester III. Instrument penelitian berupa kuesioner dukungan suami yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, buku KIA dan buku registrasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil dengan usia tidak berisiko, tingkat pendidikan tinggi, tidak bekerja, mendapat dukungan suami, dan patuh melakukan kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia, pendidikan, dan dukungan suami dengan kepatuhan kunjungan ANC dengan (p=0,000), (p=0,000), (p=0,001), dan tidak terdapat hubungan antara pekerjaan dengan kepatuhan kunjungan ANC (p=1,000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa usia ibu, pendidikan ibu dan dukungan suami berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan kunjungan ANC, sedangkan pekerjaan tidak berhubungan. Pentingnya peningkatan peran suami serta edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan ANC sesuai standar pelayanan kebidanan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN KONDISI PSIKOLOGI DENGAN SELF-EFFICACY IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEBENGKOK

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Menyusui salah satu metode yang sangat efektif untuk menentukan kesehatan dan kelangsungan hidup anak. Self-efficacy pada ibu menyusui memiliki peranan penting dalam melanjutkan pemberian ASI lebih lama, termasuk pemberian ASI secara eksklusif. Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif, di antaranya pengetahuan ibu, kondisi sosial, budaya, ekonomi, kesehatan psikologi, dukungan keluarga, serta edukasi dari tenaga kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan kondisi psikologi dengan selfefficacy ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Sebengkok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Populasi penelitian ini terdiri dari 239 ibu menyusui, dan sampel yang digunakan sebanyak 79 ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan, dengan teknik purposive sampling. Instrument menggunakan kuesioner dukungan keluarga, Breastfeeding Self-Efficacy Scale Short Form (BSES-SF), dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Analisis data dilakukan dengan uji fisher’s exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga dengan self-efficacy ibu menyusui dengan p-value 0,010 dan terdapat hubungan kondisi psikologi dengan self-efficacy ibu menyusui dengan pvalue 0,025. Ibu menyusui yang mendapatkan dukungan keluarga dan memiliki kondisi psikologi yang baik cenderung memiliki self-efficacy yang lebih tinggi. Keluarga dapat memberikan dukungan instrumental, dukungan informasional, dukungan emosional, dan dukungan penghargaan atau penilaian untuk meningkatkan self-efficacy ibu dan keberhasilan dalam pemberian ASI eksklusif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH DUKUNGAN SUPERVISOR, DUKUNGAN REKAN KERJA, DAN KEPERCAYAAN TERHADAP TURNOVER INTENTION DENGAN DIMEDIASI OLEH KNOWLEDGE SHARING BEHAVIOR (Studi Pada PT. Garuda Tawakal Abadi di Sidoarjo)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tingginya angka turnover intention di Indonesia menjadi perhatian serius bagi perusahaan, karena dapat berdampak negatif terhadap produktivitas, stabilitas organisasi, dan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dukungan supervisor, dukungan rekan kerja, dan kepercayaan terhadap turnover intention dengan dimediasi oleh knowledge sharing behaviour pada karyawan PT. Garuda Tawakal Abadi di Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 240 responden yang merupakan karyawan aktif perusahaan tersebut yang tersebar pada 5 kota besar di Indonesia. Data dianalisis menggunakan teknik Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan software SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan supervisor dan kepercayaan tidak terbukti mampu mempengaruhi knowledge sharing behaviour, namun dukungan rekan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap knowledge sharing behaviour. Selanjutnya, dukungan supervisor, kepercayaan, maupun dukungan rekan kerja tidak terbukti berpengaruh terhadap turnover intention. Selain itu, knowledge sharing behaviour juga tidak terbukti memediasi hubungan antara dukungan supervisor, dukungan rekan kerja, dan kepercayaan terhadap turnover intention, yang berarti knowledge sharing belum mampu menjadi mekanisme penghubung yang kuat antara hubungan sosial dengan keinginan karyawan untuk bertahan dalam organisasi. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen perusahaan dalam membangun budaya kerja yang kolaboratif, bagaimana meningkatkan kepercayaan antar individu, dan memperkuat dukungan antar lini organisasi guna menekan tingkat turnover intention. Diharapkan, temuan ini juga dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi manajemen sumber daya manusia yang berkelanjutan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail