Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SAFIRA LATHIFA ZAHRA

2 karya publik ditemukan.

2026: 2

PENGARUH BELANJA MODAL, ANGKA HARAPAN HIDUP DAN HARAPAN LAMA SEKOLAH TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2026 · Book ·

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Belanja Modal, Angka Harapan Hidup, dan Harapan Lama Sekolah mempengaruhi Tingkat Kesejahteraan Masyarakat yang diukur melalui PDRB per kapita. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2015–2024. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan model terbaik yaitu Fixed Effect Model (FEM) menggunakan program EViews 12. Diperoleh persamaan ln(Yit​)=10.0691−0.0227ln(X1it​)+0.0044X2it​+0.6971X3it​+εit​ Hasil menunjukkan bahwa secara parsial Belanja Modal dan Angka Harapan Hidup tidak berpengaruh signifikan terhadap PDRB per kapita dengan nilai probabilitas masing-masing 0,7653 dan 0,8731 > 0,05. Sedangkan, Harapan Lama Sekolah memiliki nilai probabilitas sebesar 0,000 0,05 berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB Per Kapita. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap PDRB per kapita dengan nilai probabilitas F-statistik sebesar 0,000 dan koefisien determinasi (R-squared) 64,41 persen. Analisis cross effect menunjukkan adanya heterogenitas antarwilayah yang memengaruhi PDRB per kapita, dengan nilai tertinggi terdapat pada Kabupaten Tana Tidung sebesar 0.958388, Kabupaten Nunukan sebesar 0.131891, Kabupaten Bulungan sebesar -0.154208, Kabupaten Malinau -0.339826, dan Kota Tarakan sebesar -0.596245. Hasil ini mengindikasikan bahwa pengalokasian belanja modal perlu diarahkan secara lebih efektif dan produktif agar mampu mendorong aktivitas ekonomi daerah, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat tetap harus diperhatikan sebagai bagian dari pembangunan manusia, serta penguatan sektor pendidikan menjadi prioritas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, perbedaan karakteristik antarwilayah menunjukkan pentingnya kebijakan pembangunan yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing daerah di Provinsi Kalimantan Utara.

PENGARUH BELANJA MODAL, ANGKA HARAPAN HIDUP DAN HARAPAN LAMA SEKOLAH TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Belanja Modal, Angka Harapan Hidup, dan Harapan Lama Sekolah mempengaruhi Tingkat Kesejahteraan Masyarakat yang diukur melalui PDRB per kapita. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2015–2024. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan model terbaik yaitu Fixed Effect Model (FEM) menggunakan program EViews 12. Diperoleh persamaan ln(Yit​)=10.0691−0.0227ln(X1it​)+0.0044X2it​+0.6971X3it​+εit​ Hasil menunjukkan bahwa secara parsial Belanja Modal dan Angka Harapan Hidup tidak berpengaruh signifikan terhadap PDRB per kapita dengan nilai probabilitas masing-masing 0,7653 dan 0,8731 > 0,05. Sedangkan, Harapan Lama Sekolah memiliki nilai probabilitas sebesar 0,000 0,05 berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB Per Kapita. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap PDRB per kapita dengan nilai probabilitas F-statistik sebesar 0,000 dan koefisien determinasi (R-squared) 64,41 persen. Analisis cross effect menunjukkan adanya heterogenitas antarwilayah yang memengaruhi PDRB per kapita, dengan nilai tertinggi terdapat pada Kabupaten Tana Tidung sebesar 0.958388, Kabupaten Nunukan sebesar 0.131891, Kabupaten Bulungan sebesar -0.154208, Kabupaten Malinau -0.339826, dan Kota Tarakan sebesar -0.596245. Hasil ini mengindikasikan bahwa pengalokasian belanja modal perlu diarahkan secara lebih efektif dan produktif agar mampu mendorong aktivitas ekonomi daerah, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat tetap harus diperhatikan sebagai bagian dari pembangunan manusia, serta penguatan sektor pendidikan menjadi prioritas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, perbedaan karakteristik antarwilayah menunjukkan pentingnya kebijakan pembangunan yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing daerah di Provinsi Kalimantan Utara.