Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

38 hasil
Subjek: pdrb
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEBERLANJUTAN WILAYAH PENGHASIL TAMBANG TERENDAH DAN TERTINGGI DI INDONESIA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kontribusi sektor pertambangan dan penggalian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sering dianggap sebagai indikator kemajuan ekonomi daerah. Namun, tingginya kontribusi sektor tersebut belum tentu mencerminkan tingkat keberlanjutan wilayah yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat keberlanjutan daerah dengan kontribusi PDRB sektor pertambangan dan penggalian tertinggi dan terendah di Indonesia menggunakan metode Regional Sustainable Account (RSA). Penelitian dilakukan pada Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara sebagai daerah dengan kontribusi sektor pertambangan tinggi, serta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan DKI Jakarta sebagai daerah dengan kontribusi sektor pertambangan rendah selama periode 2019-2024. Analisis dilakukan melalui pengukuran dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan yang membentuk nilai RSA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah dengan kontribusi sektor pertambangan yang tinggi tidak selalu memiliki tingkat keberlanjutan yang lebih baik dibandingkan daerah dengan kontribusi yang rendah. Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mengalami peningkatan keberlanjutan dari kategori Chronic Unsustainable dan Unsustainable pada tahun 2019 menjadi kategori Almost Sustainable pada tahun 2024. Sementara itu, DI Yogyakarta bertahan pada kategori Almost Sustainable dengan nilai keberlanjutan yang meningkat, dan DKI Jakarta secara konsisten berada pada kategori Good Sustainable. Temuan ini menunjukkan bahwa besarnya kontribusi sektor pertambangan dan penggalian bukan merupakan faktor utama yang menentukan keberlanjutan wilayah. Tingkat keberlanjutan lebih dipengaruhi oleh kemampuan daerah dalam

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, PDRB Per Kapita dan Upah Minimum Terhadap Kemiskinan di Kalimantan Utara Tahun 2018-2025

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), PDRB per kapita, dan upah minimum terhadap kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara tahun 2018-2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berbentuk data panel yang mencakup lima Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara, yaitu Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung, dan Kota Tarakan selama periode 2018–2025. Data penelitian diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi data panel dengan bantuan program EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah penduduk miskin, sedangkan PDRB per kapita dan upah minimum tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah penduduk miskin di Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan, Indeks Pembangunan Manusia, PDRB per kapita, dan upah minimum berpengaruh signifikan terhadap jumlah penduduk miskin. Nilai koefisien determinasi sebesar 98,74%, yang menunjukkan bahwa variabel IPM, PDRB per kapita, dan upah minimum mampu menjelaskan variasi kemiskinan sebesar 98,74%, sedangkan sisanya sebesar 1,26% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS BELANJA PEMERINTAH TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB), PENGANGGURAN, DAN KEMISKINAN DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Belanja pemerintah yang terdiri atas belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal merupakan instrumen fiskal untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja modal terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pengangguran, dan kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara 2015–2024. Hasil analisis regresi data panel menggunakan Eviews.14. Model 1 (PDRB) dengan model FEM Y₁it=184.636,6+0,8391X₁it+0,9440X₂it−0,2844X₃it+εit dan Adjusted R²=0,9962. Hasil analisis cross effect menunjukkan bahwa Kabupaten Bulungan menambah nilai PDRB sebesar 911.289,4. Sedangkan KTT (-215.108,7), Malinau (-251.161,1), Nunukan (-232.369,5), dan Kota Tarakan (-212.650,1) mengurangi nilai PDRB. Model 2 (Pengangguran) dengan model CEM Y₂it= 4,7102+0,0035X₁it−0,0068X₂it+0,0023X₃it+εit dan Adjusted R²=0,1805. Belanja pegawai berpengaruh positif signifikan, belanja barang dan jasa berpengaruh negatif signifikan, sedangkan belanja modal tidak signifikan. Model 3 (Kemiskinan) dengan model REM Y₃it=17,3514−1,2152X₁it−0,6071X₂it+ 0,03371X₃it εit dan Adjusted R²=0,0534. Hasil Cross effect menunjukkan bahwa Kabupaten Bulungan meningkatkan nilai kemiskinan sebesar 2,5943 dan Malinau 0,7540. Sebaliknya, KTT mengurangi nilai kemiskinan (-1,9209), Nunukan (-0,4937), dan Kota Tarakan (-0,9337). Belanja pemerintah berkontribusi terhadap peningkatan PDRB, namun tidak berpengaruh signifikan dalam mengurangi pengangguran dan kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pendapatan asli daerah, dana perimbangan, dan belanja modal terhadap produk domestik regional bruto provinsi kalimantan utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, dan Belanja Modal terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provisi Kalimantan Utara pada tahun 2016–2025. Data penelitian menggunakan data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Metode analisis menggunakan regresi data panel berbantuan perangkat lunak Eviews 13. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan PAD dan Dana Perimbangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB. Sedangkan Belanja Modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap PDRB, mengindikasikan adanya fenomena time lag investasi sektor publik. Secara simultan, PAD, Dana Perimbangan, dan Belanja Modal berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Nilai Koefisien Determinasi sebesar 96,66% menunjukkan kemampuan variabel independen sangat kuat menjelaskan variasi PDRB, sedangkan sisanya sebesar 3,34% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

implementasi transfer keuangan daerah terhadap produk domestik regional bruto provinsi kalimantan utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Transfer keuangan daerah merupakan instrumen kebijakan fiskal yang digunakan pemerintah pusat untuk meningkatkan kapasitas fiskal daerah dalam mendukung pelaksanaan pembangunan dan pelayanan publik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh transfer keuangan daerah yang meliputi Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder metode yang digunakan data panel kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2015–2024. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan dengan pendekatan common effect model (CEM) sebagai model terpilih, yang diolah menggunakan program EViews. Berdasarkan hasil estimasi, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y_it=7.298797+〖0.087695X〗_1it-〖0.502928X〗_2it+〖0.558315X〗_3it+εit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Dana Bagi Hasil (DBH) dengan nilai signifikansi 0,4649 > 0,05 tidak berpengaruh signifikan terhadap PDRB, Dana Alokasi Umum (DAU) dengan nilai signifikansi 0,0081 0,05 berpengaruh signifikan dengan arah negatif terhadap PDRB, sedangkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai signifikansi 0,0000 0,05 berpengaruh signifikan dengan arah positif terhadap PDRB. Secara simultan, ketiga variabel tersebut memiliki nilai probabilitas F sebesar 0,000214 0,05 sehingga berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,30 menunjukkan bahwa sebesar 30% variasi PDRB dapat dijelaskan oleh variabel dalam penelitian ini, sedangkan sisanya sebesar 70% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan DAK yang lebih terarah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sementara pengelolaan DAU perlu lebih diarahkan pada kegiatan produktif. Optimalisasi penggunaan DBH juga menjadi penting agar kontribusinya terhadap PDRB dapat meningkat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BELANJA MODAL, ANGKA HARAPAN HIDUP DAN HARAPAN LAMA SEKOLAH TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Belanja Modal, Angka Harapan Hidup, dan Harapan Lama Sekolah mempengaruhi Tingkat Kesejahteraan Masyarakat yang diukur melalui PDRB per kapita. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2015–2024. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan model terbaik yaitu Fixed Effect Model (FEM) menggunakan program EViews 12. Diperoleh persamaan ln(Yit​)=10.0691−0.0227ln(X1it​)+0.0044X2it​+0.6971X3it​+εit​ Hasil menunjukkan bahwa secara parsial Belanja Modal dan Angka Harapan Hidup tidak berpengaruh signifikan terhadap PDRB per kapita dengan nilai probabilitas masing-masing 0,7653 dan 0,8731 > 0,05. Sedangkan, Harapan Lama Sekolah memiliki nilai probabilitas sebesar 0,000 0,05 berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB Per Kapita. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap PDRB per kapita dengan nilai probabilitas F-statistik sebesar 0,000 dan koefisien determinasi (R-squared) 64,41 persen. Analisis cross effect menunjukkan adanya heterogenitas antarwilayah yang memengaruhi PDRB per kapita, dengan nilai tertinggi terdapat pada Kabupaten Tana Tidung sebesar 0.958388, Kabupaten Nunukan sebesar 0.131891, Kabupaten Bulungan sebesar -0.154208, Kabupaten Malinau -0.339826, dan Kota Tarakan sebesar -0.596245. Hasil ini mengindikasikan bahwa pengalokasian belanja modal perlu diarahkan secara lebih efektif dan produktif agar mampu mendorong aktivitas ekonomi daerah, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat tetap harus diperhatikan sebagai bagian dari pembangunan manusia, serta penguatan sektor pendidikan menjadi prioritas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, perbedaan karakteristik antarwilayah menunjukkan pentingnya kebijakan pembangunan yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing daerah di Provinsi Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH) TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan fiskal daerah, yang diproksikan melalui Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara periode 2015–2024. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel pada lima kabupaten/kota, hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Pajak Daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB, sedangkan Retribusi Daerah tidak memiliki pengaruh signifikan. Namun, secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai koefisien determinasi sebesar 96,84%, yang mengindikasikan bahwa optimalisasi penerimaan pajak daerah merupakan instrumen krusial dalam mendorong peningkatan nilai tambah ekonomi dan kemandirian fiskal di wilayah Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH) TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan fiskal daerah, yang diproksikan melalui Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara periode 2015–2024. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel pada lima kabupaten/kota, hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Pajak Daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB, sedangkan Retribusi Daerah tidak memiliki pengaruh signifikan. Namun, secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai koefisien determinasi sebesar 96,84%, yang mengindikasikan bahwa optimalisasi penerimaan pajak daerah merupakan instrumen krusial dalam mendorong peningkatan nilai tambah ekonomi dan kemandirian fiskal di wilayah Kalimantan Utara.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Elastisitas Dan Efektivitas Belanja Modal Pemerintah Terhadap Produk Domestik Regional Bruto, Kemiskinan, Serta Pengangguran Di Provinsi Kalimantan Utara

2026•

Belanja modal merupakan salah satu instrumen penting dalam kebijakan fiskal daerah yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, efektivitas belanja modal dalam mencapai tujuan tersebut masih menjadi permasalahan, khususnya di Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki tingkat ketergantungan fiskal yang relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elastisitas dan efektivitas belanja modal terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), kemiskinan, dan pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara selama periode 2015-2024, serta memproyeksikan kebutuhan belanja modal pada periode 2025-2029. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Analisis dilakukan menggunakan perhitungan elastisitas dan Incremental Capital Output Ratio (ICOR), serta teknik proyeksi tren untuk memperkirakan kebutuhan belanja modal. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan sumber resmi pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elastisitas PDRB terhadap belanja modal bersifat inelastis, yang mengindikasikan bahwa peningkatan belanja modal belum sepenuhnya direspons secara proporsional oleh pertumbuhan output ekonomi. Elastisitas belanja modal terhadap kemiskinan dan pengangguran menunjukkan hubungan negatif, namun dampaknya masih relatif terbatas, dengan pengaruh yang lebih besar terhadap penurunan pengangguran dibandingkan kemiskinan. Analisis ICOR menunjukkan bahwa efektivitas belanja modal bersifat fluktuatif dan belum konsisten secara ekonomi makro. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa belanja modal memiliki peran penting dalam pembangunan daerah, namun diperlukan peningkatan kualitas perencanaan, ketepatan sasaran, serta sinergi kebijakan agar belanja modal mampu memberikan dampak yang lebih optimal terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH VARIABEL FISKAL DAERAH TERHADAP PDRB DENGAN PENDEKATAN SPASIAL DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Provinsi Kalimantan Utara sebagai Daerah Otonom Baru masih bergantung pada dana transfer pemerintah pusat, sementara pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) antar kabupaten/kota menunjukkan adanya ketimpangan yang diduga dipengaruhi oleh kondisi fiskal daerah dan keterkaitan antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh DBH, DAK, DAU, dan PAD terhadap PDRB kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara dengan mempertimbangkan efek spasial. Penelitian menggunakan data panel lima kabupaten/kota periode 2015–2024 yang dianalisis dengan regresi spasial. Berdasarkan uji Pesaran Cross-Sectional Dependence, Lagrange Multiplier, model Spatial Autoregressive (SAR) Random Effect terpilih sebagai model terbaik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh temuan bahwa terdapat dependensi spasial secara positif dan signifikan pada PDRB antarwilayah dengan koefisien spasial (ρ) sebesar 0,6874. DBH dan DAK tidak berpengaruh signifikan, sedangkan DAU dan PAD berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB..

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS DETERMINAN LEVEL TRANSPARANSI PELAPORAN KEUANGAN DAERAH BERBASIS WEBSITE PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN/KOTA REGIONAL KALIMANTAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran pemerintah daerah, rasio pembiayaan utang (leverage), rasio kemandirian daerah, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita, dan opini audit terhadap level transparansi pelaporan keuangan daerah berbasis website. Objek penelitian ini adalah 44 pemerintah daerah kabupaten/kota di regional Kalimantan yang memiliki website resmi dan dapat diakses pada periode Mei–Agustus 2023. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan data sekunder yang bersumber dari website pemerintah daerah serta Badan Pusat Statistik. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan aplikasi Eviews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran pemerintah daerah dan PDRB per kapita berpengaruh positif signifikan terhadap level transparansi pelaporan keuangan daerah berbasis website. Rasio pembiayaan utang berpengaruh signifikan namun negatif, sedangkan rasio kemandirian daerah dan opini audit tidak berpengaruh signifikan. Nilai Adjusted R-Squared sebesar 0,7149 menunjukkan bahwa 71,49% variasi transparansi pelaporan keuangan dapat dijelaskan oleh kelima variabel independen, sementara sisanya 28,51% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan pemanfaatan website pemerintah daerah sebagai sarana transparansi informasi publik, khususnya dalam pelaporan keuangan, untuk memperkuat akuntabilitas, mengurangi asimetri informasi, serta memberikan sinyal positif kepada masyarakat sesuai dengan prinsip teori stewardship dan teori signalling.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN INVESTASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI (APLIKASI COR DAN ICOR DALAM PEREKONOMIAN KALIMANTAN UTARA)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran investasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara dengan menggunakan pendekatan Capital Output Ratio (COR) dan Incremental Capital Output Ratio (ICOR). Data yang digunakan merupakan data investasi PMDN dan PMA serta data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Utara periode 2016-2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis COR dan ICOR untuk mengukur efisiensi investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai COR dan ICOR di Kalimantan Utara masih berada pada tingkat yang relatif rendah, yang menunjukkan bahwa investasi yang dilakukan tergolong efisien. Namun, beberapa kabupaten/kota seperti Bulungan dan Tana Tidung memiliki nilai ICOR yang cukup tinggi pada beberapa tahun terakhir, yang menunjukkan kurang optimalnya penggunaan modal di wilayah tersebut. Penelitian pertumbuhan ekonomi sebesar 4%, 7%, dan 9% untuk periode 2024-2030. Hasil proyeksi menunjukkan bahwa kebutuhan investasi akan terus meningkat setiap tahunnya. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam perencanaan investasi yang lebih efektif dan efisien untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN INVESTASI DALAM PEMBENTUKAN OUTPUT DI KALIMANTAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan efisiensi investasi terhadap pembentukan output ekonomi di wilayah Kalimantan selama periode 2018–2023. Metode yang digunakan meliputi Capital Output Ratio (COR) dan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) untuk mengukur kontribusi investasi terhadap peningkatan Produk Domestik Regional Bruto. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan Badan Koordinasi Penanaman Modal. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur memiliki efisiensi tertinggi berdasarkan nilai COR masing-masing sebesar 0,10 dan 0,09 mencerminkan pemanfaatan investasi yang optimal. Sebaliknya, Kalimantan Utara memiliki nilai COR tertinggi sebesar 0,15, menunjukkan efisiensi yang lebih rendah. Dari sisi ICOR Kalimantan Barat mencatat nilai terendah 0,87, mengindikasikan efektivitas investasi yang tinggi. Sedangkan Kalimantan Utara mencatat nilai ICOR sebesar 2,01, menunjukkan efektivitas investasi yang lebih rendah. Rata-rata ICOR Kalimantan secara keseluruhan adalah 1,58 yang mencerminkan efektif investasi pada kategori sedang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun investasi di Kalimantan berkontribusi terhadap peningkatan output, dibutuhkan strategi kebijakan yang lebih optimal untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas serta pemerataan investasi guna mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di seluruh provinsi Kalimantan

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Estimasi dan Proyeksi Inflasi, Pengangguran dan Pertumbuhan Ekonomi di Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi dan memproyeksikan inflasi, pengangguran, serta pertumbuhan ekonomi di Kota Tarakan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data sekunder yang digunakan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan selama periode 2015–2024. Estimasi inflasi dilakukan melalui dua pendekatan utama, yaitu PDRB Deflator dan Indeks Harga Konsumen (IHK), serta dianalisis menggunakan metode rata-rata aritmetika dan tren kuadratik. Proyeksi ke depan (2025–2030) juga dilakukan terhadap tingkat inflasi, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi dengan model kuadratik sebagai alat prediksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi Kota Tarakan mengalami fluktuasi dengan puncak tertinggi sebesar 7,69% pada tahun 2022, dan turun drastis menjadi 1,97% pada 2024. Proyeksi menunjukkan tren inflasi yang stabil dan menurun hingga 1,79% pada tahun 2030. Pengangguran diproyeksikan turun dari 5,21% pada 2025 menjadi 4,79% pada 2030, sementara pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif, meningkat dari 5,63% menjadi 8,45% pada periode yang sama. Fenomena ekonomi ini tidak sepenuhnya mengikuti teori Kurva Phillips, karena inflasi dan pengangguran menurun secara bersamaan. Namun, hubungan negatif antara pengangguran dan pertumbuhan ekonomi selaras dengan Hukum Okun. Penelitian ini memberikan rekomendasi penting bagi pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan berbasis data, memperkuat sektor ekonomi riil, serta merancang kebijakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat di Kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Investasi, Net Ekspor dan tenaga Kerja Terhadap PDRB Sektor Industri Pengolahan di Kalimantan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Investasi PMA, PMDN, Net Ekspor dan Tenaga Kerja Secara Parsial dan Simultan Terhadap PDRB Sektor Industri Pengolahan di Kalimantan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang bersumber dari DPMPTSP, Kementerian Ketenagakerjaan dan BPS dengan Jumlah sampel dalam penelitian ini diambil dari tahun 2017-2024 dengan menggunakan data sebanyak 40 data. Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel dan diolah menggunakan Eviews 12, dimana data panel merupakan kombinasi antar data time series dan data cross section. Hasil Penelitian Secara Parsial Variabel PMA, Net Ekspor dan Tenaga Kerja tidak berpengaruh signifikan dan PMDN berpengaruh signifikan terhadap PDRB Sektor Industri Pengolahan di Kalimantan tahun 2017-2024. Sedangkan secara simultan menunjukkan Variabel PMA, PMDN, Net Ekspor dan Tenaga Kerja berpengaruh signifikan terhadap PDRB Sektor Industri Pengolahan di Kalimantan tahun 2017-2024.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implikasi Sektor Ekonomi dan Investasi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2017-2023

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor basis dan pertumbuhan penyerapan tenaga kerja di sektor ekonomi, serta pengaruh PDRB dan investasi secara parsial dan simultan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara dari tahun 2017-2023. Data yang digunakan merupakan data sekunder hasil publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) dari tahun 2017-2023. Penelitian ini menggunakan teknik analisis Location Quetiont (LQ), Shift Share, dan Regresi Data Panel dengan bantuan program E-views 12. Berdasarkan hasil analisis Location Quetiont (LQ) di Kota Tarakan terdapat 2 sektor basis yaitu, sektor industri pengolahan dan jasa, Kabupaten Malinau dan Nunukan memiliki 1 sektor basis, yaitu sektor pertanian, Kabupaten Tana Tidung memiliki 2 sektor basis yaitu, sektor pertanian dan jasa, dan Kabupaten Bulungan memiliki 2 sektor basis, yaitu sektor pertanian dan industri pengolahan. Hasil analisis shift share seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara menunjukkan nilai yang positif, menandakan terjadi pertumbuhan penyerapan tenaga kerja dari tahun 2017-2023 di Provinsi Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil analisis regresi data panel diperoleh hasil secara parsial menunjukkan bahwa variabel PDRB berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara dari tahun 2017- 2023, sedangkan variabel investasi tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara dari tahun 2017-2023. Adapun hasil secara simultan menunjukkan bahwa variabel PDRB dan investasi berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara dari tahun 2017-2023

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PDRB, UMK, DAN IPM TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI KALIMANTAN UTARA TAHUN 2018 – 2023

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyerapan tenaga kerja merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan suatu daerah. Masalah ketenagakerjaan bersifat kompleks karena saling berkaitan dengan kondisi ekonomi, besarnya upah, dan kualitas sumber daya manusia di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh produk domestik regional bruto (PDRB), upah minimum kabupaten/kota (UMK), dan indeks pembangunan manusia (IPM) terhadap tingkat penyerapan tenaga kerja di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara pada periode 2018–2023. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan regresi data panel. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari sumber resmi, seperti Badan Pusat Statistik (BPS), dengan menggunakan pendekatan random effect model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, PDRB memiliki pengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja, sedangkan UMK dan IPM tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Secara simultan, variabel PDRB, UMK, dan IPM secara bersama-sama berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara selama periode 2018 – 2023. Besarnya kontribusi ketiga variabel independen ini dalam menjelaskan variasi pada variabel dependen adalah sebesar 90,89%, sedangkan sisanya sebesar 9,11% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Fenomena Bonus Demografi di Provinsi Kalimantan Utara

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena bonus demografi yang terjadi di Provinsi Kalimantan Utara dan pengaruh bonus demografi terhadap Produk domestik regional bruto (PDRB), Tingkat Partisipasi angkatan kerja (TPAK) dan Tingkat pengangguran terbuka (TPT). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik untuk periode 2018-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bonus demografi berpengaruh signifikan terhadap produk domestik regional bruto (PDRB), tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) dan tingkat pengangguran terbuka (TPT). Penelitian ini mengindikasikan perlunya strategi kebijakan pemerintah dalam memanfaatkan bonus demografi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mengembangkan program kerja yang dapat menyerap tenaga kerja secara optimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH INFRASTRUKTUR JALAN, BELANJA MODAL DAN TENAGA KERJA TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN NUNUKAN 2014-2023

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh infrastruktur jalan, belanja modal, dan tenaga kerja terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kabupaten Nunukan selama periode 2014-2023. Metode yang di gunakan adalah kuantitatif dengan jenis data sekunder yang diperoleh dari badan pusat statistik (BPS) Kabupaten Nunukan. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS 26. hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur jalan dan tenaga kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB, dengan koefisien masing-masing 0,225 (p-value 0,001) untuk infrastruktur jalan dan 0,415 (p-value 0,002) untuk tenaga kerja. Sebaliknya, belanja modal ternyata tidak berpengaruh terhadap PDRB, dengan koefisien -0,065 (p-value 0,006). Hasil uji simultan menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan sangat baik untuk menjelaskan variasi PDRB, dengan nilai F-statistic 140,634 (Prob(F-statistic) 0,000). Temuan ini menunjukan pentingnya pengembangan infrastruktur dan kualitas tenaga kerja dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan daerah sebaiknya berfokus pada peningkatan infrastruktur jalan serta peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pendidikan dan pelatihan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pinjaman Rupiah dan Valas Terhadap Peningkatan Output Pertanian di Indonesia

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PINJAMAN RUPIAH DAN VALAS TERHADAP PENINGKATAN OUTPUT PERTANIAN DI INDONESIA Sarmita Dr. Margiyono, S.E., M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis produktivitas dan efektivitas pembiayaan perbankan sektor pertanian terdapat output di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia. Pada penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 2018, 2021, 2024. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis produktivitas, Incremental Capital Output Rasio, Tipologi Klassen, perencanaan kebutuhan kapital. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa provinsi dengan produktivitas tertinggi di tahun 2018 adalah provinsi Riau dengan nilai rata-rata Rp.34,61 tahun 2021 dan 2024 provinsi Kaltara yang memiliki nilai tertinggi sebesar Rp.38,93 – Rp.26,68. Sedangkan produktivitas terendah dari tahun 2018 sampai tahun 2024 adalah DKI Jakarta dengan nilai Rp.0,03-0,00. Kemudian berdasarkan hasil analisis efektivitas, provinsi Kalimantan Timur dengan rata-rata nilai Rp.-88,62. Kemudian provinsi yang paling tidak efektif adalah D.K.I Jakarta dengan nilai rata-rata Rp.6159,44. Pada hasil analisis Tipologi Klassen pemetaan produktivitas dan efektivitas diklasifikasi progresif dan inoatif adalah Riau, Jambi, Aceh, Maluku Utara, Bengkulu, Sulawesi Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kep. Bangka Belitung selama 3 tahun. Untuk provinsi yang terklasifikasi kedalam provinsi yang tertekan adalah provinsi Kalimantan Selatan, Maluku, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, DKI Jakarta dan DI Yogyakarta. 4. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan modal setiap provinsi di Indonesia tahun 2025-2030 pada skenario I dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 4% dibutuhkan pijaman sebesar Rp. 325.994.909,07. Kemudian pada skenario II dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 7,5% dibutuhkan modal sebesar Rp. 667.549.324,01 yang terakhir untuk skenario III dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 9% dibutuhkan modal sebesar Rp. 831.946.350,15. Kata kunci : Produktivitas, Efektivitas, Pembiayaan Perbankan, PDRB

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail