Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Tenaga Kesehatan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Kontrol Tekanan Darah Pada Pasien Dewasa Dengan Hipertensi

2026•

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN KONTROL TEKANAN DARAH PADA PASIEN DEWASA DENGAN HIPERTENSI ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang tergolong tinggi serta sering dijuluki sebagai penyakit silent killer karena sering tidak menunjukkan tanda dan gejala, namun beberapa pasien dapat merasakan gejala ketika tekanan darahnya sudah tidak terkontrol. Hipertensi yang tidak terkontrol biasanya diakibatkan oleh tidak patuhnya pasien dalam melakukan kontrol tekanan darah. Efikasi diri, dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan dapat menjadi faktor patuhnya pasien dalam melakukan kontrol tekanan darah di fasilitas layanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara efikasi diri, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan terhadap kepatuhan kontrol tekanan darah pada pasien dewasa dengan hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain analitik observasional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 322 pasien hipertensi dengan rentang usia 18 – 59 tahun di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Sampel dalam penelitian ini ditentukan melalui teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa efikasi diri pasien tergolong rendah (66,5%), dukungan keluarga yang dimiliki pasien juga masih kurang (62,4%), dan peran tenaga kesehatan yang diterima pasif (86,6%), serta kepatuhan kontrol tekanan darah pasien masih banyak yang tidak patuh (91,9%). Terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri, dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan kontrol tekanan darah pada pasien dewasa dengan hipertensi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAYA KEPEMIMPINAN BERBASIS KECERDASAN EMOSIONAL DAN DUKUNGAN ORGANISASI DALAM MENURUNKAN KEINGINAN BERPINDAH KERJA STAF LAYANAN KESEHATAN DI RSUD MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional dan dukungan organisasi terhadap keinginan berpindah kerja, dengan gaya kepemimpinan sebagai variabel mediasi pada ASN tenaga kesehatan di RSUD Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah ASN tenaga kesehatan yang berstatus PNS dan PPPK, dengan jumlah sampel sebanyak 163 responden yang ditentukan menggunakan teknik stratified random sampling proporsional. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan dukungan organisasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keinginan berpindah kerja. Selain itu, gaya kepemimpinan juga terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keinginan berpindah kerja. Lebih lanjut, gaya kepemimpinan berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara kecerdasan emosional dan dukungan organisasi terhadap keinginan berpindah kerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa kecerdasan emosional dan dukungan organisasi akan lebih efektif dalam menekan keinginan berpindah kerja apabila diterjemahkan melalui gaya kepemimpinan yang suportif, partisipatif, dan berorientasi pada prestasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BEBAN KERJA, LINGKUNGAN KERJA TERHADAP STRES KERJA DENGAN KESEIMBANGAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA TENAGAN KESEHATAN DI UPTD PUSKESMAS MALINAU KOTA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dengan menggunakan keseimbangan kehidupan kerja sebagai variabel mediasi, penelitian ini berupaya untuk mengkaji dampak beban kerja dan lingkungan kerja terhadap stres kerja di kalangan tenaga kesehatan di Pusat Kesehatan Kota Malinau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif survei dengan 100 tenaga kesehatan sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Temuan penelitian menunjukkan bahwa stres kerja dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh beban kerja dan kondisi tempat kerja. Selain itu, keseimbangan kehidupan kerja dipengaruhi secara signifikan oleh beban kerja dan tempat kerja, yang pada gilirannya memediasi hubungan antara keduanya dan stres kerja. Hasil ini menunjukkan bahwa, bahkan dalam situasi ketika ekspektasi pekerjaan sangat tinggi atau tempat kerja tidak mendukung, keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi berfungsi sebagai mekanisme pelindung yang membantu mengurangi tekanan psikologis. Berdasarkan temuan ini, studi ini menyarankan inisiatif yang mendorong keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi, peningkatan fasilitas dan budaya tempat kerja, serta penyesuaian beban kerja yang proporsional. Diharapkan intervensi ini akan meningkatkan layanan perawatan kesehatan primer di lokasi terpencil dan kesejahteraan para profesional kesehatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BEBAN KERJA, LINGKUNGAN KERJA TERHADAP STRES KERJA DENGAN KESEIMBANGAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA TENAGAN KESEHATAN DI UPTD PUSKESMAS MALINAU KOTA

2026•

Dengan menggunakan keseimbangan kehidupan kerja sebagai variabel mediasi, penelitian ini berupaya untuk mengkaji dampak beban kerja dan lingkungan kerja terhadap stres kerja di kalangan tenaga kesehatan di Pusat Kesehatan Kota Malinau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif survei dengan 100 tenaga kesehatan sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Temuan penelitian menunjukkan bahwa stres kerja dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh beban kerja dan kondisi tempat kerja. Selain itu, keseimbangan kehidupan kerja dipengaruhi secara signifikan oleh beban kerja dan tempat kerja, yang pada gilirannya memediasi hubungan antara keduanya dan stres kerja. Hasil ini menunjukkan bahwa, bahkan dalam situasi ketika ekspektasi pekerjaan sangat tinggi atau tempat kerja tidak mendukung, keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi berfungsi sebagai mekanisme pelindung yang membantu mengurangi tekanan psikologis. Berdasarkan temuan ini, studi ini menyarankan inisiatif yang mendorong keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi, peningkatan fasilitas dan budaya tempat kerja, serta penyesuaian beban kerja yang proporsional. Diharapkan intervensi ini akan meningkatkan layanan perawatan kesehatan primer di lokasi terpencil dan kesejahteraan para profesional kesehatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI YANG DIMEDIASI OLEH KOMITMEN ORGANISASI

