ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mual dan Muntah (emesis gravidarum) merupakan keluhan umum pada trimester pertama kehamilan yang dapat berkembang menjadi mual dan muntah berlebih (hyperemesis gravidarum) bila tidak ditangani secara optimal. Terapi farmakologis seperti vitamin B6 sering digunakan, namun pendekatan non-farmakologis seperti akupresur pada titik perikardium 6 juga berpotensi sebagai terapi komplementer untuk menurunkan frekuensi mual dan muntah. Tujuan asuhan kebidanan ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi akupresur pada titik perikardium 6 dan terapi vitamin B6 terhadap penurunan frekuensi emesis gravidarum ibu hamil primigravida trimester I. Asuhan Kebidanan ini menggunakan pendekatan studi kasus, melibatkan satu orang ibu hamil trimester I yang mengalami emesis gravidarum. Akupresur titik perikardium 6 dilakukan selama 7 menit setiap pagi hari dan Terapi B6 diberikan sesuai dengan dosis yang diberikan Puskesmas yaitu 3x1 selama 4 hari perlakuan dan pada hari kelima dilakukan evaluasi. Hasil menunjukkan adanya penurunan frekuensi emesis gravidarum, dari skor pre-test sebesar 8 (kategori sedang) dan skor post-test sebesar 5 (kategori ringan). Selain itu, berdasarkan pernyataan responden (Ny. N), ia merasakan penurunan frekuensi mual setelah dilakukan akupresur pada titik perikardium 6. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi terapi non farmakologi yaitu akupresur perikardium 6 dan terapi farmakologi yaitu vitamin B6 efektif dalam mengurangi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama, sehingga dapat dinyatakan bahwa teknik akupresur titik perikardium 6 berpotensi menjadi terapi nonfarmakologis yang aman dan mudah, serta dapat dikombinasikan dengan vitamin B6 sebagai terapi standar mual muntah trimester pertama. Terapi akupresur perikardium 6 dapat dilakukan secara mandiri dengan memperhatikan titik akupresur yang tepat dan kondisi ibu untuk menghindari ketidaknyamanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH TEKNIK PRANAYAMA DAN GERAK RESTORATIVE PRENATAL YOGA TERHADAP EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI PUSKESMAS KARANG REJO TAHUN 2024 ABSTRAK Mual dan muntah atau dikenal dengan Emesis gravidarum merupakan salah satu ketidaknyamanan pada kehamilan trimester I yang disebabkan oleh perubahan hormon. Emesis gravidarum menyebabkan rasa tidak nyaman karena adanya pusing, perut kembung dan badan terasa lemas disertai keluarnya isi perut melalui mulut yang dapat menyebabkan ibu hamil menjadi stress, cara penanganan emesis gravidarum ada 3 cara yaitu modifikasi lifestyle,farmakologi, dan non farmakologi salah satunya dengan melakukan teknik pranayama dan gerak restorative prenatal yoga yang bertujuan untuk menormalkan kadar hormon kortisol yang menyebabkan stres dan naiknya asam lambung ibu hamil agar tidak terjadinya mual hingga muntah pada ibu hamil. Jenis penelitian dengan pendekatan kuantitatf menggunakan Quasi eksperimen dengan one group pre-post design. Populasi dalam penelitian ini ibu hamil trimester I yang berkunjung pada bulan April-Mei. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 25 orang. Analisis bivariat pada penelitiaan ini mengunakan uji wilcoxon dengan hasil p-value 0,000 dapat disimpulkan penelitian ini berpengaruh teknik pranayama dan gerak retorative prenatal yoga terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I dipuskemas karang rejo 2024. Disarankan bagi tenaga kesehatan dapat menerapkan prenatal yoga untuk menagatasi keluhan emesis gravidarum, bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk memodifikasi variabel, menambahkan kelompok kontrol dan waktu perlakuan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
EFEKTIVITAS ASUHAN KOMPLEMENTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL “ENTING-ENTING BIJI TERAP DAN JAHE” PADA MUAL MUNTAH IBU HAMIL DI PUSKESMAS MALINAU SEBERANG Abstrak Background: Mual dan muntah selama kehamilan adalah fenomena fisiologis, tetapi jika tidak ditangani kondisinya menjadi patologis. Selain obat, ibu hamil yang mengalami mual dan muntah juga memerlukan tambahan makanan yang mengandung vitamin dan kalori yang cukup agar terpenuhi kebutuhan tubuhnya. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah menggabungkan jahe dan biji terap yang mengandung banyak vitamin. Subject and Methods: Desain penelitian quasy eksperiment dilaksanakan pada bulan April – Mei tahun 2024 dan berlokasi di wilayah Malinau Seberang, Kalimantan Utara. Sampel penelitian 30 orang yang terbagi menjadi 15 kelompok control dan 15 kelompok intervensi. Pemberian enting-enting jahe dilakukan selama 1 minggu. Outcome adalah skor mual muntah menggunakan kuesioner INVR. Analisis regresi linier berganda. Results: Skor rerata INVR kelompok intervensi 4.6 poin lebih kecil dibanding kelompok control. Pemberian “enting-enting biji terap dan jahe” dapat menurunkan mual muntah pada ibu hamil trimester 1 yang secara konstan terdapat skor penurunan sebesar (b = -1.31) dibandingkan dengan sebelum intervensi. Perbedaan skor antara baseline dan post intervensi secara statistic signifikan dengan p value 0.001. Conclusion: Pemberian Enting-Enting Jahe dan Biji terap dapat menjadi terapi komplementer untuk menurunkan mual muntah yang efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mual dan muntah (emesis gravidarum) umum terjadi pada trimester pertama kehamilan namun dapat menjadi masalah serius jika tidak ditangani dan berisko menjadi mual dan muntah berlebih (hyperemesis gravidarum). Terapi farmakologi umumnya melibatkan vitamin B6. Namun, terapi non-farmakologi seperti permen jahe merah dengan minyak atsiri dan gingerol dapat dipertimbangkan untuk membantu mengurangi mual dan muntah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh permen jahe merah terhadap frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil tirmester 1 di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Jenis penelitian quasi-eksperimental dengan rancangan penelitian Nonequivalent Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester 1 di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal sebanyak 20 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini melakukan analisis frekuensi mual muntah pada ibu hamil sebelum dan setelah diberikan intervensi pada kelompok perlakuan (kombinasi vitamin B6 dan permen jahe merah) dan kelompok kontrol (vitamin B6), adapun dosis konsumsi vitamin B6 disesuaikan dengan standar operasional klinis dan dosis konsumsi permen jahe merah sebanyak 1 kemasan dalam 1 hari yang mengandung 1 gram jahe merah yang dilakukan selama 7 hari perlakuan. Analisa bivariat yang digunakan adalah uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan skor frekuensi mual dan muntah pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan nilai p value 0,223 (>0,05). namun apabila ditinjau dari selisih rerata frekuensi sebelum dan setelah perlakuan, selisih rerata pada kelompok perlakuan lebih besar yaitu 3,5 sedangkan kelompok kontrol yaitu 3. Kesimpulannya yaitu tidak ada pengaruh yang signifikan atas pemberian kombinasi permen jahe merah dan vitamin B6, namun pemberian permen jahe merah tetap dapat dipertimbangkan sebagai terapi non farmakologis serta kombinasi pengobatan bersama Vitamin B6 dengan tujuan membantu menurunkan frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester pertama.