ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dispepsia merupakan gangguan pada saluran pencernaan bagian atas yang sering dijumpai di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ditandai dengan nyeri pada daerah epigastrium (ulu hati). Nyeri yang dialami pasien dapat mengganggu kenyamanan sehingga diperlukan intervensi keperawatan nonfarmakologis sebagai terapi pendamping selain terapi farmakologis. Kombinasi relaksasi Benson dan genggam jari merupakan intervensi yang memberikan efek relaksasi sehingga membantu menurunkan intensitas nyeri. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan intervensi kombinasi relaksasi Benson dan genggam jari dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien dispepsia di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penulisan ini menggunakan metode studi kasus pada dua pasien dengan diagnosis medis dispepsia yang mengalami masalah keperawatan nyeri akut di ruang IGD. Intervensi diberikan selama ±20 menit dengan pengukuran intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri pada kedua pasien, yaitu pada Nn. A dari skala 5 menjadi 3 dan pada Nn. V dari skala 4 menjadi 2. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi relaksasi Benson dan genggam jari efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam membantu menurunkan intensitas nyeri pada pasien dispepsia di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Acute Coronary Syndrome (ACS) merupakan kegawatdaruratan kardiovaskular akibat penurunan aliran darah koroner yang menyebabkan iskemia miokard, ditandai dengan nyeri dada akut dan perubahan status hemodinamik akibat aktivasi sistem saraf simpatis. Selain terapi farmakologis, intervensi nonfarmakologis diperlukan sebagai terapi komplementer untuk membantu mengurangi nyeri dan memperbaiki status hemodinamik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penerapan kombinasi Deep Breathing Exercise (DBE) dan terapi murottal terhadap penurunan intensitas nyeri dada serta perbaikan status hemodinamik pada pasien ACS. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua pasien ACS yang mengalami nyeri dada akut. Pengkajian dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pengukuran status hemodinamik, dan telaah rekam medis. Intervensi berupa kombinasi Deep Breathing Exercise dan terapi murottal Surah Ar-Rahman yang dibacakan oleh Muzzammil Hasballah diberikan satu kali setiap sore selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 15–20 menit. Evaluasi dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) untuk menilai intensitas nyeri serta pengukuran status hemodinamik yang meliputi tekanan darah, frekuensi nadi, frekuensi napas, dan saturasi oksigen sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan bahwa kedua pasien mengalami penurunan intensitas nyeri dada yang disertai perbaikan status hemodinamik, ditandai dengan tekanan darah, frekuensi nadi, dan frekuensi napas yang lebih stabil, peningkatan atau terpeliharanya saturasi oksigen dalam batas normal, perbaikan perfusi perifer, serta penurunan kecemasan. Kombinasi Deep Breathing Exercise dan terapi murottal dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer yang mendukung terapi farmakologis dalam membantu menurunkan nyeri dada dan memperbaiki status hemodinamik pada pasien Acute Coronary Syndrome.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ibu nifas post sectio caesarea sering mengalami nyeri pada area luka operasi akibat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Nyeri umumnya mulai dirasakan ketika efek anestesi spinal berkurang, terutama pada 6–12 jam pertama pascaoperasi. Nyeri yang tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu mobilisasi dini, kenyamanan, istirahat, proses laktasi, serta pemulihan ibu pada masa nifas. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kenyamanan dan mengurangi persepsi nyeri adalah aromaterapi lavender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pemberian aromaterapi lavender dengan intensitas nyeri pada ibu nifas post sectio caesarea 6–12 jam pertama di Rumah Sakit Pertamina Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan rancangan post-test only control group design. Sampel penelitian berjumlah 20 ibu nifas post sectio caesarea 6–12 jam pertama yang dibagi menjadi 10 responden kelompok intervensi dan 10 responden kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan terapi standar rumah sakit berupa analgetik ditambah aromaterapi lavender, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan terapi standar rumah sakit tanpa aromaterapi lavender. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terdapat 3 responden (30,0%) mengalami nyeri ringan, 7 responden (70,0%) nyeri sedang, dan tidak terdapat responden nyeri berat. Pada kelompok kontrol, tidak terdapat responden nyeri ringan, 7 responden (70,0%) mengalami nyeri sedang, dan 3 responden (30,0%) nyeri berat. Hasil uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test diperoleh nilai p-value = 0,048. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian aromaterapi lavender dengan intensitas nyeri pada ibu nifas post sectio caesarea 6–12 jam pertama.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cedera kepala merupakan masalah kesehatan global yang umum menyebabkan kematian, kecelakaan lalu lintas diperkirakan menjadi penyebab utama cedera kepala, selain menyebabkan kematian cedera kepala juga mengakibatkan kecacatan permanen, serta berbagai efek seperti nyeri kepala akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Terapi Relaksasi Benson Terhadap Intensitas Nyeri pada Pasien Cedera Kepala Ringan Diruangan IGD. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitafif dengan metode desain eksperimen one group pretest-posttest. Sebanyak 30 pasien yang mengalami nyeri kepala ringan diikut sertakan sebagai responden, dipilih dengan menggunakan tekhnik purposive sampling. Pengukuran skala nyeri dilakukan sebelum dan setelah intervensi terapi relaksasi Benson, menggunakan skala Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki skala nyeri rata-rata 3, yang menunjukkan nyeri ringan. Setelah intervensi, terdapat penurunan signifikan dalam skala nyeri, dengan skor rata-rata menurun menjadi 2. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test menghasilkan nilai p=0,0001, menegaskan bahwa terapi relaksasi Benson efektif dalam mengurangi intensitas nyeri. Temuan ini mendukung penggunaan pendekatan non- farmakologis dalam manajemen nyeri, khususnya terapi relaksasi Benson, sebagai alternatif yang bermanfaat bagi pasien cedera kepala ringan. Penelitian ini juga merekomendasikan pelatihan untuk profesional kesehatan dalam penerapan teknik ini, serta saran untuk penelitian lebih lanjut yang mengeksplorasi efektivitas terapi relaksasi lainnya. Dengan demikian, terapi relaksasi Benson dapat menjadi pilihan yang efektif dan aman dalam pengelolaan nyeri di lingkungan klinis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Persalinan melalui tindakan Sectio Caesarea sering disertai dengan nyeri pasca operasi yang dapat mengganggu kenyamanan, mobilisasi, serta proses pemulihan ibu. Manajemen nyeri tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga memerlukan pendekatan nonfarmakologis sebagai terapi pendukung, salah satunya melalui penerapan kinesio taping. Tujuan Karya Ilmiah Akhir Ners ini adalah untuk menerapkan terapi inovasi kinesio taping dalam menurunkan nyeri pada ibu post Sectio Caesarea. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan maternitas pada dua pasien ibu post sectio caesarea yang mengalami nyeri pada area luka operasi. Pengkajian nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), diikuti dengan pemberian terapi farmakologis sesuai program medis serta intervensi nonfarmakologis berupa pemasangan kinesio taping selama tiga hari berturut-turut pada di area abdomen dengan teknik pemasangan vertikal (longitudinal) di sebelah kanan dan kiri linea alba tanpa menutupi insisi operasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan skala nyeri pada kedua pasien dari skala 5 menjadi skala 3, pasien tampak lebih rileks, ekspresi meringis berkurang, serta kemampuan mobilisasi mulai meningkat. Penerapan kinesio taping membantu mengurangi persepsi nyeri melalui peningkatan sirkulasi darah dan limfe, penurunan mediator inflamasi, serta modulasi impuls nyeri melalui mekanisme gate control. Dengan demikian, kinesio taping dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang aman dan efektif sebagai terapi pendukung dalam manajemen nyeri pada ibu post Sectio Caesarea.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nyeri punggung bawah merupakan salah satu ketidaknyamanan yang paling sering dialami ibu hamil trimester III akibat perubahan hormonal dan biomekanik yang menyebabkan peningkatan lordosis, ketegangan otot lumbal, dan penurunan stabilitas panggul. Data primer di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal menunjukkan bahwa dari 12 kunjungan antenatal dalam satu hari, 7–9 ibu melaporkan keluhan nyeri punggung, sehingga menunjukkan tingginya kebutuhan intervensi yang aman dan efektif. Salah satu terapi komplementer yang terbukti bermanfaat adalah prenatal massage, yang bekerja melalui mekanisme fisiologis stimulasi serabut saraf A-beta, peningkatan aliran darah, pelepasan endorfin, serta penurunan ketegangan otot. Tujuan studi kasus ini adalah menerapkan asuhan kebidanan komplementer berupa prenatal massage terhadap penurunan intensitas nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan proses manajemen kebidanan meliputi pengkajian, penetapan diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil asuhan menunjukkan terjadi penurunan nyeri yang bermakna secara bertahap. Kesimpulannya, prenatal massage efektif sebagai terapi komplementer untuk menurunkan intensitas nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III dan dapat direkomendasikan sebagai bagian dari pelayanan kebidanan berbasis woman-centered care.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN DENGAN MASSAGE EFFLEURAGE TERHADAP INTENSITAS NYERI PUNGGUNG PADA PERSALINAN KALA I ABSTRAK Nyeri punggung pada persalinan timbul akibat kotraksi otot rahim yang menyebabkan peregangan segmen bawah rahim dan leher rahim, membukanya mulut Rahim serta peregangan otot-otot serta jaringan dasar panggul yang membentuk jalan lahir. Massage effleurage yang dilakukan dengan memberikan sentuhan halus pada bagian kulit abdomen dengan teknik. Teknik massage effleurage bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah, menghangatkan otot abdomen dan meningkatkan relaksasi fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh massage effleurage terhadap intensitas nyeri persalinan Kala I. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan rancangan studi kasus pada ibu bersalin kala I di RSUD Malinau, Kalimantan Utara. Teknik massage effleurage dilakukan selama ibu bersalin kala I. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan dengan skala Numerik Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan skala nyeri dari angka 6 (nyeri sedang) menjadi angka 4 (nyeri sedang), menunjukkan efektivitas intervensi tersebut. Teknik massage effleurage terbukti aman, mudah dilakukan, dan mampu meningkatkan kenyamanan ibu bersalin secara fisik dan psikologis. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan kebidanan komplementer dalam pelayanan ibu bersalin Kata kunci: Asuhan Kebidanan, massage effleurage , nyeri bersalin kala I, Malinau
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUHAN KEBIDANAN PADA REMAJA DENGAN PENERAPAN AROMATERAPI LEMON (CITRUS) TERHADAP PENURUNAN NYERI MENSTRUASI ABSTRAK Nyeri menstruasi merupakan keluhan nyeri haid yang paling umum dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Terapi nonfarmakologis, seperti aromaterapi lemon (Citrus), telah banyak diteliti sebagai metode komplementer untuk menurunkan intensitas nyeri dan meningkatkan kenyamanan.Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lemon terhadap penurunan nyeri menstruasi pada remaja putri.Metode: Studi kasus dilakukan pada Nn. Sr, remaja berusia 14 tahun dengan keluhan nyeri menstruasi (skor nyeri 7 pada Numeric Rating Scale). Intervensi yang diberikan berupa inhalasi aromaterapi lemon sebanyak 6 tetes dalam 200 ml air menggunakan diffuser selama 30 menit, dengan jarak 50–100 cm dari pasien, selama tiga hari berturut-turut. Kualitas nyeri diukur sebelum, selama, dan setelah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS).Hasil: Setelah intervensi selama 3 hari berturut-turut , skor nyeri menurun dari 7 menjadi 6 dan 4. Pasien melaporkan rasa nyaman, relaksasi, dan nyeri yang tidak lagi mengganggu aktivitas sehari-hari. Penurunan nyeri diduga terkait dengan efek limonene dalam aromaterapi lemon yang merilekskan otot dan menurunkan kecemasan melalui stimulasi sistem limbik dan pelepasan neurokimia analgesik, seperti enkefalin dan serotonin. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan efektivitas aromaterapi lemon dalam mengurangi intensitas nyeri menstruasi hingga 30–40%.Kesimpulan: Aromaterapi lemon efektif menurunkan nyeri menstruasi pada remaja putri dan dapat menjadi salah satu metode nonfarmakologis yang aman serta mudah diterapkan. Terapi ini mendukung pendekatan holistik dalam asuhan kebidanan dengan memperhatikan keseimbangan fisik, psikologis, dan emosional pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dismenorea adalah keluhan nyeri saat menstruasi yang umum terjadi pada remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta menurunkan kualitas hidup. Salah satu alternatif penanganan non-farmakologis yang efektif adalah pemberian kompres air hangat, yang bertujuan untuk meredakan nyeri melalui mekanisme peningkatan sirkulasi darah dan relaksasi otot.Tujuan: Mengetahui efektivitas pemberian kompres air hangat terhadap penurunan nyeri Dismenorea pada remaja putri. Metode: Laporan ini merupakan studi kasus yang dilakukan pada remaja putri usia 16 tahun di wilayah kerja Puskesmas Juata Permai, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Intervensi berupa pemberian kompres hangat pada perut bagian bawah dilakukan selama 3 hari saat menstruasi dengan durasi 15–20 menit, dua kali sehari. Evaluasi nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Skala nyeri sebelum intervensi adalah 6 (nyeri sedang), dan setelah pemberian kompres hangat selama 3 hari, nyeri menurun hingga skala 1 (nyeri ringan). Klien juga menunjukkan peningkatan kenyamanan, aktivitas, dan pemahaman tentang manajemen nyeri haid. Kesimpulan: Pemberian kompres air hangat terbukti efektif sebagai metode non-farmakologis untuk menurunkan intensitas nyeri Dismenorea pada remaja. Intervensi ini aman, murah, dan dapat dilakukan secara mandiri, serta layak diterapkan sebagai alternatif penanganan nyeri haid di tingkat komunitas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nyeri menstruasi yang tidak ditangani dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Rasa nyeri ini sering dikeluhkan wanita hingga memaksa mereka beristirahat dan meninggalkan rutinitas selama beberapa jam atau bahkan beberapa hari. Jahe merah dipercaya dapat meredakan nyeri saat menstruasi karena memiliki sifat menghangatkan tubuh, antirematik, antiinflamasi, dan nalgesic. Kandungan utama seperti shogaol dan gingerol efektif dalam mengurangi rasa sakit. Mekanisme kerja antiinflamasi jahe merah melibatkan penghambatan enzim dalam siklus siklooksigenase (COX), yang mengurangi pembentukan prostaglandin, senyawa penyebab inflamasi dan nyeri. Selain itu, senyawa aktif lain seperti zingerone, diarylheptanoids, dan paradol juga berkontribusi dalam menghambat enzim COX, sehingga membantu mengurangi rasa nyeri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian air jahe merah terhadap penurunan nyeri menstruasi. Metode penelitian ini studi kasus dengan rancangan pre-test dan post-test. Sampel dalam penelitian ini adalah seorang remaja putri yang mengalami nyeri menstruasi (Dismenorhea). Instrument yang digunakan adalah Numeric Rating Scale (NRS). Hasil analisis tingkat nyeri menstruasi menunjukkan adanya perbedaan berdasarkan lembar observasi pengukuran skala nyeri menggunakan NRS yang di isi oleh klien, yaitu dari tingkat nyeri 6 (nyeri sedang) menjadi tingkat nyeri 1 (nyeri ringan). Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian air jahe merah terhadap penurunan tingkat nyeri menstruasi. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi layak untuk memberikan informasi kepada Masyarakat terkait pengobatan secara non-farmakologis seperti minum air jahe merah untuk menurunkan nyeri menstruasi pada remaja putri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Nyeri persalinan kala I fase aktif merupakan tantangan utama dalam proses persalinan. Penanganan nyeri yang efektif sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan ketenangan ibu selama persalinan. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan adalah teknik birthball, yang berfungsi membantu mempercepat kemajuan persalinan serta mengurangi intensitas nyeri melalui gerakan aktif dan posisi ergonomis. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan teknik birthball terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one shot case study, di mana pengukuran dilakukan satu kali setelah intervensi tanpa adanya kelompok kontrol. Intervensi dilakukan dalam dua sesi menggunakan teknik birthball, dan intensitas nyeri diukur dengan Numeric Rating Scale (NRS) setelah setiap intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri persalinan setelah intervensi teknik birthball dilakukan. Ibu melaporkan rasa lebih nyaman dan berkurangnya nyeri dibandingkan sebelum intervensi. Penerapan teknik birthball efektif dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif dan meningkatkan kenyamanan ibu bersalin. Intervensi ini dapat dijadikan pilihan dalam asuhan kebidanan untuk manajemen nyeri non-farmakologis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENERAPAN TERAPI MASSAGE EFFLEURAGE DAN TERAPI SU-JOK UNTUK MENGATASI NYERI MELAHIRKAN PADA IBU INTRANATAL ABSTRAK Nyeri persalian adalah nyeri yang disebabkan oleh munculnya kontraksi otot-otot uterus, hipoksia dari otot-otot yang mengalami kontraksi, pergelangan serviks pada waktu membuka, iskemia, korpus uteri, dan peregangan segmen bawah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penerapan terapi massage effleurage dan terapi su-jok dalam mengatasi nyeri melahirkan pada ibu intranatal. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif, melibatkan intervensi langsung pada ibu bersalin kala I. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tingkat nyeri setelah dilakukan kedua terapi tersebut, baik secara subjektif berdasarkan laporan pasien maupun secara objektif melalui pengukuran skala nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan terapi massage effleurage dan terapi su-jok efektif dalam mengurangi nyeri persalinan pada ibu intranatal. Kedua teknik ini dapat dijadikan alternatif intervensi non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan untuk meningkatkan kenyamanan serta memperlancar proses persalinan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat dan sering kali tidak disadari oleh penderitanya, sehingga dikenal sebagai "silent killer". Salah satu gejala yang sering muncul adalah nyeri kepala akibat peningkatan tekanan intrakranial. Terapi non farmakologi seperti Slow Stroke Back Massage (SSBM) telah terbukti efektif menurunkan tekanan darah dan nyeri kepala melalui mekanisme relaksasi saraf parasimpatis dan pelepasan endorfin. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan terapi SSBM dalam menurunkan nyeri kepala dan tekanan darah pada pasien hipertensi melalui pendekatan proses keperawatan. Penelitian dilakukan terhadap dua pasien hipertensi dengan keluhan nyeri kepala, menggunakan metode case report yang meliputi lima tahap keperawatan: pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Terapi SSBM diberikan selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 10 menit sebanyak dua kali sehari. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan signifikan pada tekanan darah dan skala nyeri kedua pasien. Nyeri kepala menurun dari skala 5–6 menjadi 0, sedangkan tekanan darah menurun dari 169/101 mmHg dan 161/106 mmHg menjadi 136/89 mmHg dan 134/90 mmHg. Hasil ini menunjukkan bahwa terapi SSBM efektif sebagai intervensi keperawatan non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah dan nyeri kepala pada pasien hipertensi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Nyeri punggung yang tidak ditangani dapat menyebabkan ketidaknyamanan seperti berkurangnya kualitas tidur pada ibu hamil yang mengganggu sistem kekebalan tubuh sehingga melemahkan pertahanan tubuh. Kompres hangat memberikan efek fisiologis yaitu vasodilatasi, meredakan nyeri dengan merelaksasi otot. Aromaterapi lavender bermanfaat karena memiliki efek menenangkan dan menormalkan emosi, lavender dikenal karena khasiatnya dalam meredakan nyeri. Tujuan studi kasus untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres air hangat dan aromaterapi lavender terhadap tingkat nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Metode studi kasus ini studi kasus dengan rancangan studi kasus pre-test dan post test. Sampel dalam studi kasus ini adalah seorang ibu hamil trimester III yang mengalami nyeri punggung. Instrumen dalam studi kasus ini menggunakan NRS (Numeric Rating Scale). Hasil analisis tingkat nyeri punggung ibu hamil trimester III sebelum diberikan intervensi dan setelah diberikan intervensi menunjukkan adanya perbedaan berdasarkan lembar observasi pengukuran skala nyeri menggunakan NRS yang di isi oleh klien, yaitu dari tingkat 5 (nyeri sedang) menjadi tingkat 1 (nyeri ringan). Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh kompres air hangat dan aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat nyeri punggung ibu hamil trimester III. Diharapkan studi kasus ini dapat menjadi layak untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait pengobatan secara non farmakologis seperti kompres air hangat dan aromaterapi lavender untuk menurunkan tingkat nyeri punggung ibu hamil trimester III.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Selama masa kehamilan tubuh terus mengalami perubahan baik secara fisik maupun sistem kerja tubuh. Pertambahan ukuran dan volume janin maupun uterus dapat menekan pembuluh darah dan serabut syaraf disekitar tulang belakang. Penekanan dari kepala bayi dengan tulang punggung bawah menyebabkan ketidaknyamanan dan nyeri punggung pada Ibu hamil. Study Kasus ini menggunakan bentuk studi kasus dengan pendokumentasian metode SOAP. Subjek dalam study kasus ini adalah Ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo dengan memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan anamnesa, pemeriksaan fisik, kasus diolah dan dianalisis. Hasil penelitian diperoleh bahwa asuhan komplementer yaitu dengan memberikan kompres hangat kepada Ibu hamil trimeter III yang menderita nyeri punggung. Setelah pasien diberikan intervensi dengan mengompres hangat punggung untuk mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil trimester III, hal ini perkuat dengan hasil wawancara dan mengisi lembar pengukuran skala nyeri kepada pasien bahwa asuhan komplementer dengan kompres hangat dapat mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Selama masa kehamilan tubuh terus mengalami perubahan baik secara fisik maupun sistem kerja tubuh. Pertambahan ukuran dan volume janin maupun uterus dapat menekan pembuluh darah dan serabut syaraf disekitar tulang belakang. Penekanan dari kepala bayi dengan tulang punggung bawah menyebabkan ketidaknyamanan dan nyeri punggung pada Ibu hamil. Study Kasus ini menggunakan bentuk studi kasus dengan pendokumentasian metode SOAP. Subjek dalam study kasus ini adalah Ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo dengan memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan anamnesa, pemeriksaan fisik, kasus diolah dan dianalisis. Hasil penelitian diperoleh bahwa asuhan komplementer yaitu dengan memberikan kompres hangat kepada Ibu hamil trimeter III yang menderita nyeri punggung. Setelah pasien diberikan intervensi dengan mengompres hangat punggung untuk mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil trimester III, hal ini perkuat dengan hasil wawancara dan mengisi lembar pengukuran skala nyeri kepada pasien bahwa asuhan komplementer dengan kompres hangat dapat mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang : Nyeri menstruasi merupakan salah satu keluhan ginekologi yang paling umum dialami oleh remaja putri di seluruh dunia. Prevalensi dismenore pada remaja berkisar antara 45-95% dengan tingkat keparahan yang bervariasi.Tujuan : Mengetahui gambaran efektivitas massage effleurage terhadap penurunan nyeri menstruasi pada remaja putri melalui pendekatan asuhan kebidanan komprehensif.Metode : Penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus menggunakan metode SOAP ( Subjektfif, Objektif, Assessment, Planning ) untuk asuhan kebidanan pada remaja dengan dismenore.Hasil : Massage effleurage terbukti efektif dalam menurunkan skala nyeri menstruasi dari tingkat sedang – berat menjadi ringan, dengan peningkatan kualitas aktivitas sehari – hari remaja putri. Kesimpulan : Asuhan kebidanan dengan teknik massage effleurage dapat menjadi alternatif terapi non farmakologis yang aman dan efektif untuk mengatasi nyeri menstruasi pada remaja putri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kecemasan dan nyeri yang tidak tertangani dapat berdampak negatif pada proses persalinan dan kesejahteraan ibu. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan dan nyeri adalah aromaterapi lavender. Senyawa aktif seperti linalool dalam lavender bekerja pada sistem limbik otak dan memberikan efek relaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan dengan penerapan aromaterapi lavender sebagai upaya menurunkan tingkat kecemasan dan intensitas nyeri pada ibu bersalin di Puskesmas Malinau Seberang. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif terhadap ibu bersalin kala I fase aktif. Intervensi diberikan melalui inhalasi aromaterapi lavender selama proses persalinan. Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan dan skala nyeri setelah intervensi inhalasi aromaterpai lavender selama 3 siklus ( setiao 30 menit). Aromaterapi lavender terbukti menjadi intervensi komplementer yang aman dan efektif dalam mendukung proses persalinan yang nyaman dan minim trauma.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Dismenore primer merupakan keluhan yang umum terjadi pada remaja perempuan, ditandai dengan nyeri perut bagian bawah saat menstruasi tanpa adanya kelainan organik. Nyeri ini dapat mengganggu aktivitas harian dan kualitas hidup remaja. Penanganan yang tepat diperlukan untuk mengurangi intensitas nyeri dan meningkatkan kenyamanan selama menstruasi. Salah satu intervensi non-farmakologis yang efektif adalah penggunaan kompres hangat elektrik. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan melalui penerapan kompres hangat elektrik untuk mengurangi dismenore pada remaja. Jenis asuhan yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada remaja usia 17 tahun yang mengalami dismenore. Intervensi dilakukan dengan memberikan kompres hangat elektrik bersuhu 45°C selama 20 menit, dua kali sehari selama dua hari pertama menstruasi. Hasil menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri secara bertahap dari skala nyeri 7 menjadi 0 setelah intervensi. Penerapan kompres hangat elektrik terbukti efektif sebagai alternatif intervensi non-farmakologis dalam mengurangi dismenore primer dan dapat diterapkan secara mandiri di rumah pasien dengan edukasi dan pengawasan yang tepat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Proses persalinan merupakan pengalaman yang fisiologis namun penuh tantangan, terutama karena nyeri yang dirasakan oleh ibu bersalin. Upaya untuk mengurangi nyeri persalinan perlu dilakukan agar proses kelahiran dapat berlangsung lebih nyaman, aman, dan lancar. Salah satu metode non-farmakologis yang mulai mendapat perhatian adalah pijat endorphin, yang dilakukan dengan menyentuh area-area tertentu di tubuh ibu, terutama punggung dan bahu untuk merangsang produksi hormon endorfin alami tubuh guna mengurangi sensasi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan persalinan dengan penerapan pijat endorphin untuk mengurangi nyeri persalinan di Ruang Melati RSUD Malinau. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dilakukan pada tanggal 10 Juni 2025 melibatkan ibu bersalin yang mengalami nyeri persalinan. Pijat endorphin dilakukan dengan memberikan belaian lembut menggunakan jari-jemari atau hanya ujung jari saja pada lengan bagian luar dan punggung belakang selama 5-10 menit setiap 1-2 jam. Hasil penelitian, ibu mengalami penurunan tingkat nyeri berdasarkan pengukuran NRC (Numeric Rating Scale). Nilai skala nyeri mengalami perubahan pada setiap sesi sebelum dan sesudah dilakukan pijat endorphin, yaitu dari skala nyeri 3 ke 1, dari 5 ke 3, dari 7 ke 5 dan dari 8 ke 7. Hal ini menunjukkan bahwa pijat endorphin memberikan efek signifikan terhadap penurunan nyeri dan peningkatan kenyamanan selama proses persalinan berlangsung. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan pijat endorphin terbukti efektif dalam mengurangi nyeri persalinanl dan dapat digunakan sebagai alternatif intervensi non-farmakologis.