Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

NANDA WULANDARI

2 karya publik ditemukan.

2025: 2

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN KONDISI PSIKOLOGI DENGAN SELF-EFFICACY IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEBENGKOK

2025 · Book ·

Menyusui salah satu metode yang sangat efektif untuk menentukan kesehatan dan kelangsungan hidup anak. Self-efficacy pada ibu menyusui memiliki peranan penting dalam melanjutkan pemberian ASI lebih lama, termasuk pemberian ASI secara eksklusif. Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif, di antaranya pengetahuan ibu, kondisi sosial, budaya, ekonomi, kesehatan psikologi, dukungan keluarga, serta edukasi dari tenaga kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan kondisi psikologi dengan selfefficacy ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Sebengkok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Populasi penelitian ini terdiri dari 239 ibu menyusui, dan sampel yang digunakan sebanyak 79 ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan, dengan teknik purposive sampling. Instrument menggunakan kuesioner dukungan keluarga, Breastfeeding Self-Efficacy Scale Short Form (BSES-SF), dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Analisis data dilakukan dengan uji fisher’s exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga dengan self-efficacy ibu menyusui dengan p-value 0,010 dan terdapat hubungan kondisi psikologi dengan self-efficacy ibu menyusui dengan pvalue 0,025. Ibu menyusui yang mendapatkan dukungan keluarga dan memiliki kondisi psikologi yang baik cenderung memiliki self-efficacy yang lebih tinggi. Keluarga dapat memberikan dukungan instrumental, dukungan informasional, dukungan emosional, dan dukungan penghargaan atau penilaian untuk meningkatkan self-efficacy ibu dan keberhasilan dalam pemberian ASI eksklusif.

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN KONDISI PSIKOLOGI DENGAN SELF-EFFICACY IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEBENGKOK

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Menyusui salah satu metode yang sangat efektif untuk menentukan kesehatan dan kelangsungan hidup anak. Self-efficacy pada ibu menyusui memiliki peranan penting dalam melanjutkan pemberian ASI lebih lama, termasuk pemberian ASI secara eksklusif. Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif, di antaranya pengetahuan ibu, kondisi sosial, budaya, ekonomi, kesehatan psikologi, dukungan keluarga, serta edukasi dari tenaga kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan kondisi psikologi dengan selfefficacy ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Sebengkok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Populasi penelitian ini terdiri dari 239 ibu menyusui, dan sampel yang digunakan sebanyak 79 ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan, dengan teknik purposive sampling. Instrument menggunakan kuesioner dukungan keluarga, Breastfeeding Self-Efficacy Scale Short Form (BSES-SF), dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Analisis data dilakukan dengan uji fisher’s exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga dengan self-efficacy ibu menyusui dengan p-value 0,010 dan terdapat hubungan kondisi psikologi dengan self-efficacy ibu menyusui dengan pvalue 0,025. Ibu menyusui yang mendapatkan dukungan keluarga dan memiliki kondisi psikologi yang baik cenderung memiliki self-efficacy yang lebih tinggi. Keluarga dapat memberikan dukungan instrumental, dukungan informasional, dukungan emosional, dan dukungan penghargaan atau penilaian untuk meningkatkan self-efficacy ibu dan keberhasilan dalam pemberian ASI eksklusif.