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai yang dimediasi oleh komitmen organisasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Adapun populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah tenaga kesehatan yang berada di bawah naungan Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Malinau. Ukuran sampel yang diambil menggunakan rumus Slovin sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 95 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan inferensial menggunakan analisis SEMPLS dengan bantuan software SmartPLS Versi 4. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja pegawai dengan path coefficient 0,239 dan p value 0,090 dan pada level struktural memiliki pengaruh rendah dengan nilai f square 0,049. Selanjutnya kepuasan kerja ditemukan berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi dengan path coefficient 0,761 dan p value 0,000 dan memiliki pengaruh tinggi pada level struktural dengan nilai f square 1,380. Komitmen organisasi juga ditemukan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan path coefficient 0,515 dan p value 0,000 dan berpengaruh sedang/moderat pada level struktural dengan nilai f square 0,227. Selain itu, komitmen organisasi juga berperan signifikan sebagai variabel yang memediasi kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai dengan path coefficient 0,392 dan p value 0,000 dan pada level struktural memiliki pengaruh mediasi yang kuat dengan nilai Upsilon V sebesar 0,154.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPETENSI, KOMITMEN ORGANISASI, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI RSUD MALINAU (Studi pada Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Layanan Rawat Jalan)

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi, komitmen organisasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja tenaga medis dan kesehatan di layanan rawat jalan RSUD Malinau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 139 responden yang terdiri dari tenaga medis dan tenaga kesehatan. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan Pearson Product Moment dan Cronbach's Alpha. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi, komitmen organisasi dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Variabel lingkungan kerja memberikan kontribusi terbesar dengan koefisien regresi 0,517, diikuti oleh komitmen organisasi dengan koefisiensi 0,224, dan kompetensi dengan koefisien 0,194. Nilai adjusted R² sebesar 0,382 mengindikasikan bahwa ketiga variabel tersebut menjelaskan 38,2% variabilitas kinerja pegawai, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menekankan pentingnya program pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi, penguatan kebijakan untuk mendukung komitmen organisasi, serta pengembangan lingkungan kerja yang kondusif melalui peningkatan fasilitas dan hubungan interpersonal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERLINDUNGAN HUKUM TEHADAP TENAGA KESEHATAN DALAM MELAKSANAKAN PELAYANAN KESEHATAN KEPADA PASIEN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk untuk menganalisis bagaimana pengaturan hukum terhadap tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan keshatan dan bagaimana bentuk perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian yuridis normatif, dengan pendekatan koseptual dan pendekatan perundang-undangan serta menggunakan bahan hukum primer dan sekunder. Sesuai hasil penelitian disimpulkan: bahwa; Pengaturan Hukum Terhadap Tenaga Kesehatan Dalam Memberikan Pelayanan Kesehatan telah dijelaskan dalam berbagai peraturan perundang undangan. Pengaturan mengenai Kesehatan dan Keselamatan Kerja merupakan suatu upaya untuk menjauhkan segala resiko yang dapat terjadi pada diri sendiri maupun risiko yang dapat membahayakan pasien. Kesehatan dan Keselamatan Kerja memiliki tujuan meningkatkan dan memelihara derajat tertinggi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial pekerja pada semua jenis pekerjaan, pencegahan keberadaan dan ketidakhadiran pekerja karena kondisi kesehatan yang disebabkan kondisi kerja yang tidak layak, melindungi pekerja pada tempat kerjanya terhadap risiko yang muncul dari faktor-faktor yang dapat merugikan kesehatan, penempatan dan pemeliharaan pekerja di lingkungan kerja yang sesuai dengan kodisi fisiologis dan psikologis pekerja dan untuk menciptakan kesesuaian antara pekerjaan dengan pekerja dan setiap pekerja dengan pekerjaannya dan Bentuk perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan meliputi; Perlindungan hukum Preventif artinya tenaga kesehatan diberikan oleh negara perlindungan hukum melalui peraturan perundang-undangan sehingga tenaga kesehatan menjalankan profesinya dengan nyaman sehingga tidak terjadi sengketa dimudian hari. Perlindungan hukum Refrensif, adalah suatu jaminan yang diberikan oleh Negara kepada semua pihak untuk dapat melaksanakan hak dan kepentingan hukum yang dimilikinya dalam kapasitasnya sebagai subyek hukum. Sehingga ketika terjadi sengketa antara tenaga kesehatan dengan pasien akan diselesaikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Sanksi Pidana Terhadap Tenaga Kesehatan yang Menyebarkan Privasi Pasien di Media Sosial

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bermaksud untuk menjawab dua pertanyaan terkait sanksi pidana terhadap tenaga kesehatan yang menyebarkan privasi pasien di media sosial. Pertama, peraturan hukum pidana bagi tenaga kesehatan yang menyebarkan privasi pasien melalui media sosial. Kedua pertanggungjawaban hukum pidana terhadap tenaga kesehatan yang menyebarkan privasi pasien melalui media sosial. Skripsi ini merupakan penelitian normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa berbagai peraturan hukum telah diberikan oleh pemerintah untuk melindungi privasi pasien yang antara lain diatur dalam KUHP, Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan undang-undang yang berlaku, jika penyebarannya melalui media sosial maka dapat dikenai Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Teknologi dan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi hingga PERMENKES Nomor 36 Tahun 2012 tentang Rahasia Kedokteran dan PERMENKES Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Pertanggungjawaban hukum pidana terhadap tenaga kesehatan yang menyebarkan privasi pasien melalui media sosial dapat dikenai ancaman pidana penjara dan/atau denda. Perlu adanya edukasi mengenai peraturan mengenai menjaga privasi pasien kepada tenaga kesehatan agar mencegah terjadinya pelanggaran penyebaran informasi pasien. Bahwa hak privasi merupakan hak mutlak setiap orang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail