Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Jahe Merah
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DENGAN PEMBERIAN AIR JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN NYERI MENSTRUASI (DISMENORHEA) DI JUATA LAUT

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nyeri menstruasi yang tidak ditangani dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Rasa nyeri ini sering dikeluhkan wanita hingga memaksa mereka beristirahat dan meninggalkan rutinitas selama beberapa jam atau bahkan beberapa hari. Jahe merah dipercaya dapat meredakan nyeri saat menstruasi karena memiliki sifat menghangatkan tubuh, antirematik, antiinflamasi, dan nalgesic. Kandungan utama seperti shogaol dan gingerol efektif dalam mengurangi rasa sakit. Mekanisme kerja antiinflamasi jahe merah melibatkan penghambatan enzim dalam siklus siklooksigenase (COX), yang mengurangi pembentukan prostaglandin, senyawa penyebab inflamasi dan nyeri. Selain itu, senyawa aktif lain seperti zingerone, diarylheptanoids, dan paradol juga berkontribusi dalam menghambat enzim COX, sehingga membantu mengurangi rasa nyeri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian air jahe merah terhadap penurunan nyeri menstruasi. Metode penelitian ini studi kasus dengan rancangan pre-test dan post-test. Sampel dalam penelitian ini adalah seorang remaja putri yang mengalami nyeri menstruasi (Dismenorhea). Instrument yang digunakan adalah Numeric Rating Scale (NRS). Hasil analisis tingkat nyeri menstruasi menunjukkan adanya perbedaan berdasarkan lembar observasi pengukuran skala nyeri menggunakan NRS yang di isi oleh klien, yaitu dari tingkat nyeri 6 (nyeri sedang) menjadi tingkat nyeri 1 (nyeri ringan). Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian air jahe merah terhadap penurunan tingkat nyeri menstruasi. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi layak untuk memberikan informasi kepada Masyarakat terkait pengobatan secara non-farmakologis seperti minum air jahe merah untuk menurunkan nyeri menstruasi pada remaja putri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBEDAAN BOBOT RIMPANG SERTA JENIS AUKSIN DAN SITOKININ TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF JAHE MERAH (Zingiber officinale var. Rubrum)

2025•

Jahe merupakan salah satu komoditas ekspor rempah-rempah Indonesia, disamping itu juga menjadi bahan baku obat tradisional maupun fitofarmaka, yang memberikan peranan cukup berarti dalam penyerapan tenaga kerja dan penerimaan devisa negara. Kendala dalam pembibitan jahe merah terletak pada pertunasan pada rimpang jahe merah. Semakin berat bobot rimpang, kandungan patinya juga semakin tinggi sehingga kemungkinan dapat mempercepat pertunasan jahe merah. Masa pertumbuhan tunas pada rimpang jahe merah juga dapat dipercepat dengan upaya intensifikasi atau penggunaan zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan; (1) Mengetahui pengaruh dari perbedaan bobot rimpang terhadap pertumbuhan jahe merah, (2) Mengetahui pengaruh dari jenis ZPT NAA dan BAP terhadap pertumbuhan jahe merah dan (3) Mengetahui interaksi antara bobot rimpang dengan jenis zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan jahe merah. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktorial yang terdiri dari faktor pertama bobot rimpang 10 g, 20 g dan 30 g dan faktor kedua zat pengatur tumbuh Z1 NAA 150 mg, Z2 BAP 100 mg dan Z3 kombinasi NAA 150 mg dan BAP 100 mg. Parameter yang diamati meliputi; tinggi tanaman, jumlah tunas, jumlah daun, diameter batang, jumlah akar, panjang akar, bobot terubus, bobot akar, bobot rimpang dan persentase tanamanan tumbuh. Data yang diperoleh kemudian di uji anova dan diuji lanjut menggunakan DMRT. Perbedaan bobot rimpang dan zat pengatur tumbuh pada faktor tunggal secara umum tidak memberikan pengaruh pada pertumbuhan tanaman jahe merah. Berpengaruh hanya pada interaksinya di parameter tinggi tanaman kombinasi perlakuan bobot rimpang 20 g dan 100 mg BAP (B2 Z2) mampu menginsiasi pertumbuhan pucuk, parameter jumlah tunas kombinasi perlakuan bobot rimpang 30 g dan 150 mg NAA (B3Z1) memiliki pertumbuhan jumlah tunas dan jumlah akar terbanyak serta mampu menginisiasi pertumbuhan panjang akar sehingga menghasilkan bobot terubus dan rimpang panen terberat, kombinasi perlakuan bobot 10 g dan 100 mg BAP + 150 mg NAA (B1 Z3) dapat memperbanyak jumlah daun, pertumbuhan jumlah daun akan memperbesar diameter batang. Kombinasi perlakuan bobot rimpang 30 g dan tanpa ZPT (B3 Z0) memiliki berat akar terbaik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KAPSUL JAHE MERAH (Zingiber officinale Var.Rubrum) TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI PUSKESMAS PANTAI AMAL

2024•

PENGARUH KAPSUL JAHE MERAH (Zingiber officinale Var.Rubrum) TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI PUSKESMAS PANTAI AMAL Abstrak Pemberian ASI eksklusif, merupakan intervensi kunci yang berdampak besar terhadap angka kematian dan kesakitan anak. ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan untuk bayi sejak lahir hingga enam bulan pertama kehidupan bayi. Sekitar 44% bayi berusia 0-6 bulan di seluruh dunia mendapatkan ASI eksklusif selama periode 2015-2020. Cakupan ASI eksklusif Indonesia pada tahun 2022 tercatat hanya 67,96%, turun dari 69,7% di tahun 2021, menandakan perlunya dukungan lebih intensif agar cakupan ini bisa meningkat. Produksi ASI pada hari-hari pertama setelah melahirkan memang tidak sebanyak produksi ASI pada hari-hari berikutnya, sehingga ibu yang tidak mengkonsumsi makanan atau minuman khusus untuk meningkatkan produksi ASI akan cenderung diproduksi secara normal atau turun. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kapsul jahe merah (zingiber officinale var. rubrum) terhadap produksi asi pada ibu nifas. Desain penelitian : quasi eksperiment dengan pendekatan (one group pretest postest). Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 21 ibu nifas di wilayah kerja puskesmas Pantai Amal dengan Teknik sampling accidental sampling. Instrument yang digunakan, lembar observasi. Hasil analisis bivariat rata-rata produksi ASI ibu nifas sebelum diberikan intervensi (kapsul jahe merah) adalah 20,48ml dan setelah diberikan perlakuan rata-rata produksi ASI adalah 121,43ml, terjadi peningkatan rata-rata produksi ASI sebelum dan sesudah diberikan intervensi yaitu 100.95ml dengan hasil p Value 0,000 0,05 artinya ada pengaruh peningkatan produksi ASI ibu yang mengkonsumsi kapsul jahe merah sebelum dan sesudah konsumsi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS DI RUMAH SAKIT UMUM CARSA KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nyeri luka perineum yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan ketidaknyamanan seperti nyeri dan takut melakukan mobilisasi dini yang memicu subinvolusi, pengusiran lochea yang buruk, dan perdarahan postpartum yang dapat meningkatkan risiko kematian ibu. Jahe merah mengandung minyak atsiri seperti gingerol, shoagal dan zingerone yang cukup kaya dan memiliki efek pereda nyeri, kandungan kimia gingerol pada jahe merah mampu memblokir prostaglandin sehingga nyeri termasuk nyeri perineum dapat mereda. Mengetahui pengaruh pemberian jahe merah terhadap intensitas nyeri luka perineum pada ibu nifas di RSU Carsa Kota Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimental design dengan rancangan penelitian pre-test dan post test dengan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu nifas yang melakukan rawat inap hari pertama di bulan Mei-Juni 2024 yang berjumlah 20 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 responden dengan teknik sampling menggunakan metode Accidental Sampling, dimana semua responden diberikan intervensi selama 7 hari. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan NRS (Numeric Rating Scale). Uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk. Analisa Bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian uji hipotesis nilai p value = 0,005 0,05 yang berarti ada pengaruh pengaruh pemberian jahe merah terhadap penurunan intensitas nyeri luka perineum pada ibu nifas, maka H1 diterima. Bagi rumah sakit diharapkan untuk memberikan informasi kepada ibu tentang pengobatan non farmakologis seperti jahe merah melalui konseling atau dengan media leaflet pada saat masa nifas hari pertama untuk menurunkan intensitas nyeri luka perineum.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PERMEN JAHE MERAH TERHADAP EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI WILAYAH KERJA PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT PANTAI AMAL

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mual dan muntah (emesis gravidarum) umum terjadi pada trimester pertama kehamilan namun dapat menjadi masalah serius jika tidak ditangani dan berisko menjadi mual dan muntah berlebih (hyperemesis gravidarum). Terapi farmakologi umumnya melibatkan vitamin B6. Namun, terapi non-farmakologi seperti permen jahe merah dengan minyak atsiri dan gingerol dapat dipertimbangkan untuk membantu mengurangi mual dan muntah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh permen jahe merah terhadap frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil tirmester 1 di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Jenis penelitian quasi-eksperimental dengan rancangan penelitian Nonequivalent Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester 1 di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal sebanyak 20 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini melakukan analisis frekuensi mual muntah pada ibu hamil sebelum dan setelah diberikan intervensi pada kelompok perlakuan (kombinasi vitamin B6 dan permen jahe merah) dan kelompok kontrol (vitamin B6), adapun dosis konsumsi vitamin B6 disesuaikan dengan standar operasional klinis dan dosis konsumsi permen jahe merah sebanyak 1 kemasan dalam 1 hari yang mengandung 1 gram jahe merah yang dilakukan selama 7 hari perlakuan. Analisa bivariat yang digunakan adalah uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan skor frekuensi mual dan muntah pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan nilai p value 0,223 (>0,05). namun apabila ditinjau dari selisih rerata frekuensi sebelum dan setelah perlakuan, selisih rerata pada kelompok perlakuan lebih besar yaitu 3,5 sedangkan kelompok kontrol yaitu 3. Kesimpulannya yaitu tidak ada pengaruh yang signifikan atas pemberian kombinasi permen jahe merah dan vitamin B6, namun pemberian permen jahe merah tetap dapat dipertimbangkan sebagai terapi non farmakologis serta kombinasi pengobatan bersama Vitamin B6 dengan tujuan membantu menurunkan frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester pertama.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail