ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Potensi laut di Indonesia menjadi peluang pengembangan usaha kelautan dan perikanan yang masih memiliki prospek yang baik salah satunya adalah rumput laut. Budidaya rumput laut menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat pesisir. Mengikutsertakan perempuan dalam proses produksi budidaya rumput laut dapat menjadi alternatif untuk berkonstribusi dalam peningkatan pendapatan masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran yang dapat dilakukan oleh laki-laki dan perempuan pesisir dalam aktivitas budidaya rumput laut di Pantai Amal Kota Tarakan. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Bagaimana karakteristik tenaga kerja dalam budidaya rumput laut (2) Bagaimana peran laki-laki dan perempuan dalam aktivitas budidaya rumput laut (3) Berapa alokasi waktu tenaga kerja laki-laki dan perempuan dalam aktivitas budidaya (4) Berapa besar pendapatan keluarga petani dan kontribusi pendapatan wanita tani dalam aktivitas budidaya rumput laut. Metode dalam penelitian menggunakan metode Slovin dan simple random sampling. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu umur responden di Pantai Amal tergolong produktif dengan rata-rata umur dibawah kisaran 60 tahun, rata-rata tingkat pendidikan responden adalah SD, pengalaman kerja rata-rata 6-7 tahun, jumlah tanggungan keluarga yaitu rata-rata 4 orang. Peranan tenaga kerja dalam budidaya rumput laut yaitu pria berperan pada semua kegiatan budidaya sedangkan wanita berperan pada proses pembibitan dan penjemuran. Adapun tenaga kerja mengalokasikan waktunya pada budidaya ini sebesar 7,22 HKP dengan jumlah jam kerja rata-rata sebesar 7,22 untuk laki-laki dan 6,32 HKP dengan 7,90 jam untuk perempuan dalam sehari. Besarnya kontribusi tenaga kerja terhadap total pendapatan keluarga yaitu laki-laki sebesar 71% dan perempuan sebesar 41% dari keseluruhan kegiatan budidaya rumput laut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Usaha booth kopi di Kota Tarakan terus bertambah, tetapi pendapatan antarpelaku usaha tidak merata. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jumlah tenaga kerja, modal usaha, lama jam kerja, dan lokasi terhadap pendapatan usaha booth kopi di Kota Tarakan, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling dan berjumlah 100 pemilik booth kopi. Data dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS 27, dengan variabel lokasi diukur sebagai variabel dummy (1 = kawasan pusat kuliner, 0 = luar kawasan pusat kuliner). Hasil uji t menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja dan modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan, dengan tenaga kerja sebagai variabel yang paling dominan (Beta = 0,574). Lama jam kerja dan lokasi tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, keempat variabel berpengaruh signifikan terhadap pendapatan (F hitung = 17,544; sig. 0,001) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,425, artinya 42,5% variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh model, sedangkan 57,5% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Alokasi Umum (DAU) terhadap pertumbuhan ekonomi serta mengidentifikasi dependensi spasial antar kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel yang mencakup lima kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara selama periode 2014–2023. Data penelitian bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Analisis dilakukan melalui estimasi awal, pengujian dependensi antarwilayah menggunakan Pesaran’s Cross-sectional Dependence Test, serta estimasi regresi spasial menggunakan Spatial Autoregressive (SAR) dan Spatial Error Model (SEM) dengan pendekatan random effects dan spatial fixed-effects. Pemilihan model terbaik dilakukan berdasarkan nilai Akaike Information Criterion (AIC) terendah dan log-likelihood tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dependensi spasial antar kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara, dengan nilai statistik Pesaran CD sebesar 9,215 dan probabilitas 0,0000. Berdasarkan hasil perbandingan model, Spatial Error Model (SEM) dengan spatial fixed-effects dipilih sebagai model terbaik dengan AIC sebesar 97,21685 dan log-likelihood sebesar −44,6084. Pada model tersebut, PAD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan koefisien sebesar −18,48927 dan probabilitas 0,030, sedangkan DAU berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien sebesar 454,9621 dan probabilitas 0,030. Parameter spasial lambda (λ) sebesar −0,803902 dengan probabilitas 0,000 menunjukkan adanya dependensi spasial negatif pada komponen error, yang mengindikasikan adanya faktor-faktor tidak teramati yang memiliki keterkaitan spasial antarwilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara tidak hanya berkaitan dengan kondisi fiskal daerah, tetapi juga dengan keterkaitan spasial antarwilayah. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan perlu mempertimbangkan karakteristik kewilayahan dan memperkuat koordinasi antardaerah untuk mendukung pemerataan dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menentukan lokasi pengembangan sektor pertanian di Indonesia tahun 2025 dengan pendekatan Location Quotient (LQ) dan Marginal Product of Labor (MPL). Pendekatan kuantitatif digunakan dengan memanfaatkan data sekunder PDRB, tenaga kerja, volume produksi pertanian, dan data spasial tahun 2017, 2021, dan 2025. Alat analisis mencakup metode LQ untuk wilayah basis, formula MPL untuk produktivitas tenaga kerja, serta analisis spasial menggunakan QGIS. Hasil penelitian delapan provinsi termasuk basis sektor pertanian yaitu Aceh; Lampung; Jateng; NTT; Kalteng; Kalsel; Sultra; dan Sulbar. Analisis Tahap 2 di tingkat kabupaten/kota tersisa tujuh provinsi yang tereliminasi Sultra, yang lain konsisten basis subsektor tanaman pangan di Kabupaten/kota; Jateng, 25; NTT, 8; dan Kalsel, 10. Untuk subsektor hortikultura di Aceh, 7; dan Jateng, 8. Untuk subsektor perkebunan di Kalteng, 14; Kalsel, 13; dan Sulbar, 6. Untuk subsektor peternakan di Lampung, 10; Jateng, 28; NTT, 18; dan Aceh, 16. Hasil analisis spasial mengungkapkan tiga fenomena relasi ruang, yaitu di Jateng dan NTT terdapat keselarasan wilayah (spatial alignment), di Lampung dan Aceh terdapat keterpaduan sinergis (komplementer), di Kalteng, Kalsel, dan Sulbar terdapat kesenjangan perencanaan (spatial mismatch) akibat benturan kawasan industri non-pertanian. Akhirnya kebijakan spasial pertanian harus diprioritaskan pada wilayah basis dengan produktivitas positif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH JARAK LOKASI BUDIDAYA METODE LONGLINE TERHADAP PERTUMBUHAN dan KADAR KARAGENAN RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) Abstrak Pengaruh Jarak Lokasi Budidaya Metode Longline terhadap Pertumbuhan dan Kadar Karagenan Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jarak Lokasi budidaya metode longline terhadap pertumbuhan dan kadar karagenan rumput laut Kappaphycus alvarezii di perairan Tanjung Batu, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan selama 45 hari (13 Februari–30 Maret 2026) menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan jarak dari garis pantai, yaitu P1 (30 m), P2 (40 m), dan P3 (50 m), masing-masing tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), kadar karagenan, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak lokasi budidaya berpengaruh nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak dan SGR rumput laut. Perlakuan P3 menghasilkan bobot mutlak tertinggi (426,3±104,5 g) dan SGR tertinggi (4,95±0,53%/hari), sedangkan P1 menghasilkan nilai terendah. Perbedaan pertumbuhan ini disebabkan oleh kondisi oseanografi yang lebih stabil di lokasi yang lebih jauh dari pantai, meliputi salinitas yang lebih homogen, kecerahan perairan yang lebih tinggi, serta minimnya beban nutrien berlebih. Sebaliknya, jarak Lokasi budidaya tidak berpengaruh nyata (P=0,251) terhadap kadar karagenan, dengan nilai berkisar 9,52%–11,32% pada semua perlakuan. Parameter kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran optimal bagi pertumbuhan K. alvarezii. Disarankan pembudidaya menerapkan jarak lokasi budidaya >40 m dari garis pantai untuk mengoptimalkan pertumbuhan rumput laut. Kata kunci: Kappaphycus alvarezii, jarak lokasi budidaya, longline, pertumbuhan, karagenan THE EFFECT OF CULTIVATION DISTANCE USING THE L.ONGLINE METHOD ON THE GROWTH AND CARAGENANCONTENT OF SEAWEED (KAPPAPHYCUS ALVAREZII) Abstract The Effect of Culivation Sue Distance Usng the Longline Method on the Gromh and Carageenan Contenl of Seaweed (Kappaphycus alvarezu) This study amed lo analyze the efect of cullvation sile distance using the longline method on the growth and carrageenan content of Kappaphycus alvarezll seavecd in the waters off Tanyung Batu, Tarakan Ciy, Nortl Kalimantan The study was conducted over 4S days (13 February -30 March 2026) usung a Randomısed Block Desıgn (RBD)with three Iratmenis based on distance from the shoreline, namely PI (30 m), P2(40m), and P3 (50 m), each wih thre replicates The parameters observed included absolute weight growth, specific growth rate (SGR), carrageenan content, and water quality The results showed that the dıstance of the culivation sıte had a significant effecr (P005) on the absolute werght growth and SGR of the seaweed Treatment P3 yelded the highest absolute weigh (4263±1045 g) and the hıghes SGR (495±053%day), whılst PI yielded the lowest values These dıflerences in growth were attributed to more stable oceanographic conditions al sites further from the coast, ineluding more homogeneous salinity, higher water clarity, and minimal excess nutrient loading Conversely, the distance of the cultivation site had no sIgnificant effect (P=02S1) on carrageenan contenl, with values ranging from 952% 101132% across all reatmenls Waler qualiy paramelers hroughoul the study remained wthin the optimal range for the growth of K. alvarezii It was recommended that cultivators maintain a cultivation site distance of >40 m from the shorelıne to optimize seaveed growh Keywords Kappaphycus Alvarezii, Culivation Site Distance, Longline, Growth, Carragcenan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewenangan Camat dalam pengawasan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kecamatan Kayan Selatan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) apa dasar perundang-undangan yang menjadi landasan kewenangan Camat dalam melaksanakan pengawasan pengelolaan Alokasi Dana Desa, dan (2) bagaimana problematika pembinaan serta pengawasan Camat terhadap pengelolaan Alokasi Dana Desa di Kecamatan Kayan Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan yang mencakup bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, serta dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai pelaksanaan kewenangan Camat dalam konteks pengawasan keuangan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar hukum kewenangan Camat dalam pengawasan pengelolaan ADD antara lain terdapat dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2018 tentang Kecamatan, serta berbagai peraturan teknis lainnya yang mengatur tugas pembinaan dan pengawasan terhadap desa. Dalam pelaksanaannya, di Kecamatan Kayan Selatan masih ditemukan sejumlah problematika, seperti keterbatasan sumber daya aparatur kecamatan, lemahnya koordinasi antar instansi, serta rendahnya pemahaman perangkat desa terhadap prinsip akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan desa. Berdasarkan hasil analisis tersebut, penelitian ini merekomendasikan agar dilakukan penguatan kapasitas aparatur kecamatan dan desa, peningkatan koordinasi dan sinergi lintas sektor, serta penerapan mekanisme pengawasan partisipatif dengan melibatkan masyarakat. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat fungsi pengawasan Camat serta mewujudkan pengelolaan Alokasi Dana Desa yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip good governance.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Transfer keuangan daerah merupakan instrumen kebijakan fiskal yang digunakan pemerintah pusat untuk meningkatkan kapasitas fiskal daerah dalam mendukung pelaksanaan pembangunan dan pelayanan publik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh transfer keuangan daerah yang meliputi Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder metode yang digunakan data panel kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2015–2024. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan dengan pendekatan common effect model (CEM) sebagai model terpilih, yang diolah menggunakan program EViews. Berdasarkan hasil estimasi, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y_it=7.298797+〖0.087695X〗_1it-〖0.502928X〗_2it+〖0.558315X〗_3it+εit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Dana Bagi Hasil (DBH) dengan nilai signifikansi 0,4649 > 0,05 tidak berpengaruh signifikan terhadap PDRB, Dana Alokasi Umum (DAU) dengan nilai signifikansi 0,0081 0,05 berpengaruh signifikan dengan arah negatif terhadap PDRB, sedangkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai signifikansi 0,0000 0,05 berpengaruh signifikan dengan arah positif terhadap PDRB. Secara simultan, ketiga variabel tersebut memiliki nilai probabilitas F sebesar 0,000214 0,05 sehingga berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,30 menunjukkan bahwa sebesar 30% variasi PDRB dapat dijelaskan oleh variabel dalam penelitian ini, sedangkan sisanya sebesar 70% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan DAK yang lebih terarah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sementara pengelolaan DAU perlu lebih diarahkan pada kegiatan produktif. Optimalisasi penggunaan DBH juga menjadi penting agar kontribusinya terhadap PDRB dapat meningkat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan Pengaruh Kualitas Produk, Harga Dan Lokasi Terhadap Keputusan Pembelian Di Warung Makan Coto Makassar Paraikatte ( Studi Pada Konsumen Warung Makan Coto Makassar Paraikatte Di Kota Tarakan ). Penelitian in menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 126 Pada Konsumen Warung Makan Coto Makassar Paraikatte Tarakan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dianalisis menggunakan teknik regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas produk dan lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di Warung Makan Coto Makassar Paraikatte, Serta harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di Warung Makan Coto Makassar Paraikatte.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap kemiskinan yang terjadi di seluruh kabupaten/kota yang berada dalam Provinsi Kalimantan Utara sepanjang periode tahun 2015 hingga tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi data panel, yang didukung oleh data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial DAU dan DAK tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan DBH berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Secara simultan, DAU, DAK, dan DBH berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi terhadap rencana relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Sore Tanjung Selor, dengan meninjau dari dua aspek utama yaitu aspek lingkungan dan aspek ekonomi, serta menentukan lokasi alternatif yang paling sesuai antara Pasar Induk dan Pasar Subuh sebagai tempat relokasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 37 responden Pedagang Kaki Lima (PKL), sedangkan pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara dengan pembeli/konsumen, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh wanita, dan pihak pemerintah (Disperindagkop). Analisis data dilakukan dengan menggunakan skala likert untuk menilai persepsi responden terhadap aspek lingkungan dan ekonomi di dua lokasi alternatif relokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek lingkungan memperoleh skor 659 dari skor tertinggi 888 (74%), sedangkan aspek ekonomi memperoleh skor 637 dari skor tertinggi 888 (72%). Secara keseluruhan, tingkat kesesuaian lokasi relokasi mencapai 73% dan berada pada kategori “setuju”, yang berarti kedua aspek tersebut dinilai cukup baik meskipun belum maksimal. Berdasarkan hasil preferensi seluruh responden yaitu 53 responden terhadap lokasi relokasi, Pasar Subuh dipilih oleh 43 responden (81%), sedangkan Pasar Induk hanya dipilih oleh 10 responden (19%). Hal ini menunjukkan bahwa Pasar Subuh dinilai lebih layak untuk dijadikan lokasi relokasi karena memiliki kondisi lingkungan yang lebih bersih, aman, dan nyaman, serta potensi ekonomi yang lebih tinggi dalam hal aksesibilitas, daya tarik konsumen, dan peluang peningkatan pendapatan pedagang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) terhadap Belanja Modal di kabupaten dan kota Provinsi Kalimantan Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda menggunakan data sekunder yang berupa Laporan Realisasi Anggaran (LRA) periode 2013–2023. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa secara parsial, PAD berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja, hal ini didukung dengan kota Tarakan yang mampu meningkatkan APBD (Belanja modal) melalui PAD yang dihasilkan oleh retribusi daerah, menunjukkan bahwa peningkatan PAD memperkuat kemampuan fiskal daerah dalam membiayai pembangunan secara mandiri. DAU tidak menunjukkan pengaruh signifikan, dikarenakan DAU bersifat fleksibel dana ini sebagian besar terserap pada belanja operasional, sehingga peningkatannya tidak secara langsung mendorong belanja modal. Berbeda dengan DAK yang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Belanja Modal hasil ini menemukan adanya substitution effect, di mana peningkatan DAK menggantikan pendanaan belanja modal dari sumber lain. Akibatnya peningkatan DAK justru diikuti dengan penurunan belanja modal, sehinggah secara statistik menghasilkan hubungan negatif dan signifikan. Dan secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja Modal, yang menunjukkan struktur fiskal daerah dipengaruhi oleh kombinasi pendapatan asli dan transfer pusat. Nilai Adusted R² sebesar 0,195 menunjukkan bahwa PAD, DAU, dan DAK mampu menjelaskan 19,5% variasi Belanja Modal. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas objek penelitian agar hasil analisis lebih komprehensif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Sambungan Selatan, Kecamatan Tana Lia, kabupaten Tana Tidung, berdasarkan Permendagri Nomor 20 tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data melalui tahapan reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data digunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akuntabilitas dalam pengelolaan ADD telah dilaksanakan dengan baik secara prosedural pada tahapan perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban. Pemerintah desa telah menggunakan Siskeudes, mengelola dana melalui rekening kas resmi, dan menyusun laporan tepat waktu (Akuntabilitas Vertikal). Namun, akuntabilitas substantif belum optimal karena ditemukan ketidakpatuhan fiskal terhadap ketentuan alokasi wajib 70% ADD untuk Pembangunan/Pemberdayaan. Sementara itu, penerapan transparansi tergolong baik melalui musyawarah dan pemasangan baliho APBDesa. Akan tetapi, transparansi belum mencapai tingkat partisipatif karena belum tersedia sarana feedback publik yang memadai dan publikasi laporan bersifat umum. Secara keseluruhan, penerapan pengelolaan ADD di Desa Sambungan Selatan telah sesuai Permendagri Nomor 20 tahun 2018, meskipun memerlukan koreksi alokasi anggaran dan penyediaan sarana feedback publik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Akuntabilitas, Transparansi, dan partisipasi masyarakat dalam Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Malinau Hulu pada tahun 2024 berdasarkan Permendagri No. 113 Tahun 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpul melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi dengan melibatkan enam informan yang terdiri atas aparatur desa dan masyarakat. Analisis data pada penelitian ini melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data digunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan ADD di Desa Malinau Hulu telah memenuhi prinsip akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat sesuai dengan Permendagri Nomor 113 Tahun 2014. Akuntabilitas terlihat dari penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban yang tertib. Transparansi diwujudkan melalui keterbukaan informasi anggaran kepada masyarakat dengan musyawarah desa, papan informasi, serta media informasi lainnya. Partisipasi masyarakat tercermin dari keterlibatan mereka dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga menjaga hasil kegiatan yang telah dilaksanakan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan ADD di Desa Malinau Hulu sudah berjalan cukup baik, meskipun masih perlu ditingkatkan dalam hal penyampaian informasi agar lebih mudah dipahami oleh seluruh masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kualitas pelayanan, ketepatan waktu, dan kepercayaan terhadap loyalitas pelanggan. Penelitian ini dilakukan di Kota Tarakan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode nonprobability samping dengan teknik purposive sampling dengan total 170 responden. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengukuran variabel pada penelitian ini menggunakan Skala Likert. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda yang diolah menggunakan program SPSS. Hasil dari pengujian hipotesis menunjukan bahwa variabel kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen, kelengkapan produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen, dan lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen, serta kualitias pelayanan, kelengkapan produk, dan lokasi berpengaruh secara simultan terhadap kepuasan konsumen
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Akuntabilitas dan Transparansi dalam Pengelolaan Alokasi Dana Desa di Desa Tanjung Karang pada tahun 2023 berdasarkan Permendagri No. 20 Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. peneliti menggunakan analisis data yaitu pengumpulan data, penyajian data dan penarikan Kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data digunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa tanjung karang berdasarkan prinsip akuntabilitas sudah melakukan pelaporan tepat waktu dan menaati aturan yang berlaku serta menyediakan informasi yang bisa di akses masyarakat melalui pemasangan baliho, papan informasi, sosial media dan website resmi desa tanjung karang meskipun terdapat beberapa kendala, seperti ketergantungan terhadap kestabilan jaringan internet dalam menggunakan aplikasi siskeudes serta perubahan regulasi setiap tahunnya, hambatan tersebut tidak berdampak secara signifikan terhadap pelaksanaan akuntabilitas. Pemerintah Desa Tanjung Karang mampu menyesuaikan diri dan tetap menjalankan pelaporan sesuai ketentuan yang berlaku. Sedangkan transparansi di Desa Tanjung Karang telah terbuka kepada Masyarakat melalui media informasi dan Musdes. Meskipun keterbatasan kehadiran Masyarakat dan kurangnya pemahaman terhadap media informasi tidak sepenuhnya menghambat keterbukaan informasi karena pemerintah desa telah berupanya meningkatkan aksesbilitas melalui berbagai saluran informasi yang tersedia. Penelitian ini dapat di simpulkan bahwa akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan alokasi dana desa di Desa Tanjung Karang sudah dilakukan sesuai dengan permendagri No. 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan keuangan Desa yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, penatusahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemerintah daerah memiliki peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan keuangan daerah yang efektif dan efisien. Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum merupakan dua sumber utama yang digunakan dalam pelaksanaan program-program pembangunan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Alokasi Umum (DAU) terhadap kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi data panel (pooled) dengan menggunakan Stata 19 dan jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari publikasi DJPK Kementrian Keuangan dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara tahun 2017 hingga 2023. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa model terbaik yang terpilih pada penelitian ini untuk Kalimantan Timur adalah Fixed Effect Model (FEM) dan untuk Kalimantan Utara adalah Random Effect Model (REM) yang menyatakan bahwa Pendapatan Asli Daerah secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Utara. Sedangkan Dana Alokasi Umum secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Secara simultan Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum mampu menjelaskan pengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Timur sebesar 64,01% dan di Kalimantan Utara sebesar 23,48%, sedangkan sisanya disebabkan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan evaluasi dalam pengelolaan Dana Desa, Alokasi Dana Desa dan Pendapatan Asli Desa di Desa Sungai Nyamuk tahun anggaran 2023. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data primer hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Data penelitian ini dimulai dari tahun 2019-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa dalam pengelolaan dana desa, alokasi dana desa dan pendapatan asli desa berpengaruh positif terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis apakah modal usaha, lama usaha, jam berdagang, dan lokasi berdagang secara parsial dan simultan mempengaruhi pendapatan pedagang pasar rakyat kanaan desa pulau sapi kecamatan mentarang kabupaten malinau. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada pedagang. Sampel dalam penelitian ini adalah 80 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan insidental sampling. Berdasarkan hasil Uji t pada modal usaha berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang Pasar Rakyat Kanaan Desa Pulau Sapi Kecamatan Mentarang Kabupaten Malinau. Berdasarkan hasil Uji t pada lama usaha berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang Pasar Rakyat Kanaan Desa Pulau Sapi Kecamatan Mentarang Kabupaten Malinau. Berdasarkan hasil Uji t pada jam berdagang tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang Pasar Rakyat Kanaan Desa Pulau Sapi Kecamatan Mentarang Kabupaten Malinau. Sedangkan hasil Uji t pada lokasi usaha tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang Pasar Rakyat Kanaan Desa Pulau Sapi Kecamatan Mentarang Kabupaten Malinau. Hasil Uji f menunjukkan modal usaha, lama usaha, jam berdagang, dan lokasi berdagang secara bersama- sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang Pasar Rakyat Kanaan Desa Pulau Sapi Kecamatan Mentarang Kabupaten Malinau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan evaluasi dalam pengelolaan Dana Desa, Alokasi Dana Desa dan Pendapatan Asli Desa di Desa Sungai Pancang tahun anggaran 2023. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data primer hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Data penelitian ini dimulai dari tahun 2021-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa dalam pengelolaan dana desa, alokasi dana desa dan pendapatan asli desa berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Sungai Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA ALOKASI UMUM, DANA ALOKASI KHUSUS TERHADAP BELANJA MODAL DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA Firdaus Guntur Aradian Dr. Syaiful Anwar, S.E., M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi, pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dana alokasi khusus tehadap belanja modal di Provinsi Kalimantan Utara. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pooled data atau gabungan dari data cross- section dan time series dan metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel, dengan pendekatan yang terpilih adalah Fixed Effect Model (FEM). Hasil estimasi menunjukkan bahwa (i) pertumbuhan ekonomi dan pendapatan asli daerah secara parsial tidak berpengaruh terhadap belanja modal di Provinsi Kalimantan Utara; (ii) pendapatan asli daerah dan Dana alokasi umum secara simultan berpengaruh terhadap belanja modal di Provinsi Kalimantan Utara.