BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Sarapan merupakan salah satu kebiasaan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dan mendukung fungsi otak selama proses pembelajaran. Namun, masih terdapat mahasiswa yang memiliki kebiasaan sarapan yang belum optimal dan mengalami kesulitan berkonsentrasi saat mengikuti perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan dengan tingkat konsentrasi belajar mahasiswa baru angkatan 2025 Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 2.158 mahasiswa baru angkatan 2025 dengan sampel sebanyak 371 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Kebiasaan sarapan diukur menggunakan kuesioner kebiasaan sarapan, sedangkan tingkat konsentrasi belajar diukur menggunakan Student Learning Concentration Questionnaire Indeks (SLCQI). Analisis hubungan kedua variabel menggunakan uji korelasi Spearman Rank karena kedua variabel berskala ordinal. Sebagian besar responden memiliki kebiasaan sarapan kategori baik sebayak 182 responden, kategori cukup sebanyak 180 responden, dan kategori kurang sebanyak 9 responden. Tingkat konsentrasi belajar sebagian besar berada pada kategori rendah sebanyak 193 responden, kategori sedang 148 responden, dan kategori tinggi 30 responden. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,049 dengan p-value 0,349 (p>0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan dengan tingkat konsentrasi belajar mahasiswa baru Universitas Borneo Tarakan. Hubungan yang ditemukan bersifat positif tetapi sangat lemah, sehingga tingkat konsentrasi belajar kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain selain kebiasaan sarapan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sarapan merupakan salah satu kebiasaan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dan mendukung fungsi otak selama proses pembelajaran. Namun, masih terdapat mahasiswa yang memiliki kebiasaan sarapan yang belum optimal dan mengalami kesulitan berkonsentrasi saat mengikuti perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan dengan tingkat konsentrasi belajar mahasiswa baru angkatan 2025 Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 2.158 mahasiswa baru angkatan 2025 dengan sampel sebanyak 371 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Kebiasaan sarapan diukur menggunakan kuesioner kebiasaan sarapan, sedangkan tingkat konsentrasi belajar diukur menggunakan Student Learning Concentration Questionnaire Indeks (SLCQI). Analisis hubungan kedua variabel menggunakan uji korelasi Spearman Rank karena kedua variabel berskala ordinal. Sebagian besar responden memiliki kebiasaan sarapan kategori baik sebayak 182 responden, kategori cukup sebanyak 180 responden, dan kategori kurang sebanyak 9 responden. Tingkat konsentrasi belajar sebagian besar berada pada kategori rendah sebanyak 193 responden, kategori sedang 148 responden, dan kategori tinggi 30 responden. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,049 dengan p-value 0,349 (p>0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan dengan tingkat konsentrasi belajar mahasiswa baru Universitas Borneo Tarakan. Hubungan yang ditemukan bersifat positif tetapi sangat lemah, sehingga tingkat konsentrasi belajar kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain selain kebiasaan sarapan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
ABSTRAK ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS PENERAPAN PIJAT PAYUDARA UNTUK MEMPERLANCAR ASI Masa nifas merupakan periode penting dalam kehidupan ibu yang membutuhkan perhatian khusus, terutama terkait produksi Air Susu Ibu (ASI). Salah satu masalah yang umum terjadi adalah ASI yang tidak lancar. Pijat payudara merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu memperlancar pengeluaran ASI dengan merangsang hormon oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif kepada ibu nifas hari ke-3 dengan keluhan ASI tidak lancar melalui penerapan teknik pijat payudara. Metode yang digunakan adalah studi kasus terhadap satu responden di Puskesmas Malinau Seberang dengan intervensi berupa edukasi menyusui, pijat payudara yang dilakukan 1–2 kali per hari sebanyak 3–4 kali per minggu, serta anjuran konsumsi makanan bergizi dan menyusui secara rutin. Hasil studi menunjukkan adanya peningkatan produksi ASI setelah intervensi dilakukan. Ibu menyatakan ASI mulai keluar lebih banyak, bayi tampak lebih puas setelah menyusu, dan keluhan tidak lancarnya ASI berkurang. Kesimpulannya, pijat payudara terbukti efektif sebagai upaya untuk memperlancar ASI pada ibu nifas dan dapat dijadikan salah satu intervensi dalam praktik asuhan kebidanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS PENERAPAN PIJAT PAYUDARA UNTUK MEMPERLANCAR ASI Masa nifas merupakan periode penting dalam kehidupan ibu yang membutuhkan perhatian khusus, terutama terkait produksi Air Susu Ibu (ASI). Salah satu masalah yang umum terjadi adalah ASI yang tidak lancar. Pijat payudara merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu memperlancar pengeluaran ASI dengan merangsang hormon oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif kepada ibu nifas hari ke-3 dengan keluhan ASI tidak lancar melalui penerapan teknik pijat payudara. Metode yang digunakan adalah studi kasus terhadap satu responden di Puskesmas Malinau Seberang dengan intervensi berupa edukasi menyusui, pijat payudara yang dilakukan 1–2 kali per hari sebanyak 3–4 kali per minggu, serta anjuran konsumsi makanan bergizi dan menyusui secara rutin. Hasil studi menunjukkan adanya peningkatan produksi ASI setelah intervensi dilakukan. Ibu menyatakan ASI mulai keluar lebih banyak, bayi tampak lebih puas setelah menyusu, dan keluhan tidak lancarnya ASI berkurang. Kesimpulannya, pijat payudara terbukti efektif sebagai upaya untuk memperlancar ASI pada ibu nifas dan dapat dijadikan salah satu intervensi dalam praktik asuhan kebidanan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskrisikan karakter disiplin dan tanggung jawab pada siswa kelas 2-B SDN 027 Karungan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Fokus dalam penelitian ini adalah karakter disiplin dan tanggung jawab siswa kelas 2-B SDN 027 Karungan. Sumber data dalam penelitian ini berupa data primer dan data skunder dengan informan yaitu guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, adapun pada penelitian ini peneliti menggunakan observasi non partisipan, selanjutnnya teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, adapun teknik wawancara ini menggunakan wawancara semi struktur dan yang terakhir dokumentasi, adapun dokumentasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu dokumentasi resmi, serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter disiplin dan tanggung jawab pada siswa kelas 2-B sudah berjalan dengan baik, karakter disiplin dan tanggung jawab penting untuk diajarkan pada siswa sekolah dasar. Faktor penyebab kurangnya disiplin dan tanggung jawab pada siswa kelas 2-B SDN 027 Karungan dapat dipengaruhi oleh faktor internal, seperti adanya rasa malas dalam diri siswa itu sendiri. Adapun penyebab kurangnya disiplin dan tanggung jawab dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti dari keluarga dan lingkungan masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskrisikan karakter disiplin dan tanggung jawab pada siswa kelas 2-B SDN 027 Karungan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Fokus dalam penelitian ini adalah karakter disiplin dan tanggung jawab siswa kelas 2-B SDN 027 Karungan. Sumber data dalam penelitian ini berupa data primer dan data skunder dengan informan yaitu guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, adapun pada penelitian ini peneliti menggunakan observasi non partisipan, selanjutnnya teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, adapun teknik wawancara ini menggunakan wawancara semi struktur dan yang terakhir dokumentasi, adapun dokumentasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu dokumentasi resmi, serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter disiplin dan tanggung jawab pada siswa kelas 2-B sudah berjalan dengan baik, karakter disiplin dan tanggung jawab penting untuk diajarkan pada siswa sekolah dasar. Faktor penyebab kurangnya disiplin dan tanggung jawab pada siswa kelas 2-B SDN 027 Karungan dapat dipengaruhi oleh faktor internal, seperti adanya rasa malas dalam diri siswa itu sendiri. Adapun penyebab kurangnya disiplin dan tanggung jawab dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti dari keluarga dan lingkungan masyarakat.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
