Analisis Break Event Point (BEP) dan Bauran Pemasaran Usaha Kopi Sangrai (Studi Kasus pada Meranti Roastery Kota Tarakan)
Usaha kopi sangrai saat ini banyak dijumpai, namun pemilik usaha seringkali tidak mengetahui jumlah penjualan minimum yang harus dipertahankan dan jumlah penjualan yang harus dicapai agar tidak mengalami kerugian. Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait analisis break event point (BEP) dan bauran pemasaran kopi sangrai (studi kasus pada Meranti Roastery Kota Tarakan). Pertama, untuk menganalisis break event point (BEP) pada usaha kopi Meranti Roastery. Kedua, Mengetahui bauran pemasaran yang dilakukan oleh Meranti Roastery ditinjau dari segi produk, harga, tempat, promosi, orang, tampilan fisik, dan proses. Penentuan sampel dalam penelitian ini Sampling Jenuh dengan jumlah sampel yang diambil adalah 9 responden. Analisis datanya, yaitu analisis BEP dan Bauran pemasaran. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: pertama, Pertama, BEP harga kopi robusta Rp.66.196, kopi arabika gayo Rp.37.971, kopi arabika toraja sapan Rp.40.684, kopi arabika bali kintamani Rp.34.434, dan arabika solok Rp.37.871. BEP produksi kopi robusta 3 bungkus, kopi arabika gayo 6, kopi arabika toraja sapan 6, kopi bali kintamani 5, dan kopi arabika solok 6. BEP penerimaan kopi robusta Rp.429.027, kopi arabika gayo Rp.459.135, kopi arabika toraja sapan Rp.484.642, kopi arabika bali kintamani Rp.429.027, dan kopi arabika solok Rp.459.135, sehingga Meranti Roastery telah melampaui BEP. Kedua, bauran pemasaran yang dilakukan Meranti roastery dari kemasan terdapat logo dan warna yang menarik. Harga produk lebih murah dari produk serupa. Distribusi yang telah dijalankan menjangkau Se-Kaltara dan Berau. Lokasi Meranti Roastery terjangkau. Promosi yang dilakukan hanya 2 minggu sekali melalui media sosial dan mendatangi langsung ke usaha kedai. Media Sosial yang aktif digunakan adalah Instagram dan Whattsapp. Kebersihan karyawan sangat terjaga dari rambut hingga pakaian, sikap dan pelayanan karyawan selalu sigap dalam melayani pembeli. Kebersihan ruangan terbebas dari bau dan sampah, Proses produksi kopi menggunakan SOP, proses pembayarannya melalui cash atau transfer.