Abstrak
Sarapan merupakan salah satu kebiasaan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dan mendukung fungsi otak selama proses pembelajaran. Namun, masih terdapat mahasiswa yang memiliki kebiasaan sarapan yang belum optimal dan mengalami kesulitan berkonsentrasi saat mengikuti perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan dengan tingkat konsentrasi belajar mahasiswa baru angkatan 2025 Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 2.158 mahasiswa baru angkatan 2025 dengan sampel sebanyak 371 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Kebiasaan sarapan diukur menggunakan kuesioner kebiasaan sarapan, sedangkan tingkat konsentrasi belajar diukur menggunakan Student Learning Concentration Questionnaire Indeks (SLCQI). Analisis hubungan kedua variabel menggunakan uji korelasi Spearman Rank karena kedua variabel berskala ordinal. Sebagian besar responden memiliki kebiasaan sarapan kategori baik sebayak 182 responden, kategori cukup sebanyak 180 responden, dan kategori kurang sebanyak 9 responden. Tingkat konsentrasi belajar sebagian besar berada pada kategori rendah sebanyak 193 responden, kategori sedang 148 responden, dan kategori tinggi 30 responden. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,049 dengan p-value 0,349 (p>0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan dengan tingkat konsentrasi belajar mahasiswa baru Universitas Borneo Tarakan. Hubungan yang ditemukan bersifat positif tetapi sangat lemah, sehingga tingkat konsentrasi belajar kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain selain kebiasaan sarapan.