EFEKTIVITAS ASUHAN KOMPLEMENTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL “ENTING-ENTING BIJI TERAP DAN JAHE” PADA MUAL MUNTAH IBU HAMIL DI PUSKESMAS MALINAU SEBERANG Abstrak Background: Mual dan muntah selama kehamilan adalah fenomena fisiologis, tetapi jika tidak ditangani kondisinya menjadi patologis. Selain obat, ibu hamil yang mengalami mual dan muntah juga memerlukan tambahan makanan yang mengandung vitamin dan kalori yang cukup agar terpenuhi kebutuhan tubuhnya. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah menggabungkan jahe dan biji terap yang mengandung banyak vitamin. Subject and Methods: Desain penelitian quasy eksperiment dilaksanakan pada bulan April – Mei tahun 2024 dan berlokasi di wilayah Malinau Seberang, Kalimantan Utara. Sampel penelitian 30 orang yang terbagi menjadi 15 kelompok control dan 15 kelompok intervensi. Pemberian enting-enting jahe dilakukan selama 1 minggu. Outcome adalah skor mual muntah menggunakan kuesioner INVR. Analisis regresi linier berganda. Results: Skor rerata INVR kelompok intervensi 4.6 poin lebih kecil dibanding kelompok control. Pemberian “enting-enting biji terap dan jahe” dapat menurunkan mual muntah pada ibu hamil trimester 1 yang secara konstan terdapat skor penurunan sebesar (b = -1.31) dibandingkan dengan sebelum intervensi. Perbedaan skor antara baseline dan post intervensi secara statistic signifikan dengan p value 0.001. Conclusion: Pemberian Enting-Enting Jahe dan Biji terap dapat menjadi terapi komplementer untuk menurunkan mual muntah yang efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
EFEKTIVITAS ASUHAN KOMPLEMENTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL “ENTING-ENTING BIJI TERAP DAN JAHE” PADA MUAL MUNTAH IBU HAMIL DI PUSKESMAS MALINAU SEBERANG Abstrak Background: Mual dan muntah selama kehamilan adalah fenomena fisiologis, tetapi jika tidak ditangani kondisinya menjadi patologis. Selain obat, ibu hamil yang mengalami mual dan muntah juga memerlukan tambahan makanan yang mengandung vitamin dan kalori yang cukup agar terpenuhi kebutuhan tubuhnya. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah menggabungkan jahe dan biji terap yang mengandung banyak vitamin. Subject and Methods: Desain penelitian quasy eksperiment dilaksanakan pada bulan April – Mei tahun 2024 dan berlokasi di wilayah Malinau Seberang, Kalimantan Utara. Sampel penelitian 30 orang yang terbagi menjadi 15 kelompok control dan 15 kelompok intervensi. Pemberian enting-enting jahe dilakukan selama 1 minggu. Outcome adalah skor mual muntah menggunakan kuesioner INVR. Analisis regresi linier berganda. Results: Skor rerata INVR kelompok intervensi 4.6 poin lebih kecil dibanding kelompok control. Pemberian “enting-enting biji terap dan jahe” dapat menurunkan mual muntah pada ibu hamil trimester 1 yang secara konstan terdapat skor penurunan sebesar (b = -1.31) dibandingkan dengan sebelum intervensi. Perbedaan skor antara baseline dan post intervensi secara statistic signifikan dengan p value 0.001. Conclusion: Pemberian Enting-Enting Jahe dan Biji terap dapat menjadi terapi komplementer untuk menurunkan mual muntah yang efektif.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kecemasan matematika merupakan perasaan yang tidak menyenangkan seperti rasa khawatir, takut, tegang, dan panik yang dialami peserta didik selama pembelajaran matematika maupun muncul ketika peserta didik mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal matematika, dimana ini dapat menjadi faktor penghambat dalam berpikir matematis. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan faktor penyebab kecemasan matematika peserta didik Kelas VII SMP Negeri 10 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah 5 peserta didik kelas VII-3 dan VII-4 menggunakan teknik purposive sampling dengan tingkat kecemasan matematika kategori tinggi, sedang dan rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara. Analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Keabsahan data penelitian menggunakan teknik triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan kecemasan matematika pada peserta didik terdiri atas empat faktor yaitu guru, materi, orang tua, dan diri sendiri. Faktor guru terdiri dari sikap dan perlakuan guru yang kurang bersahabat, terkesan tidak ramah, dan terkesan kurang kompenten. Faktor materi terdiri dari kesulitan memahami materi pembelajaran karena rumus-rumus dan metematika sulit menjadi mindset peserta didik serta kesulitan mengerjakan soal-soal matematika dikarenakan tidak memahami materi. Faktor orang tua, yaitu harapan berlebihan ketika orang tua menginginkan agar peserta didik memperoleh nilai yang bagus di sisi lain peserta didik kurang menguasai materi pembelajaran matematika. Faktor diri sendiri yaitu ketidakpercayaan diri peserta didik akan kemampuan yang dimilikinya. Hal ini yang mendukung timbulnya kecemasan matematika pada peserta didik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kecemasan matematika merupakan perasaan yang tidak menyenangkan seperti rasa khawatir, takut, tegang, dan panik yang dialami peserta didik selama pembelajaran matematika maupun muncul ketika peserta didik mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal matematika, dimana ini dapat menjadi faktor penghambat dalam berpikir matematis. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan faktor penyebab kecemasan matematika peserta didik Kelas VII SMP Negeri 10 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah 5 peserta didik kelas VII-3 dan VII-4 menggunakan teknik purposive sampling dengan tingkat kecemasan matematika kategori tinggi, sedang dan rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara. Analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Keabsahan data penelitian menggunakan teknik triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan kecemasan matematika pada peserta didik terdiri atas empat faktor yaitu guru, materi, orang tua, dan diri sendiri. Faktor guru terdiri dari sikap dan perlakuan guru yang kurang bersahabat, terkesan tidak ramah, dan terkesan kurang kompenten. Faktor materi terdiri dari kesulitan memahami materi pembelajaran karena rumus-rumus dan metematika sulit menjadi mindset peserta didik serta kesulitan mengerjakan soal-soal matematika dikarenakan tidak memahami materi. Faktor orang tua, yaitu harapan berlebihan ketika orang tua menginginkan agar peserta didik memperoleh nilai yang bagus di sisi lain peserta didik kurang menguasai materi pembelajaran matematika. Faktor diri sendiri yaitu ketidakpercayaan diri peserta didik akan kemampuan yang dimilikinya. Hal ini yang mendukung timbulnya kecemasan matematika pada peserta didik.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
-
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Indonesia merupakan negara kepulauan dengan banyaknya pulau dan dan luasnya lautan, hal ini menyebabkan transportasi laut dan jasa pelayaran sebagai media penghubung yang sangat penting. Usaha untuk memberikan fasilitas pelayanan umum yang layak bagi masyarakat terkhususnya dibidang pelayaran. Maka dibentuklah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran yang berisi tentang peraturan mengenai pelayaran yang untuk menjamin keselamatan dan keamanan dalam pelayaran. Pada skripsi ini yang menjadi permasalahan adalah regulasi keselamatan dan keamanan pelyaran dimasa pandemi Covid-19 dan faktor pendukung dan faktor penghambat pelaksanaan regulasi keselamatan dan keamanan pelayaran dimasa pandemi Covid-19. skripsi ini menggunakan penelitian normatif terhadap kaidah-kaidah hukum penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder.data primer yang digunakan adalah perundang-undangan yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan pelayaran. Data sekunder yang digunakan adalah buku-buku, artikel dan jurnal. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini mengenai regulasi keselamatan dan keamanan pelayaran dimasa pandemi Covid-19 ialah berbagai macam regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun lembaga yang berwenang sekiranya dapat memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia. Faktor pendukung dan penghambat terlaksananya regulasi keselamatan dan keamanan pelayaran dimasa pandemi Covid-19 ialah masyarakat merupakan faktor pendukung dalam terlaksananya regulasi keselamatan dan keamanan pelayaran dimasa pandemi Covid-19 dengan mematuhi segala protokol kesehatan yang diberlakukan dan yang menjadi faktor pendukung juga TNI/POLRI serta tenaga medis sebagai garda terdepan dalam penanggulangan pandemi Covid-19. Masyarakat selain menjadi faktor pendukung juga dapat menjadi faktor penghambat dari pelaksanaan regulasi keselamatan dan keamanan pelayaran dimasa pandemi Covid-19 hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap bahayanya Covid-19 sehingga mengganggap remeh terhadap regulasi terkait protokol kesehatan yang telah diberlakukan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Indonesia merupakan negara kepulauan dengan banyaknya pulau dan dan luasnya lautan, hal ini menyebabkan transportasi laut dan jasa pelayaran sebagai media penghubung yang sangat penting. Usaha untuk memberikan fasilitas pelayanan umum yang layak bagi masyarakat terkhususnya dibidang pelayaran. Maka dibentuklah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran yang berisi tentang peraturan mengenai pelayaran yang untuk menjamin keselamatan dan keamanan dalam pelayaran. Pada skripsi ini yang menjadi permasalahan adalah regulasi keselamatan dan keamanan pelyaran dimasa pandemi Covid-19 dan faktor pendukung dan faktor penghambat pelaksanaan regulasi keselamatan dan keamanan pelayaran dimasa pandemi Covid-19. skripsi ini menggunakan penelitian normatif terhadap kaidah-kaidah hukum penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder.data primer yang digunakan adalah perundang-undangan yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan pelayaran. Data sekunder yang digunakan adalah buku-buku, artikel dan jurnal. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini mengenai regulasi keselamatan dan keamanan pelayaran dimasa pandemi Covid-19 ialah berbagai macam regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun lembaga yang berwenang sekiranya dapat memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia. Faktor pendukung dan penghambat terlaksananya regulasi keselamatan dan keamanan pelayaran dimasa pandemi Covid-19 ialah masyarakat merupakan faktor pendukung dalam terlaksananya regulasi keselamatan dan keamanan pelayaran dimasa pandemi Covid-19 dengan mematuhi segala protokol kesehatan yang diberlakukan dan yang menjadi faktor pendukung juga TNI/POLRI serta tenaga medis sebagai garda terdepan dalam penanggulangan pandemi Covid-19. Masyarakat selain menjadi faktor pendukung juga dapat menjadi faktor penghambat dari pelaksanaan regulasi keselamatan dan keamanan pelayaran dimasa pandemi Covid-19 hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap bahayanya Covid-19 sehingga mengganggap remeh terhadap regulasi terkait protokol kesehatan yang telah diberlakukan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
-
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penilaian hasil belajar siswa sesuai kurikulum 2013 pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 2 Tarakan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 4 orang yang terdiri dari 2 guru mata pelajaran IPA, Wakil Kepala Kurikulum dan Siswa dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru IPA terhadap perencanaan penilaian hasil belajar berdasarkan kurikulum 2013 yaitu sangat efektif (100%) dan pemahaman guru IPA terhadap pelaksanaan penilaian hasil belajar berdasarkan kurikulum 2013 yaitu efektif (70%). Pelaksanaaan penilaian hasil belajar dalam kurikulum 2013 rata-rata penilaian sikap dengan kategori efektif (75,0%), penilaian pengetahuan dengan kategori efektif (66,7%) dan penilaian keterampilan dengan kategori tidak efektif (37,5%). Proses implementasi penilaian sikap hampir tidak terlaksana, penilaian pengetahuan lebih dominan pada tes tertulis serta penilaian kompetensi keterampilan lebih dominan penilaian praktek hal ini berarti guru masih mengutamakan sistem penilaian yang berorientasi pada hasil kognitif siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penilaian hasil belajar siswa sesuai kurikulum 2013 pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 2 Tarakan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 4 orang yang terdiri dari 2 guru mata pelajaran IPA, Wakil Kepala Kurikulum dan Siswa dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru IPA terhadap perencanaan penilaian hasil belajar berdasarkan kurikulum 2013 yaitu sangat efektif (100%) dan pemahaman guru IPA terhadap pelaksanaan penilaian hasil belajar berdasarkan kurikulum 2013 yaitu efektif (70%). Pelaksanaaan penilaian hasil belajar dalam kurikulum 2013 rata-rata penilaian sikap dengan kategori efektif (75,0%), penilaian pengetahuan dengan kategori efektif (66,7%) dan penilaian keterampilan dengan kategori tidak efektif (37,5%). Proses implementasi penilaian sikap hampir tidak terlaksana, penilaian pengetahuan lebih dominan pada tes tertulis serta penilaian kompetensi keterampilan lebih dominan penilaian praktek hal ini berarti guru masih mengutamakan sistem penilaian yang berorientasi pada hasil kognitif siswa.