ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan media komunikasi, informasi, dan edukasi yang memuat informasi mengenai kesehatan ibu dan anak, termasuk teknik menyusui yang benar. Pemanfaatan Buku KIA diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu nifas dalam menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan dan keterampilan ibu nifas tentang teknik menyusui yang benar di Rumah Sakit Umum CARSA Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 64 ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pemanfaatan Buku KIA, kuesioner pengetahuan, dan lembar observasi keterampilan teknik menyusui. Analisis data menggunakan uji Pearson Chi-Square untuk menganalisis hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan ibu nifas, sedangkan hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan keterampilan dianalisis menggunakan Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu nifas yang memanfaatkan Buku KIA sebagian besar memiliki pengetahuan baik (80,0%), sedangkan ibu yang tidak memanfaatkan Buku KIA sebagian besar memiliki pengetahuan kurang (58,3%). Hasil uji Pearson Chi-Square diperoleh p-value = 0,002 (p 0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan antara pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan ibu nifas. Sementara itu, hasil Fisher’s Exact Test diperoleh p-value = 0,186 (p > 0,05) sehingga tidak terdapat hubungan antara pemanfaatan Buku KIA dengan keterampilan ibu nifas tentang teknik menyusui yang benar di Rumah Sakit Umum CARSA Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Menyusui salah satu metode yang sangat efektif untuk menentukan kesehatan dan kelangsungan hidup anak. Self-efficacy pada ibu menyusui memiliki peranan penting dalam melanjutkan pemberian ASI lebih lama, termasuk pemberian ASI secara eksklusif. Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif, di antaranya pengetahuan ibu, kondisi sosial, budaya, ekonomi, kesehatan psikologi, dukungan keluarga, serta edukasi dari tenaga kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan kondisi psikologi dengan selfefficacy ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Sebengkok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Populasi penelitian ini terdiri dari 239 ibu menyusui, dan sampel yang digunakan sebanyak 79 ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan, dengan teknik purposive sampling. Instrument menggunakan kuesioner dukungan keluarga, Breastfeeding Self-Efficacy Scale Short Form (BSES-SF), dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Analisis data dilakukan dengan uji fisher’s exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga dengan self-efficacy ibu menyusui dengan p-value 0,010 dan terdapat hubungan kondisi psikologi dengan self-efficacy ibu menyusui dengan pvalue 0,025. Ibu menyusui yang mendapatkan dukungan keluarga dan memiliki kondisi psikologi yang baik cenderung memiliki self-efficacy yang lebih tinggi. Keluarga dapat memberikan dukungan instrumental, dukungan informasional, dukungan emosional, dan dukungan penghargaan atau penilaian untuk meningkatkan self-efficacy ibu dan keberhasilan dalam pemberian ASI eksklusif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahan utama dalam pemberian ASI pada ibu primipara adalah rendahnya efikasi diri dan kurangnya pengetahuan tentang teknik menyusui yang tepat, yang dapat menyebabkan kegagalan dalam menyusui secara eksklusif. Banyak ibu mengalami kesulitan pada tahap awal menyusui karena tidak memiliki pengalaman sebelumnya. Penelitian ini untuk mengindentifikasi pengaruh penggunaan video terhadap tingkat pengetahuan ibu pada trimester III tentang teknik menyusui di Puskesmas Sebengkok. Penelitian ini menggunakan metode PreExperimental Dengan One Group Pretest-Posttest Design, metode sampling yang digunakan yaitu purposive sampling sebanyak 43 ibu hamil primipara. Intervensi yang dilakukan berupa pemberian media video teknik menyusui yang diberikan sebanyak 2 kali pemutaran video dengan jeda 15 menit. Instrument yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil menujukkan peningkatan signifikan setelah diberikan intervensi video tentang teknik menyusui yang benar dengan p-value = 0.000. Penelitian ini menyimpukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan setelah diberikan edukasi menggunakan video dari kategori pengetahuan cukup menjadi kategori pengetahuan baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi alamiah bagi bayi yang sangat baik untuk pertumbuhan bayi. Banyaknya ibu postpartum yang tidak memberikan ASI eksklusif pada bayi karena kurangnya rangsangan hormon prolaktin dan oksitosin. Tujuan studi kasus ini untuk menerapkan intervensi inovasi hypnobreastfeeding melalui mendengarkan audio bersamaan dengan pijat laktasi dan perawatan payudara. Studi kasus ini dilakukan kepada satu ibu postpartum post sectio caesarea selama 30 menit selama enam hari dengan rincian tiga hari implementasi saat perawatan di rumah sakit dan tiga hari implementasi saat perawatan di rumah. Hasilnya adalah terjadi peningkatan produksi ASI sebanyak 35cc pada hari ketiga perawatan di rumah sakit, perlekatan bayi pada payudara ibu meningkat, kemampuan ibu memposisikan bayi dengan benar meningkat, tetesan/pancaran ASI meningkat sebanyak 35 tetes, kepercayaan diri ibu meningkat, bayi tidur setelah menyusu dan hisapan bayi meningkat pada hari ketujuh perawatan di rumah serta lecet pada puting, kelelahan dan kecemasan meningkat pada hari kelima perawatan di rumah. Kesimpulannya adalah kombinasi dari intervensi inovasi ini memberikan hasil yang baik namun diperlukan penambahan edukasi posisi menyusui dan promosi perlekatan untuk meningkatkan kemampuan adaptasi ibu pasca melahirkan di rumah. Diharapkan studi kasus ini dapat digunakan pasien dan keluarga secara mandiri untuk mengatasi masalah menyusui tidak efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengetahuan sangat penting terhadap seseorng terutama pada ibu menyusui dalam melakukan perawatan payudara. Semakin baik pengetahuan ibu maka semakin baik dalam melakukan perawatan payudara. Sehingga dapat menghindari permasalahan yang dapat merugikan bagi ibu dan bayinya, diantaranya pengeluaran ASI tidak lancar, puting susu lecet dan bendungan ASI sehingga bayi tidak dapat mengkonsumsi ASI dan pencapaian ASI secara esklusif menjadi rendah. Salah satu media yang dapat digunakan untuk penyuluhan dalam penyampaian informasi untuk meningkatkan pengetahuan adalah media leaflet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh tingkat pengetahuan perawatan payudara pada ibu menyusui sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan menggunakan media leaflet di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif quasi eksperimental dengan desain one group pretest posttest design. Sampel penelitian ini sebanyak 62 orang ibu menyusui. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal. Berdasarkan uji statistik menggunakan paired sampels t-test diperoleh nilai signifikan p value 0,000, yang berarti p value 0,05. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan menggunakan media leaflet efektif teradap peningkatan pengetahuan ibu menyusui tentang perawatan payudara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif dapat mencegah kematian anak balita di dunia. Berdasarkan survei di Indonesia, 38% ibu berhenti memberikan ASI karena kurangnya produksi ASI. Salah satu penyebab kegagalan tersebut adalah produksi ASI yang tidak lancar, produksi dan pengeluaran ASI dipengaruhi oleh hormo prolaktin dan oksitosin, dan hormone prolactin berhubungan erat dengan jenis jenis nutrisi yang dikonsumsi. Salah satu jenis nutrisi yang dapat menigkatkan kerja hormone prolactin adalah buah papaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air rebusan buah pepaya terhadap peningkatan produksi ASI eksklusif pada ibu menyusui. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan eksperimen semu (quasy experiment) dengan menggunakan one group post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu yang menyusui di puskesmas pulau sapi sebanyak 30 responden dengan teknik total sampling yaitu 30 ibu yang menyusui. Analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Berdasarkan uji Wilcoxon Signed Rank Test pre dan post, diperoleh nilai Z sebesar -4,799b dengan nilai p-value sebesar 0,000. Nilai uji p-value 0,000 0,005 (H0 ditolak). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara sebelum dilakukan pemberian air rebusan buah pepaya dan sesudah diberikan rebusan buah pepaya. Saran dari penelitian ini diharapkan bagi ibu menyusui untuk meningkatkan pemahamannya tentang cara merawat anaknya. payudara dan manfaat mengkonsumsi rebusan pepaya secara rutin agar produksi ASI tetap meningkat sehingga ibu dapat memberikan ASI eksklusi dan semoga penelitian ini berguna sebagai acuan dalam pengabdian masyarakat untuk menerapkan pemberian buah pepaya untuk kelancaran produksi ASI dapat disosialisasikan kepada masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Sectio Caesarea merupakan tindakan medis yang dilakukan untuk membantu persalinan yang tidak bisa dilakukan secara normal akibat masalah kesehatan ibu atau kondisi janin. Desain dalam penelitian ini menggunakan metode studi kasus, subyek yang digunakan adalah 2 klien post sectio caesarea dengan masalah yang sama yaitu nyeri akut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan pengumpulan hasil dari pemeriksaan diagnostik. Hasil studi kasus ini menunjukkan setelah dilakukan asuhan keperawatan kepada dua klien selama 3 hari di rumah sakit, dengan mengajarkan teknik relaksasi nafas dalam yang bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri. Dan terdapat perbedaan yaitu pada klien 1 terdapat diagnosis menyusui efektif dan klien 2 terdapat diagnosis menyusui tidak efektif klien telah dijarkan perawatan payudara dan pijat oksitosin bertujuan untuk melancarkan Asi dan mengurangi pembengkakan pada payudara ibu. Didapatkan hasil nyeri yang dirasakan kedua klien dapat berkurang dan ibu mampu menerapkan latihan tersebut secara mandiri jika nyeri timbul kembali .Disimpulkan bahwa dari hasil penelitian studi kasus ini selama 3-4 kali kunjungan adalah masalah dapat teratasi dengan cara mengajarkan klien teknik relaksasi dan distraksi nafas dalam yang bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri dan menyusui tidak efektif dapat teratasi setelah klien diajarkan cara memposisikan bayi dan klien setelah dilakukan pijat oksitosin. Saran untuk klien diharapkan klien tetap menjaga kondisi fisiknya dan mampu mengatasi rasa nyeri jika timbul kembali dan untuk perawatan payudara agar dapat di jaga kebersihannya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
dengan perlekatan yang benar. Dalam proses menyusui sering terjadi masalah seperti puting susu lecet sehingga menghambat pemberian ASI kepada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang teknik menyusui yang benar di Puskesmas gunung lingkas. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 24 orang yang diambil dengan menggunakan teknik Total sampling. karakteristik responden yang diukur pengetahuannya tentang teknik menyusui yang benar di Puskesmas Gunung Lingkas mayoritas berada pada usia rentan 20-35 tahun dengan pengetahuan cukup sebanyak 13 (54.1%), memiliki status paritas multipara dengan pengetahuan cukup sebanyak 11 (45.8%), Berpendidikan SMA dengan pengetahuan cukup sebanyak 8 (20.8%), dan status pekerjaan tidak bekerja dengan pengetahuan cukup sebanyak 14 (58.3%) responden.